fbpx

0
0
0
s2sdefault

LFB IMG 1608700490450

PENCERAHAN DANSESKO TNI LETJEND TNI AGOES SUTOMO

"Masyarakat harus yakin.
TNI tetap setia pada NKRI dan rakyat.
TNI tahu kapan saatnya mengambil sikap kalau Negara memang dalam keadaan genting".
Letjend TNI Agoes Sutomo

(RANGKUMAN MATERI GEOPOLITIK DAN GEOSTRATEGIK INDONESIA DALAM KACA MATA INTELLIGENT)

1. Kalau kita mendengar presentasi Panglima TNI tentang perspectif ancaman pada ILC yang lalu maka kita akan paham kenapa INDONESIA menjadi sasaran target incaran Negara maju di Dunia.

2. Kekuatan Asing yang mengincar INDONESIA sangat berharap INDONESIA :
- Rusuh
- Perang Saudara
seperti di Suriah
sekarang.

3. Untuk itu mereka telah melakukan skenario (ibarat lingkar obat Nyamuk) secara sistematis melakukan Proxy War pelemahan Ketahanan Nasional INDONESIA dari masa ke masa secara bertahap dan halus.

4. Pelemahan sistem Pertahanan kita itu meliputi semua bidang.
Mulai dari :
- Ekonomi
- Politik
- Hukum
- Peraturan
Perundangan
- Sejarah
- Media Informasi
- Pergeseran watak
prilaku Bangsa
- Gaya hidup
- Institusi Pemerintah
termasuk pelemahan
TNI baik secara
FUNGSI dan
WEWENANG.

5. Pelemahan sistem Pertahanan ini tentu melalui Operasi Inteligent masive dan terstruktur.

6. Ada USER (State /non state (negara/kelompok elit).
Ada AGENT HANDLE, di bawahnya AGENT ACTION di bawahnya lagi INFORMAN berlapis.

7. Tiap struktur dan bagian ini bergerak menurut tupoksinya masing-masing.
Dimana diantara sesama merekapun tidak saling mengenal.
Yang tahu hanya SANG USER.

8. Mereka dibayar, dilatih untuk melakukan Operasi-operasi cipta kondisi bahkan SABOTASE dengan bantuan Dana tanpa batas serta dukungan Power Politik yang kuat.

9. Masing-masing agent ini masuk melebur kedalam sendi-sendi kehidupan ber-Negara kita.
Ada yang masuk dan menjadi :
- Tokoh Negarawan
- Dosen
- Pengamat
- Pejabat Publik
- Institusi
Pemerintahan
(Eksecutive, Legislatif,
Yudicative)
- Dunia Perbankan
- Dunia per-Filman

Bahkan sampai ke Istana dan Tubuh TNI-POLRI sekalipun.

10. Agent Handle sebagai Pengendali.
Agent Action sebagai Eksekutor.
Informan sebagai pengumpul informasi lapangan.

11. Masing-masing agent ada yang bergerak sebagai :
- Pendukung
- Kontra
- Pihak ke Tiga dari
Pemerintahan

12. Semua bergerak dalam rangka mengamankan setiap kepentingan USER di INDONESIA.
Salahsatu contoh yang marak sekarang adalah bagaimana merekayasa terjadi gejolak kerusuhan di INDONESIA.

13. Untuk menciptakan gejolak, masing-masing agent bergerak untuk menanamkan rasa :
- Saling benci
- Saling curiga
- Saling buruk sangka
Diantara sesama Anak Bangsa.

Baik :
- Antar Suku
- Antar Agama
- Antar Ormas
- Antar Ulama
- Antar Pengamat
- Antar Kampus
- Antar Parpol
- Antar Tokoh Bangsa.
- Termasuk antar
Institusi.

14. Kita semua seolah di paksa dan di giring kepada Satu titik yaitu PERANG.
Sekecil apapun masalah akan di peruncing dan diprovokasi.
Timbal balik.

15. Tujuan-nya hanya Satu : Menjadikan Anak Bangsa menjadi Bangsa yang,
- Sinis
- Egois
- Ambisius
- Sadis
- Anti kebersamaan

16. Kita dijauhkan dari sifat asli Bangsa INDONESIA seperti :
- Pejuang
- Militan
- Pemberani
- Kuat
- Kompak
- Suka Bermusyawarah
- Gotong Royong

17. Jadi kalau ada kejadian disekitar kita yang diluar kewajaran itu adalah salahsatu bentuk hasil kerja para agent tersebut.

18. Perang Saudara adalah hal yang sangat di inginkan USER Asing terhadap INDONESIA.
Agar kita akhirnya terpecah belah, hancur lebur, lemah untuk kemudian mereka kuasai (Jajah).

SOLUSI :

1. Jadi lah kita kembali menjadi jati dirinya Orang INDONESIA.
Sebuah kesadaran kolektif senasib Satu Bangsa dan Satu rasa cinta Tanah Air.
Tak ada pandang SARA.
Kita adalah sebuah Bangsa yang kuat dan bersaudara.

2. Jangan mau terpancing untuk menjadi "Tidak Waras" (sesuai keinginan USER) untuk punya keinginan :
- Saling bunuh
- Sling memerangi
- Saling menghabisi
antar sesama Anak
Bangsa.

Persoalan Politik diselesaikan dengan cara Politik yang moderat.

3. Kalau INDONESIA pecah perang Saudara, banyak Negara sekitar kita yang tepuk tangan dan bahagia.

4. Secara Politik Konstitusional.
_"Tidak ada yg lebih tepat dan baik kecuali kembali lagi kepada UUD 1945 dan PANCASILA sebagai Pemersatu Bangsa."_
Karena itu di buat oleh para Founding Father kita melalui sebuah :
- Perenungan
- Pemikiran
- Penghayatan yang
sangat dalam sesuai
dengan kondisi
Bangsa.

5. Ikat kembali rasa persatuan sesama Anak Bangsa.
Bunuh segala bentuk SKENARIO para USER tersebut dengan tidak mudah terpancing dan justru merekat kembali rasa persaudaraan.

6. Bagi Pemuda-pemuda Idealis dan Nasionalis. Mari ikut berjuang mengambil PERAN dan posisi strategis Negara untuk melakukan perbaikan moral dan cita-cita Bangsa.

7. Percayalah.
TNI tetap solid dan setia terhadap NKRI. Bersama Rakyat TNI Kuat.
TNI tahu kapan saat yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan disaat Negara genting.

NKRI HARGA MATI

Mohon diviralkan ber-ulang2 krn ini sangat crusial semua anak bangsa hrs tahu, ingat Indonesia sangat kaya akan sumber daya, alam.., jangan terlena... salah satunya cadangan nikel terbesar di dunia sbg energy terbarukan pengganti energy fosil/minyak. "Banyak negara2 maju yg mengincarnya.." AWAS!!! many thanks for participation.. 🙏🙏🙏

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Saya percaya bahwa radikalisme itu produk politik, bukan sifat asli bangsa Indonesia.

Singkatnya tokoh-tokoh partai Islam yang kalah melulu dalam pemilu otaknya buntu hingga melacurkan dirinya pada akademisi yang memang sedang mencari panggung.

Dalam artikel klasik, Zwischenbetrachtung/Religious Rejections of the World and Their Directions (1915), Max Weber menyoroti bahwa politik akan membawa-bawa agama sebagai bahan propaganda (pathos) dan sentimen kelompok, hingga mereka percaya bahwa kehidupan dan kematiannya akan berarti.

Pastinya mereka yang ngaku paling eslam akan ngamuk-ngamuk dan protes menuduh agnostik (tidak percaya agama) bahkan atheis (tidak percaya Tuhan).

Tetapi meladeni para primata yang lebih suka berteriak-teriak dibanding membaca memang gampang. Tidak usah diladeni "tinggal lo jual ane borong." Kerena itulah bahasa yang mereka mengerti.

Sukses tidaknya gerakan radikalisme sangat tergantung dari sikap pemerintah dan tingkat keberanian masyarakat untuk melawan.

Sayangnya di negara-negara yang demokrasinya sedang mencari bentuk, radikalisme akan sukses. Contohnya di negara-negara demokratis di Timur-Tengah justru babak belur. Hingga Mesir lebih memilih kembali sisi yang pro Hoesni Mubarak, mantan presiden terguling bahkan sempat dipenjara dengan memenjarakan Moersi.

Bagaimana dengan Indonesia?

Kecil kemungkinan kita dipimpin junta militer model Mesir hanya karena masyarakat takut FPI-PKS and friends.

Sebabnya karena faktor netizen Indonesia yang julid nan lucu.
.
.
.
Lutfi Bakhtiyar

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/3775469002544457

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

NEGERI YANG TERKOYAK

Awalnya mereka berunjuk rasa damai..., meneriakkan keadilan untuk rakyat..., dan ketidak puasan kepada pemerintah.

Lalu memprovokasi rakyat, dari yang bodoh..., pintar..., terpelajar..., sarjana..., intelektual..., cendekiawan..., dosen-dosen..., dokter..., guru-guru..., mantan tentara dan polisi..., dan sebagainya.

Fitnah propaganda kebencian terhadap pemerintah..., mereka lancarkan melalui media massa maupun sosmed..., mirip lah seperti yang kita alami saat ini di negri tercinta NKRI.

Mereka menggunakan agama untuk menyembunyikan agenda makar..., yang sedang mereka rencanakan untuk merebut kekuasaan dari Pemerintahan yang sah..., yang dipilih secara demokratis.

Mereka menyerukan untuk melawan pemerintah..., hingga terjadilahi chaos yang berujung jatuhnya korban dari kedua belah pihak.., baik pihak pro pemerintah maupun oposisi.

Pada akhirnya..., tangan luar ikut campur dalam kekacauan itu.

Pihak luar yang berkepentingan mengambil keuntungan dari kekacauan itu, dengan menjual senjata untuk melakukan pemberontakan.

Dan akhirnya..., malapetaka itu datang menghancurkan dan meluluhlantakkan negara.

Rakyat yang tadinya hidup penuh kedamaian..., menjadi neraka membakar tubuh anak-anak..., ibu-ibu..., dan semuanya.

Dan sekarang kita mencium gerakan itu beralih ke Indonesia.

Mereka sebenarnya tidak peduli nasib rakyat jelata, yang mereka inginkan adalah kekuasaan dan tahta.

Pada akhirnya...., rakyatlah nantinya yang menderita.

Penyesalan di kemudian hari tidak ada artinya..., disaat kehancuran dan malapetaka itu telah tiba.

Renungkahlah !!! sebelum terlambat.

JANGANLAH JADI PECUNDANG YANG MERUSAK NEGERIMU SENDIRI...

Pesan leluhur bwt anak bangsa:

Hati-hati, awas tergelincir ya nak !! jalanmu terjal dan teramat licin, mantapkan pijakan kakimu itu, selamatkan benderamu.. ingat !!!... didepan ada puluhan ajakan, godaan, rayuan serta iming-iming dari tirai bambu tawarkan barang, dari gurun tawarkan sorga, dari eropa tawarkan nikmatnya kebebasan.
Boleh kau ambil atau kau beli tapi jgn kau borong semua. Pilihlah yg terbaik dan yang bermanfaat saja bagi negrimu.

"Semestinya, kitalah yg menyuguhi tamu-tamu itu dgn dagangan kita,...dgn Budaya kita,... dgn Tata Krama kita... bukan malah mereka yg menjejali kita dgn segala produknya dgn bermacam gayanya dan dgn segala kemauanya."

