fbpx

0
0
0
s2sdefault

akurat 20180621072159 2H4C9ZJansen Sitindaon bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Amandemen UUD 1945 Ingin "Melestarikan Kekuasaan" atau Menjawab Persoalan Kebangsaan?

SitindaonNews.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sepakat untuk mendorong amandemen UUD 1945 secara menyeluruh tentang tata kelola negara Indonesia ke depannya. Demikian disampaikan saat pertemuan keduanya di kediaman Surya Paloh pada hari Minggu 13 Oktober 2019 lalu.

 

Pernyataan tersebut menjadi perhatian publik khususnya Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon,  yang mempertanyakan apakah amandemen tsb bertujuan ingin "melestarikan kekuasaan" atau amandemen yang menjawab persoalan kebangsaan.

Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan terlihat benar Prabowo dan Surya Paloh tidak baca konstitusi. Pasal 37 UUD sudah jelas diatur, perubahan hanya bisa dilakukan pasal per pasal.

"Kalau di UUD yang lama, benar! bisa dilakukan perubahan menyeluruh. Di pasal 37 UUD yang sekarang perubahan itu hanya bisa dilakukan terhadap pasalĀ² tertentu saja. Jadi cara berpikir Prabowo dan Surya Paloh ini zaman "jadul". Sudah kadaluarsa", kata Jansen.

"Pertanyaannya apakah pak @jokowi mau? 5 Tahun kedepan pemerintahannya jadi terganggu tidak bisa kerja tenang karena mengurusi soal polemik yang begini. Sedang kesempatan bekerja membuat "legacy" cuma tinggal 5 tahun ini. Apalagi jika amandemennya membatasi ruang gerak presiden" kata Jansen lagi.

Jikapun harus ada amandemen, Jansen Sitindaon menyarankan kepada Jokowi, disepakati dulu apa yang tidak boleh di ubah. "Inilah yang dinamakan "eternity clause". Klausa Kekal. Contoh: negara kesatuan, pembatasan jabatan Presiden tetap 2 periode, pemilihan langsung, dll itu tidak boleh diganggu gugat" tegas Jansen.

Lebih lanjut Jansen Sitindaon meminta Prabowo dan Surya Pilih sebagai pengusul yang bertanggung jawab ada baiknya perlu merinci dulu gagasannya terkait soal amandemen ini. "Ketengahkan pointnya, agar publik menilai ini amandemen yang sekedar ingin "melestarikan kekuasaan" atau amandemen yang menjawab persoalan kebangsaan" kata Jansen.

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh