fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210222 130142

SitindaonNews.Com | Polisi menetapkan dua orang berinisial RS (43) dan SP (42) sebagai tersangka perdagangan bayi di Kota Medan yang berhasil diungkap beberapa waktu lalu.

RS dan SP ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil pengembangan dari tersangka A (42) yang terlebih dahulu diamankan.

"RS dan SP berprofesi sebagai bidan. Penetapan tersangka setelah dilakukan gelar," kata Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Sumut AKBP Simon P Sinulingga, di Medan, Jumat.

Saat mengamankan kedua tersangka, petugas menemukan bayi berusia tiga minggu yang selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Total sudah dua bayi yang berhasil diamankan dari para tersangka.

Ia menjelaskan bahwa tersangka SP berperan menjual bayi pada tersangka RS.

Kemudian RS menjualnya kepada tersangka A. "Ada bukti transfer sebesar Rp13 juta dan tersangka juga sudah mengakui. Ini sindikat penjualan bayi. Kami masih terus dalami untuk membongkar kasus ini," tuturnya.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan orang tua bayi.

"Apakah bayinya dijual, diculik atau apa, kita kan belum tahu. Semoga orang tua bayi ditemukan," ujarnya.

Sebelumnya, Subdit IV/Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara mengungkap perdagangan bayi di kawasan Asia Mega Mas, Kota Medan pada Senin (15/2).

Petugas mengamankan tersangka A beserta barang bukti berupa dua handphone, uang Rp3.682.000, KTP dua lembar, SIM dan STNK motor.

Sumber: jpnn.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

6030c45212fa4Kapal motor penyeberangan (KMP) Bili yang beropeasi di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar) terbalik atau tenggelam, Sabtu (20/2/2021) sekitar pukul 14.00 WIB. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi membenarkan peristiwa tersebut. Menurut dia, saat ini tim masih dalam perjalanan ke lokasi.(KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA)

SitindaonNews.Com | Tim penyelamat diterjunkan untuk mencari kemungkinan adanya korban dalam musibah terbaliknya Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bili di Dermaga Perigi Piai, Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat ( Kalbar), Sabtu (20/2/2021) pukul 14.00 WIB.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Yopi Haryadi menuturkan, tim belum mengetahui penyebab terbaliknya kapal tersebut. Timnya sedang fokus pada upaya pencarian.

"Kami belum mengetahui pasti penyebabnya. Saat ini, tim gabungan fokus untuk mencari apakah masih terdapat korban yang terjebak di kapal tersebut dan belum sempat menyelamatkan diri," terang Yopi, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu sore.

Yopi menerangkan, peristiwa kecelakaan tersebut terjadi cukup cepat.

"Kejadiannya cukup cepat, tim penyelamat kami dari Pos Sintete sudah menuju lokasi kapal feri terbalik tersebut," ujar Yopi.

Pihaknya belum mengetahui apakah ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Yopi memastikan, pembaharuan informasi selanjutnya akan disampaikan sesegera mungkin.

"Saat ini kami fokus kepada korban. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan nanti," ujar Yopi.

Yopi menuturkan, tim penyelamat Pos Sintete bergerak menuju Dermaga Perigi Piai dengan menggunakan rigid inflatable boat, dilengkapi dengan peralatan medis, peralatan navigasi, peralatan komunikasi, peralatan evakuasi, peralatan selam dan alat pelindung diri Covid-19.

“Unsur yang terlibat Pos Sintete, KSOP Sintete, Polsek Tebas, Tagana Tebas dan masyarakat,” tutup Yopi.

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

5ea93f5ee2e87Ilustrasi Uang

SitindaonNews.Com | Ratusan warga di tiga desa Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, mendapat "durian runtuh" setelah menjual tanah mereka ke PT Pertamina.

Lahan yang dijual itu masuk dalam proyek pembangunan kilang minyak new grass root refinery (NGRR) Pertamina yang bekerja sama dengan perusahaan asal Rusia.

Warga yang mendapat "durian runtuh" itu berasal dari tiga desa, Desa Sumurgeneng, Desa Wadung, dan Desa Kaliuntu.

Setelah menerima uang ganti untung pembebasan lahan, masing-masing warga punya cara sendiri menikmati uang tersebut.

Sebagian besar memborong mobil, membeli tanah, dan membangun rumah. Beberapa di antara mereka juga merenovasi rumah dan menyimpan uang di bank.

