fbpx

0
0
0
s2sdefault

3cd9be52 bc9b 4c0b abe6 0836a66b6d03 169

Foto: REUTERS/Tiksa Neger

 

Addis Ababa - Untuk kedua kalinya hanya dalam waktu 5 bulan, pesawat tipe Boeing 737 MAX 8 jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas. Kecelakaan ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai tipe pesawat yang krusial bagi rencana masa depan raksasa Boeing tersebut.

China yang merupakan pasar penting bagi Boeing, menjadi negara pertama yang mengkandangkan Boeing 737 MAX 8 mulai Senin (11/3) ini. Negara-negara lain kemungkinan akan mengikuti langkah China ini.

Pada Minggu (10/3), 157 penumpang dan kru pesawat Boeing 737 MAX 8 milikmaskapai Ethiopian Airlines tewas setelah pesawat versi baru Boeing itu jatuh hanya enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa, Ethiopia. Sebelumnya pada Oktober 2018 lalu, tipe pesawat yang sama, yang dioperasikan oleh maskapai Lion Air jatuh tak lama setelah lepas landas dari Jakarta dan menewaskan seluruh penumpang dan kru.

 

"Pilot menyebutkan bahwa dia mengalami masalah dan dia ingin kembali. Dia mendapatkan izin untuk putar balik," kata direktur Ethiopian Airlines, Tewolde GebreMariam kepada para wartawan di Addis Ababa.



Seorang pakar penerbangan internasional menekankan kemiripan antara dua insiden tragis itu.

"Itu pesawat yang sama. Seperti Lion Air, kecelakaan Ethiopian Airlines terjadi tak lama setelah lepas landas dan pilot mengisyaratkan mereka mengalami masalah, kemudian pesawat jatuh. Kesamaannya jelas," ujar pakar yang enggan disebut namanya seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (11/3/2019).

Otoritas aviasi China juga menekankan "kesamaan" antara dua kecelakaan tersebut, seraya menyatakan bahwa operasi Boeing 737 MAX 8 hanya akan dilanjutkan kembali setelah "memastikan langkah-langkah relevan untuk secara efektif memastikan keselamatan penerbangan."

Namun Michel Merluzeau, direktur Aerospace & Defense Market Analysis, menekankan bahwa "ini adalah satu-satunya kesamaan, dan perbandingan berhenti di situ karena kita tidak memiliki informasi terpercaya lainnya pada saat ini."

Kecelakaan Ethiopian Airlines ini merupakan pukulan besar bagi Boeing, di mana tipe MAX merupakan versi terbaru dari Boeing 737, yang terlaris sepanjang masa dengan lebih dari 10 ribu unit pesawat diproduksi.


"MAX adalah program yang sangat penting bagi Boeing pada dekade berikutnya. Ini mewakili 64 persen produksi perusahaan hingga tahun 2032, dan memiliki margin operasional yang signifikan," ujar Merluzeau.

"Ini adalah alat penting untuk transportasi dan perdagangan global," imbuhnya.

Dia mengatakan 24 jam ke depan adalah "kunci" bagi Boeing untuk mengelola krisis di saat para pelancong dan investor khawatir akan keandalan pesawatnya.(ita/ita)

Sumber: detiknews

Rita Uli Hutapea - detikNews

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

55461cab ee52 4453 b52b c462b9fe42ca 169

 Foto: Muhamad Imron Rosyadi/detikINET

Jakarta - Rp 23.999.000, itu merupakan harga yang harus dibayarkan untuk satu unit Galaxy S10+ versi RAM 12GB dan ROM 1TB. Angka tersebut meningkat cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga dari varian tertinggi Galaxy S9+. Saat dirilis, ia memiliki banderol di angka Rp 14.499.000 untuk versi RAM 6GB dan ROM 256GB.

Lantas, apa yang Galaxy S10+ memiliki harga segitu tingginya? Denny Galant, Head of Product Marketing SamsungMobile, Samsung Electronics Indonesia, punya jawabannya.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 

814533 720

 

oleh: Nufus Nita Hidayati

Lima ekor bayi monyet hasil kloning berada di dalam inkubator di laboratorium di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina di Shanghai, 24 Januari 2019. Ilmuwan Cina yang tergabung dalam Institute of Neuroscience (ION) di Akademi Institut Ilmu Pengetahuan Cina, sukses menghasilkan 5 monyet hasil kloning. Chinese Academy of Sciences/Handout via REUTERS

 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 

IMG 20190208 091633

Aplikasi berbasis Android untuk nelayan

 

Darhan mendorong kapal barunya menjauhi garis pantai di Tanjung Batu, Berau, Kalimantan Barat.

"Akhirnya impian saya terwujud punya kapal yang lebih besar. Sekarang saya bisa tetap melaut, meski gelombang agak besar," kata nelayan kepiting dan rajungan ini.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault
Senin, 21 Jan 2019 18:04 WIB
Fino Yurio Kristo - detikNET
0a038e99 6bd0 4a1e b1e4 0abdc035b9fe 169
Aplikasi WhatsApp. Foto: detikINET/Irna Prihandini
Jakarta - WhatsApp memutuskan untuk membatasi para penggunanya meneruskan atau forward sebuah pesan hanya sebanyak 5 kali. Pembatasan ini akan berlaku di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Dikutip detikINET dari BBC, perusahaan milik Facebook ini pertama kali menerapkan aturan tersebut di India sekitar 6 bulan lampau. Harapannya, WhatsApp dapat mencegah penyebaran berita palsu atau hoax. Apalagi jumlah pengguna mereka sangat masif, telah mencapai 1,5 miliar.

Sebelumnya, user WhatsApp dapat meneruskan pesan sampai ke 20 kontak. Pembatasan sebanyak hanya 5 kontak yang diimplementasikan mulai esok hari di Indonesia, dipandang efektif untuk mencegah hoax beredar di WhatsApp. 
0
0
0
s2sdefault