Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 58
Ciri ciri saham mau naik?
Ciri-ciri utama saham yang akan naik meliputi peningkatan volume transaksi, pola grafik harga yang membentuk titik terendah lebih tinggi (higher low), harga yang mulai konsisten bergerak di atas garis rata-rata pergerakan (Moving Average), serta terjadinya akumulasi pembelian oleh investor institusi.
Berikut adalah tanda-tanda spesifik saham yang berpotensi mengalami kenaikan harga:
1. Lonjakan Volume Transaksi
Kenaikan harga yang sehat selalu didorong oleh volume transaksi yang tinggi. Jika volume pembelian tiba-tiba melonjak secara signifikan di atas rata-rata harian, ini mengindikasikan adanya minat beli yang kuat dari pelaku pasar atau institusi.
2. Pola Pergerakan Harga Uptrend (Higher High & Higher Low)
Secara teknikal, saham yang bersiap naik akan membentuk pola tangga ke atas. Ini ditandai dengan:
Higher Low: Titik koreksi harga terendah saat ini lebih tinggi daripada titik terendah sebelumnya.
Higher High: Titik pantulan harga tertinggi saat ini lebih tinggi daripada titik tertinggi sebelumnya.
3. Harga Menembus Area Perlawanan (Breakout Resistance)
Resistance adalah batas atas harga di mana tekanan jual biasanya meningkat. Jika harga saham mampu menembus (breakout) batas atas ini disertai dengan lonjakan volume, ini adalah sinyal kuat bahwa tren kenaikan baru telah dimulai dan harga akan terus naik.
4. Harga Berada di Atas Garis Moving Average (MA)
Garis indikator Moving Average (seperti MA-20 atau MA-50) digunakan untuk melihat tren rata-rata. Jika garis indikator ini mulai mengarah ke atas dan pergerakan harga saham berada di atas garis tersebut, saham tersebut sedang dalam tren naik.
5. Adanya Akumulasi Broker Besar
Pelajari fitur Broker Summary pada platform sekuritas Anda. Jika terlihat broker dengan kode tertentu (biasanya broker asing atau institusi besar) terus-menerus melakukan pembelian bersih (net buy) dalam jumlah masif, ini berarti mereka sedang mengumpulkan barang sebelum harga dinaikkan.
6. Munculnya Sentimen Positif
Dari sisi fundamental atau makro, saham biasanya naik karena didorong oleh berita positif. Ini bisa berupa rilis laporan keuangan yang melampaui ekspektasi (laba naik), pembagian dividen yang besar, ekspansi bisnis, atau sentimen positif di sektor industri terkait.
Ringkasan AI
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 26
UANG HARUS DILAWAN DENGAN UANG! Export SDA satu pintu ini harus sukses siapapun menterinya!
Pemerintah sedang membuat Aturan Export satu pintu supaya Dollar hasil export menumpuk didalam Negeri. Selama ini kan dibiarkan diparkir di negara tetangga. Jika langkah ini Sukses akan membuat Milyaran Dollar parkir di dalam negeri yang biasanya hasil export ini diparkir di negara tetangga.
Aturan export SDA harus ditransfer ke Bank dalam negeri selama minimal 12 bulan ini akan membuat liquiditas Bank-bank kita melonjak drastis, bisa terjadi nilai dollar menjadi Rp.5000 - Rp.10.0000,-/ dollar hanya dalam tempo 12 bulan! Ini dahsyat.
Jadi, aturan export satu pintu ini langkah amat sangat strategis. Lha wong itu SDA memang milik kita sendiri.
Negara yang sangat dirugikan adalah negara kecil yang selama ini menjadi surga para Konglo memparkir dollar hasil export sumber daya alam dan para exportir underinvoicing. Tidak heran jika negara kecil ini sangat ketakutan. Maka Saya tidak kaget, kemaren New Straits Times menurunkan Head Line spectacular " Sell Indonesia" sejalan anjuran asing segera cabut! Dan benar membuat IHSG semakin rontok karena terjadi caputal outflow, pada dumping semua saham milik asing.
Tentu mereka yang dirugikan oleh langkah strategis pemerintah ini akan melawan mati-matian, dengan kekuatan uangnya! Mereka bisa memanfaatkan semua kelemahan kita, seperti rakyat kita ini paling mudah dibodohin, mudah disuap, mudah di adu- domba, dll. Dengan kekuatan uang, mereka bisa berbuat sesuka hati untuk mengacaukan rencana strategis ini. Jadi kesuksesan diatas hanya bisa terjadi apabila kita mampu melawan serangan-serangan para pemilik modal asing yang sedang dumping.
"Uang harus dilawan dengan Uang!"
Sedihnya, nampak dimata saya, kita tidak cukup kaya punya dollar untuk melawan mereka, terbukti rupiah terpuruk terus setelah terjadi Capital outflow. Mereka menarik uangnya dari Indonesia. Solusinya: Kita harus cepat mencari pinjamam dollar keluar untuk membendhung outflow para Investor Asing ini. Jangan nanti uang pinjaman malah terhambur tidak jelas.
Lalu Cara memperbaiki IHSG bagaimana agar menang melawan mereka?
Sekarang mereka para Asing ini sedang dumping semua sahamnya ke Pasar hingga remuk-seremuknya harga saham. Solusinya, Pemerintah harus memiliki banyak uang untuk intervensi, menampung buangan (dumping) Asing ini, agar IHSG dapat dipertahankan, khususnya harga Saham Tambang BUMN seperti TINS, ANTM, TLKM dan BANKING agar tidak ikutan remuk redham, karena Saham BUMN ini dilihat sebagai Indicator fondasi ekonomi kita kuat, jadi jangan dibiarkan ikutan rontok, tetapi justru untuk menyangga IHSG jangan sampai terus meluncur nyungsep yang akan menjadi bahan tertawaan negara tetangga! Dan dikatain, mampus Lo!
Danantara Investment, lembaga2 pensiun, instusi resmi bisa digunakan untuk melakukan langkah intervensi ke Pasar Modal menampung buangan dumping Asing ini. Tidak banyak kok, lebih banyak anggaran MBG. Jangan ada pengkhianat didalamnya yang menghalangi intervensi memperbaiki IHSG, karena itu hanya satu-satunya jalan. Syukur para konglo ikut sadar tidak terus membiarkan Sahamnya hancur berantakan tanpa ada niat buy back.
Mungkin China bisa menolong kasih pinjam uang ke kita, klu Prancis jelas tidak bisa menolong kita. Karena investasi China disini sangat besar, tentunya bisa membantu mengatasi gonjang ganjing ini. Mungkin lho ya. Bentar tak tanyakan Mr. Xi Jinping. Klu Aku konglo sudah pasti akan mengajak mereka bersatu mengatasi masalah ini.
R Noto Widjojo
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 47
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 46
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 53
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 118