Salah satu warga Desa Wadung, Kecamatan Jenu, Sodir merupakan salah satu di antara ratusan orang yang menjual lahan kepada PT Pertamina.

Lahan Sodir yang terkena pembebasan seluas 10 meter persegi x 200 meter persegi. Lalu pekarangan rumahnya seluas 17 meter persegi x 70 meter persegi.

Dari luas tanah itu, Sodir mendapat uang sebanyak Rp 4 miliar.

Tetapi, bukannya merasa untung, Sodir justru merasa tekor.

"Kalau dihitung ya tekor, tanahnya dibeli harganya Rp 600.000 awalnya, kalau beli tanah lagi di tempat lain harganya naik," kata Sodir saat ditemui Kompas.com, Rabu (17/2/2021).

Sodir telah mencoba membeli tanah di desa tetangga, tetapi harganya lebih mahal ketimbang biaya pembebasan yang didapat dari PT Pertamina.

"Bahkan, sekarang harga tanah Rp 1,5 juta per meternya," kata Sodir.

Tak pernah menolak
Sodir merupakan salah satu warga yang sejak awal menerima lahan dan rumahnya dibebaskan untuk pembangunan kilang Pertamina.

Ia pun harus pindah ke tempat lain. Karena tak ada penolakan, proses pembayaran pembebasan lahan sudah lebih awal dan tidak ada kendala.

Sodir mengaku, dirinya hanya mengikuti arahan dari pemerintah desa bahwa lahan dan rumahnya masuk dalam wilayah proyek pembangunan kilang.

"Saya tahunya waktu itu tanahnya dibeli dan rumahnya disuruh pindah, ya pindah saja yang penting dikasih uang," terang Sodir.

Baca juga: Warga Tuban Borong 176 Mobil Bersamaan, Sutrisno: Biar Viral, Biar Ketemu Sama Pak Presiden

Proyek pembangunan kilang minyak NGRR Pertamina yang berada di Kecamatan Jenu itu menelan dana USD 15 miliar hingga USD 16 miliar atau sekitar Rp 225 triliun.

Proyek kilang minyak di Tuban ditargetkan beroperasi pada 2024 memiliki luas mencapai 821 hektar lahan darat yang terdiri dari 384 hektar lahan warga, sisanya adalah lahan KLHK seluas 328 hektare dan lahan Perhutani 109 hektare.

Untuk kebutuhan lahan darat, tersebar di Desa Kaliuntu enam bidang, 562 bidang di Wadung, 566 bidang di Sumurgeneng, Perhutani satu bidang, dan di KLHK satu bidang.

Sumber: -kompas-com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1611195387767Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap menjalani uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Januari 2021. Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Joko Widodo ke DPR untuk menggantikan Jenderal Pol Idham Aziz yang memasuki masa pensiun. TEMPO/M Taufan Rengganis

SitindaonNews.Com | Calon Kapolri Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta tak ada lagi anggota Kepolisian yang berusaha memberikan hadiah kepada pimpinan demi meraih jabatan. Sigit mengatakan jajaran Polri cukup bekerja dengan baik dan mengabdi kepada rakyat.

"Saya sering sampaikan, tidak ada lagi anggota pusing-pusing mikirin apa yang harus saya kasih ke pimpinan. Saya minta di masa saya janganlah berpikir seperti itu," kata Sigit saat fit and proper test di Komisi III DPR, Rabu, 20 Januari 2021.

Sigit menyatakan penilaian dan penempatan akan dilakukan secara proporsional dan berbasis kompetensi. Maka dari itu, dia mewanti-wanti agar anggota Kepolisian tak lagi memikirkan bagaimana mendapatkan jabatan melalui pimpinan.

"Karena sudah ada parameternya, penilaian assesment standarnya. Nanti akan diatur di situ. Anggota cukup bekerja dengan baik," kata Sigit.

Sigit juga menanggapi pertanyaan terkait strateginya menjaga soliditas Kepolisian. Soliditas ini banyak dipertanyakan lantaran ia melewati dua angkatan seniornya untuk menjadi pimpinan Korps Bhayangkara.

