fbpx

0
0
0
s2sdefault

akurat 20180621072159 2H4C9ZJansen Sitindaon bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Amandemen UUD 1945 Ingin "Melestarikan Kekuasaan" atau Menjawab Persoalan Kebangsaan?

SitindaonNews.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sepakat untuk mendorong amandemen UUD 1945 secara menyeluruh tentang tata kelola negara Indonesia ke depannya. Demikian disampaikan saat pertemuan keduanya di kediaman Surya Paloh pada hari Minggu 13 Oktober 2019 lalu.

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik khususnya Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon,  yang mempertanyakan apakah amandemen tsb bertujuan ingin "melestarikan kekuasaan" atau amandemen yang menjawab persoalan kebangsaan.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan terlihat benar Prabowo dan Surya Paloh tidak baca konstitusi. Pasal 37 UUD sudah jelas diatur, perubahan hanya bisa dilakukan pasal per pasal.

"Kalau di UUD yang lama, benar! bisa dilakukan perubahan menyeluruh. Di pasal 37 UUD yang sekarang perubahan itu hanya bisa dilakukan terhadap pasal² tertentu saja. Jadi cara berpikir Prabowo dan Surya Paloh ini zaman "jadul". Sudah kadaluarsa", kata Jansen.

"Pertanyaannya apakah pak @jokowi mau? 5 Tahun kedepan pemerintahannya jadi terganggu tidak bisa kerja tenang karena mengurusi soal polemik yang begini. Sedang kesempatan bekerja membuat "legacy" cuma tinggal 5 tahun ini. Apalagi jika amandemennya membatasi ruang gerak presiden" kata Jansen lagi.

Jikapun harus ada amandemen, Jansen Sitindaon menyarankan kepada Jokowi, disepakati dulu apa yang tidak boleh di ubah. "Inilah yang dinamakan "eternity clause". Klausa Kekal. Contoh: negara kesatuan, pembatasan jabatan Presiden tetap 2 periode, pemilihan langsung, dll itu tidak boleh diganggu gugat" tegas Jansen.

Lebih lanjut Jansen Sitindaon meminta Prabowo dan Surya Pilih sebagai pengusul yang bertanggung jawab ada baiknya perlu merinci dulu gagasannya terkait soal amandemen ini. "Ketengahkan pointnya, agar publik menilai ini amandemen yang sekedar ingin "melestarikan kekuasaan" atau amandemen yang menjawab persoalan kebangsaan" kata Jansen.

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20191014 044110Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Subianto, Ahad (13/10).

Sitindaon News.com - Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri pertemuan dengan Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh di kediamannya. Dalam pertemuan tersebut, kedua partai menyepakati tiga hal.

Pertama, keduanya sepakat untuk memperbaiki citra partai politik. Dengan meletakkan kepentingan nasional di atas kepentingan lain.

"Dan menjadikan persatuan nasional sebagai orientasi perjuangan serta menjaga keutuhan bangsa," ujar Sekretaris Jenderal Partai Nasdem, Johnny G Plate di kediaman Surya Paloh, Jakarta, Ahad (13/10).

Kedua, pemimpin partai politik sepakat untuk melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk mencegah dan melawan segala tindakan radikalisme. Berdasar paham apa pun yang dapat merongrong ideologi Pancasila.

Terakhir, pemimpin partai politik sepakat bahwa amandemen UUD 1945 sebaiknya bersifat menyeluruh. Serta, menyangkut keutuhan tata kelola negara.

"Sehubungan dengan tantangan kekinian dan kehidupan berbangsa yang lebih baik," ujar Plate.

Dalam pertemuan tersebut, Surya menyebut bahwa mereka berdua tak membahas soal kabinet Joko Widodo-Ma'ruf Amin."Sejujurnya tidak ada (pembicaraan soal kaninet), apa hal yang paling banyak dibicarakan adalah menjaga keutuhan bangsa. Kita sepakat untuk mementingkan kepentingan nasional," ujar Surya.

Dalam pertemuan tersebut ia juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Prabowo selama ini sangat baik. Kontestasi pemilihan umum (Pemilu) 2019, disebutnya tak menghalangi komunikasi antara keduanya.

"Jadi saya sudah katakan berkali-kali, kita dengan tegas apa saja yang bisa memperkuat bangsa kita akan mendukung. Ini semua demi kepentingan rakyat," ujar Surya.

 

Sumber: republika.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1570431314666

JOKOWI DITELIKUNG?

Oleh: Birgaldo Sinaga

Dalam sejarah pemimpin dunia ada tiga kisah yang menarik bisa kita jadikan pelajaran.

Pertama, Hitler pemimpin Jerman pada masa Perang Dunia ke 2.

Kekalahan Hitler menurut pengamat karena Hitler tidak mau mendengar nasihat jenderalnya. Ia keras kepala memaksakan kemauannya menyerang Rusia. Sekalipun secara taktik dan strategi militer pilihan Hitler itu melemahkan kekuatan pasukannya. Ia tidak peduli.

Ujungnya kita tahu, Hitler akhirnya kalah. Ia keliru membuat keputusan menyerang Rusia. Konsentrasi mengalahkan Inggris di Eropa Barat jadi berkurang.

Kedua, Presiden Soekarno. Presiden Soekarno memberikan Supersemar kepada Letjen Soeharto. Akibatnya, Letjen Soeharto menggunakan kekuasaan yang diberikan Soekarno itu untuk menggergaji kekuasaan Soekarno.

Ketiga, Soeharto. Soeharto adalah kebalikan dari Hitler. Ia orang yang senang mendengar laporan asal bapak senang. Ia senang dengan anak buah yang menyenangkan hatinya.

Ujungnya kita tahu, Soeharto akhirnya jatuh karena percaya omongan Harmoko yang memintanya mencalonkan lagi sebagai presiden. Kata Harmoko saat itu, mayoritas rakyat Indonesia masih menginginkan Soeharto terus menjabat presiden. Jika bisa seumur hidup.

Hitler kalah karena kepala batu tidak mau mendengar ahli perangnya. Soekarno kehilangan kekuasaan karena memberikan Supersemar. Soeharto jatuh karena diberi madu beracun oleh anak buah yang dipercayainya.

Darkest Hour seperti yang dihadapi PM Inggris Winston Churchill pada 1940 sepertinya sedang menimpa Presiden Jokowi.

Hari-hari gelap Presiden Jokowi akan masuk pada titik akhir. Masa berpikir, menimbang-nimbang mau kemana bola UU KPK masuk gawang akan berakhir dalam waktu tidak lama lagi.

Apa yang sebenarnya terjadi dalam istana?

Kita sebagai awam tentu tidak bisa melihat apa yang terjadi dalam lingkaran istana. Kita hanya bisa membaca dan meraba bahwa di lingkaran istana ada dua pihak yang bertarung. Satu pihak yang pro revisi UU KPK. Satu pihak yang setuju keluarnya Perppu KPK.

Biar mudah mengenalinya kita sebut saja pihak yang pro revisi UU KPK diwakili Menkumham Yasona Laoly dan Menpan Syafruddin.

Yasona adalah pejabat teras di DPP PDI Perjuangan. Ia menjabat sebagai Ketua DPP Bid Hukum dan HAM. Syaffrudin adalah mantan Wakapolri yang diangkat menjadi Menpan menggantikan Asman Abnur pada Agustus 2018 lalu.

Kita tahu dari catatan empirik PDI P adalah partai yang paling getol mendesak agar UU KPK direvisi. Kasus Cicak Buaya I dan II belum lekang dari ingatan kita.

KPK punya senjata menakutkan koruptor. Namanya penyadapan. Ruang2 gelap pejabat, politikus yang berkongkalingkong dengan pengusaha hitam tidak bisa bersembunyi dari senjata KPK ini.

Nazarudin, Anas Urbaningrum, Angelina Sondakh, Lutfi Hasan Ishaq, Andi Malarangeng, Surya Dharma Ali, Akil Mochtar, Patrialis Akbar adalah nama2 politikus yang sudah merasakan perihnya senjata KPK ini.

Tentu saja senjata penyadapan itu jika masih eksis moncongnya akan selalu mengarah ke politikus rulling party. Mereka yang berkuasa. Tidak mungkin ke Mak Ijah penjual lontong sayur di Pasar Jatinegara sana.

