fbpx

0
0
0
s2sdefault

Suka dengan tulisan ini, inspirataf dan sarat makna :
===========================
"Jangan Jadi Follower Buta"

Jerry Falwel seorang pendeta. Ia adalah seorang pria bertubuh gemuk, akrab dan ramah, jago kotbah bagaikan aktor panggung. Hidupnya bagaikan selebritis dihormati oleh jamaahnya. Dari itu semua tentu hidupnya kaya raya.

Apa kelebihannya sehingga dia menjadi magnit? ia seorang pendeta Protestan yang mampu menciptakan iman yang bisa melahirkan kebencian kepada siapapun yang tidak disukai. Karenanya dia dimanfaatkan oleh politisi untuk membakar emosi umat agar membenci lawan politik.

Tentu semua itu tidak gratis. Jerry paham bagaimana menghasilkan uang dari itu. Ketika dia meninggal dalam usia 73 tahun tahun 2007 wallstreet dalam keadaan merah yang akhirnya tumbang di tahun 2008. Dunia kehilangan contoh terbaik tentang manusia yang menjadikan kebencian melahirkan ketenaran dan uang.

Setahun setelah dia wafat, Bernard L. Madoff, Boss dari Bernard L. Madoff Investment Inc, mengumumkan kebangkrutannya. Uang publik terkubur bersama kebangkrutannya. Kalau Jerry Falwel mendapat uang dengan menanamkan kebencian kepada umat, sementara Madoff menanamkan cinta kepada Umat. Falwel mendapatkan uang dari politisi yang ingin menghabisi lawan politik dengan kebencian berbungkus agama. Sementara Madoff tidak mendapat uang dari Politisi tapi dari publik. Dia tidak meminta tapi menciptakan skema ponzi di wallstreet.

Dengan skema itu dia berkata kepada publik “Kita hidup harus memberi, dan karena itu tidak perlu kita mengorbankan harta kita. Tapi silahkan tanamkan uang kepada kami maka keuntungannya bisa digunakan untuk memberi kepada mereka yang tidak mampu atau terlibat dalam proyek kemanusiaan di bawah naungan gereja. Bersama kami, anda meciptakan kehidupan yang lebih baik dan memberikan keadilan kepada mereka yang tidak mampu.”

Madoff mendekati kaum agama dan LSM Agama, dan Gereja dengan penampilan yang mewah dan membagi bagi donasi di setiap kunjungannya. Namun setelah itu, orang percaya dan orangpun menyerahkan uangnya kepada Madoff untuk di Investasikan.

Namun baik Falwel maupun Madoff punya ciri khas yaitu menampilkan hidup glamour dan hadir di setiap acara amal. Tidak tahu pasti berapa kekayaan Falwel yang berhasil dirampoknya dari para politisi karena para politisi tidak mau bicara. Namun Madoff cukup lumayan merampok uang umat, yaitu sebanyak USD 150 miiar atau setara dengan APBN kita.

Apa yang terjadi di luar negeri seperti halnya Madoff dan Falwell pada umat kristiani, juga terjadi di dunia islam. Kekayaan organisasi perlawanan Palestina diperkirakan USD 100 miliar, itu sama dengan devisa lima negara afrika yang miskin. Kekayaan ISIS ditaksir mencapai 1,3 miliar pound atau Rp 31,4 triliun. Para petinggi organisasi itu bergelimang harta dan kemewahan hidup. Dan kekayaan itu terkumpul karena adanya konplik. Dan itu akan terus dipertahankan agar sumber daya keuangan dari berbagai pihak terus mengalir untuk membiayai gaya hidup mereka.

Di Indonesia, banyak tokoh agama yang kaya raya dan hidup bagaikan selebritis hanya karena mereka mampu mengemas dakwahnya yang seakan mereka sebagai endorsement orang bisa masuk sorga dan neraka. Dari EO mereka mendapatkan uang dengan tarif yang tidak murah, Dari stasiun TV mereka dapat air time fee sesuai rating acara mereka.

Dari biro iklan mereka dapat advertising fee sebagai model iklan. Dari penerbit mereka dapat royalti atas buku yang mereka terbitkan. Dari Travel Biro umroh mereka dapat uang untuk mengendorse pemasaran dan sekaligus menjadi mentor jamaah umroh VVIP. Dari politisi dan partai mereka dapat uang agar menggiring umatnya menjadi kayu bakar dalam gerakan politik.

Apakah mereka peduli kalau terjadi buruk terhadap anda? tidak. Kalaupun gerakan moral dilakukan, melibatkan mereka tentu ada ongkosnya. Mereka tidak salah, tapi anda yang salah persepsi terhadap mereka. Bahwa mereka hanya berbisnis, dan agama hanya bagian dari marketing concept. Apakah mereka hipokrit ? kita tidak tahu. Karena niat sesungguhnya hanya mereka dengan Allah yang tahu. Tapi hidup bermewahan tanpa kerja keras adalah memabukan.

Di era sekarang di era keterbukaan, jangan terpedaya dengan sikap orang sholeh, gaya selebritis, memimpin doa dalam tangis. Itu bukanlah sesuatu yang luar biasa. Karena bintang FIlm lebih mampu berbuat seperti itu sesuai naskah cerita. Tentu tidak semua tokoh agama yang berbisnis karena label agama. Masih banyak ulama dan tokoh agama yang zuhud (rendah hati), yang menolak semua uang karena dakwah dan kegiatan amalnya.

Mereka hidup dari mengelola koperasi agar umat mandiri, berdagang. Memang mereka tidak kaya secara materi namun karena merekalah agama tetap sebagai inspirasi orang banyak untuk tetap di jalan Tuhan. Mereka menjadi cahaya dalam kegelapan dan mata air ilmu yang mengajarkan kesejukan dan cinta, tanpa berpamrih.

ingatlah bahwa apapun keputusan dan sikap anda , maka anda sendiri yang akan mempertangung jawabkannya di hadapan Tuhan. Anda tidak bisa excuse di hadapan Tuhan hanya karena anda mengikuti apa kata ulama. Mengapa? karena Tuhan telah memberi akal untuk anda berpikir.

Contoh mengapa niat baik untuk ibadah umroh akhirnya dirampok oleh penipu? Kalaulah niat dan ibadah itu di ridhoi Allah tentu anda akan terhindar dari penipuan. Itu sebagai pembelajaran bahwa jangan lagi tergoda dan tergantung kepada manusia atas perbuatan anda tapi bergantunglah kepada Allah, dan karena itu gunakan AKAL.

Copas Erizeli Jely Bandaro

Recopas: https://www.facebook.com/100000484892065/posts/3847754565250669/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

partai demokrat 1

SitindaonNews.Com - Ketua DPP Partai Demokrat,  Jansen Sitindaon, menyebut sikap Partai Demokrat penolakan terhadap wacana pemilihan Presiden oleh MPR dan masa jabatan Presiden 3 periode serta Kepala Daerah dipilih oleh DPRD, Jansen Sitindaon menyebutnya sebagai "TRISIKRAT" atau Tiga Sikap Demokrat. 

"TRISIKRAT"! Tiga Sikap Demokrat:
(1). MENOLAK Presiden dipilih MPR;

IMG 20191203 133606

 

(2). MENOLAK Presiden 3 periode;

IMG 20191203 133611

 

(3). MENOLAK Kepala Daerah dipilih DPRD.

IMG 20191203 133616

Dekade 2004-2014 menjadi bukti, ekonomi bisa tumbuh bersama demokrasi, politik keamanan stabil. Jadi jgn tuduh demokrasi “biang keladi”! https://t.co/mny2Vm2BzV

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1574916359850Jansen Sitindaon (Dok. Pribadi)

Jakarta PBNU mengusulkan pemilihan presiden dikembalikan ke MPR sebagaimana hasil Munas PBNU pada 2012. Usul itu ditolak secara tegas oleh Partai Demokrat.

"Sikap Demokrat dengan tegas, menolak Presiden kembali dipilih oleh MPR ya," ujar Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon kepada wartawan, Rabu (27/11/2019).

Jansen mengatakan rakyat Indonesia memiliki hak untuk langsung memilih presidennya. Menurutnya, jika pemilihan dilakukan oleh MPR, yang menentukan hanya para ketua umum partai di parlemen.


"Hak rakyat untuk memilih langsung pemimpinnya, ini tidak boleh dicabut dan dibatalkan," kata Jansen.

"Sederhananya, dalam tataran praktik, kalau Presiden kembali dipilih MPR, yang menentukan itu ya hanya 9 orang ketua umum partai di parlemen saja. Masa, negeri berpenduduk 260 juta ini yang menentukan presidennya hanya 9 orang saja," sambungnya.

Dia menyebut hak memilih presiden secara langsung tak pernah ada di Orde Baru. Jansen ogah untuk mundur lagi seperti era tersebut.


"Memilih langsung presiden, inilah salah satu hak politik yang hilang di era Orde Baru. Masa, kita mau mundur ke belakang lagi," tuturnya.

Jansen mengatakan lebih baik dilakukan perbaikan bila terdapat kekurangan dalam pemilihan langsung. Seperti memperkuat lembaga pengawasan dan menurunkan ambang batas pencalonan presiden.

"Kalau pemilihan langsung ini ada kekurangannya ya kita perbaiki, bukan 'gebyah uyah' dikembalikan ke MPR. Misalnya soal money politics atau politik berbiaya tinggi, yang kita perkuat ya lembaga pengawasannya. Memang ada jaminan kalau dipilih oleh MPR pasti akan bersih dari money politics?" kata Jansen. 

"Kalau pemilu langsung dianggap membuat keadaan jadi panas seperti pilpres kemarin. misalnya, president threshold-nya yang dikurangi sehingga bisa banyak muncul calon," sambung Jansen. 

Selain itu, dia mengusulkan pemilu dilakukan secara terpisah. Hal ini disebut untuk mengurangi suhu panas politik selama pemilihan.