Menurut Listyo Sigit, dia akan menjaga proporsionalitas jabatan jajaran Kepolisian. Dia mengatakan proporsionalitas angkatan ini akan dipertimbangkan dengan tetap mendasarkan pada penilaian kompetensi. "Hal ini akan kami atur secara proporsional, senior juga tetap memiliki ruang, junior yang berprestasi juga kami berikan kesempatan. Kami uji dan lihat dari kompetensi, namun proporsional akan kami lakukan," ujar dia.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210111 195647Ilustrasi alat hisap sabu atau bong

SitindaonNews.Com | Warga menggerebek tiga oknum polisi sedang pesta narkoba jenis sabu di sebuah rumah kosong di Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara. Peristiwa itu terjadi pada Selasa 5 Januari 2021 dan video penggerebekan viral di media sosial.

Peristiwa itu dibenarkan oleh Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Hadi Wahyudi kepada wartawan di Medan, Senin 11 Januari 2021. Tiga oknum itu, ia mengatakan, tengah diperiksa oleh Bidang Propam Polda Sumut.
"Ada (benar) sekelompok masyarakat melakukan penggerebekan terhadap anggota Polri," tutur Hadi.

Namun, Hadi enggan membeberkan identitas tiga oknum polisi yang tertangkap warga sedang asyik pesta narkoba itu. Ia menjelaskan bahwa ketiganya dengan perincian satu orang bertugas di Polsek Panai Tengah dan dua orang lainnya anggota Pol Air Polres Labuhan Batu.

Mereka disebutkan ada yang berpangkat bripka dan juga brigadir. "Ketiga orang ini sudah meresahkan masyarakat sekitar. Kemudian masyarakat melakukan penangkapan dan melaporkan ke polres setempat," sebut Hadi.

Hadi mengungkapkan, seluruh oknum polisi diamankan itu, akan diproses secara hukum dan kode etik di Polri. Meski pihak kepolisian kembali enggan menyebutkan untuk barang bukti yang diamankan.

"Pidananya kita proses, karena ini kasus atensi kali. Bapak kapolda menekankan bahwa tidak ada tempat terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika, siapa pun orangnya," kata Hadi.

Hadi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang peduli dengan pemberantasan narkoba. Apalagi, melibatkan penegak hukum seperti oknum Polri tersebut. Sudah dipastikan diharamkan menggunakan narkoba.

"Kami menyampaikan terima kasih karena telah membantu petugas kepolisian melakukan hal seperti ini. Kami (juga) terus mengimbau kepada masyarakat jika menemukan oknum siapa pun itu, untuk segera melaporkan ke kami untuk ditindak lanjut," ungkap Hadi.

Sumber: .viva.co.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1610257380633

DIA KINI SEDANG BERDOA DI GEREJA MAHA DAMAI

Ini Diego Mamahit, sang copilot. Sesungguhnya, saat itu bukanlah jadwal terbangnya - sebab jadwalnya adalah malam.

Dia mengubah dan pindah jadwal agar bisa ke gereja pagi esoknya. Maka terjadilah misteri penyelenggaraan Illahi. Terjadilah musibah itu.

Namun kini Diego sungguh berada di "Gereja-Nya" yang maha kudus dan abadi. Keinginannya yang indah dan kudus untuk ke "gereja" pagi terpenuhi.

Selamat memuji Dia di gereja maha damai Diego...

By : HT

Sumber" https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=3761097290623399&id=100001694961139

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210103 131649

SitindaonNews.Com | Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan ruang rawat inap di Tower 4, 6, dan 7 Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta terisi 3.226 pasien dari 4.424 tempat tidur yang tersedia atau 72,92 persen pada Minggu, 3 Januari 2021.

"Pasien rawat inap terkonfirmasi positif di Tower 4, 6 dan 7 (sebanyak) 3.226 orang, 1.668 pria, 1.558 wanita," ujar Aris dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Lebih lanjut, Aris mengatakan 857 orang mengisi ruangan isolasi mandiri Tower 5 RSD Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta pada Minggu (3/1), terdiri dari 504 pria dan 353 wanita.

Berdasarkan data tempat tidur yang dibagikan Kepala Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian pada 21 September 2020, Tower 6 memiliki 1.300 tempat tidur, Tower 7 memiliki 1.578 tempat tidur, Tower 4 Wisma Atlet memiliki 1.546 tempat tidur, dan Tower 5 memiliki 1.570 tempat tidur.

Pemerintah pertama kali membuka Tower 6 dan 7 Wisma Atlet sebagai Rumah Sakit Darurat khusus penanganan COVID-19 sejak 23 Maret 2020.

Tower tersebut yang digunakan sebagai ruang rawat inap pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang.

Kemudian, pemerintah membuka lagi Tower 4 dan 5 yang dikhususkan menjadi ruang karantina pasien dengan kondisi tanpa gejala (asimtomatis) dan pasien yang tidak punya tempat untuk melakukan isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi COVID-19.

Tower 5 lebih dulu dioperasikan untuk isolasi mandiri, yaitu pada 15 September 2020. Selanjutnya, Tower 4 baru mulai dioperasikan pada 21 September 2020.

Namun pada Senin (30/11), Kepala Sekretariat RSD COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Kolonel Kesehatan Laut dr R M Tjahja Nurrobi menginformasikan adanya alih fungsi Tower 4 sebagai ruang perawatan pasien, bukan lagi sebagai ruang isolasi mandiri.

Kemudian pada Selasa (22/12), Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin juga menginformasikan alih fungsi Tower 5, semula ruang isolasi mandiri menjadi ruang perawatan cadangan (spare) untuk merawat pasien dengan gejala COVID-19.

Alih fungsi tersebut disebabkan jumlah pasien bergejala COVID-19 di tiga tower (ruang rawat inap tower 4, 6, dan 7) sudah lebih dari 75 persen. Sehingga praktis sejak itu, RSD Wisma Atlet tidak menerima pasien dengan kondisi tanpa gejala (asimtomatis).

Sejak beroperasi pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021, RSD Wisma Atlet memiliki 40.336 pasien yang terdaftar melakukan perawatan COVID-19.

Dari jumlah tersebut, 36.539 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Sedangkan, dari 23.151 orang pasien yang terdaftar di Tower 5 RSD Wisma Atlet sejak 15 September 2020, 22.241 orang dinyatakan sembuh dari COVID-19.

Aris mengatakan RSD Wisma Atlet juga memberikan rekomendasi rujukan pasien COVID-19 ke RS Penanganan COVID-19 lain yang terdekat.

RSD Wisma Atlet telah merujuk pasien ke Rumah Sakit Penanganan COVID-19 lain di DKI Jakarta sebanyak 556 orang sejak dioperasikan pada 23 Maret 2020 sampai 3 Januari 2021.

Sedangkan, pasien meninggal dunia selama perawatan di RSD Wisma Atlet berjumlah 17 orang terhitung sejak 23 Maret tersebut.

Sumber: antaranews.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20201230 185831

SitindaonNews.Com | Seorang oknum anggota polisi diduga menembak istri dan anaknya, lalu bunuh diri. Kejadian tersebut terjadi di rumah di Jalan Tirta Mulya Satu, RT02/03 No 65, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (30/12).

Seorang saksi mata, Ketua Pokdarkhamtibmas Sektor 731, Kondang, mengatakan, warga digegerkan dengan suara tiga kali tembakan yang berasal dari rumah oknum polisi berinisial Aiptu STP (57). "Saya dengar tiga kali tembakan dan teriakan," ujar Kondang, Rabu (30/12).

Dia menambahkan, diduga pelaku yang merupakan anggota kepolisian, menembak anggota keluarganya. Kemudian, dia mengakhiri hidupnya dengan menembak dirinya sendiri. "Infonya, korban istrinya dan seorang anaknya yang juga anggota polisi," terang Kondang.

Korban penembakan yakni istrinya CR (55) dan anaknya yang juga anggota polisi berinisial Bripda RKA (21). "Telah terjadi dugaan penembakan kemudian pelaku melakukan bunuh diri. Dua orang korban merupakan istri dan anaknya," kata Kapolrestro Depok, Kombes Pol Azis Andriansyah.

Pelaku yang bertugas di Polsek Tebet bunuh diri dengan luka tembak dibagian mulut tembus ke leher. Sedangkan korban CR mengalami luka tembak dibagian lutut bagian kanan dan sedang dirawat di RS Hermina Depok untuk dilakukan pertolongan pertama. 

"Korban Bripda RKA tertembak dibagian paha kanan dan didada sebelah kanan. Korban saat ini dirawat di RS Hermina untuk dilakukan pertolongan pertama. Sedangkan mayat pelaku dibawa ke RS Polri Kramat Jati Jakarta," kata Azis. 

Hingga saat ini, pihak kepolisian Polrestro Depok sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut, dan sementara lokasi kejadian dipasang garis police line. "Kami sedang meminta keterangan saksi-saksi untuk mengetahui motif kejadiannya," ucap Azis

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20201222 164358

SitindaonNews.Com | Presiden Joko Widodomelakukan kocok ulang atau  reshuffle Kabinet Indonesia Maju. Sejumlah menteri lama dicopot dan digeser posisinya, dan ada pula orang baru yang diangkat untuk membantu kerja-kerja pemerintahan hingga 2024 mendatang.

Mereka semua diperkenalkan di Istana Negara, Jakarta pada hari ini, Selasa (22/12). Berikut daftar menteri Kabinet Indonesia Jilid 2 hasil kocok ulang atau reshuffle.

Selamat bekerja dan mengemban amanah nggih bapak/ibu para menteri baru:

* Menteri Sosial (Mensos) : Tri Rismaharini (menggantikan Juliari Batubara)⁣

* Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) : Sandiaga Uno (menggantikan Wishnutama Kusbandio)⁣

* Menteri Kesehatan (Menkes) : Budi Gunadi Sadikin (menggantikan Terawan Agus Putranto)⁣

* Menteri Kelautan dan Perikanan KP/KKP) : Sakti Wahyu Trenggono (menggantikan Edhy Prabowo)⁣

* Menteri Agama (Menag) : Yaqut Cholil Quomas (menggantikan Fachrul Razi)⁣

* Menteri Perdagangan (Mendag) : M. Lutfi (menggantikan Agus Suparmanto)⁣

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

2595225438Mitsubishi L300 terperosok semak-semak, pengemudi enggak ditolong justru diikat warga bersama kerbau di bak (TribunMedan.com/Istimewa)

SitindaonNews.Com | Pengemudi bukan ditolong, justru diikat bersama kerbau di bak usai Mitsubishi L300 yang dibawanya terperosok ke semak-semak.

Peristiwa ini disebutkan terjadi di jalan lintas Sumatera, desa Marga aruan, Laguboti, Toba, Sumatera Utara, (16/12/20).

Insiden kecelakaan ini dibenarkan oleh Kasatlantas Polres Toba, AKP Viktor Siagian.

"Benar kejadianya hari ini," ujar AKP Viktor Siagian.

Anehnya, pengemudi bukan ditolong tapi justru diikat oleh warga bersama kerbau yang dibawa di bak belakang.

Ternyata, aksi warga tersebut bukan tanpa alasan.

Sebab kerbau yang diangkutnya tersebut disebut hasil curian dan pengemudi berusaha kabur menggunakan L300 tersebut lalu kecelakaan terperosok ke semak-semak.

Pengemudi diketahui bernama Irwan Gunawan dari identitas yang tertera di SIM A yang dibawanya.

Kata Viktor Siagian, diduga L300 bernopol BL 8246 ZF ini dikabarkan sempat memuat satu ekor kerbau hasil curian pada pukul 04.00 WIB.

L300 itu kemudian dikejar oleh warga. Sang pengemudi berupaya melarikan diri hingga akhirnya menabrak pengendara motor dan terperosok ke semak-semak.

"Diduga maling kerbau, lalu dikejar sama masyarakat," tutur Viktor Siagian.

Saat ini, kata Viktor Siagian, pengemudi yang diduga sebagai tersangka tersebut ditahan di Polsek Laguboti.

Sedangkan Satlantas Polres Toba fokus menangani kasus kecelakaan yang terjadi.

"Kasus beratnya di Polsek Laguboti, dan sama kami kasus lakalantas-nya. Jam setengah 4 pagi kejadiannya," terang Viktor.

Terlihat, warga menahan L300 tersebut hingga polisi datang, termasuk pengemudinya diikat bersama kerbau curian di bak.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Toba, AKP Nelson Sipahutar mengatakan sedang berkordinasi dengan Polsek Laguboti.

Sumber: gridoto.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20201206 082639

SitindaonNews.Com | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan uang sekitar Rp14,5 miliar terkait kasus korupsi yang menjerat Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara (JPB).

"Dari hasil tangkap tangan ini, ditemukan uang dengan pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing, masing-masing sejumlah sekitar Rp11,9 miliar, sekitar 171.085 Dolar AS (setara Rp2,420 miliar), dan sekitar 23.000 Dolar Singapura (setara Rp243 juta)," ucap Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Minggu dini hari.

KPK telah menetapkan lima orang sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan sesuatu oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Kementerian Sosial RI terkait bantuan sosial (bansos) untuk wilayah Jabodetabek 2020.

Selain Juliari, pejabat pembuat komitmen (PPK) di Kemensos Matheus Joko Santoso (MJS) dan Adi Wahyono (AW) serta dari pihak swasta Ardian I M (AIM) dan Harry Sidabuke (HS) juga telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Pada kegiatan tangkap tangan ini, tim KPK telah mengamankan enam orang pada Sabtu, 5 Desember 2020, sekitar jam 02.00 WIB, di beberapa tempat di Jakarta," ucap Firli.

Enam orang itu, yakni Matheus Joko Santoso, Direktur PT Tiga Pilar Agro Utama (TPAU) Wan Guntar (WG), tiga pihak swasta, masing-masing Ardian I M, Harry Sidabuke, dan Sanjaya (SJY) serta Shelvy N (SN) sekretaris di Kemensos.

Firli mengungkapkan pada Jumat (4/12), tim KPK menerima informasi dari masyarakat akan adanya dugaan terjadinya penerimaan sejumlah uang oleh penyelenggara negara yang diberikan oleh Ardian dan Harry kepada Matheus, Adi, dan Juliari.

"Sedangkan khusus untuk JPB, pemberian uangnya melalui MJS dan SN (orang kepercayaan JPB)," kata Firli.

Penyerahan uang tersebut akan dilakukan pada Sabtu (5/12) sekitar pukul 02.00 WIB di salah satu tempat di Jakarta.

Uang itu sebelumnya telah disiapkan Ardian dan Harry di salah satu apartemen di Jakarta dan di Bandung yang disimpan di dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil yang jumlahnya sekitar Rp14,5 miliar.

Selanjutnya, tim KPK langsung mengamankan Matheus, Shelvy, dan pihak-pihak lain di beberapa tempat di Jakarta untuk selanjutnya pihak-pihak yang diamankan beserta uang dengan jumlah sekitar Rp14,5 miliar dibawa ke KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Tersangka penerima Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Kepada Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara kepada tersangka pemberi Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1607169612789Kondisi salah satu lorong dilantai 1 Pusat Pasar Medan keramik pecah dan tergenang air hujan. Foto: Michael Simarmata,  5/12/20

SitindaonNews.Com | Banjir Telah Menghancurkan Harapan Pedagang Tradisional Pusat Pasar Medan.

Pusat Pasar Medan, pasar tradisional terbesar di Kota Medan bahkan di Sumatera, ada 5000 ribuan pedagang beraktifitas di pasar ini.

BACA JUGA: PEDAGANG PUSAT PASAR MEDAN MENJERIT SEPI PENGUNJUNG HINGGA FASUM YANG BERALIH FUNGSI DAN PARKIR MOBIL YANG MENCEKIK

Dari tahun ke tahun kawasan dan lingkungan di pasar ini semakin memprihatinkan, fasilitas dan sarana publik yang tidak nyaman, terkesan kumuh dan jorok, parkir yang semrawut, utamanya roda dua yang parkir di trotoar bahkan di dalam gedung.

BACA JUGA: PERSATUAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL SUMATERA UTARA P3TSU UNIT PUSAT PASAR MEDAN AKAN MENDUKUNG CALON WALIKOTA YANG PEDULI DENGAN PEDAGANG TRADISIONAL

Jika hujan dapat dipastikan lantai 1 gedung banjir dengan genangan air, barang dagangan menjadi korban, pedagang rugi besar.

Peristiwa seperti ini sudah bertahun tahun tapi tidak ada perubahan atau perbaikan yang berarti, malahan tambah parah dengan musim hujan beberapa hari terakhir ini.

BACA JUGA : SEMRAWUTNYA PARKIR DI KAWASAN PUSAT PASAR MEDAN

Akankah Walikota Medan terpilih nanti peduli dengan nasib atau kelanjutan usaha para pedagang tradisional di Kota Medan ini, tentukan nasibmu tanggal 9 Desember 2020 nanti...

0
0
0
s2sdefault