Di penghujung masa baktinya anggota DPR 2014-2019 dengan kecepatan cahaya membahas Revisi UU KPK ini.
Yasona dengan sigap menyambut umpan lambung DPR. Yasona mengirim surat kepada presiden. Dan Presiden segera mengirim Surpres ke DPR.

Surpres menunjuk Yasona dan Syafrudin sebagai orang yang mewakili Presiden Jokowi. Mereka bekerja super cepat. Kita bahkan tidak tahu sama sekali ada pembahasan revisi UU KPK ini.

Biasanya pembahasan UU itu masuk prolegnas. Lha ini tidak. Bak orang kampung sebelah berbisik2 tengah malam buta membahas nasib kita.
Kita merasa malam itu syahdu dan tenang. Kita tidak tahu bahwa di seberang sana ada orang sedang merancang sesuatu. Kita pulas tertidur.

Dan begitu bangun kita terperanjat. Kaget. Di depan pintu rumah kita tertempel surat pemberitahuan bahwa UU KPK yang baru telah disahkan. Piye jal.

Hasilnya?

Rakyat bereaksi menolak hasil produk kebut semalam DPR Pemerintah ini. Dampak kerugian sosial politik yang terjadi pasca disahkannya UU KPK yang baru itu membuat kita kalang kabut.

Aksi demonstrasi berlangsung di banyak tempat. Para mahasiswa turun ke jalan. Sejak reformasi baru kali ini aksi mahasiswa begitu besar.

Kerusakan telah terjadi. Pemerintah tidak menyangka perlawanan rakyat yang diwakili mahasiswa begitu keras dan massive.

Saat ini, Jokowi masuk dalam pusaran awan hitam. Awan columunimbus. Awan yang bisa membuat turbulensi. Jika pilot tidak mampu menguasai pesawat melewati awan ini niscaya pesawat bisa jatuh.

Kita tahu Presiden Jokowi berada dalam dilema. Bak buah simalakama, tak dimakan mati istri, dimakan mati anak. Kedua pilihan ini punya potensi munculnya awan hitam baru.

Bagaimana ceritanya awan hitam ini muncul?

Awan hitam itu menggulung karena Jokowi tidak menduga perintahnya soal pasal revisi tentang penyadapan dibengkokkan.

Presiden Jokowi bertemu dengan mantan pimpinan KPK dua hari sebelum Jokowi bertemu tokoh2 pinisepuh.

Jokowi mengatakan aturan pasal penyadapan harus pakai izin tertulis dewan pengawas itu dimintanya diganti dengan penyadapan harus dilaporkan setelah selesai dilakukan.

Dua hal yang berbeda.

Orang akunting menyebut permintaan Jokowi ini post audit. Artinya penyadapan tidak memerlukan izin tertulis dewan pengawas. Setelah selesai melakukan penyadapan baru dilaporkan ke dewan pengawas. Menjaga akuntabilitas.

Para mantan pimpinan KPK yang mendengar perkataan Presiden Jokowi pun terperangah. Kaget. Andai saja pasal penyadapan itu bunyinya sesuai dengan perintah presiden tentu mereka akan terima.

Sayangnya perintah Presiden Jokowi ini tidak dikawal Yasona. Tetiba saja kita dikejutkan Revisi UU KPK dengan pasal penyadapan harus izin tertulis dewan pengawas menjadi pasal baru UU KPK.

Nasi telah menjadi bubur. Yasona Laoly sudah mengundurkan diri dari Menkumham. Secara terang benderang kita melihat ada pembangkangan Yasona pada perintah Presiden Jokowi itu.

Dan kini, kita bisa merasakan betapa berat dan gelapnya hari-hari yang akan dijalani Jokowi.

Ia seperti maju kena mundur kena.

Jika maju maka bayonet parpol akan siap menusuknya.

Jika mundur maka rakyat Indonesia akan meninggalkannya.

Rakyat akan mencatat Presiden Jokowi yang membunuh anak kandung reformasi.

Dua-duanya penuh risiko.

Presiden Jokowi bisa memilih jalan yang ditempuh Churchill. Mendengar langsung suara rakyatnya dengan jernih dan bening. Mungkin hasil survei LSI bisa jadi rujukan. Sebanyak 76.3 persen rakyat Indonesia setuju Perppu KPK dikeluarkan.

Semoga Presiden Jokowi tetap kuat dan tegar. Diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa hikmat dan kebijaksanaan supaya bisa memutuskan yang terbaik untuk rakyat Indonesia.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga

Sumber Artikel Asli:   https://www.facebook.com/1820404924838978/posts/2354949548051177/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20191007 173048

Kali ini, kita akan membongkar jaringan dari Sudirman Said (SS) dalam menguasai KPK.

Dikutip dari akun twiter @MataMataRakyat

Yok lanjut baca! #MembongkarJaringanSS https://t.co/kEYNYrraDL

SS ini jadi awal nya mendirikan MTI (Masyarakat Transparansi Indonesia) waktu tahun 1998. Nah orang2 ini terdiri dari Ahmad Fikri Assegaf, Amien Sunaryadi, Bambang Harymurti, Chandra Hamzah, Erry Riyana, Hamid Chalid. Mereka lah orang2 yg digunakan oleh SS untuk menguasai KPK. https://t.co/Y78CfDZhUg

IMG 20191007 173231

IMG 20191007 173237

Sudah jelas, bila ditelusuri secara mendalam maka jaringan MTI ini adalah jaringan inti yang mempengaruhi KPK dan juga operator bagi Sudirman Said.

Jaringan ini berkamuflase sebagai kelompok yang bersih tetapi nyata mereka adalah kelompol yang mengejar jabatan.
Merekalah yang menggunakan KPK sebagai Marketplace Politics.

Kenalan dulu yok sama mereka yang haus jabatan ini, jadi yang mau dikenalin pertama itu Ahmad Fikri Assegaf.
Dia adalah salah satu pendiri MTI, Saat ini posisi terpentingnya adalah ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum UI, Ipar dari @NajwaShihab.

Koridor Informasi dan pergerakan mahasiswa serta jaringan alumni UI dalam persoalan KPK.
AFS ini juga pendiri dari https://t.co/xGTRF2erDA dan sebagai partner di LGS Law Firm.
Tugas dia adalah untuk mengkoordinir Akademisi Hukum UI. https://t.co/zbm3BhMtoc

IMG 20191007 195129

Yang kedua itu Amien Sunaryadi.
Dia juga sebagai pendiri MTI yang ditempatkan oleh SS sebagai Ketua SKK Migas dan jadi salah satu jaringan SS dalam skema minyak nasional. 

Ia ditugaskan untuk melaporkan semua persoalan energi juga memberi info dalam lingkup Pertamina, serta menjadi salah satu informan kepada SS terhadap gerakan Jonan dalam Kementerian ESDM.

AS ini juga sudah disiapkan oleh SS dan Ari Soemarno untuk mendapatkan posisi Direktur ISC apabila Pertamina dikuasai kembali oleh SS dan Ari Soemarno. https://t.co/mNai9Ge4Bs

IMG 20191007 195145

Giliran ketiga nih,BH atau Bambang Harimurty adalah tokoh sentral dari setiap pergerakan media yang membela KPK dan juga kepentingan politik SS. #MembongkarJaringanSS https://t.co/FLMSJAbJLs

IMG 20191007 201023

Ia bersama SS sekarang berda dalam satu gerakan Pemenangan SS di Jawa Tengah, juga menjadi tim senyap di KPK dalam urusan media, ia juga bersama SS mendirikan MTI.

Ada lagi, Chandra Hamzah ini pernah menjadi Komisioner KPK, ia adalah sahabat dari Sudirman Said sejak masa MTI. Ia bertugas untuk menggalan dukungan simpatisan KPK di kampus UI atau kelas menengah Indonesia. https://t.co/7krUkvN2PJ

IMG 20191007 201036

Nama chandra ini mulai harum sejak kasus Bibit-Chandra yang membuat ia menjadi kepercayaan dari publik, saat ini ia juga tergabung dengan tim transisi SS dan jadi tokoh utama dalam penggalangan operasi politik SS yang berkaitan dengan gerak internal KPK https://t.co/QKe33rGoXW

IMG 20191007 203947

Erry Riyana adalah orang kelima yang merupakan jaringan dari Sudirman Said. Erry Riyana ini adalah titik terpenting semua jalur Sudirman Said, dari jalur politik, KPK juga jalur bisnis. 

Dia menjadi operator politik kelompok SS, dia mengembangkan banyak proyek. Konsultan untuk kepentingan SS, Ia memiliki jaringan ke KPK lewat wadah pegawai KPK . Erry juga adalah pertaruhan opini publik bagi SS
https://t.co/o8FvNbRVQF

IMG 20191007 203956

Untuk Hamid Chalid, ia ditugaskan untuk masuk ke dalam tim senyap Anies Baswedan dan juga memihak pada anies baswedan. Kerap mengeluarkan pendapat di masa pilkada 2017 yg menyudutkan Ahok.
https://t.co/hwI42Pe3ZI

IMG 20191007 205505

Hamid digunakan sebagai senjata Sudirman Said di Ranah Hukum Tata Negara, termasuk dalam konseptor menggalakan legalitas Pansus DPR RI terhadap KPK.

Jaringan Politik Sudirman Said dalam menguasai KPK https://t.co/kYhAZpn2j7

 IMG 20191007 220116

Untuk Logistik yang digunakan Sudirman Said, SS menggunakan Ari Soemarno. https://t.co/Vhv5Xq3uxz

IMG 20191007 220129

Tujuan utama SS dalam menguasai KPK adalah menguasai jaringan perdagangan minyak di Indonesia. Ditempatkannya banyak pegawai KPK yang terafiliasi dengan ATS dalam soal perdagangan minyak.
ISC tumbuh dalam tubuh Pertamina, yang jadi alat perdagangan minyak menggantikan posisi Petral melalui perusahaan broker bernama Concord dibawah Ari Soemarno.

Jaringan MTI ini dijadikan alat politik untuk menguasai Indonesia pada tahun 2019. Bocornya surat Menkeu Sri Mulyani kepada Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno terkait kekhawatiran terhadap keadaan PT PLN Persero

merupakan kebutuhan internal, Kemenkeu menganggap hal tersebut adalah tindakan melanggar peraturan dan disiplin administrasi negara dan tidak sesuai dengan prinsip tata kelola yang baik. Ada indikasi permainan dari Sudirman Said.

Mau tau gimana cara SS menguasai KPK ?
https://t.co/xLFFzmlnoz

IMG 20191007 221936

Novel Baswedan adalah tangan utama dari Sudirman Said di KPK, Bila terdapat bukti yang kuat hubungan antara Sudirman Said dan KPK amak cukuplah untuk merestrukturisasi KPK dari atas sampai bawah. https://t.co/i5QCO3LAA2

IMG 20191007 221944

Novel Baswedan adalah komandan yang paling dipatuhi di WP KPK. Hubungan BSW dan SS sangat penting dalam infiltrasi ke KPK sekaligus membaca gerakan politik praktis mereka. Hubungan ini adalah pintu paling kuat membongkar permainan SS

Dalam internal KPK dimana BSW sebagai eks Komisioner KPK memiliki pengaruh kuat di dalam WP KPK dan memasukan kepentingan politik dari Sudirman Said. https://t.co/0eUfJJ9OG1

IMG 20191007 221956

Menguasai KPK untuk kepentingan politik adalah sebuah kejahatan yang sangat serius, Bukti2 sudah cukup kuat bahwa keterlibatan kepentingan politik SS ke dalam Internal tubuh KPK bs dilakukan penangkapan oleh pihak kepolisian dalam hal ini densus anti korupsi

Sasaran Politik Sudirman Said adalah untuk menjadikan kekuatan pendikte Presiden Jokowi lewat kanal politik intelektual kelas menengah, Penguasaan 2024.

Yang terjadi saat ini adalah adanya Gerakan Bachtiar di KPK, Tempo, Kumparan dan Tirto sebagai Operator Gerakan Media, Katadata.