"Nak !!!...selamatkan benderamu ya...pertahankan jati diri bangsa mu !!!
Jgn sampai kalian tergelincir kedalam jurang kebodohan dan kebingungan yg teramat kelam."
---------------------------------------------------

Inilah jaman untuk pembuka rahasia, dimana juga kebenaran sedang dipermainkan oleh kebohongan, jati diri nusantara yang sangat lama telah dibelokan kebenaranya.

Penerus nusantara disibukan oleh sejarah sejarah dari luar sana dimana sejarah itu dibumbu-bumbui dengan perdagangan keyakinan agama hingga sejarah jati diri bangsa terkubur dalam-dalam, seiring berjalanya waktu dan zaman sudah berapa abad hingga sekarang jatidiri nusantara ini tenggelam.

Banyak sejarah dimasa lalu muncul kepermukaan, para jiwa leluhur pun sudah terhubung dengan jiwa jiwa pada kehidupan sekarang yang ingin menata yang seharusnya tertata, membersihkan yang memang harusnya bersih, mewujudkan yang seharusnya terwujud dan mengembalikan yang seharusnya kembali.

Wahai jiwa jiwa leluhur nusantara, kami yang hidup dizaman pembuka ini akan berusaha mewujudkanya.

#sayabersamajokowi
.
.
.
Sucipto

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Entah siapa yg menulis surat terbuka ini....tapi dari isinya setidaknya telah mewakili saya pribadi sebagai umat Muslim....Monggo silahkan di simak njih....🙏🙏
======================================

Kepada Yth
Para Saudaraku Keturunan Arab
Di Indonesia.

Hal : Tabiat tak bermartabat.

Assalamualaikum, WW.

Semoga Bapak, Ibu selalu dalam lingkup kebaikan dan dijaga Allah dalam bermuamalah.

Bapak, Ibu, seperti kita ketahui dan rasakan bersama bhw akhir-akhir ini khususnya sejak Rizieq Shihab mendirikan FPI, seolah dia mengambil alih peran ulama, peran ustadz, peran satpol PP, bahkan peran penegak hukum. Dia menyebut dirinya imam besar umat Islam Indonesia, entah siapa yg mengangkatnya. Padahal sejak Wali Songo pun tidak ada klaim imam besar umat Islam Indonesia, karena kita sadar betul bhw Islam di Indonesia juga beragam aliran.

Setelah rentesan keributan dan penghasutan dari mulut kotornya Rizieq, seperti rentetan demo murahan, Minggu ini kita dibuat lelah melihat prilakunya sejak pulang5 ke Indonesia setelah 3,5 thn kabur dari kasusnya, dia seolah bak manusia dewa dgn kelakuan bejatnya mengumbar gaya. Membiarkan penjemputan dan melakukan hajatan dgn mengumpulkan ribuan masa di tengah pandemi Corona, yg bisa memicu penularan massal. Melakukan orasi tak senonoh di atas mimbar di acara maulid nabi yg diadakannya sendiri. Ngaku cucu nabi, habib kok kelakuan jongkok.

Pengakuan imam besar atas dirinya terus dilanjutkan dgn mulut tak pantasnya, sampai orang mengatakan tema maulid nabi dgn isu " lonte ", ini sangat memalukan umat Islam secara keseluruhan. Agama jadi mainan, nabi dilecehkan, Bahkan Tuhan dipermainkan. Ini keterlaluan, sekali lagi keterlaluan.

Tidak dapat dipungkiri bhw prilaku dan tindakannya yg selalu mengganggu ketenteraman umat Islam sendiri dan umat yg beragama lain. Karena saat ramadhan FPI bs mensweeping orang jualan makanan, saat Natal mereka bisa masuk ke Mall mengganggu org yg bekerja memakai baju Sinter Class. Kebiasaan itu berkembang menebar permusuhan sampai ke tingkat penghinaan kepada Pancasila, ulama, bahkan Kepala Negara.

Saya tidak menyamaratakan kelakuan saudara kita keturunan Arab yg tinggal di Indonesia seolah "berengsek" semua, masih banyak ulama dari saudara keturunan Arab yg berilmu dan mulia, ada Prof. Quraisy Shihab, dst. Tapi dalam berpolitik warga keturunan Arab yg seolah mengklaim warga kelas atas karena nabi Muhammad lahir di sana, hanya saja sebagian yg ada di Indonesia ternyata keturunan Abu Jahal, dan Ibnu Muljam. Buktinya mereka jahat dan kejam merusak tatanan keIslaman dan keamanan sosial serta mengancam negara kesatuan RI yg lahir dari darah pahlawan, bukan hadiah dari raja Arab.

Jenderal Purnawirawan Hendro Priyono pernah beberapa kali memperingatkan dgn keras dan menyebut warga keturunan Arab jgn membuat onar di Indonesia. Namun tanpa meminjam kalimat beliau pun di depan mata kita dgn kasat bisa kita lihat, bahwa kalimat itu nyata adanya.

Kita sebut saja prilaku Anies Baswedan dgn mengacak Jakarta, Yusuf Martak, Ba'asyir, Heikal Hasan, dst. Bicaranya selalu revolusi, dan sejenisnya menggertak NKRI, memaki Pancasila. Mengaku beradab, menyanjung keturunan kesayangan Tuhan, namun kelakuannya membahayakan negara kesatuan. Bahkan sekelas anaknya Rizieq sdh bs memprovokasi di dalam pengajian, seolah Indonesia akan dikuasai China.

Dari statistik thn 2018, warga keturunan Arab di Indonesia populasinya ada 11.000, dan China 3,2 juta. Jujur kalau kita bicara muamalah warga keturunan China lah yg jauh lebih bermanfaat ada di republik ini karena dengan populasi sebesar 1,2% itu mereka menguasai 80% perekonomian Indonesia, jutaan tenaga kerja ditampung pada industri mereka, dari mulai makanan sampai baja dan pakaian.

Terus maaf warga keturunan Arab sumbangannya apa, import gamis sebagai budaya, sekalinya ngaku ulama jadi provokator, jualannya ngasi janji surga, padahal selama di dunia perut inilah yg harus diurus, nah warga China lah yg mengurusi perut sebagian besar rakyat Indonesia, bukan orang Arab yg janjikan surga gak pernah ngasi apa-apa.

Coba melek mata dan hati. Anies ngaku pribumi, jadi gubernur Jakarta menggantikan Ahok yg China, padahal Anies juga bukan pribumi, dia berlindung di balik keislamannya yg berengsek.

Hasilnya Jakarta diacak-acak seperti orang tak berpendidikan, apalagi beragama. Mulutnya penuh kebohongan, munafik, dan menjijikkan untuk seorang manusia, kecuali kalau dia binatang.

Lihat Minggu ini Jakarta dirusak dua orang keturunan Arab, Anies dan Rizieq dgn prilaku bejadnya, sayang kaum inalnder ini yg terlalu tolol dan kelamaan minum air rendaman sorban orang Arab, walhasil ada orang bejat ngaku ustadz jadi panutan, absurd. Korbannya dua Kapolda bego dicopot, dan TNI bergerak menertibkan baliho imam keparat yg menantang aparat.

Wahai saudaraku keturunan Arab, lihat foto yg ada, begitu mesranya kaummu dijamu keluarga Cendana yg 32 thn merusak Indonesia, apakah ini pilihan kalian menjadi embrio meneruskan perusakan nyata dgn memakai tameng agama karena kalian telah mengukir bahwa Islam Indonesia adalah Islam kelas dua. Dan kalian mencemooh Islam Nusantara yg memang telah ada sejak Wali Songo dan sebelumnya.

