fbpx

PARIS VAN SUMATERA

FB IMG 1648110377822

Dulu ketika masih dizaman kolonial, di Indonesia ini sebenarnya ada 2 "Paris". Satu "Paris van Java" yg sampai skrg masih populer utk menyebut Kota Bandung. Dan satu lagi yg sudah tidak pernah lagi disebut — bahkan banyak orang Sumatera Utara sendiri tidak tahu — "Paris van Sumatra" yaitu Kota Medan.

Pada masa itu, Sumatera khususnya Medan memang jadi "bintang" baru di Hindia Belanda. Tempat ini tumbuh menjadi penanda keajaiban baru ekonomi perkebunan. Melalui tembakau, karet dan tanaman lain yg menjadi komoditas utamanya. Medan ketika itu bukan hanya sangat populer dengan tembakau deli nya yg menjadi favorit orang² Eropa, namun banyak hasil kebun lainnya.

Ditambah lagi ketika itu ada kompetisi antar para "penjajah". Inggris ketika itu sudah membangun Singapura dan Pulau Pinang di semenanjung Malaya sebagai simbol kesuksesan koloninya. Mau tidak mau Belanda juga harus punya simbol kemajuan di koloninya. Dipilihlah Medan yg kebetulan juga dekat dengan 2 kota Inggris diatas.

Bahkan sampai hari ini kita merasa, jika berangkat dari Medan, jarak kedua tempat itu tidak terlalu jauh. “Jarak kemajuannya” saja yang semakin hari-hari semakin jauh dengan Medan. Kedua kota itu sekarang telah jadi “kota dunia”. Bahkan banyak orang Medan sering berkunjung kesana utamanya lagi ketika sakit untuk berobat. Ataupun untuk liburan biasa.

Selain didukung "boom" hasil perkebunan, Medan ketika itu juga memang sudah banyak dihuni kaum "DELIAAN". Sebutan populer saat itu utk menyebut para “Belanda - Deli”. Orang-orang Belanda yg lahir dan tinggal di Deli. Yg walaupun telah lama tinggal di Deli, karakter dan selera Baratnya tidak hilang.

Diluar gedung-gedung kantor milik pemerintah kolonial, para Deliaan inilah yg kemudian juga banyak membangun gedung-gedung bercorak art deco, bercat putih bercitra Eropa di Medan. Yang sekarang sisa-sisanya masih bisa kita lihat.

Karena dari hasil kebun para Deliaan, para Belanda-Deli ini jadi kaya raya, maka segala hal yg ketika itu jadi tren di Eropa, mentah-mentah mereka impor juga jadi bagian budaya baru perkotaan dan gaya hidup di Medan. Pada masa ini Medan ramai dgn pertunjukkan kabaret Perancis yg saat itu sedang jadi trend, opera dll. Pokoknya apa yg sdg trend dan “in” di Paris dan Eropa tidak selang lama ada di Medan.

Sekarang, jika kita ke Medan, beberapa jejak gedung art deco itu masih bisa dilihat (minimal contohnya dalam foto² diatas). Khusus gedung-gedung yang pasca kita merdeka dipakai jadi kantor pemerintah, rata-rata masih terawat baik. Namun banyak lainnya tidak.

Melihat majunya Medan ketika itu, Chairil Anwar mengutif Dr. H Van Der Veen menyampaikan: "Molukken is het verleden, Java is het heden en Sumatra is de toekomst". Maluku adalah masa lalu, Jawa masa sekarang dan Sumatra adalah masa depan. Itulah bukti luar biasanya Sumatera cq Medan ketika itu.

Inilah sedikit cerita saya tentang MEDAN, "Paris vand Sumatera" yg terlupakan.

—JANSEN SITINDAON

https://www.facebook.com/1400494851/posts/10221224662351703/

Kekuatan AHY ada pada Sikap, Analisa, Pandangan dan Nilai-nilai yang jelas

IMG 20220217 WA0001Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam acara Dialog Kebangsaan  Indonesia Bangkit diTV One.

SitindaonNews.Com | Jansen Sitindaon mengatakan kekuatan AHY sebutan dari Agus Harimurti Yudhoyono Ketua Umum Partai Demokrat ada pada Sikap, Analisa, Pandangan dan Nilai-nilai yang jelas dan sangat mengapresiasi penampilan AHY di TV One yang berani bicara penuh perhatian soal demokrasi, hukum, keadilan dan republikanisme. "Artikulasi, argumen dan sikapnya jelas! Komitmen soal ini penting bagi siapapun pemimpin Indonesia kedepan" kata Jansen.

Sebagaimana kita ketahui beberapa hari lalu AHY tampil dalam acara Dialog Kebangsaan Indonesia Bangkit di TV One bersama beberapa nara sumber lain.

Adalah salah segala tuduhan & peremehan terhadap AHY selama ini adalah salah, " Saya tahu benar kwalitasnya, saya telah berkali-kali melihat dan menemani mas AHY bicara di beberapa kesempatan, tapi bagi orang-orang yang selama ini hidup dalam prasangkanya sendiri, penampilan TV One kemarin penting untuk menunjukkan bahwa segala tuduhan & peremehan kalian itu salah" kata Jansen lagi.

"Kekuatan mas AHY ini ada pada sikap, analisa, pandangan dan nilai²nya yang jelas. Ditopang dengan informasinya yang banyak dan benar. Anugerah dan kecedasan ada pada dirinya, inilah modal besar merumuskan Indonesia ke depan ditengah terus turunnya demokrasi kita, injustice, politik identitas dll" sambung Jansen lagi.

Jansen meminta pengurus Partai Demokrat di seluruh Indonesia agar semua solid dan bangga melihat Ketum bicara isu dan gagasan besar tentang bangsa ini, tentang Indonesia masa depan, dimana panggilan sejarah itu akan tiba.

Berikut utasan lengkap Jansen Sitindaon yang kami kutip dari akun twiter @jansen_jsp :

Sbg kader dlm acara TV One kemarin saya bangga pd 4 hal:

1. Ketum saya satu-satunya yg berani bicara penuh perhatian soal demokrasi, hukum, keadilan dan republikanisme. Artikulasi, argumen dan sikapnya jelas! Komitmen soal ini penting bagi siapapun pemimpin Indonesia kedepan;

 2. Saya telah berkali-kali melihat mas AHY bicara bahkan di bbrp kesempatan menemaninya, dan tahu benar kualitasnya. Tp bagi orang2 yg selama ini hidup dalam prasangkanya sendiri, penampilan TV One kemarin penting utk menunjukkan bahwa segala tuduhan & peremehan kalian itu salah;

3. Kekuatan mas AHY ini pd sikap, analisa, pandangan dan nilai2nya yg jelas. Ditopang informasinya yg banyak dan benar. Serta anugerah kecerdasan pd dirinya. Inilah modal besar merumuskan Indonesia kedepan ditengah terus turunnya demokrasi kita, injustice, politik identitas dll;

4. Utk pengurus @PDemokrat diseluruh Indonesia: hari ini kita sungguh berbangga melihat Ketum kita bicara isu dan gagasan besar ttg bangsa ini, ttg Indonesia masa depan. Mari kita semua solid. Panggilan sejarah itu akan tiba kita sdh dipimpin Ketum yg tepat di negeri beragam ini!

 

Jansen Sitindaon: SARA Sudah Lampu Merah, Tidak Sehat dan Berbahaya

IMG 20220131 192158Foto profil Jansen Sitindaon di Twitter.

Jansen Sitindaon: SARA sudah lampu merah, tidak sehat dan berbahaya

SitindaonNews.Com, || Jansen Sitindaon, Wakil Sekjen Partai Demokrat menanggapi isu SARA yang semakin parah dan menjadi-jadi, setiap hari ruang publik dan medsos yang selalu riuh-ribut. "Sudah lampu merah, tidak sehat dan berbahaya, jangan sampai kita salah menafsirkan gejala. Bisa pecah benaran kita ini sebagai bangsa" cuit Jansen di twitter.

"Tidak ada Indonesia tanpa keberagaman. Namun hari-hari ini, keberagaman yg merupakan aset dan kekayaan bangsa ini, malah tampak jadi ancaman perpecahan kita;  katanya lagi.

Selengkapnya berikut utasan yang kami kutip dari akun @jansen_jsp

1. Semakin hari semakin parah dan menjadi-jadi saja soal SARA ini. Tiap hari ruang publik dan medsos kita terus riuh-ribut soal ini. Sudah lampu merah, tidak sehat dan berbahaya ini. Jgn sampai kita terperosok krn salah menafsirkan gejala. Bisa pecah benaran kita ini sbg bangsa;

2. Melihat keadaan ini, tak bisa lagi soal ini hanya kita serahkan pada pemerintah semata. Apalagi mereka juga kadang terjerat otoritasnya dgn berbagai kepentingan yg ada dlm mengelola Indonesia. Ini sudah harus jd tugas kita semua warga negara utk menjaga rumah bersama kita ini;

3. Saya tahu kebebasan itu hak asasi. Bahkan dijamin konstitusi. Dimana tiap orang bebas menyuarakan yg dia mau dan rasakan. Tapi khusus soal SARA ini mari kita gunakan “kebebasan positif”. Bukan “kebebasan negatif” yg bisa mengganggu dan menyinggung kerangka hidup bersama kita;

4. Fakta empiris-historis: bangsa kita ini plural. Dimana eksistensinya telah dipatri dlm semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”. Tidak ada Indonesia tanpa keberagaman. Namun hari-hari ini, keberagaman yg merupakan aset dan kekayaan bangsa ini, malah tampak jadi ancaman perpecahan kita;

5. Saya selalu ingat yg disampaikan pak SBY (ketika Brigjend thn 95/96) jd pemimpin pasukan PBB di Bosnia, Serbia dll. Di bekas Yugoslavia ini pak SBY menyampaikan ttg “betapa pedih-perih dan mahal harga yg harus dibayar dari sebuah perang saudara yg berbasiskan etnis dan agama”;

6. Ini harus jd prinsip teratas kita semua, utamanya politisi bahwa ini tidak boleh terjadi di Indonesia. Kita boleh beda pendapat, pilihan bahkan keyakinan, tp SARA yg memecah ini tdk boleh jd mainan. Apalagi mainan politik. Krn ini akan membakar kemana-mana semua rusak musnah;

7. Inilah tantangan terbesar ke-Indonesian kita hari ini dan kedepan: “masih bisakah kita hidup bersama dibawah segala perbedaan ini? Ini soal merawat bangsa. Mengelola hidup bersama!” Bukan soal kalah menang antar warganegara apalagi jd alat meraih atau mempertahankan kekuasaan;

8. Menjaga Indonesia yg beragam ini adl tugas antar generasi. Generasi terdahulu telah menjaganya, skrg giliran generasi kita dan pemimpin yg terpilih utk membimbing rakyatnya. Inilah warisan utama tiap pemimpin di Negeri ini: menjaga Indonesia tetap utuh bagi generasi mendatang.

Call Center Lost and Found Lion Air Diam Membisu Walau Sudah Ditelpon 150 Kali Selama 3 Hari

IMG 20200113 104600

SitindaonNews.Com | Jansen Sitindaon dan keluarga yang berangkat dari Jakarta ke Medan dengan penerbangan Batik Air pada hari Rabu (8/1/20) yang lalu, ketinggalan surat-surat penting berupa KTP satu keluarga di laci kursi pesawat.

Dalam twitnya,  Jansen mengatakan sudah menghubungi via telepon call center Lion Air selama 3 hari sebanyak 150 kali telepon, tapi tidak ada respon atau jawaban sama sekali.

Ini Kata Jansen Sitindaon Soal Banjir Jakarta di Tahun Baru 2020

FB IMG 1577857027868

SitindaonNews.Com

"Dalam hal mengadili, di hukum itu ada istilah "kompetensi relatif" dan "kompetensi absolut". Melihat sebaran banjir yg juga terjadi diluar DKI, ini bukan absolut kesalahan @aniesbaswedan. Sialnya banjir ini jatuh dihari libur. Tahun baru pulak! Pegawai banyak libur termasuk kita." @jansen_jsp

Jansen Sitindaon: Ekspor Lobster Jika Semua Rakyat Sudah Pernah Makan Lobster

IMG 20191217 160818

Jansen Sitindaon: Ekspor Lobster Jika Semua Rakyat Sudah Pernah Makan Lobster

Wacana Menteri Kelautan dan Perikanan untuk ekspor benih lobster yang didukung oleh Partai Gerinda dan Luhut Binsar Panjaitan, juga menuai banyak kecaman dari para netizen.

Jansen Sitindaon: Danau Toba Sudah Puluhan Tahun Tempat Wisata dan Orang Batak Juga Banyak Islam

IMG 20191115 143144

SitindaonNews.Com - "Coret Bali dan Toba" untuk destinasi wisata jadi Trending Topic di Twiter membuat Jansen Sitindaon,  Ketua DPP Partai Demokrat angkat bicara. 

"Ada apa ini,  Pemerintah khususnya Menpar harus hati² buat pernyataan,  kasihan yang tidak bersalah jadi kena imbasnya" kata Jansen

Jansen Sitindaon Ucapkan Selamat Bekerja Untuk Anggota DPRD Pakpak Bharat dari Partai Demokrat.

FB IMG 1572254795117

--SELAMAT BEKERJA

Selamat kepada anggota DPRD Pakpak Bharat dari Partai Demokrat. 5 tahun kedepan semoga Pakpak Bharat semakin baik dan maju. Selamat bekerja kepada Bang Sony Berutu, Ronald Lubis, Hotma Tumangger, Selloh Cibro dan Kak Hotmauli Malau.

Jansen Sitindaon: Amandemen UUD 1945 Yang Diusung Prabowo dan Surya Paloh, Ingin "Melestarikan Kekuasaan" atau Menjawab Persoalan Kebangsaan?

akurat 20180621072159 2H4C9ZJansen Sitindaon bersama Susilo Bambang Yudhoyono

Amandemen UUD 1945 Ingin "Melestarikan Kekuasaan" atau Menjawab Persoalan Kebangsaan?

SitindaonNews.com - Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh sepakat untuk mendorong amandemen UUD 1945 secara menyeluruh tentang tata kelola negara Indonesia ke depannya. Demikian disampaikan saat pertemuan keduanya di kediaman Surya Paloh pada hari Minggu 13 Oktober 2019 lalu.

Jansen Sitindaon: Penjara Yang Menggunakan Lahan Kebakaran Jadi Kebun dan Cabut Ijin Lahan Perkebunan Yang Berasal Dari Titik Api

lahan terbakar

Sitindaon News. Jakarta - Bukan rahasia umum lagi,  ada perusahaan² perkebunan sawit membuka lahan perkebunannya dengan cara membakar lahan.

Menyikapi hal tersebut,  Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon, menyampaikan kepada Kementerian LHK dan Presiden Jokowi agar dibuat peraturan lahan yang terbakar tidak bisa dimanfaatkan selama 10 tahun sejak kebakaran,  dan jangan berikan ijin jika dikemudian hari lahan tersebut dijadikan perkebunan swasta, dan penjarakan mereka yang menggunakan lahan kebakaran tersebut jadi kebun swasta. 

Jansen Sitindaon Bicara Soal Sigapiton, Hindari Kekerasan dan Intimidasi Untuk Membungkam Warga

503423 09283908042019 jansen Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon.

Jakarta -  Konflik lahan tanah adat Sigapiton dengan Badan Otoritas Danau Toba menjadi perhatian Ketua DPP Partai Demokrat, Jansen Sitindaon dengan membuat laporan resmi via twiter kepada Presiden Jokowi, Badan Otorita Danau Toba, Pemkab Tobasa dan Pemprov Sumatera Utara agar dicarikan jalan penyelesaiannya dan yang paling utama hindari kekerasan oleh aparatur negara.

Berikut ini tulisan Jansen Sitindaon tentang "SIGAPITON" yang begitu prihatin dengan peristiwa tersebut dimana masyarakat yang telah lelah dan putus asa pada Negara sampai-sampai harus meminta bantuan Tuhan untuk turun melalui lagu gereja dari Buku Ende yang mereka nyanyikan dalam perjuangannya.

Jansen Sitindaon: Pertemuan Antara Prabowo Dan Jokowi Kemarin Menjadi Penutup Episode Drama Panjang Pemilu 2019.

1563090801110

Presiden Joko Widodo atau Jokowi (kiri) berbincang dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) saat pertemuan di FX Senayan, Jakarta, Sabtu, 13 Juli 2019. Kedua kontestan Pilpres 2019 itu sepakat untuk menjaga kesatuan dan persatuan di Indonesia. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Jakarta -  Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon menyambut baik momen Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Jansen menyebut pertemuan itu sekaligus mengakhiri persaingan dan perseteruan sepanjang Pemilihan Umum 2019.

Jansen Sitindaon: Pilwakot Medan Tidak Cukup Modal Integritas dan Visi Baik Saja, Juga Harus Didukung Modal Dana dan Logistik Yang Kuat

FB IMG 1560658732007

Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat

Sitindaon News - Beberapa hari terakhir ini ramai pemberitaan mengenai permintaan beberapa organisasi kepemudaan serta masyarakat Sumut khususnya Kota Medan yang meminta agar Jansen Sitindaon, Ketua DPP Partai Demokrat untuk maju sebagai Calon Walikota Medan dalam Pilkada serentak yang akan diselengarakan tahun 2020 mendatang..

Page 1 of 3