fbpx

0
0
0
s2sdefault

1579997509106

SitindaonNews.Com | PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk dalam rangka menyambut ulang tahun yang ke-71, maskapai pelat merah itu memberikan diskon pembelian tiket pesawat hingga 71 persen. Pemberian diskon ini berlaku hampir di semua rutenya rute baik domestik maupun internasional.

"Penawaran khusus tersebut merupakan bagian dari komitmen Garuda Indonesia sebagai National Flag Carrier dalam memberikan nilai tambah bagi para pengguna jasa yang selama ini telah mendukung Garuda Indonesia dengan selalu menggunakan layanan penerbangan Garuda Indonesia hingga menginjak usia ke-71 tahun ini," kata Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, melalui siaran pers, Sabtu, 25 Januari 2020.

Irfan menjelaskan, sebagai maskapai pelat merah tidak hanya berfokus kepasa pengembangan bisnis, namun pihaknya terus berupaya bagaimana mendukung pemerintah dengan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui sektor wisata.

"Kiranya melalui program ulang tahun ini, Garuda Indonesia dapat lebih menjangkau seluruh masyarakat Indonesia," ucap Irfan.

Adapun promo potongan harga ini khusus berlaku bagi pembelian tiket pada 26 Januari dengan periode perjalanan mulai dari 26 Januari hingga 14 Mei 2020.

Guna mendapatkan diskon 71 persen, pelanggan harus anggota GarudaMiles dan melakukan penukaran mileagenya pada tanggal 26 Januari 2020 dengan menggunakan kode promo GIAMILES71 dan otomatis harganya akan terpotong.

Lalu bagi pelanggan menggunakan kartu BNI, Mandiri dan Citibank, dengan memasukan kode promo GIA71 maka mendapatkan tambahan diskon hingga Rp 315 ribu untuk pembelian tiket pesawat Garuda Indonesia.

Kemudian bagi pelanggan yang menggunakan jasa asuransi Garuda Indonesia Travel Insurance dari Allianz maka mendapat potongan harga senilai Rp 260 ribu.

Selain memberikan potongan harga sampai 71 persen, Garuda Indonesia juga memberikan tambahan bagasi sebesar 10 kilogram khusus untuk beberapa rute internasional yaitu Singapura, Hong Kong, London, Kuala Lumpur, Bangkok, Guangzhou, Sydney, Melbourne dan Perth.

Melalui promo diskon ini, kata Irfan, guna menjawab dari ekspektasi masyarakat kepada Garuda Indonesia. "Kami berharap melalui penawaran spesial ini para pengguna jasa dapat turut bersuka cita atas bertambahnya usia Garuda Indonesia," tuturnya.

Para pengguna jasa bisa mendapatkan penawaran istimewa tersebut melalui seluruh saluran penjualan Garuda Indonesia yaitu laman www.garuda-indonesia.com, Mobile App Garuda Indonesia, Sales Office dan Contact Center di nomor 0804 180 7807.
Untuk informasi lebih lanjut, para pengguna jasa dapat mengunjungi tautan ini http://bit.ly/hutga71.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1579910616119Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra (tengah) bersama enam direktur lainnya dalam acara temu media di kantor Garuda Indonesia, Tangerang, Kamis, 23 Januari 2020. TEMPO/Francisca

SitindaonNews.Com | PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk akan mencari utang baru untuk menutupi utang lama yang jatuh tempo Mei 2020. Totalnya mencapai US$ 500 juta atau sekitar Rp 6,82 triliun. 

“Kami lagi perpanjang, restructuring, kami akan raise fund lagi,” kata Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra usai bertemu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020.

Namun Irfan memastikan, utang baru yang akan dicari perusahaan tidak akan sebesar Rp 6,8 triliun. Sebab, sebagian utang lama tersebut akan dibayar dengan kas perusahaan. “Tapi mayoritas tetap (dibayar) dengan utang baru,” kata dia.

Sebelumnya, anggota Ombudsman Alvin Lie mengingatkan sejumlah hal kepada direksi baru Garuda soal utang Rp 6,8 triliun ini. Menurut Alvin, utang ini tidak akan mungkin dibayar dari modal atau hasil bisnis Garuda. Kemungkinan akan dibayar lewat utang baru. “Nah, utang baru ini harus lebih murah dari utang lama,” kata dia.

Tak hanya soal utang, Alvin juga meminta Irfan Cs untuk memperkuat rasa kebersamaan di Garuda Indonesia. Saat ini, kata dia, ribuan karyawan Garuda masih terkotak-kotak. “Ada yang merasa lebih Garuda dari yang lain,” kata dia.

Ketiga, ia meminta Garuda Indonesia juga dijauhkan dari campur tangan politik. Meski menjadi BUMN, kata Alvin, tapi sebaiknya Garuda fokus menjalankan tugas-tugas dari negara.

Keempat, Alvin meminta Garuda Indonesia melakukan peremajaan pesawat. Saat ini, kata dia, rata-rata umur pesawat di Garuda mencapai 8 hingga 10 tahun. Dari aspek keselamatan sebenarnya tidak ada masalah. “Tapi efisiensi dan daya tarik maskapai ini ke depannya jadi menurun,” kata dia.

Sumber: tempo.co

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

163338 anadepan

SitindaonNews.Com | Jatuh bangun adalah hal biasa dalam berusaha. Bahkan saat terjerembab ke dasar ngarai kegagalan, semangat tak boleh padam. Sebab, di balik pengalaman buruk niscaya lahir pelajaran berharga.

Jiwa pantang menyerah membuat Ana Riswati (36) mampu bertahan melawan keputusasaan. Hingga akhirnya dia sukses menaklukan pangsa ekspor untuk produk arang buatannya.

Berpenampilan biasa dan jauh dari make up tak membuat Ana kehilangan keanggunan sebagai wanita. Pun saat ditanya tentang awal muasal bisnisnya, perempuan dengan rambut sebahu ini tampak tersipu.

Terkenang masa-masa sulit mengawali usaha, kalimatnya mengalir tanpa henti. Sesekali tutur katanya tertahan, berganti tawa lirih.

"Beberapa kali jatuh bangun. Penyebabnya salah perhitungan. Biaya pembelian dengan penjualan tidak sebanding. Jadinya rugi melulu," ujar Ana tersenyum saat ditemui detikFinance di rumahnya Desa/Kecamatan Pringkuku, Senin (21/4/2014) siang.

Mimpi kecil Ana bermula saat mendengar keluhan rekannya kesulitan memenuhi permintaan arang. Tanpa modal pengalaman, Ana memberanikan diri memproduksi komoditas berbahan kayu tersebut.

Tidak itu saja, dirinya juga membeli arang bikinan warga sekitar untuk disetor ke pengepul. Lambat laun usaha Ana kian besar. Seiring laju pertumbuhan bisnisnya, perusahaan UD Sri Bintang milik Ana kebanjiran order.

"Awalnya saya jual di pasar lokal saja. Lama-lama makin banyak yang datang ngasih order. Sampai kewalahan juga memenuhinya," tambah perempuan yang masih memilih sendiri ini.

Sadar kekurangan yang dimiliki, Ana tak segan belajar kepada mereka yang lebih dulu sukses menekuni bisnis pembuatan arang. Sedikitnya ada 4 nama yang pernah menjadi tempat Ana menimba ilmu.

Sebagian berasal dari daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Ilmu yang didapat lantas dipadukan untuk menghasilkan formula arang khas buatan Ana.

Berkat keuletan mencoba, produk arang buatan Ana begitu terkenal di mana-mana. Jaringan pun sukses dibangun. Tak hanya di dalam negeri, perusahaan Ana juga dipercaya menyuplai kebutuhan ekspor.

Produk arang yang dikemas lengkap dengan pemantik api secara rutin dikirim ke Korea Selatan maupun beberapa negara Timur Tengah. Seperti Arab Saudi, Kuwait, dan Lebanon. Untuk Korea Selatan saja, tiap bulannya Ana harus menyediakan sedikitnya 3 peti kemas arang kualitas super.

"Kunci kepercayaan konsumen adalah jika kita dapat mempertahankan kualitas," ucap perempuan kelahiran Maret 1977 terkait kiat suksesnya.

Untuk menjaga mutu, Ana tak pernah berhenti berinovasi. Ini termasuk pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pengeringan. Kini, hampir 70% produk arang dihasilkan dengan menggunakan oven.

Kelebihannya, kadar air dalam arang relatif lebih rendah dibanding menggunakan cara konvensional. Selain itu, saat ditimbang beratnya lebih banyak daripada arang yang dibuat dengan cara dibakar.

Memang, roda produksi tak selamanya mulus. Apalagi jika memasuki musim penghujan. Karena kondisi medan licin, kendaraan pengangkut acap kali tak mampu menembus lokasi tempat bahan baku berada. Tentu saja, pengiriman bahan baku tersendat.

Meski belum semua angan tercapai, namun Ana mengaku sangat bersyukur. Wanita lulusan Diploma 3 Akuntansi ini bangga mampu berkarya. Tak hanya berguna bagi diri sendiri dan keluarga, usaha yang ditekuninya sejak tahun 2008 juga menjadi sandaran hidup bagi 26 karyawannya yang sebagian besar perempuan.

Obsesi berikutnya membangun pabrik arang dengan tungku berkapasitas banyak. Sehingga mampu memenuhi permintaan dalam jumlah besar.

"Semua pengusaha pasti berpikir untung besar. Tapi buat saya ada yang tidak kalah penting. Yaitu menjaga agar perusahaan tetap berproduksi dan karyawan tetap bisa bekerja," pungkas Ana tentang perusahaannya yang beromzet Rp 210 juta per bulan.

Sumber: detik.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200124 185915

SitindaonNews.Com |  ITB (Institut Teknologi Bandung), UGM (Universitas Gadjah Mada), IPB (Institut Pertanian Bogor), ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) dan UI (Universitas Indonesia) merupakan 5 universitas terbaik versi Kemeristekdikti tahun 2019.

Kemenristekdikti kala itu telah mengumumkan klasterisasi/pemeringkatan pada perguruan tinggi Indonesia 2019 (16/08/2019) dengan menggunakan beberapa indikator nilai, di antaranya; 

Kinerja Input: 15 persen.

Proses: 25 persen.

Kinerja: output 25 persen.

Outcome: 35 persen.

Jika kamu berencana masuk 5 PTN terbaik tersebut melalui jalur SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri), SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) maupun jalur mandiri, ada baiknya kamu mengetahui besaranbiaya kuliah di kampus yang kamu cita-citakan tersebut.

Dirangkum dari beberapa sumber, berikut gambaran dengan biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) di 5 PTN terbaik; 

1. Institut Teknologi Bandung (skor 3.671 - klaster 1)

Melansir dari laman resmi itb.ac.id, pada dasarnya, UKT Program Sarjana ITB berkisar dari Rp 0 hingga Rp 12.500.000 per semester, kecuali untuk Program Sarjana SBM berkisar antara Rp 0 hingga Rp 20.000.00 per semester.

Dari UKT Program Sarjana yang ditetapkan sebesar Rp 12.500.000 per semester, khusus SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) ditetapkan Rp 20.000.000 per semester.

Namun, mahasiswa juga diberi kesempatan mengajukan keringanan UKT tersebut, dengan besaran keringanan mulai dari 100 persen, 80 persen, 60 persen, 40 persen hingga 20 persen dari UKT, sesuai dengan tingkat kemampuan ekonomi orangtua.

Range UKT ITB per semester

1. Tinggi: Rp 20.000.00 – Rp 40.000.000 untuk program Reguler dan Non-Reguler (Program Internasional) SBM dan Non-SBM.

2. Sedang: Rp 7.500.000 – Rp 10.000.000 untuk semua fakultas di ITB (kecuali proram SBM).

3. Rendah: Rp 0 untuk semua fakultas di ITB.

2. Universitas Gadjah Mada (skor 3.594 - klaster 1)

Merangkum dari laman resmi um. ugm.ac.id dan beberapa sumber, UKT Program Sarjana ITB berkisar dari Rp 0 hingga Rp 22.500.000 per semesternya.

Terbagi 0–6 golongan UKT persemesternya pada UGM. Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 6 khusus bagi orangtua berpenghasilan di atas Rp10.000.000. Golongan sedang yaitu golongan 3 khusus bagi orangtua berpenghasilan Rp 2.000.000 – Rp 3.500.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 0 khusus calon peserta Bidikmisi.

Range UKT UGM per semester:

1. Tinggi: Rp 22.500.000 untuk program studi Pendidikan Dokter.

2. Sedang: Rp 7.000.000 untuk program studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian.

3. Rendah: Rp 500.000 untuk semua program studi.

 

3. Institut Pertanian Bogor (skor 3.577 - klaster 1)

Berdasarkan data dari laman admisi. ipb.ac.id, sesuai dengan peraturan di tingkat nasional, diberlakukan aturan mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT).

UKT adalah bentuk Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang merupakan kontribusi orangtua mahasiswa atas penyelenggaraan pendidikan di IPB yang besarnya ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi sosial-ekonomi mahasiswa bersangkutan dan Biaya Kuliah Tunggal (BKT) tiap program studi.

Besaran UKT nilainya tetap sampai mahasiswa yang bersangkutan lulus dari IPB

UKT Program Sarjana IPB berkisar dari Rp 2.400.000 hingga Rp 12.000.000 per semesternya.
Terbagi 1–5 golongan UKT per semesternya di IPB.

Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 6 biayanya Rp 10.000.000 – Rp 12.000.000, untuk golongan sedang yaitu golongan 3 biayanya Rp 6.000.000 – Rp 8.000.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 1 biayanya Rp 2.400.000.

Range UKT IPB per semester:

1. Tinggi: Rp30.000.000 untuk program studi Kedokteran Hewan.

2. Sedang: Rp12.000.000 untuk program studi Bisnis.

3. Rendah: Rp2.400.000 untuk semua program studi.

 

4. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (skor 3.462 - klaster 1)

Merangkum dari laman resmi smits.its.ac.id dan beberapa sumber, Uang Kuliah Tunggal (UKT) di ITS dibagi dalam 7 (tujuh) kategori yang disesuaikan dengan kemampuan ekonomi orangtua mahasiswa.

UKT diberlakukan untuk semua calon mahasiswa yang diterima di berbagai program studi melalui SNMPTN kecuali Program Studi Double DegreeTeknik Sistem Perkapalan (Marine Engineering).

UKT Program Sarjana ITS berkisar dari Rp 500.000 hingga Rp 7.500.000 per semesternya.

Terbagi 1–7 golongan UKT persemesternya pada ITS. Untuk golongan tertinggi yaitu golongan 7 biayanya Rp 7.500.000, untuk golongan sedang yaitu golongan 4 biayanya Rp 4.000.000, dan untuk golongan paling rendah yaitu golongan 1 biayanya Rp 500.000.

Range UKT ITS per semester:

1. Tinggi: Rp 7.500.000 untuk semua program studi di ITS.

2. Sedang: Rp 4.000.000 – Rp 5.000.000 untuk semua program studi di ITS.

3. Rendah: Rp 500.000 – Rp 1.000.000 untuk semua program studi di ITS.

5. Universitas Indonesia (skor 3.401 - klaster 1)

Merangkum dari laman resmi ui.ac.id dan beberapa sumber, Biaya kuliah di UI ditentukan berdasarkan 2 jenis pengajuan BOP (Biaya Operasional Pendidikan), yaitu BOP Berkeadilan (BOP-B) dan BOP-Pilihan (BOP-P).

BOP-B merpakan mekanisme pembayaran biaya berdasarkan data khusus yang berisi identitas calon mahasiswa, orangtua dan penghasilan orangtua.

Jadi, apabila penghasilan orangtua besar, UKT yang harus dibayarkan pun tidak sedikit, begitu juga sebaliknya.

Sedangkan BOP-P ditentukan berdasarkan kesediaan membayar biaya operasional untuk universitas sebagaimana persetujuan penanggung biaya pendidikan.

Untuk biaya UKT pada mekanisme BOP-Berkeadilan berkisar dari Rp 0 – Rp 7.500.000 yang terbagi dalam 6 kelas. Untuk biaya UKT pada mekanisme BOP-Pilihan berkisar Rp 7.500.000 – Rp 15.000.000 yang terbagi dalam 3 kelas.

Range UKT UI per semester:

1. Tinggi: Rp 12.500.000 – Rp 15.000.000 untuk semua Fakultas Rumpun Sains dan Teknologi dan Kesehatan-IPA, dan Sosial Humaniora-IPS dengan mekanisme BOP-Pilihan.

2. Sedang: Rp 6.000.000 – Rp 7.500.000 untuk semua Fakultas Rumpun Sains dan Teknologi dan Kesehatan-IPA dengan mekanisme BOP-Berkeadilan.

3. Rendah: Rp 0 – Rp 1.000.000 untuk semua Fakultas Rumpun Sains dan Teknologi dan Kesehatan-IPA, dan Sosial Humaniora-IPS dengan mekanisme BOP-Berkeadilan.