Jadi jangan klaim bahwa kalianlah yg pertama mengajari kami berislam, karena 3 di antara Wali Songo adalah orang China. Jadi biarkan kami beragama Islam gaya China, melakukan hablumminallah dan hablumminnas dgn cerdas, bukan teriak takbir, kelakuan kafir. Kami akan ikuti akhlak Rasullulah sbg pedagang dan menghidupi jutaan manusia, itulah yg dilakukan orang China, tak salah Rasullulah berkata; belajarlah sampai ke China bukan ke Arab, dan sifat pedagang Rasullulah diteruskan orang China, sementara jazirah Arab dipenuhi perang saudara. Jangan kalian tularkan kebiasaan perang, biarkan kami membiasakan jadi pedagang, tapi bukan dagangan agama, mepai kamu hanya ber-Islam, tapi kamu kehilangan Nabi Muhammad SAW.

Jangan lemahkan Islam.
(Pict. ilustrasi)
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2135539976578793&id=100003684351658&sfnsn=wiwspwa&funlid=kjJXtfK7Ski7sc69

#SalamWaras
#LawanRadikalismeIntoleransi
#IslamRahmatanLilAlamin
#IslamNUsantara

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=920851392056683&id=100023954911809

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1606628658132

BATAL CABUT PERNYATAAN

Kemarin sempat terpikir untuk mencabut pernyataan saya sejak 3,5 tahun lalu bahwa "Panglima Tertinggi Gak Punya Nyali". Tapi aksi pencopotan baliho itu murni inisiatif Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurrahman, bukan atas instruksi Panglima TNI apalagi Presiden.

Kemudian kejadian kemarin saat teroris Mujahidin Indonesia Timur menggorok dan membakar hidup-hidup 4 orang dan membakar sebuah rumah yang digunakan sebagai tempat ibadah saya jadi mulai berpikir ulang.

Reaksi cepat Presiden yang mengecam keras pernyataan Macron yang dianggap telah melukai perasaan umat Islam sedunia karena kasus pemenggalan kepala di Prancis ternyata tidak sebanding dengan reaksinya atas kejadian pemenggalan kepala yang terjadi di wilayah yang dipimpinnya sendiri yaitu tetap diam membisu seribu bahasa seperti yang selama 6,5 tahun ini konsisten dilakukannya.

Dengan demikian saya tidak jadi mencabut pernyataan saya sejak 3,5 tahun lalu bahwa "Panglima Tertinggi (Ternyata Masih) Gak Punya Nyali".

Bukan apa-apa sih. Saya cuma ingin menanyakan apakah sila ke 5 Pancasila (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia) sebenarnya masih berlaku apa tidak? Terus apakah amanat konstitusi bahwa "semua warga negara sama kedudukannya di mata hukum" juga masih berlaku atau tidak?

Kenapa provokator si tukang obat (sudah bukan Bang Toyib lagi karena sudah pulang meski hobi kaboornya juga belum sembuh) tetap saja kebal hukum dan bebas berkeliaran meski kemarin teriak2 ngajak penggal orang (yang kemudian direalisasikan oleh teroris MIT baru-baru ini) ?

Biasanya sih Baginda baru bereaksi saat medsos dan netijen ribut duluan. Contohnya saat rencana pembebasan gembong teroris Ba'asyir dan pemulangan WNI eks teroris Suriah yang batal karena ditolak rame2 sama netijen.

Jadi mari kita ribut dan ramaikan tagar #PanglimaTertinggiGakPunyaNyali biar kuping Ring-1 panas dan mulai take action. Masak selama 6,5 tahun caturnya jalan di tempat melulu? Kalah sama nyali Nyai wanita Amazon yang cuma seorang single parent doang dong pak......

Mari seruput dulu olinya kawan......

Salam Waras
.
.
.
Muhammad Zazuli

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3765660733525284&id=803774136380640

0
0
0
s2sdefault