fbpx

0
0
0
s2sdefault

Mereka Yang Mempersoalkan "Boyolali vs Sontoloyo"

Situasi politik makin panas adalah ketika "Boyolali vs Sontoloyo" diperdebatkan di depan publik melalui media nasional, apalagi semua narasumber merasa paling benar sendiri.

Sederhana sekali, tidak perlu pengamat, tokoh, ahli atau pakar politik atau pakar bahasa untuk memperdebatkannya karena mungkin saja ada conflik interest disana.

Akar masalah kata Boyolali dan Sontoloyo bukanlah pada siapa yang mengatakannya atau siapa yang membuat statemen itu, tetapi masalahnya adalah pada siapa yang mempersoalkan atau siapa yang protes atau siapa yang keberatan dengan kata-kata itu sendiri.

Ya, sekali lagi sangat sederhana sekali, bahwa mereka yang mempersoalkan, keberatan, protes dengan kata Boyolali atau Sontoloyo adalah menunjukkan pada diri mereka sendiri.

Kalau tidak mengerti juga, kalau saya mempersoalkan "Tampang Boyolali mungkin akan di usir jika masuk mall atau hotel mewah di Jakarta" itu adalah karena saya adalah orang Boyolali, kalaupub ada sedikit bukan orang Boyolali yang ikut protes itu adalah hanya bentuk solidaritas.

Demikian pula jika saya mempersoalkan, protes atau keberatan dengan kata "Politikus Sontoloyo", berarti saya adalah adalah orang yang dimaksud. Kalaupun ada orang lain bukan saya ikutan protes. Itu karena ada sedikit orang lain yang mau membela dan mendukung saya atau ada conflik interest nya.

Untuk itu, mari kita ciptakan rasa damai dan aman, jika memang benar-benar ingin meningkatkan kesejahteraan rakyat atau ingin mendapatkan simpati rakyat, tunjukkanlah gagasan atau ide yang membangun untuk bangsa dan negara ini. Jangan habiskan energi dengan sedikit-sedikit tuntut, sedikit-sedikit lapor polisi atau memperdebatkan hal-hal yang tidak bermanfaat bagi rakyat.

Salam damai
Zul Abrum Sitindaon.

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh

Login Form