"Selain itu pemilunya kembali dipisah, bukan seperti kemarin legislatif dan pilpres dibuat bareng. Satu jenis pemilu saja sudah buat panas, apalagi dua jenis pemilu digabung," kata Jansen. 

Sebelumnya, pimpinan MPR melakukan pertemuan dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Seusai pertemuan itu, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj berbicara tentang pemilihan presiden dikembalikan ke MPR.


"Tentang pemilihan presiden kembali MPR, itu keputusan Munas NU di Kempek, Cirebon, 2012," ujar Said Aqil seusai pertemuan tertutup di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (27/11).

Dia mengatakan usul itu muncul setelah ada pertimbangan antara manfaat dan dampak negatif pemilihan presiden secara langsung. Salah satunya persoalan biaya yang besar. (dwia/haf)

Sumber: BACA ARTIKEL ASLI DISINI

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20191203 134050Agus Harimukti Yudhoyono (AHY),  profil #twitter

AHY: Jika Rakyat Tidak Memilih Pemimpin Secara Langsung Maka Demokrasi Mundur, Kedaulatan Rakyat Dipasung.

SitindaonNews.Com - Menanggapi wacana dan suara suara yang mengusulkan agar pemilihan Presiden dipilih oleh MPR dan Kepala Daerah dipilih oleh DPRD serta masa jabatan Presiden menjadi 3 periode, Agus Harimurti Yudhoyono atau yang biasa disebut AHY, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, mengatakan membuat Demokrasi mundur, kedaulatan rakyat dipasung jika tidak memilih pemimpin secara langsung.

Oleh karena itu Partai Demokrat menolak pemilihan presiden oleh MPR, menolak Pemilihan Kepala Daerah Provinsi, Kota dan Kabupaten oleh DPRD serta menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode.

Berikut pernyataan lengkap AHY yang dikutip dari akun twitter @AgusYudhoyono:

"Demokrasi mundur, kedaulatan rakyat dipasung jika rakyat tidak memilih pemimpin secara langsung.
Oleh karena itu, Partai Demokrat:
1. Menolak Pilpres oleh MPR
2. Menolak Pilkada Prov/Kota/Kab oleh DPRD
3. Menolak perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode" https://t.co/LZMKyua7Hm

IMG 20191203 133704

Sebelumnya, Jansen Sitindaon juga mengomentari, jika presiden kembali dipilih oleh MPR, maka negeri yg berpenduduk 260 juta ini yang menentukan hanya 9 orang saja yaitu para ketua umum partai yang ada di parlemen.

"Sederhananya dalam tataran praktek, kalau Presiden kembali dipilih MPR, yg menentukan itu ya hanya 9 orang ketua umum partai di parlemen saja. Masak negeri berpenduduk 260 juta ini yg menentukan Presidennya hanya 9 orang saja", dll." kata Jansen Sitindaon di akun @jansen_jsp. Selengkapnya di berita.https://t.co/LvKToA5HWn

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574857498329

Siapa yang berdarah Indonesia?

Pernyataan Agnes Mo tiba-tiba menjadi kontra hanya karena dia mengatakan tidak memiliki darah Indonesia.

Bagi mereka yang kontra pura-pura buta dan tuli akan hal-hal yang dialami oleh anak bangsa WNI namun "digagalkan" ketika ingin menjadi Gubernur, Walikota, Bupati, Lurah/Camat hanya karena berasal dari suku/ras/agama minoritas. Berita terhangat kabareskim baru tertunda karena persoalan mendasar arti Indonesia. Bahkan setingkat LBP pernah terang-terangan berkata minoritas seperti dia tak mungkin menjadi presiden di negri ini. Siapa yang berani mempertanyakan ke Indonesiaan LBP.

Siapa yang bisa memastikan bahwa Suku atau Ras tertentulah pemilik asli darah Indonesia? Agnes Mo berbicara mungkin atas stigma yang dialaminya atau hasil test DNA atau ...

Saya sendiri merasa asli suku batak belum tau apakah suku batak asli berdarah Indonesia. Jika diikuti sejarah suku batak ada yang mengatakan berasal dari Australomelanesoid. Nah kalau diikuti dari sejarah ini maka orang batak berasal dari Karo. Padahal selama ini Karo bagian dari Batak.

Sementara jika dilihat dari sejarah kemerdekaan, etnis jawa, batak, padang, cina, arab dll memiliki andil yang sama memerdekakan Indonesia. Hal ini berarti setiap suku dan ras memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam bernegara.

Ada 1001 fakta bisa diangkat jika pernyataan Agnes Mo seolah dianggap serta merta dimaknai bahwa ia mengatakan bahwa bukan orang Indonesia.

Jadi ada baiknya dengarkanlah semua isi wawancara dengan Agnes Mo, pada akhirnya anda hanyalah seorang berpikiran picik jika hanya mampu mengambil satu kalimat dari sebuah wawancara berdurasi cukup panjang.

Copas: https://m.facebook.com/1055515789/posts/10216926143719924/?from_close_friend=1¬if_id=1574852309344060¬if_t=close_friend_activity&ref=notif

Screenshot 20191127 192833

0
0
0
s2sdefault