Yang viral saat dulu, adalah Pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh Novel Baswedan bertemu dengan orang yang berperkara di KPK yaitu Anies Baswedan yang korupsi sebesar 146 Miliar. Bongkar Sudirman Said https://t.co/TG7VhHyE8G

IMG 20191007 223146

IMG 20191007 223158

Masih ingat ga sama laporan Sudirman Said tentang Kasus Papa Minta Saham ? Rupanya rekaman tersebut berasal dari sadapan gelap Oknum KPK. Dari siapa kalau bukan dari jaringan nya Sudirman Said! Bongkar Sudirman Said teruss kuy! https://t.co/rjmqzXLHND

Screenshot 20191007 225235

Sudirman Said yang dekat dengan Bambang Harimurty menggunakan sadapan Gelap dari KPK sebagai bisnis bagi @tempodotco.
https://t.co/yXa0DjAXVg

Screenshot 20191007 225142

KPK juga selalu tebang pilih kasus, disini contohnya adalah Kasus RJ Lino yang sudah sampai ditangan KPK namun tidak dijalankan, ada juga kasus Anies Baswedan. Bongkar Sudirman Said https://t.co/teWSB9ReTq

Screenshot 20191007 225036

Pada pernyataan Anies Baswedan,13 Desember 2017 ia mengatakan "Semua pasti ingat peran Sudirman Said di balik KPK. Bongkar Sudirman Said https://t.co/zJ4vLGvKp0

Screenshot 20191007 224939

Ada juga kasus Skandal Abraham Samad yang banyak orang fokus pada kesalahan Abraham Samad pada kasus pemalsuan identitas dan foto syur dirinya sendiri di sebuah hotel dengan wanita lain. https://t.co/icmTXIXIku

Screenshot 20191007 224835

Siapa yang untung antara para Taliban di Tubuh KPK VS Partai Politik yang mendukung mencegah Korupsi ?
https://t.co/39D8e5HIOQ

Screenshot 20191007 224726

 

Sumber: Akun twiter @MataMataRakyat

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20191007 133633

"Buzzer Istana"

Tempo seperti kehilangan ruhnya, ia goyah digempur ratingnya gara² cover hidung Pinokio dan saham pun meluruh layu. Perlawanan netizen seperti ini adalah hal yang baru, sehingga bisa dimaklumi jika Tempo tampak gagap, lihatlah "Bukalapak", bahkan foundernya langsung sowan istana untuk menutup kekeliruanya.
Lalu apakah netizen berbalik jadi unduh ulang Bukalapak ? sama sekali tidak..!.
Mereka bukan yg suka gertak sambal seperti boikot sari roti, traveloka atau apalah apalah.

Mereka yg disebut "netizen" dalam kasus Bukalapak atau Tempo sebenarnya adalah konsument setianya juga, bukan orang lain - ia adalah bagian dari Bukalapak atau Tempo itu sendiri, ia adalah denyut nadi kenapa Bukalapak dan Tempo tetap masih bisa berkibar sampai kini.
Menyudutkan pelanggan setianya dengan predikat "Buzzer Istana" adalah langkah PR yang sangat keliru, Tempo gagal menangkap inti.

Tempo gamang menghadapi barisan yg sering di sebut "Cebong" relawan jokowi. Meraka bukan kelompok bayaran, mereka kaum bebas, independent dan bukan sekumpulan orang yg mudah digerakan tanpa dasar yg kuat. Partai, politisi, media bahkan JKWnya sendiri tidak bisa mengendalikannya, bisa saja satu dua orang jadi buzzer untuk membentuk opini dan dibayar, tapi jika fakta tidak mendukungnya kelak akan ditinggalkan dengan sendirinya juga.

Mereka akan tetap ada, sekalipun JKW kelak sudah keluar gelanggang politik, mereka bisa jadi pilar baru dalam demokrasi, suaranya tdk terpengaruh pesanan politik atau nilai saham, mereka bergerak dan bertindak lebih karena soal "Nurani".

Coba saja hadapi netizen jenis seperti ini, KPK yg citranya glowing kinyis kinyis kayak anak gadis pingatan saja bisa di kuliti, centang pernang, dan ceto welo welo ada yg aneh di dalammya.

Wallahua'lam.
.
.
.
Maman Ali Haedar

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/2675547332536635/

Sumber: https://www.facebook.com/100000484892065/posts/3651095498249911/

0
0
0
s2sdefault