Sumber : kompas.com

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

150110420160511 134917 1024x576780x390Jessi Carina   |   President Director & CEO ISS Indonesia Elisa Lumbantoruan dan pegawainya, Karlina yang bertugas sebagai cleaning service, Rabu (11/5/2016).

SitindaonNews.Com | Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PTGaruda Indonesia (Persero) Tbk yang digelar Rabu (22/1/2020), resmi mendapuk Elisa Lumbantoruan sebagai komisaris perusahaan.

Elisa sebenarnya bukan wajah baru di Garuda. Dia pernah menjabat sebagai Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda di antara tahun 2010 dan 2013.

Pasca pensiun dari Garuda di era Menteri BUMN Dahlan Iskan, dia lantas merapat ke PTISS Indonesia, perusahaan jaringan pengelola parkir dan penyedia tenaga kerja outsourchingasal Denmark.

Pria asal Siborong-borong, Tapanuli Utara ini merupakan jebolan Jurusan Matematika Institut Teknologi Bandung (ITB).

Beberapa jabatan mentereng lain yang pernah diembannya yakni menjadi Direktur Utama PT Hewlett Packard Indonesia, Komisaris Independen PT Indosat Tbk dan PT XL Axiata Tbk.

Dikutip dari Kontan, Elisa mengungkapkan, setelah dirinya berhenti dari direksi Garuda Indonesia, pada Juni 2013, ada seorang headhunter yang menawari dirinya untuk bergabung di ISS.

"Waktu itu saya bilang, saya tidak pernah tahu perusahaan ISS, saya juga tidak pernah dengar, saya mau break dulu," tutur Elisa.

Namun, tak berapa lama kemudian, Elisa malah mendapat tawaran dari sahabatnya untuk menjadi advisor di sebuah perusahaan gula rafinasi.

"Saya dapat gaji besar di sana, tetapi kok gak banyak kerjanya, ya sudah saya menjadi Direktur HRD di sana, perusahaan ini bagus, sudah membangun perkebunan tebu seluas 5 hektare dari yang direncanakan 25 hektare. Investasinya mencapai 100 juta dollar AS," kata dia.

Namun, lagi-lagi, headhunter yang sama menghubungi Elisa kembali, mereka meminta Elisa untuk bertemu dengan CEO ISS Holding yang kebetulan datang ke Indonesia pada awal 2015 lalu.

"Saya pikir ketemu saja dulu, saya kok sombong amat kalau tidak mau bertemu, apalagi sudah kedua kalinya," kata dia

Namun, sebelum bertemu, Elisa mulai membuka situs ISS dan mencari tahu soal ISS.

"Saya sampai melakukan survei untuk mengetahui apa hebatnya ISS?" ujarnya.

Elisa kemudian berkunjung ke Supermarket Jogya yang kebetulan parking dan cleaning service-nya ditangani ISS. Dari sana dia melihat ada yang berbeda dengan ISS.

"Mereka selalu menyapa, memberi tahu masih ada tempat kosong untuk parkir, tolietnya bersih dan kering, dan tidak mau diberikan tips, ini pasti ada yang beda," ujar Elisa.

Ketika bertemu CEO ISS Holding, Elisa menceritakan, dirinya banyak ditanya soal karir sebelumnya, termasuk soal masalah dia dengan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar saat itu yang cukup menghebohkan Garuda.

"Kamu ada masalah apa dengan Emirsyah? lalu saya mengatakan, saya tidak ada masalah apa-apa. Saya di Garuda itu dipinang, bukan melamar, kalau saya diberhentikan setelah masa eksten lima tahun dan baru satu tahun diberhentikan itu hak mereka, walaupun saya punya hak untuk bertanya, tetapi saya tidak lakukan," ungkap dia.

Terakhir, kata Elisa, dia pun turut ditanya soal fotonya saat membersihkan pesawat Garuda. Dia menjelaskan, bahwa membersihkan pesawat setiap kuartal I adalah kegiatan rutin direksi. Mungkin

Soal membersihkan pesawat itulah yang membuat CEO ISS Holding terpikat kepada Elisa, dari segala macam karir panjang Elisa.

"Saya menerima pekerjaan ini karena saya ingin membuka lapangan pekerjaan lebih banyak, membuat orang yang tak berarti menjadi berarti dalam hidup mereka dan keluarganya," imbuh dia.

Sumber: kompas.com

0
0
0
s2sdefault