fbpx

0
0
0
s2sdefault

1610065682936Ilustrasi Sperma

Nationalgeographic.co.id - Spermamerupakan bagian yang sangat penting dalam proses pembuahan hampir semua organisme hidup yang ada di bumi, termasuk manusia. Agar mampu bereproduksi, sperma manusia harus bisa berenang dalam jarak jauh untuk menemukan sel telur. Jarak ini setara dengan jarak yang ditempuh untuk mendaki Gunung Everest.

Sperma melakukan perjalanan epik ini hanya dengan menggoyangkan ekor mereka dan menggunakan cairan untuk berenang ke depan.

Lebih dari 50 juta sperma akan gagal mencapai sel telur - angka ini setara dengan lebih dari enam kali lipat seluruh populasi di London atau New York - dan hanya satu sperma yang dibutuhkan untuk membuahi sel telur yang pada akhirnya akan menjadi manusia.

Sperma pertama kali ditemukan pada 1677 – namun butuh waktu sekitar 200 tahunsebelum pada akhirnya para ilmuwan sepakat tentang bagaimana proses pembentukan manusia. Para “preformationist” percaya bahwa setiap spermatozoa berisi manusia mini yang mungil - homunculus dan mereka percaya bahwa sel telur hanya menyediakan tempat bagi sperma untuk tumbuh.

Baca Juga: Apa Itu Amonium Nitrat dan Mengapa Ia Bisa Ciptakan Ledakan Dahsyat?

Di sisi lain, para “epigenesis” berpendapat bahwa laki-laki dan perempuan berkontribusi untuk membentuk suatu makhluk baru, dan sebuah penemuan pada 1700-an menunjukkan bahwa teori ini memiliki bukti yang lebih banyak.

Meski para ilmuwan saat ini telah memahami peran sperma dalam reproduksi, penelitian terbaru kamimenemukan bahwa selama ini sperma sebenarnya tidak seperti apa yang para ilmuwan pikirkan.

Mikroskop pertama dikembangkan pada abad ke-17 oleh Antonie van Leeuwenhoek. Dia menggunakan segumpal kaca cair yang dia letakkan dan poles secara hati-hati agar dapat menciptakan sebuah lensa yang kuat. Beberapa kaca dapat memperbesar objek 270 kali. Hebatnya, penemuan lensa yang lebih berkualitas tidak memakan waktu lebih dari 200 tahun.

Lensa Leeuwenhoek menjadikannya penjelajah pertama di dunia mikroskopis, mampu melihat objek termasuk bakteri, bagian dalam sel kita - dan sperma. Ketika Leeuwenhoek pertama kali menemukan sperma, dia mendeskripsikannya sebagai “hewan hidup” dengan “ekor, yang, saat berenang, gerakan/kibasannya seperti ular, seperti belut di air ”.

Menariknya, persepsi kita tentang bagaimana sperma berenang belum pernah berubah. Siapa pun yang telah menggunakan mikroskop modern saat ini masih melakukan pengamatan yang sama: sperma berenang maju dengan menggoyangkan ekornya dari sisi ke sisi. Tapi, menurut penelitian terbaru kami, sebenarnya perspesi tentang bagaimana sperma berenang selama 350 tahun terakhir merupakan klaim yang keliru.

 

Dengan menggunakan teknologi mikroskop 3D yang mutakhir, tim peneliti kami yang berasal dari Inggris dan Meksiko, dapat merekonstruksi gerakan cepat dari ekor sperma dalam 3D secara matematis. Selain ukurannya yang sangat kecil - bahkan ekornya hanya berukuran setengah dari lebar rambut, kecepatan dari sperma membuat cukup mereka sulit untuk diteliti.

Ujung ekor sperma yang memiliki gerakan melambai mampu mengalahkan lebih dari 20 kepakan tangan kita saat sedang berenang dalam waktu kurang dari satu detik. Kami menggunakan kamera super cepat yang mampu merekam lebih dari 55.000 gambar dalam satu detik yang dipasang dalam tahap berosilasi cepat untuk memindahkan sampel ke atas dan ke bawah dengan kecepatan yang sangat tinggi - yang dapat secara efektif memindai ekor sperma saat berenang bebas dalam format 3D.

Penemuan kami cukup mengejutkan. Kami menemukan bahwa sebenarnya ekor sperma bentuknya miring dan hanya bergoyang di satu sisi. Meskipun ini berarti gerakan satu sisi sperma membuatnya berenang secara berputar-putar, sperma telah menemukan cara cerdas agar dapat beradaptasi dan bisa berenang ke arah depan: mereka berguling saat berenang, seperti cara berang-berang (mamalia laut) berputar di air. Dengan cara ini, gerakan dari salah satu sisi sperma yang miring akan menyeimbangkan sisi lainnya yang tidak bergerak, membuat sperma dapat berputar sehingga memungkinkannya untuk bergerak maju.

Gerakan berputar sperma yang cepat dan sangat tersinkronisasi dapat menghasilkan sebuah ilusi jika dilihat dari atas menggunakan mikroskop 2D, sehingga tampak bahwa ekor sperma bergerak dari sisi ke sisi. Namun, penemuan ini menunjukkan bahwa sperma telah mengembangkan sebuah teknik berenang untuk mengatasi ketidakseimbangan mereka. Sperma juga telah memecahkan teka-teki matematika: dengan menciptakan simetri dari asimetri.

Tubuh dan ekor sperma berputar pada saat yang bersamaan dan berputar mengelilingi arah ke mana mereka harus berenang. Sperma menembus ke dalam cairan layaknya gasing, mereka memutar mengelilingi tubuh mereka sendiri dengan sumbu miringnya yang berputar di sekitar pusat sperma. Dalam ilmu fisika, ini dikenal sebagai presesi, seperti halnya presesi ekuinoks di bumi ini.

Computer-Assisted Semen Analysis (CASA), yang digunakan saat ini, baik di klinik maupun untuk penelitian, masih menggunakan tampilan 2D dari pergerakan sperma. Seperti mikroskop pertama Leeuwenhoek, mereka masih rentan terhadap ilusi simetri saat menilai kualitas sperma. Simetri (atau ketiadaan simetri) adalah salah satu ciri yang dapat mempengaruhi kesuburan.

Baca Juga: Anjing Dapat Mendeteksi Virus Corona dengan Akurasi Menakjubkan

Kisah ilmiah tentang ekor sperma tentunya akan tetap mengikuti perkembangan dari berbagai bidang penelitian lainnya. Kemajuan dalam memahami pergerakan sperma sangat bergantung pada perkembangan teknologi di bidang mikroskop, kemampuan merekam, dan saat ini, ditambah dengan pemodelan matematika dan analisis data. Teknologi mikroskop 3D yang dikembangkan saat ini mungkin saja dapat mengubah cara kami menganalisis cairan sperma pada masa depan.

Penemuan terbaru sejak digunakannya teknologi mikroskop 3D yang dikombinasikan dengan matematika, dapat memberikan harapan baru untuk membuka rahasia lainnya dari reproduksi manusia. Dengan lebih dari separuh dari kasus ketidaksuburan disebabkan oleh faktor laki-laki, maka dari itu, memahami ekor sperma manusia sangat penting sebagai alat diagnostik pada masa mendatang untuk mengidentifikasi sperma yang tidak sehat, dan meningkatkan kesuburan.

Penulis: Hermes Gadêlha, Senior Lecturer in Applied Mathematics and Data Modelling, University of Bristol

Sumber: nationalgeographic

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200428 105410Foto : Mashable | Durian Gundul.

SitindaonNews.Com | Indonesia berhasil menciptakan buah durian tanpa duri. Buah yang proses penciptaannya dimulai sejak 2007 ini terlihat seperti melon dan terasa halus ketika dipegang alias botak atau gundul. Kelebihan lainnya adalah, durian tanpa duri ini sangat mudah dipotong, berbeda dengan durian pada umumnya.

"Alhamdulillah, aku lega. Tidak ada lagi yang bisa menyebut durian botak ini sebagai kebohongan belaka," kata Kepala Inspeksi dan Sertifikasi Benih Nusa Tenggara Barat (NTB), Maisin, seperti dikutip dari situs Mashable, Selasa, 28 April 2020.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa daging pada buah ini lebih tipis namun rasanya jauh lebih manis. Jika fakta ini benar, maka Indonesia memiliki durian yang lebih manis dan lebih mudah dipotong.

Sayangnya, membuat durian gundul tidaklah mudah bagi para petani. Proses pembuatannya saja dimulai sejak 2007 di Desa Trenggaluh, dekat dengan Gunung Rinjani. Petani mengambil cangkok dari buah yang telah menumbuhkan durian botak.

Pemilik pohon awalnya curiga jika buah durian yang berbeda dari biasanya ini akan beracun. Namun karena keinginantahuan yang mendalam, ia memutuskan untuk mencobanya.

Ternyata durian gundul ini memiliki rasa yang sama dengan durian pada umumnya. Benih durian ini kemudian digunakan untuk menciptakan lebih banyak lagi durian botak.

Menurut Maisin hanya ada dua persen yang tumbuh dari apa yang mereka tanam, dan mereka resmi menyebutnya dengan 'Durian Gundul'.

Berdasarkan pengamatan, buah yang memiliki aroma tajam ini diyakini sebagai hasil dari gen resesif bunga betina dan jantan yang tumbuh ketika mereka berdekatan. Dari 40 cangkok, petani berhasil mengolah 23 ribu bibit.

Kemudian bibit dikirim ke pusat pertanian lain untuk ditanam. Percobaan untuk mendapatkan ini sebenarnya bukan untuk yang pertama. Pada 1950-an, Filipina juga berhasil menciptakan durian tanpa duri di Lembah Compostela.

Kemudian pada 1964 oleh Diosdado P Macapagal, Presiden Fipilina kala itu, juga telah menanam pohon ini. Tapi sayangnya banyak yang berkomentar bahwa rasa yang dihasilkan buah durian ini tidak seenak durian pada umumnya.

Sumber: viva.co.id

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1583815464251

SitindaonNews.Com | Mobil yang sudah mulai berumur menyentuh 5 tahun biasanya sejumlah komponen akan tergerus yang mengakibatkan performa mengalami penurunan.

Ada kalanya, ketika mobil diajak berakselerasi terasa gejala seperti tersendat seakan-akan mesin mau mati.

Seperti dikutip dari laman Auto2000, ada beberapa hal penyebab mobil terasa endut-endutan, salah satunya filter bahan bakar yang tersumbat oleh kotoran. Akibatnya aliran bahan bakar yang disalurkan ke ruang bakar tidak lancar.

Gejala lain filter bensin kotor adalah saat mobil di posisi diam putaran mesin tidak normal, terlebih jika rpm dinaikan. Jika sudah begini, pemilik kendaraan disarankan segera melakukan pengecekan, karena ada sebagian mobil yang menempatkan filter bensin di dalam tangki bahan bakar.

“Penyebab tersumbatnya filter bensin karena kotoran yang mengendap di dalam tangki bahan bakar, terutama tangki yang sudah lama tidak dikuras” kata Dzikri Mekanik Auto2000 Pandeglang. Untuk mengatasi filter bensin tersumbat harus dibersihkan, jika kondisinya sudah rusak sebaiknya diganti baru, agar tak kambuh lagi,” tambahnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa tangki bahan bakar juga perlu dikuras meski bahan bakar tidak tersumbat, terlebih mobil lawas yang sudah memasuki usia lima tahun. Untuk mobil dari baru idealnya setiap jarak 20.000 km.

Selain membersihkan kotoran yang mengendap dalam tangki, ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya senyawa baru dan mencegah korosi. Korosi biasanya terjadi karena sering membiarkan tangki dalam keadaan kosong.

Udara panas di dalam tangki akan berubah menjadi embun setelah mobil tidak digunakan. Ini bisa menyebabkan reaksi kimia dan membentuk senyawa baru.

Disarankan selalu gunakan bahan bakar sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh pabrikan, karena akan berpengaruh terhadap usia pakai filter bensin.

Sumber: gooto.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200405 062607Nissan GT-R Nismo

SitindaonNews.Com | Mobil sport Nissan GT-R menjadi sorotan pulik saat ini. Sebab, mobil yang dijuluki Godzilla tersebut diduga merupakan mobil yang gosong terbakar karena menabrak pembatas jalan di Tol Jagorwi siang tadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun VIVA, Sabtu 4 April 2020, mobil tersebut memang terkenal bengis di aspal. Pertama diluncurkan di Jepang pada 2007, dalam 2 tahun GT-R pun sudah beredar di aspal seluruh dunia karena banyak peminatnya.

Nissan GT-R diketahui merupakan mobil sport yang menggendong mesin V6 twin turbo, dan merupakan keturunan Nissan Skyline GT-R. Mesin 2,6 cc itu, bisa menyeburkan torsi 276 tenaga kuda dan 361 Nm dengan transmisi manual 5 kecepatan.

Saat ini ada empat varian GT-R yang dijual di pasaran. Pertama adalah versi Premium 2020 yang dibanderol seharga US$115,235 atau mencapai Rp1,6 miliar. Kemudian, Nissan GT-R edisi balap 2020 seharga US$147,235 atau mencapai Rp2,08 miliar.

IMG 20200405 065046

Lalu, ada pula Nissan GT-R Nismo 2020 yang dihargai US$212 ribu atau mencapai Rp2,99 miliar. Selanjutnya yang terakhir adalah edisi khusus ulang tahun yang bandrol US$123 ribu atau mencapai Rp1,74 miliar.

Seperti diketahui, kecelakaan maut yang terjadi tersebut menewaskan Wakil Jaksa Agung RI Arminsyah. Dia diketahui adalah pengendara mobil sport tersebut. 

Sumber: viva

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200305 212427

SitindaonNews.Com | Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan beberapa wilayah di Indonesia masih akan menghadapi potensi hujan lebat disertai angin kencang serta kilat dalam periode 5-7 Maret 2020.

"Intrusi udara kering dari Belahan Bumi Utara (BBU) melintasi wilayah Samudra Pasifik utara Papua. Keadaan ini menyebabkan daerah di depan muka intrusi kondisi udara menjadi lebih lembab," kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BMKG Taufan Maulana dalam rilis yang diterima di Jakarta pada, Kamis.

Tekanan rendah di Samudera Hindia barat daya Sumatera serta sirkulasi siklonik di selatan Jawa Timur juga berperan dalam potensi cuaca tersebut selain konvergensi memanjang dari Sumatera Barat hingga Bengkulu.

Daerah belokan angin terdapat di Sumatera bagian utara, Kalimantan Timur dan Utara, Sulawesi Utara dan Tengah, Maluku Utara dan Perairan Utara Papua.

Selain itu, low level jet stream dengan kecepatan angin lebih dari 25 knot terpantau di Samudera Hindia barat Sumatera dan Samudera Pasifik timur Filipina.

BMKG memprediksi Aceh, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, NTT, Kalimamtan Utara, Kalimantan Timur dan Papua akan mengalami hujan lebat disertai angin kencang pada Jumat (6/3).

Sementara pada Sabtu (7/3) wilayah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Jabodetabek, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Papua juga diprakirakan akan berpeluang terjadi hujan deras dengan angin kencang serta petir.

BMKG terus mengimbau masyarakat yang berdomisili atau sedang berada di beberapa wilayah yang berpotensi hujan lebat hingga disertai angin kencang dan petir atau kilat tersebut untuk selalu berhati-hati, kata Taufan.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault