fbpx

0
0
0
s2sdefault

1566256934976Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberi keterangan di Gedung KPK, Rabu (14/8/2019).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Yogyakarta. Ada empat orang yang kini telah diamankan.

"Ada kegiatan OTT di Yogyakarta. Ada sekitar 4 orang yang diamankan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah lewat pesan singkat, Senin (19/8/2019).

Febri mengatakan, empat orang yang diamankan tersebut terdiri dari seorang Jaksa, swasta, dan PNS.  "Diamankan sejumlah uang, sekitar Rp 100 juta-an," ucap dia. 

Sumber: https://amp.kompas.com/nasional/read/2019/08/19/22011261/ott-di-yogyakarta-kpk-amankan-jaksa?__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1565325516247Manusia Purba. Ilustrasi

JAKARTA -- Arkeolog Turki menemukan bahwa manusia purba zaman perunggu awal yang tinggal di barat laut Turki mengonsumsi daging anjing yang dimasak dengan berbagai cara. Hal itu terungkap berdasarkan penggalian yang dilakukan pada bukit pemukiman Kulluoba.

Jejak daging anjing yang berasal dari 4500 tahun lalu itu ditemukan dalam pot di gundukan Kulluoba yang berada di distrik Seyitgazi, Provinsi Eskisehir. Arkeolog Dr Can Yummi Gundem mengatakan daging anjing yang dikonsumsi manusia purba itu dimasak dengan cara dipanggang dan direbus.

“Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa anjing dikonsumsi? Kita telah melihat bekas luka pada tulang saat mereka menggores daging, mereka meninggalkan bekas pada tulang,” kata Dr Gundem seperti dilansir Daily Sabah pada Kamis (8/8).

Gundem juga mengatakan sebagian daging dipanggang dan sebagian lainnya direbus dalam pot. Sementara mahasiswa Universitas Batman, Ebedin Emeluk yang menjadi bagian dalam penggalian mencoba mencari tahu hewan mana yang digunakan untuk pengorbanan dengan tujuan lain. Selain daging anjing, para arkeolog juga menemukan  bahwa manusia purba juga mengonsumsi daging domba dan sapi.

Sementara itu Direktur penggalian Kulluoba,  Professor Murat Turkteki mengatakan bahwa pihaknya memiliki data yang membuktikan bahwa telah terjadi kekeringan pada masa itu. Hal itu terlihat pada fosil tanaman. Ia juga menemukan bahwa anjing digunakan untuk upacara pengorbanan.Penggalian di Kulluoba dilaksanakan pada 1996. Sejak periode itu para peneliti telah menemukan artefak, tulang hewan, dan bekas pemukiman yang mengungkapkan detail tentang kehidupan budaya 4.500 tahun lalu. Terdapat 15 situs pemakaman ditemukan,  dengan sarkofagus berusia 3.000 tahun.

Sumber: https://m.republika.co.id/amp/pvy6lo335?__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1566198380543Perusahaan Digital Jadi Penguasa Dunia. (FOTO: KrAsia)

Memasuki era digital, pemimpin pasar tidak lagi perusahaan sumber daya alam.

Jakarta - Memasuki era digital, pemimpin pasar yang semulanya perusahaan minyak, tambang, dan yang mengandalkan sumber daya alam kalah dengan perusahaan digital.

Perkembangan teknologi digital saat ini terus menjadi arus perubahan dalam segala sektor. Mulai dari sektor bisnis, saat ini startup digital tengah menjadi motor penggerak utama peradaban baru. adi.

Direktur Industri, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Bappenas, Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo mengatakan, perusahaan digital di berbagai belahan dunia telah membuat sejarah baru dengan menggeser dominasi kapitalisasi pasar konvensional.

Baca Juga: Tak Melulu Untung, Status Unicorn Juga Bisa Jadi Ancaman untuk Startup

Startup, e-commerce, social media, hingga kecerdasan buatan telah menjelma menjadi raksasa baru dalam skala global termasuk di Indonesia. Untuk Indonesia sendiri, kehadiran beberapa startup lokal yang telah menjadi unicorn memberikan dampak yang signifikan bagi roda ekonomi, dan sosial budaya.

Berdasarkan data Indonesia Digital Creative Industry Community dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), di Indonesia saat ini terdapat 992 perusahaan rintisan.

Jika dilihat dari jenis bidang usahanya sebanyak 352 startup atau sebesar 35,48 persen, yakni bidang e-commerce, kemudian sebanyak 55 startup atau sebesar 5,54 persen ada di bidang game, dan sebanyak 53 startup atau sebesar 5,34 persen di bidang financial technology. Sisanya, 53,63 persen adalah bidang lainnya dengan total jumlah 532 perusahaan.

“Asia Tenggara adalah wilayah yang memiliki unicorn paling banyak, dengan penilaian valuasi lebih dari US$1 miliar di wilayah Asia setelah China dan India,” ujarnya.

Hal ini terlihat dari total nilai valuasi unicorn yang berasal dari kawasan Asia Tenggara. Posisi puncak dihuni oleh Grab dari Singapura, kedua ada Gojek dari Indonesia, ketiga ada Sea dari Singapura, keempat ada Lazada dari Singapura, Kelima ada Traveloka dari Indonesia. Kemudian, keenam ada Razer dari Singapura, dan ketujuh ada Tokopedia dan Bukalapak ada diposisi kedelapan yang berasal dari Indonesia.

Baca Juga: 7 Startup Pariwisata Ini Ikuti Program Akselerasi, Mau Dorong Sektor Pariwisata Indonesia

Sementara itu, dari sisi dampak ekonomi, sumbangsih sektor digital terhadap perekonomian nasional juga tak bisa dianggap sebelah mata. Hal ini terlihat dengan tumbuhnya sektor usaha yang mendukung ekosistem ekonomi digital di Indonesia, seperti sektor informasi dan komunikasi, sektor transportasi dan pergudangan, hingga penyerapan tenaga kerja.

“Sektor Informasi dan Komunikasi masih melanjutkan tren pertumbuhan di atas 7 persen, jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini menjadi indikasi peningkatan peran ekonomi digital,” ujar Leonardo.

Kemudian, Sektor transportasi dan pergudangan juga tumbuh lebih dari 7 persen. Pertumbuhan yang tinggi ini salah satunya didorong pertumbuhan e-commerce dan transportasi on-demand seperti Gojek dan Grab. Selain itu, Pertumbuhan tenaga kerja sektor TIK juga meningkat pesat. Tahun 2018 meningkat 9,21 persen.

Sumber: https://m.republika.co.id/berita/ekonomi/fintech/19/08/19/pwgzai17000-perusahaan-digital-jadi-penguasa-dunia

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1565320675109Winarsih, 43 tahun, pedagang sayur-sayuran di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Sabtu, 4 Mei 2019, mengeluhkan pasokan bawang putih menipis sehingga harna naik tajamsampai 100 persen. Tempo/Adam Prireza

Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi PDIP, I Nyoman Dhamantra, sebagai tersangka kasus suap kouta impor bawang. Ia diduga telah menerima duit Rp 2 miliar dari PT Cahaya Sakti Agro (PT CSA) untuk memuluskan perusahaan mendapatkan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019.

"Diduga uang Rp 2 Miliar yang ditransfer melalui rekening adalah uang untuk mengunci kuota impor yang diurus. Dalam kasus ini teridentifikasi istilah lock kuota," ujar Ketua KPK Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Jumat, 9 Agustus 2019. Angka itu diduga adalah bagian dari fulus Rp 3,6 miliar yang diminta Nyoman.

Perkara bermula kala Chandry Suanda alias Afung, pemilik PT CSA yang bergerak di bidang pertanian, berniat mendapatkan kuota impor bawang putih tahun 2019. Ia berkenalan dengan Doddy Wahyudi yang menawarkan bantuan untuk mengurus segala perizinan tersebut, antara lain Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) dari Kementerian Pertanian dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan.

Lantaran proses pengurusan izin tak kunjung selesai, Doddy pun mencari kenalan yang bisa membantu memuluskan perizinan itu. Doddy lantas bertemu dengan Zulfikar yang mengaku memiliki kolega yang dinilai berpengaruh dalam pengurusan izin tersebut. Pasalnya, ia kenal dengan Mirawati Basri dan Elviyanto yang dekat dengan Nyoman selaku anggota Komisi VI DPR, mitra dari Kementerian Perdagangan.

Dari perkenalan itu, Doddy, Zulfikar, Mirawati, dan Nyoman pun menggelar pertemuan-pertemuan untuk membahas pengurusan perizinan impor komoditas bumbu dapur tersebut. Dalam pertemuan itu, mereka juga menyepakati commitment fee.

Setelah berdiskusi, mereka sepakat angka Rp 3,6 miliar dan commitment fee Rp 1.700-1.800 per kilogram bawang putih yang diimpor. "Commitment fee tersebut akan digunakan untuk mengurus perizinan kuota impor 20.000 Ton bawang putih untuk beberapa perusahaan termasuk perusahaan yang dimiliki oleh CSU alias Afung," kata Agus.

Namun, karena perusahaan-perusahaan yang membeli kuota dari Chandry belum memberikan pembayaran, ia pun tidak memiliki uang untuk membayar commitment fee tersebut. Ia lantas meminta bantuan Zulfikar untuk memberi pinjaman. Zulfikar diduga akan mendapat bunga Rp 100 juta per bulan bila impor itu terealisasi. Ia juga dijanjikan mendapat bagian Rp 50 per kilogram bawang putih.

Agus mengatakan dari pinjaman Rp 3,6 Miliar tersebut, baru Rp 2,1 miliar terealisasi. Setelah menyepakati metode penyerahan, pada tanggal 7 Agustus 2019 sekitarpukul 14.00 WIBZulfikar mentransfer Rp 2,1 Miliar kepada Doddy.

Selanjutnya, Doddy mengirim fulus Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik Nyoman. Duit itu direncanakan digunakan mengurus SPI. Adapun Rp 100 juta masih ada di rekening Doddy untuk operasional pengurusan izin. "Saat ini semua rekening dalam kondisi diblokir oleh KPK," tutur Agus.

Kini, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka. Enam orang itu antara lain Nyoman, Mirawati, dan Elviyanto yang diduga menerima duit dan Chandry, Doddy, serta Zulfikar yang disangka memberi suap. 

Atas perkara itu, Chandry, Doddy dan Zulfikar disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP;

Adapun, tersangka suap kuota impor bawanglainnya, Nyoman, Mirawati dan Elviyanto disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sumber: https://nasional.tempo.co/amp/1233889/suap-impor-bawang-politikus-pdip-diduga-minta-duit-rp-36-m?__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

0673d980 bfea 4033 bc11 cac3805748e8Foto Istimewa

Jakarta - Sudah diberi peringatan namun pria ini tetap minum alkohol setelah makan durian. Akhirnya ia harus merenggang nyawa.

Jangan sembarangan ketika makan buah durian. Meski manis enak, buah durian dapat memberikan efek panas pada tubuh. Karenanya makan durian tidak bisa langsung bersamaan dengan sembarang makanan atau minuman lain. Apalagi dengan minuman beralkohol,

Jika nekat mencampurnya bisa berakibat fatal hingga kematian. Seperti yang terjadi pada Pria asal Thailand ini. 

Pria Ini Tewas Setelah Mencampur Makanan Durian dan AlkoholFoto: Istimewa


Pria berusia 48 tahun tersebut ditemukan tewas tergeletak setelah diketahui minum alkohol sambil makan durian. Padahal sebelumnya, temannya telah memperingati untuk tidak mengonsumsi buah dan minuman itu bersamaan.

Saat itu pada Selasa (13/8) korban dan temannya yang bernama Peng berniat ingin mengambil barang-barang. Kemudian korban ingin membeli durian dan minuman beralkohol untuk dimakan sembari menunggu bus arah pulang.

Baca Juga : Challenge Makan Mie Pedas Campur Durian, Penyanyi Ini Dikecam Netizen 

Peng, yang saat itu sedang bersama korban sudah mencoba menasehatinya agar tidak memakan durian dan minum alkohol berbarengan.

Pria Ini Tewas Setelah Mencampur Makanan Durian dan AlkoholFoto: Istimewa


"Itu bisa membunuh kamu," ujar Peng saat dimintai keterangan.

Namun, korban yang tidak diketahui namanya itu tetap bersikeras untuk mengonsumsi keduanya dan mengatakan bahwa dirinya tidak takut. Akhirnya Peng pun pulang ke rumahnya.

Kemudian, di hari berikutnya tepatnya pada Rabu (14/8) Peng menemukan temannya itu tergeletak di Jl. Sukhumvit, Pattaya dalam keadaan tak bernyawa, seperti yang dilansir dari World of Buzz (14/8). 

Pria Ini Tewas Setelah Mencampur Makanan Durian dan AlkoholFoto: Istimewa


Yang membuat Peng yakin, bahwa temannya itu meninggal akibat dari makan durian dan alkohol karena ditemukannya botol alkohol yang sudah kosong dan kotak styrofoam yang di dalamnya berisi durian.

Ide konyol untuk mencampur durian dan alkohol sudah sering kali diperingatkan dapat menimbulkan kematian. Bahkan itu juga sudah dibuktikan secara ilmiah.

Berdasarkan kasus yang pernah terjadi sebelumnya, mencampurkan durian dan alkohol dapat mengacu pada masalah terkait jantung atau tekanan darah yang tinggi hingga diabetes. Namun, untuk kasus kali ini belum diketahui secara pasti pengaruh apa yang terjadi pada pria tersebut

Sumber: https://m.detik.com/food/info-kuliner/d-4666691/pria-ini-tewas-setelah-makan-durian-campur-alkohol

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

61733976 c571 4475 a6de 497e09840f0fGedung KPK (Agung Pambudhy/detikcom)

Jakarta - Anggota DPR dari Fraksi PDIP, Nyoman Dhamantra, ditangkap KPK terkait kasus dugaan suap impor bawang putih. Berikut adalah kekayaan anggota Komisi VI DPR ini.

Dilihat detikcom dari situs Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) KPK, Kamis (8/8/2019), Dhamantra terakhir kali melaporkan kekayaannya pada 30 Juni 2016. 

Dhamantra punya harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 20.862.685.000. Tanah tersebut tersebar di Jakarta Selatan, Purwakarta, dan Tangerang Selatan

Harta bergerak yang dia punyai berupa lima mobil, yakni Mercedes-Benz Viano tahun 2001, Toyota Kijang Innova tahun 2009, Daihatsu Xenia tahun 2006, Nissan Teana tahun 2010, dan Toyota Avanza tahun 2014. Total nilainya Rp 1.310.000.000. 

Kena OTT KPK, Anggota DPR Dhamantra Punya Harta Rp 25 MiliarAnggota DPR Fraksi PDIP, Nyoman Dhamantra. (www.dpr.go.id)

Dia juga punya harta bergerak lainnya berupa barang-barang seni dan antik senilai Rp 3.000.000.000 serta benda bergerak lainnya senilai Rp 11.000.000. Dia juga punya giro dan setara kas yang berasal dari hasil sendiri senilai Rp 5.674.500. 



Dia tercatat tidak punya utang. Total harta Dhamantra adalah Rp 25.189.359.500.

Dhamantra telah diamankan KPK di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Kini, dia berada di gedung KPK dan menjalani pemeriksaan intensif.

Dhamantra diamankan dalam rangkap pengembangan OTT kasus dugaan suap impor bawang putih. Dalam rangkaian OTT sejak Rabu (7/8) malam, KPK lebih dulu mengamankan 11 orang. Satu di antaranya orang kepercayaan Nyoman Dhamantra yang berasal dari Fraksi PDIP.

Penyidik KPK mengamankan bukti transaksi Rp 2 miliar yang diamankan dalam OTT ini. Selain rupiah, penyidik KPK mengamankan pecahan dolar AS.

Hingga saat ini mereka yang diamankan masih berstatus terperiksa. KPK punya waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum mereka.
 
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20190811 195518Effendi Kardo Naibaho (Black Enzoy) - Foto FB

Ini yang dikatakan beda kelas...!!!

Oleh: Effendi Kardo Naibaho

Harusnya di situasi pilpres yang panas dan banyak memakan korban dan menghabiskan uang rakyat, harus nya lebih elok bicara indonesia daripada harus bicara poros² an dan bicara jatah² han menteri...

Harusnya wibawa presiden harus dijaga, biarkanlah presiden yang terpilih menentukan berapa dan siapa yang layak membantu kinerja presiden 5 tahun ke depan...

Semua elit politik dan ketum partai sudah seharusnya menjaga diri, jangan menjadi parasit yang menggerogoti hak prerogratif presiden...!!!

Baik elit politik, dan rakyat indonesia harus memberikan kepercayaan penuh kepada presiden untuk memajukan indonesia, agar indonesia adil dan makmur bisa terwujud..!!!

Mari bersama kita mengkontrol kinerja presiden, yang baik kita dukung yang tidak baik kita kritik..

Dengan memberikan keleluasaan kepada presiden maka jika janji kampanye tidak terwujud, maka seluruh rakyat indonesia tau meminta bertanggung jawaban kepada siapa, tanpa harus mencari kambing hitam...

#happysunday
#indonesiaraya

Screenshot 20190811 195344

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2821782161169252&id=100000124878601

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1565186133535Kepolisian Polda Metro Jaya saat konferensi pers soal kasus penipuan properti berkedok notaris di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin siang, 5 Agustus 2019. TEMPO/M Julnis Firmansyah

Jakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Suyudi mengatakan para korban penipuan berkedok notaris palsu memiliki kemiripan kondisi aset. "Rata-rata korban itu rumah warisan orang tuanya, kemudian mau bagi waris, kemudian mau dijual," kata Suyudi saat dihubungi, Rabu, 7 Agustus 2019.

Menurut Suyudi, korban penipuan notaris palsu juga terus bertambah. Setelah sebelumnya tiga orang korban melapor, polisi kembali menerima dua laporan. Satu korban terbaru disebut sampai merugi enam kali.

"Kita sudah diambil keterangannya kemarin. Cuma yang bersangkutan belum membuat laporan. Tapi dalam waktu dekat akan buat," ujar Suyudi.

Satu warga lainnya, ujar Suyudi, berencana melaporkan hat dia, korban memiliki asetemang yang sertifikatnya dipalsukan dan  ke bank oleh sindikat notaris palsu itu.

Selain korban yang bertambah, tiga orang pelaku juga kembali ditangkap oleh anggota Subdirektorat 2 Harta Benda dan Bangunan Tanah (Harda) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Ditangkap semalam, dan baru hari ini penahanannya. Kamis rencananya bakal kita rilis," ujar Suyudi.

Suyudi belum membeberkan identitas dan peran para pelaku secara detail. Namun para pelaku yang baru ditangkap merupakan hasil pengembangan dari tiga laporan warga yang diterima polisi sebelumnya.

Dalam kasus ini, polisi telah menangkap empat orang tersangka sebelumnya yaitu D, A, K, dan H. Jaringan ini menyasar rumah dengan harga di atas Rp 15 miliar. Sejauh ini, total kerugian yang ditimbulkan oleh jaringan tersebut mencapai Rp 214 miliar.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono menjelaskan para tersangka yang sudah ditangkap memiliki peran sebagai pencari korban, berpura-pura sebagai notaris, memalsukan sertifikat tanah, hingga mengontrak rumah dan membuat plang palsu notaris.

"Penipuan ini dikemas secara rapih, rumah yang jadi sasaran biasanya di atas Rp 15 miliar, makanya (korban) minta tolong dijual, tapi malah disalahgunakan pelaku," kata Argo, 5 Agustus 2019.

Menurut Argo, pengungkapan kasus ini berawal dari laporan masyarakat ke polisi. Masyarakat mendapatkan surat tagihan dari bank mengenai pembayaran agunan sertifikat tanah mereka. Padahal, mereka tak pernah mengagunkan sertifikat itu.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa para korban diketahui pernah meminjamkan sertifikatnya kepada notaris abal-abal bernama Idham. Alasan korban meminjamkan sertifikat tersebut untuk urusan jual beli rumah.

"Jadi pelaku meminjam sertifikat tanah korban dengan alasan untuk memeriksa keasliannya ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)," kata Argo.

Korban percaya dengan para pelaku karena proses peminjaman sertifikat dilakukan di kantor notaris Idham yang berada di Jalan Tebet Timur, Jakarta Selatan. Padahal kantor notaris itu palsu. Idham merupakan notaris di Batam yang sudah pensiun.

Setelah sertifikat diserahkan, pelaku memalsukan dan mengembalikan kepada korban. Sedangkan sertifikat asli digadaikan ke bank. Hasil penyelidikan polisimenunjukkan sertifikat tanah yang dipalsukan sangat mirip dengan yang asli sehingga korban tidak curiga hingga mendapat surat tagihan dari bank.

Sumber: https://metro.tempo.co/amp/1233315/polisi-rumah-korban-notaris-palsu-rata-rata-warisan-orang-tua?utm_source=Digital%20Marketing&utm_medium=Twitter&utm_campaign=dlvrit&__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

timthumb 1

SAMARINDA - Penjahat spesialis pecah kaca mobil beraksi di Jalan Proklamasi I, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kamis (8/8), sekitar pukul 11.00 Wita.

Pelaku berhasil membawa kabur uang tunai Rp 800 juta yang disimpan pemiliknya di dalam mobil Honda HRV hitam bernopol KT 1394 NS.

Diduga, korban yang membawa uang tunai ratusan juta itu sudah diikuti pelaku sejak dari bank di kawasan Samarinda Kota.

Awalnya korban warga M Yamin, Samarinda Ulu itu membawa uang sekitar Rp 700 juta. Dia sempat singgah di salah satu bank swasta untuk melakukan penarikan uang hingga total keseluruhan lebih Rp 800 juta.

Korban juga sempat singgah di lingkungan Balai Kota Samarinda. Menyelesaikan sejumlah urusan. Jendela mobil sempat digedor, namun tidak dipedulikan.

Tiba di rumah orang tuanya, masuk begitu saja. Suara kaca dipecah sempat terdengar, meski tidak terlalu keras. Tubuhnya lemas saat melihat uang yang ditaruh di bagian tengah mobil sudah hilang.

Jajaran Polsek Sungai Pinang dan Polresta Samarinda langsung melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Korban sudah membuat laporan dan telah dimintai keterangan," singkat Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

Disinggung mengenai aksi kejahatan jalan lainnya yang terjadi di Samarinda dengan waktu yang bersamaan, perwira melati satu itu menyebut semuanya sedang ditelusuri. (*/dra/dns/k8)

Sumber: https://m.jpnn.com/amp/news/uang-rp-800-juta-hilang-dalam-hitungan-detik-pemilik-langsung-lemas

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

muhammad sofyan terkena minyak panasKasatpol PP Kota Medan Muhammad Sofyan terkena minyak panas saat tertibkan pedagang di depan Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan, Rabu (7/8/2019) 

MEDAN - Penertiban pedagang kaki lima (PKL) di depan Rumah Sakit Santa Elisabeth, Rabu (7/8/2019), berlangsung rusuh.

Kasatpol PP Kota Medan Muhammad Sofyan terkena minyak panas.

Pantauan wartawan www.tribun-medan.com, Muhammad Sofyan langsung mendapat pertolongan.

Kepala dan lengaNnya diolesin pelembab agar kulit tak melepuh.

"Sudah aku bilang kan, mati pun aku di sini berani," teriak pedagang bernama Zulkarnain di depan para petugas Satpol PP, Rabu (7/8/2019).

"Jangan kalian berlindung di belakang pagar.

Pakai otak kalian semua.

Mati pun aku berani di sini.

Kau dengarkan Sofyan," teriaknya lagi.

Tak lama setelahnya, Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan kembali keluar dan melanjutkan penertiban.

Meski sebagian tubuhnya telah dilumuri pelembab, Sofyan tetap memerintahkan anggotanya bergerak cepat untuk membongkar gerobak para pedagang.

"Ini, ini gerobak ini ambil semua," kata Sofyan.

Satu orang diamankan

Kapolsek Medan Kota, Kompol Revi Nurvelani mengatakan bahwa dalam penertiban itu, ada satu orang yang diamankan karena melakukan pemukulan.

"Iya benar, ada satu orang yang diamankan karena diduga melakukan pemukulan ke petugas Satpol PP," kata Revi di Jalan Haji Misbah, Rabu (7/8/2019).

Terkait Kasatpol PP Kota Medan yang mendapatkan siraman air panas saat melakukan penertiban, apakah pelaku yang melakukannya akan diamankan, Revi menyebutkan bahwa semuanya akan menjadi satu laporan.

"Nah itu, karena sewaktu-waktu dalam satu tempat kejadian, akan jadi satu pelaporan semua," jelas Revi

Sebelumnya, saat gerobak salah seorang pedagang diamankan oleh Satpol PP, pedagang itu mengatakan bahwa ada salah seorang yang diduga pedagang berinisial J yang telah diamankan.

"J sudah diamankan," ucap salah seorang pria berbaju merah marun.

Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan mengatakan bahwa hari ini pihaknya kembali melakukan penertiban PKL di Jalan Haji Misbah.

"Hal itu kita lakukan karena pedagang masih kembali berjualan setelah sebelumnya telah ditertibkan, makanya hari ini kembali ditertibkan," kata Sofyan.

Terkait insiden penyiraman yang dialaminya, Sofyan membeberkan hal itu.

"Tadi ada insiden penyiraman air panas, air cabai dan lainnya," katanya.

Soal ada yang diamankan karena melakukan pemukulan, Sofyan menuturkan bahwa ia dengar ada tadi yang diamankan di Polsek Medan Kota.

"Tadi ada PKL yang memukul anggota pakai besi, sehingga anggota terluka," sebutnya.

Sebelumnya, Kamis (1/8/2019), Satpol PP Kota Medan sudah menggusur 43 pedagang kaki lima di Warkop Elisabeth yang berada di Jalan Haji Misbah, Kecamatan Medan Maimun.

Penertiban ini juga mendapat perlawanan dari pedagang.

Mereka sempat mengadang alat berat yang dikerahkan untuk membersihkan lapak PKL.

Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan mengatakan pihaknya menertibkan tentang larangan untuk beraktivitas di tempat ruang milik jalan untuk jangka waktu tertentu maupun seterusnya.

Penertiban dilakukan, untuk bangunan sementara maupun bangunan permanen di Jalan Haji Misbah Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Pedagang adang alat berat yang ingin robohkan Warkop Elisabeth, Kamis (1/8/2019)
Pedagang adang alat berat yang ingin robohkan Warkop Elisabeth, Kamis (1/8/2019) (Tribun Medan)

Sebelum penggusuran itu, para pedagang mengaku memiliki izin, namun setelah di cek ternyata tidak ada izinnya

"Jadi, pedagang mengaku ada izin.

Kita sudah cek izinnya. Y

ang mengeluarkan izin kan instansi Dinas
Pembentukan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP).

Ternyata tidak terdaftar izinnya disana. Ada 43 PKL yang digusur," kata Sofyan di TKP, Kamis (1/8/2019). 

"Yang jelas penggusuran semata-mata memang karena aturan yang dilanggar.

Kemudian berdampak kepada ketentraman masyarakat dan ketertiban umum diseputaran sini," sambungnya.

Terlebih, lanjut Sofyan Polisi dan Dishub juga susah.

Makanya sekarang dilakukan normalisasi.

Karena sebelum digusur, surat pemberitahuan sesuai SOP sudah diberikan. 

"Sudah tiga kali kita beritahukan surat pemberitahuan kepada para pedagang dan pengosongan juga, tapi tidak ada diindahkan," beber Sofyan. 

"Tapi, Alhamdulillah pedagang tadi sadar dan mengeluarkan barang-barang mereka sendiri sebelum digusur dan penggusuran telah selesai," tutup Sofyan

Sumber: https://medan.tribunnews.com/2019/08/07/wajah-kasatpol-pp-disiram-minyak-panas-saat-tertibkan-pedagang-warkop-elisabeth

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1565404539387Polda Metro Jaya saat menggelar konferensi pers kasus penipuan berkedok notaris palsu di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Agustus 2019. Lokasi itu dipilih karena menjadi kantor PPAT yang juga palsu. TEMPO/M Julnis Firmansyah

Jakarta - Polda Metro Jaya mengembangkan kasus penipuan dengan modus notaris palsu. Dari tiga orang korbannya saja, polisi mengungkap anggota sindikat ini berhasil meraup uang Rp 214 miliar. Jumlah korban itu disebutkan bertambah lewat pelaporan baru.

Satu di antara para korban sindikat penipuan properti ini adalah VYS yang berniat berniat menjual rumahnya di Jalan Kebagusan Raya, Jakarta Selatan, seharga Rp 15 miliar. Pada awal Maret 2019, VYS didatangi tersangka DH atau yang sebelumnya hanya disebut D. 

"DH memiliki peran sebagai calon pembeli dan yang menjaminkan sertifikat hak milik rumah korbannya," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di kawasan Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Agustus 2019.

DH lalu berpura-pura membeli rumah VYS melalui perantara notaris palsu mengaku bernama Idham yang diperankan. Untuk meyakinkan korbannya, DH memberikan uang tanda jadi sebesar Rp 500 juta dengan disaksikan DR  yang menggunakan alamat kantor di Tebet, Jakarta Selatan. 

Dalam kesempatan itu, DH juga meminta VYS meminjamkan sertifikat asli untuk dicek keasliannya oleh seorang Pejabat Pembuat Akte Tanah yang diperankan Santi Triana atau S di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Santi menggunakan alamat kantor di kawasan Blok M, lokasi konferensi pers Argo hari ini.

Belakangan sertifikat tanah milik VYS itu digadaikan sindikat di Koperasi Simpan Pinjam Nusantara senilai Rp 5 miliar. Selain itu, sertifikat juga telah berubah nama kepemilikannya menjadi DH.

VYS menyadari menjadi korban penipuan saat menyurati BPN soal nasib sertifikat tanahnya yang tengah diperiksa. "Sehingga saat ini korban kehilangan hak atas tanahnya karena sudah dibalik nama," ujar Argo. 

Dari para tersangka polisi menyita barang bukti berupa sertifikat Hak Milik No. 1197/Kebagusan Atas Nama VYS yang sudah dipalsukan, tanda Terima dengan Kop Kantor Notaris Dr. H. Idham tertanggal 12 Maret 2019, surat dari Kantor BPN Kota Administrasi Jakarta Selatan, PPJB No.67 tanggal 08 April yang dibuat dihadapan Dr. H. Idham, S.H.

Bersama penyitaan itu, para tersangka penipuan dijerat Pasal 263 KUHP dan atau Pasal 266 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dan Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama enam tahun. 

Sumber: https://metro.tempo.co/amp/1234056/modus-notaris-palsu-setor-uang-500-juta-kantongi-shm-rumah-15-m?utm_term=Autofeed&utm_medium=Echobox&utm_source=Twitter&__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1565158108902Polres Bogor bersama Polsek Parung Panjang melakukan penindakan penilangan kepada supir truk yang masih berusia 15 tahun di Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/8).

BOGOR -- Satuan lalu lintas Polres Bogor bersama Polsek Parung Panjang menilang sopir yang masih berusia 15 tahun. Remaja itu nekad mengemudi kendaraan  truk yang melintas di desa lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.

"Kami melakukan penindakan penilangan terhadap pengendara tersebut dan memanggil supir asli yang seharusnya mengendarai truk tersebut, berkendara dibawah umur sangatlah membahayakan bagi keselamatan dirinya dan juga orang lain," tutur Kasat Lantas Polres Bogor AKP M Fadli Amri, Selasa (6/8). 

Saat ini, kendaraan truk bernomer polisi (Nopol) A 9071 ZX diamankan di Mako Polsek Parung Panjang. Fadli mengatakan para pemilik kendaraan dan sopir kendaraan dipanggil ke polsek untuk dimintai keterangan.

Pihaknya akan melakukan penindakan hukum secara tegas kepada pemilik kendaraan jika kembali menemukan pengemudi dibawah umur. Selain itu, dia meminta, agar masyarakat juga berpartisipasi dalam menjaga ketertiban. 

"Masyarakat silahkan apabila menemukan dan mengetahui segera melapor ke petugas terdekat, kami akan langsung lakukan penindakan," tuturnya. 

Polres Bogor bersama Polsek Parung Panjang melakukan penindakan penilangan kepada supir truk yang masih berusia 15 tahun di Desa Lumpang, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/8).
photo

Fadli menjelaskan, Satlantas Polres Bogor dan Polsek Parung Panjang akan meningkatkan pengawasan. Sehingga, kejadian serupa tak lagi terulang.

“Kami juga ingin mengajak pihak terkait untuk bersama peduli terkait permasalahan ini, karena memang yang bersangkutan merupakan anak putus sekolah dan saat ini hidup sebatang kara untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, anak tersebut juga butuh perhatian,” tutur Fadli.

Sumber: https://m.republika.co.id/amp/pvtiur380?__twitter_impression=true

0
0
0
s2sdefault