fbpx

0
0
0
s2sdefault

Ontang

Kilas Balik Perjalanan Karier Brigjen TNI Anumerta Ontang R.P. Sitindaon

Minggu, 13 Januari 2019

sitindaonNEWS.com

Penulis artikel: Marthin Sitindaon

Editot: Zul Abrum Sitindaon.

Jakarta - Menyambung kisah "Dialah Sang Serba Pertama di Marga Kami" yang dipublish kemarin di media ini, kembali kita simak Kilas Balik Perjalanan Karir Brigjen TNI Anumerta Ontang R.P. Sitindaon seperti yg dituliskan oleh Marthin Sitindaon (adik kandung almarhum) di akun FB Naposo Raja Sitindaon Se Jabodetabek seperti berikut ini:

 

"Buat tambahan kepada Naposo Sitindaon yang berumur SLTA berminat menjadi TNI

Brigjend anumerta Ontang Roma Pangihutan Sitindaon

Kilas baliknya dari kesukaannya menjelajahi pegunungan, guna menyalurkan hobbynya sebagai pelari cross country menyebabkan panggilannya ke situasi alam terbuka. Membawanya masuk Taruna Akademi Militer tahun 1997

Berbekal stamina sebagai pelari gunung dan akademis sewaktu bersekolah di SMAN 6 Jakarta dan bergabung di Taruna Pecinta Alam ( Trupala ) sebagai dasar panduan Pendidikan Gunung Hutan ( PGH ) , semua ilmu dipadukannya bersama Akademi Militer ( AkMil ) sampai tamat tahun 1990

Selepas Pendidikan AkMil berlanjut ke jenjang Korps Baret Merah sebagai bagian dari Anak Bangsa mengabdi di Komando Pasukan Khusus ( KOPASUS )

Pada jenjang selanjutnya , ada penyaringan Grup Khusus Dentasemen 81 anti teror yang pertama di saat Danjen KOPASUS di amanatkan kepada Jenderal Prabowo Subiakto mendapat ranking 1. Dengan nama latihan Gultor sebagai cikal bakal pasukan senyap , acuan yang menjadi study kelayakan pasukan anti teror buat TNI dan Polri

Misi berjalan senyap tanpa bayangan dijalankan sesuai prosedur seperti mengungkap , memukul mundur dan mengembalikan ideologi lain kepada NKRI , pengakuan pengakuan diraihnya

Jenjang kepangkatan mengangkatnya menerima jabatan teritorial korps seperti Wadanyon , Asintel Grup 313, Danyon 313 merehab gedung kantor Yon 313 bermarkas di Cijantung Jakarta Timur

Berbagai misi yang dijalankan , saat Grup mengalami kesulitan akan supply listrikpun. Almarhum sempat diangkat menjadi Komandan Dentasemen Markas Komando KOPASUS grup 3 , renovasi maupun penggunaan sarana yang ada di daya gunakan untuk membereskan pembukuan keuangan Grup. Antara lain yang dapat disimak Kolam Renang Tirta di Grup 3 diadakan pencahayaan di Kolam berukuran Internasional , baik untuk latihan para Komando maupun berskala Umum. Prestasi kolam tersebut yang membuat daya tarik petinggi pangkat Jenderal berenang dan menikmati sarana latihan lebih berkesan humanis

Pendidikan Sekolah Komando ( Sesko ) memanggilnya untuk mengaplikasikan Ilmu TNI berada di tengah masyarakat, dan secara inteligen merangkul lawan dan menjadi kawan bersama NKRI

Jabatan teritorial di aplikasikan di jenjang jabatan sebagai Komandan Kodim Tangerang , berbagai pemecahan hubungan antar masyarakat dengan masyarakat , usahawan dengan masyarakat , infrastruktur hambatan di jalanpun dihadapi dengan memberi solusi

Tanggungjawab teritorial semakin meluas, dengan penenmpatan posisi sebagai Wakil Komandan Korem Timur ( KasRem ) menjadi penanggung jawab regional yang lebih luas , melingkupi objek vital negara dan hubungan kemasyarakatan

Usai menjabat Wakil Komandan Korem , panggilan berikut sebagai Kepala Asisten Inteligen Kodam Kalimantan ..... , menangani regional perbatasan antar negara , sipil dan keamanan usahawan berusaha di daerah

Usai menjabat KaSi Inteligen membantu Pangdam di Kalimantan , menunggu kedinasan berikut. Almarhum meminta penugasan untuk mengejar dan menciduk teroris Santoso hidup hidup di Poso. Dengan masa tugas tiga bulan diawal mendapatkan sembilan orang dengan kondisi satu hidup, seterusnya diteruskan oleh 3300personil dengan menangkap empat orang kondisi satu hidup ( teroris Santoso tertembak )

Dimasa tiga bulan diawal itulah terjadi kecelakaan helikopter dengan catatan tiga belas orang meninggal dalam helikopter , satu diantaranya sebagai pemegang surat tugas Brigjen Anumerta Ontang Roma Pangihutan Sitindaon".

Peristiwa jatuhnya Helikopter milik TNI AD jenis Bell 412 EP dengan nomor HA 5171  di Poso Sulawesi Tengah pada Minggu (20/3/2016).

Berikut ini 7 Impian almarhum sebagai "Impian Indonesia 2015 - 2085" yang ditulis sendiri oleh Jokowi, Presiden Republik Indonesia di Merauke Irian Barat pada tgl 30 Desember 2015.

IMG 20190113 WA0007

  

Penulis: Marthin Sitindaon
Editor: Zul Abrum Sitindaon.


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh