fbpx

0
0
0
s2sdefault

pengemis bermobil terungkap

Lagi-lagi Pengemis Bermobil Terungkap Kali Ini Naik Sedan Vios setelah Berdinas, Ini Videonya - IG @riweuh_id

TRIBUN-MEDAN.COM - Beberapa waktu lalu seorang pengemis kaya raya gegerkan Bogor, Jawa Barat.

Seorang lelaki tua nampak meminta uang ke pemotor dan pengendara mobil.

 

Setelah selesai 'bertugas' lelaki itu pulang naik mobil.

Insiden pengemis kaya nampaknya sedang naik daun.

Kejadian serupa ternyata juga ada di Lhokseumawe, Aceh.

Seorang pengemis yang mengenakan sarung dan peci nampak meminta belas kasih ke pemotor dan pengendara mobil.

Lelaki paruh baya itu kepergok mengemis dan pulang naik sedan mewah terjadi pada Kamis (4/4/2019) kemarin.

Seusai meminta-minta, si pengemis kaya itu hendak kembali.

Tapi ada seseorang yang memvideokan aksinya dan langsung marah karena identitasnya ketahuan.

Pada video yang diunggah akun Instagram @riweuh_id, lelaki berbaju merah itu langsung panik dan hendak pergi naik Toyota Vios berpelat nomor B 1101 WEE.

Belum jelas identitas lelaki yang mengemis itu.

Pengemis jaman now memang beda, pulang meminta-minta langsung naik sedan mewah.

''Selain di Bogor, Pengemis bermobil juga ada di Lhokseumawe. Si pengemis kepergok Naik Sedan Mewah

Dalam video ini tampak jika sang pengemis berbaju merah itu mengendari sedan merk Toyota Vios dengan plat nomor B 1101 WEE.''

Sebelumnya sorang pengemis bermobil viral di Bogor.

Bahkan, pengemis tersebut dikabarkan pulang pergi bawa mobil sendiri.

Pria tua yang dikabarkan membawa mobil sendiri itu kerap mengemis disekitaran simpang lampu merah Yasmin, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor.

Pengemis tua juragan angkot punya Istri 3 (Twitter @wow_keren, via Tribun Bogor)

1. Pengemis saat siang dan sore

Pengemis tua yang dikabarkan membawa mobil sendiri itu kerap kali meminta-minta belas kasihan pengendara yang melintas di jalan KH Sholeh Iskandar dan jalan KH Abdulah bin Nur, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Ia sering terlihat mengemis pada waktu siang dan sore hari.

Pria tua itu mendekati setiap pengendara yang sedang menunggu lampu merah disekitaran simpang Yasmin atau simpang Lotte Mart Kota Bogor.

2. Berpakaian lusuh

Pengemis tua yang belum diketahui identitasnya itu selalu berpakian lusih ketika mengemis di lampu merah.

Tak hanya itu, saat mengemis ia juga memakai baju koko dan kain sarung ketika mengemis di jalanan.

Dari pengamatan TribunnewsBogor.com, pakaian yang dikenakannya ketika mengemis tampak tidak pernah ganti.

Baju kokok berwarna putih dan kain sarung bercorak kotak-kota hijau selalu dogunaka

3. Bikin Iba Pengendara

Pengemis yang dikabarkan membawa mobil sendiri ini memang membuat iba pengendara yang melihatnya.

Ia kerap meninjukan wajah lemas ketika mendekati pengendara yang sedang menunggu lampu merah.

Tak hanya itu, saat mengemis ia juga memakai baju koko dan kain sarung ketika mengemis di jalanan.

Dari pengamatan TribunnewsBogor.com, pakaian yang dikenakannya ketika mengemis tampak tidak pernah ganti.

Baju kokok berwarna putih dan kain sarung bercorak kotak-kota hijau selalu dogunakan oleh pengemis tua ini saat meminta belas kasihan di jalanan. 

Kondisi fisiknya yang cacat dimanfaatkan pengemis ini untuk mengharapkan belas kasihan dari pengendara.

4. Terdapat cacat di wajah

Wajah pengemis tua ini memang memiliki cacat dibagian wajah.

Dibagian wajahnya tampak berlubang cukup besar.

Belum diketahui pasti penyebab cacat wajah pengemis ini.

Namun, hal itu membuat pengendara selalu berbelas kasihan sehingga memberinya uang.

5. Dilepaskan Satpol PP

Pengemis tua ini sebenarnya kepergok petugas Satpol PP Kota Bogor yang tengah melakukan penertiban kala itu.

Penertiban Satpol PP kala itu terkait penertiban alat peraga Kampanye yang dipasang tanpa izin.

Namun, petugas membiarkan pengemis tua tersebut pergi.

Bahkan, dalam foto yang beradar viral di media sosial tampak terlihat petugas Satpol PP berdiri tidak jauh dari pengemis yang hendak membuka pintu mobil bercat hijau itu. 

Menurut Kasatpol PP Kota Bogor, Herry Karnadi mengatakan, kepergokanya pengemis bermobil itu ketika petugas Satpol PP melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) di sepanjang Jalan Raya KH Abdullah Bin Nuh (Yasmin) pada, Senin (18/3/2019) kemarin.

“Itu Kemarin (Senin, red) saat anggota melakukan penertiban APK bertemu dengan orang itu. Tapi, kemarin hanya diusir saja karena posisi anggota sedang penertiban bersama Bawaslu,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (19/3/2019).

6 Satpol PP Bakal Lakukan Validasi  

Kabid Dalops Satpol PP Kota Bogor Dimas Tiko membenarkan jika pria tersebut merupakan seorang pengemis yang sering meminta-minta di jalan.

"Kalau terkait yang bersangkutan pengemis betul adanya, lokasi biasanya di sekitaran simpang lampu merah yasmin atau simpang lotte mart," katanya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com, Selasa (19/3/2019).

Namun mengenai dugaan pengemis bermobil pihaknya belum bisa memberikan keterangan.

"Kalau terkait mobil dan sebagainya kami masih lakukan validasi dan pendalaman, insyaallah nanti kita share kembali," ujarnya.

7. Lampu Merah Jadi langganan pengemis

Dari pengamatan TribunnewsBogor.com, lampu merah di Kota Bogor kerap kali menjadi langganan para pengemis untuk meminta-minta.

Salah satunya lampu merah yang berlokasi di sekitaran simpang lampu merah Yasmin bukan hanya sosok pria tua saja yang terlihat pengemis di sana.

Pengemis yang berpura-pura kakinya sakit diamankan Satpol PP Kota Bogor (IST)

Namun, ada juga sejumlah wanita yang mengemis di sekitaran lampu merah itu.

Mirisnya lagi, para wanita ini membawa seorang bayi kecil untuk meminta-minta di jalanan.

Belakangan terungkap pengemis bermobil ini bernama Herman alias Abah Nur.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor kemudian mengamankannya untuk diminta keterangan.

Pengemis bermobil bernama Herman/ TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho

Namun, Abah Nur warga Cisauk, Camplang RT 5/1, Cibungbulang, Kabupaten Bogor tidak segan untuk kembali mengemis di wilayah Kota Bogoor.

Bahkan sebelum berangkat menjalani aktifitas mengemis Herman sudah mengetahui kabar viral tentang dirinya.

Herman pun tidak merasa segan, karena menurutnya kabar yang beredar di media soial dan dipemberitaan terkait dirinya memiliki mobil itu tidak benar.

"Iya sudah tau, tadi pagi sebelum berangkat, tau dari anak saya, iya (masih ngemis) karena saya enggak punya salah, apa yang di media sosial itu kan bohong, saya belum punya mobil, enggak ada mobil, katanya juragan angkot itu juga bohong," katanya saat ditemui di kantor Dinas Sosial Kota Bogor, Rabu (20/3/2019).

Terkait foto yang beredar tentang dirinya yang akan membuka pintu mobil, Herman menjelaskan bahwa dirinya sedang akan mengambil baju salin untuk shalat.

"Saya itu mau ambil baju ganti, salin untuk shalat, kalau shalat masa pakai baju kotor, itu yang saya pegang baju salin bukan duit," katanya.

Pengemis bermobil di Bogor yang sempat viral di media sosial akhirnya diamankan petugas Satpol PP Kota Bogor (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

TribunnewsBogor.com merangkum sejumlah fakta terkait pengemis bermobil ini. 

Berikut faktanya :

1.  Sudah Naik Haji

Herman mengaku sudah pernah naik haji bersama istrinya.

Menurut keterangannya Ia naik haji menggunakan uang hasil menjual sawah warisan orangtuanya.

"Saya dapat warisan sawah sama rumah, tahun 74 sawah saya jual saya pakai naik haji, kalau ngemis saya mulai tahun 80an di Jembatan Merah," katanya.

2. Penghasilan hingga 400 ribu.

Herman mengaku penghasilannya mengemis dalam sehari berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Namun faktanya saat diamankan oleh Satpol PP Kota Bogor, Herman yang memulai mengemis sejak pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB sudah mengantongi uang Rp 130 ribu.

Maman Sopir Herman juga membernarkan jika penghasilan Herman bisa mencapai Rp 300 - 400 ribu.

"Iya kalau lagi ramai lagi dapat banyak bisa Rp 300 - Rp 400 ribu, saya juga suka dikasih Rp 50 ribu tapi kalau lagi dapat banyak, kalau biasanya benar Rp 150 ribu, cuma kalau lagi ramai memang dapat lebih," katanya.

3. Menyewa Mobil

Untuk memudahkan mobilitasnya, herman pun menyewa satu unit mobik jenis mini bus berwarna hijau kepada tetangganya.

Menurut pengakuannya Herman menyewa mobil Rp 80 ribu sehari.

Seorang Pengemis di Bogor yang menjadi viral karena diduga memiliki mobil (TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho)

"Mobil itu sewa, kalau enggak percaya bisa saya panggil yang punya nya, sewanya Rp 80 ribu setengah hari hanya sampai pukul 12.00 WIB," katanya.

4. Diantar Jemput Sopir

Selain menyewa mobil rupanya Herman juga menyewa sopir untuk mengantar jemput dirinya menjalani aktifitasnya ke lokasi mengemis.

Itu Ia lakukan untuk memudahkannya berpindah lokasi dari satu tempat ke tempat yang lainnya.

Karena dari pengakuan Herman dirinya sudah tidak bisa berjakan kaki jauh.

"Iya Rp 80 ribu itu sudah sama sopir, jadi setengah hari," katanya.

Maman, Sopir Herman mengaku sudah hampir satu tahun menjadi sopir sewaan Herman.

Menurutnya hal itu Ia lakukan lantaran agar memiliki pekerjaan.

Karena selain mengantar jemput Herman, Ia juga sering menerima sewaan dari orang lain.

"Iya kalau ada sewa tarikan ya narik saya, pernah waktu itu ada sewaan ke Jakarta ya saya tinggak saya bilang ada sewaan terus dia naik angkot saya narik," katanya.

Maman pun mengaku tidak ada hubunga darah atau kerabat denga Maman.

Hal itu murni dilakukannya karena memang dirinya berprofesi sebagai sopir sewaan.

5. Hasil mengemis digunakan untuk kehidupan sehari-hari

Bukan tidak mau Herman beralih profesi atau menekuni usaha lain.

Herman yang sudah mengalami luka dihidungnya sejak lahir itu mengaku sulit mendapat pekerjaan.

Bahkan untuk berdagang pun menurutnya hal itu tak mungkin dilakukan.

"Dulu saya petani tapi sawah sudah dijual, ini ngemis kemauan sendiri tanpa ada paksaan, pengen cari usaha lain tapi apa, kalau dagang kann enggak mungkin kondisi fisik saya seperti ini kerja diorang juga tidak diterima," ujarnya.

Herman pun mengungkapkan bahwa kehidupannya di kampunya sama seperti warga lainnya.

Ia pun menyangkal kalau dirinya hidup berlebihan dan berlimpah harta.

Bahkan kata Herman dirinya menggunakan uang hasil mengemis untuk kebutuhan sehari hari.

"Saya kalau hidup saya sudah berkecukupan, sudah mapan kehidupan sehari hari cukup saya juga enggak akan ngemis, anak saya kerja mungut sampah di Pamulang, penghasilan Rp 800 ribu dia sudah berkeluarga juga, masa saya masih mau membebani kan enggak," katanya sambil mengeluarkan air mata.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Kota Bogor Azrin akan segera melakukan kordinasi dengan Dinsos Kabupaten Bogor.  

"Iya jadi langkahnya setelah penjaringan dengan Satpol PP kemudian diserahkan ke kami kita lakukan asessment.

Kemudian selanjutnya kita melakukan home visit mendatangi kediamannya setelah itu kami membuat berita acara dengan kepala desa setempat.

Jika benar dia warga Kabupaten Bogor kami akan melakukan dengan Dinas Sosial Kabupaten Bogor dan nanti kita lakukan kordinasi juga dengan balai rehabitiasi untuk mencari solusi dan jakan keluarnya agar dia tidak kembali turun ke jalan," ujarnya. (motorplus/tribun bogor)

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh