fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574150061278

GLODOK

TAHUN 80an gue sering mondar mandir ke Glodok. Ngapain. Belanja berbagai obat-obatan buat abang gue yang jualan di Benhill. Karena seringnya ke sana, gue jadi mengenal baik kayak apa pedagang langganan abang gue. Terutama kakak beradik Akin dan Afung yang gue kenal.

Pedagang Glodok itu pedagang dengan etos kerja luar biasa. Mereka pekerja keras. Mereka mandiri. Gak hidup dari fasilitas dan belas kasihan. Walau punya satu kios, tapi harganya mahal. Asetnya besar. Kebayang sama gue seberapa gede untung yang diraupnya.

Buktinya, mereka tinggal di kawasan elit. Kawasan yang gak bakal digusur dan kebanjiran. Gue sering denger kalo tokonya tutup, mereka sedang liburan. Liburannya bukan ke Bali atau Toba, tapi ke tempat yang di jaman itu gak kebayang sama gue yang gembel bisa ke sana, ke Singapore atau Hong Kong. Anak-anak mereka aja bisa disekolahin di Amerika.

Dulu aja, Cina Glodok di mata gue sangat berpendidikan dan berkelas. Di kemudian hari gue baru menyadari bahwa standar hidup mereka tinggi dan juga berkelas. Mereka punya prinsip: kalo gak hidup survive lebih baik mati. Intinya, sebagai Cina yang direndahkan di negeri ini gak boleh jadi gembel.

Jadi kalo Rizal Ramli bilang Ahok itu cuma manusia "Kelas Glodok", gue sih gak menganggap itu sebuah penghinaan. Tapi sebuah pengakuan. Karena gue yakin seyakin-yakinnya Rizal yang cuma pinter ngomong tapi gak bisa kerja itu, gak bakal bisa masuk ke "Kelas Glodok". Kelas di mana berkumpul komunitas pebisnis tangguh dan ulet, seperti orangtua Ahok, yang akhirnya menghasilkan orang seperti Ahok.

Pedagang kakak beradik seperti Akin dan Afung yang gue kenal, akhirnya juga menghasilkan keturunan berpendidikan tinggi, punya pengalaman usaha dan profesional. Anaknya ada yang jadi apoteker dan dokter. Bedanya, memang gak banyak di antara mereka yang membiarkan anaknya terjun ke dunia politik seperti Ahok atau generasi yang lebih muda seperti William Aditya Sarana, misalnya.

Mungkin buat orang-orang "Kelas Glodok" politik dan politikus itu cuma bullshit. Gede ngomong tapi ngemis-ngemis sama pengusaha. Tapi ketika ada orang "Kelas Glodok" terjun ke dunia politik seperti Ahok, orang-orang "Kelas Kongkalikong" pada kebakaran jembi. Apalagi yang doyan melihara penyalur birahi sekelas Sandra dan Poppy.

Ahok mungkin saja kelas Glodok, tapi dia gak goblok.

Ramadhan Syukur

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/2778773575547343/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574144902563

RAKSASA ITU BERNAMA INDONESIA

"Saya akan membangun superholding BUMN di Indonesia.." kata Jokowi saat kampanye menjadi Capres di periode kedua.

Apa itu Superholding BUMN ?

Untuk tahu tentang rencana Jokowi, kita harus belajar dulu pada Temasek Singapura. Temasek adalah sebuah lembaga investasi yang berada dibawah Menteri Keuangan Singapura.

Temasek lahir disaat kondisi ekonomi Singapura terpuruk karena baru merdeka. Pengangguran adalah masalah terbesar mereka dan kondisi geografis Singapura yang miskin sumber daya alam.

Untuk menciptakan lapangan kerja, Lee Kuan Yew Perdana Menteri pertama Singapura, membangun daerah perkebunan di kawasan industri Jurong. Lalu dibentuklah Dewan Pengembangan Ekonomi EDB sebagai kendaraan payungnya.

EDB ini selain bertugas untuk menarik investor asing, juga mengambil saham2 di perusahaan swasta lokal mereka. Semakin lama semakin banyak perusahaan lokal yang ada dibawah EDB, lalu digabungkanlah semua aset mereka dalam satu bendera perusahaan holding, yaitu Temasek.

Ngapain aja Temasek ? Ya mereka juga tugasnya mengakuisisi banyak perusahaan, tapi kali ini bukan lokal, melainkan internasional. Mereka masuk membeli saham di Danamon, DBS, Standar Chartered sampai Telkomsel.

Tanpa Temasek, Singapura tidak akan seperti sekarang. Temasek bukan menunggu investor asing masuk ke Singapura, mereka membeli saham di perusahaan asing itu dan memaksa berinvestasi di Singapura. Dahsyat, kan ?

Oke, kembali ke Indonesia.

Total aset BUMN kita jika disatukan, nilainya mencapai lebih dari 8 ribu triliun rupiah. Dan Jokowi memang berniat menyatukan seluruh aset BUMN dalam satu payung Superholding seperti Temasek.

Dia bahkan sudah merencanakan nama untuk Superholding itu, yaitu Indonesia incorporation atau Indonesia Inc.

Dengan Indonesia Inc. maka Jokowi akan membeli saham2 di perusahaan multinational, dan memaksa mereka untuk berinvestasi di Indonesia. "Kalau kamu tidak bisa memaksa mereka, beli mereka.." begitu filosofinya. Dan dengan begitu, masalah ekonomi dan pengangguran akan teratasi.

Pemerintah akan menjadi leader dalam ekonomi di negaranya, bukan lagi diatur oleh pengusaha-pengusaha berdasi pemilik perusahaan.

Dan jika ini terjadi, Temasek Singapura dan Khazanah Malaysia bisa deg2 plas, karena akan menemukan saingan berat luar biasa. Mereka tidak akan bisa meremehkan lagi Indonesia kelak, bahkan akan berebut menjadi partner.

Lalu siapa yang cocok memimpin Superholding seperti ini ?

Erick Thohir lah, siapa lagi ?
Dalam skala menengah, dia sudah melakukannya dengan perusahaan2 yang dia miliki. Dan kini dia punya kapal raksasa. Dia nahkodanya. Dibawah kepemimpinan Jokowi dan rakyat Indonesia sebagai pemilik kapal besarnya.

Itulah kenapa dia merombak banyak eselon yang tidak sesuai dengan visi besar negara ini. Orang-orang dibawah Superholding ini kelak adalah orang2 yang paham kemana arah dan tujuan mereka.

Kalau sudah paham, mari kita seruput kopinya..
.
.
.
Denny Siregar

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/2777235229034511/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1574134571177Fahri Hamzah

Rencana mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok untuk masuk ke BUMN didukung oleh mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Fahri Hamzah yang selama ini dikenal berseberangan dengan Ahok mendukung Ahok jadi bos BUMN sepanjang prosesnya tak menyalahi peraturan perundang-undangan.

Politikus Partai Gelora itu meminta Pemerintah menjelaskan dan memastikan pengangkatan Ahok nantinya tak melanggar undang-undang.

"Kalau itu dia (pemerintah,-Red) bikin clear, belalah sudara Basuki dengan terbuka. Saya akan bela jika itu tidak ada kesalahan. Harus fair dong. Semua orang di Republik ini berhak mendapatkan hak-haknya. Gak boleh orang selama-lamanya kita siksa," kata Fahri sebagaimana dikutip Tribunnews.com dari tayangan Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019) malam.

 
Fahri Hamzah dalam program Aiman Kompas TV, Senin (18/11/2019).

Menurut Fahri, Presiden dan Menteri BUMN harus berani membela Ahok sepanjang penangkatannya sesuai dengan peraturan.

Presiden harus siap dengan resiko politik yang bakal diterima.

"Resiko politiknya akan diterima oleh Presiden, resiko politiknya akan diterima oleh menteri BUMN. Tidak populer. Dikritik orang. Itu memang resiko hari hari politisi," ujar Fahri.

Fahri mengakui BUMN membutuhkan sosok Ahok.

"Kalau soal talenta, saya mengatakan BUMN itu memerlukan saudara Ahok," kata politikus Partai Gelora ini.

Ahok diperlukan, lanjut Fahri, karena BUMN membutuhkan sosok yang tegas dan keras.

"Karena ada beberapa institusi di BUMN itu yang memerlukan orang keras, orang tegas," ujar dia.

Ditanya soal kemungkinan masuknya Ahok di BUMN bakal membuka borok-borok korupsi di BUMN, Fahri mendukung hal itu terjadi.

Fahri menyarankan agar Ahok dimasukkan ke BUMN yang selama ini dianggap paling korup.

"Saya ingin melihat itu dilakukan. Karena itu masukkan Ahok ke tempat yang paling banyak dituduh korupsi. PLN, Pertamina. Masukin ke situ. Apapun (direksi atau komisaris), kita ingin lihat keberaniannya di situ," ujar dia.

Ahok Beberkan Isi Pertemuannya dengan Erick Thohir

Ahok mengungkap obrolannya dengan Menteri BUMN Erick Thohir, Rabu (13/11/2019).

Ahok menyebut dirinya sempat nyaris diangkat menjadi komisaris utama di satu perusahaan Erick Thohir.

Dilansir Tribunnews.com, hal tersebut diungkapkan Ahok dalam wawancara unggahan kanal YouTube KOMPASTV, Minggu (17/11/2019).

Awalnya, Ahok menceritakan hal apa saja yang dibahas saat bertemu Erick Thohir di Kantor Kementerian BUMN.

Di antaranya membahas beberapa BUMN di Indonesia seperti Sarinah hingga Krakatau Steel.

"Ya Pak Erick bilang ngundang buat kita diskusi-diskusi soal BUMN. Ya udah kita diskusilah, dari Sarinah, Krakatau Steel, PTP, perusahaan air minum, pokoknya macam-macamlah," terang Ahok.

Ahok menyebut dirinya memang sudah dekat dengan Erick Thohir sebelum diangkat menjadi Menteri BUMN di periode kedua Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Ngobrol kan, kami sudah kenal Pak Erick," kata Ahok.

Bahkan Ahok sempat akan diangkat menjadi komisaris utama di perusahaan Erick Thohir.

Namun saat itu Ahok lolos dalam pencalonannya sebagai DPR RI dengan daerah pemilihan Bangka Belitung.

"Dulu saya malahan sempat kalau enggak masuk dewan waktu itu mungkin sudah jadi komisaris utama salah satu perusahaannya dia," aku Ahok.

Soal bagaimana sosok yang dibutuhkan Erick Thohir untuk perusahaan BUMN, Ahok menyebut harus orang yang tak ada kepentingan pribadi.

"Pak Erick bilang kita butuh orang-orang yang kerja tuh enggak berkepentingan pribadi," ujar Ahok.

Menurut Ahok, Erick Thohir berharap orang yang ia pilih sebagai Bos BUMN nantinya bisa memikirkan kepentingan perusahaan yang notabene milik negara tersebut.

"Karena kita juga ngerti kan, kadang-kadang sifat manusia juga kan ya, kalau kamu gedein perusahaan kamu sendiri kan punya kamu," kata Ahok.

"Kalau punya negara kan kamu bisa...jangan-jangan ada oknum berpikir 'Ngapain gue kerja baik-baik, bukan punya gue kan'," sambungnya.

Sumber: ucnews

(John Sitindaon) 

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574142572356

Abdillah Toha, menilai wacana pengangkatan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok membawa hikmah tersendiri.

Menurut Abdillah, sejak wacana tersebut bergulir, kini orang-orang yang terindikasi bermain 'tak bersih' di BUMN bermunculan.

Demikian dikatakan oleh Abdillah Toha melalui akun Twitter miliknya @AT_abdillahtoha. Ia baru menyadari hal tersebut setelah wacana Ahok menjadi bos BUMN terus bergulir.

"Benar juga ya. Ahok ini membawa hikmah bagi kita semua. Begitu namanya muncul sebagai kandidat sebuah jabatan, wajah tikus-tikus korupsi dan radikal pada muncul ke permukaan," cuit Abdillah seperti dikutip Suara.com, Selasa (19/11/2019).

Dengan kemunculan para pemain di BUMN tersebut, maka semakin memudahkan para petinggi di Kementerian BUMN untuk mengidentifikasi mereka. Sehingga, BUMN bisa terbebas dari praktik korupsi.

Sekarang jadi lebih mudah mengidentifikasi mereka satu per satu," ungkap Abdillah.

Pendiri PAN Abdillah Toha komentari penunjukkan Ahok jadi bos BUMN (Twitter)

Untuk diketahui, Ahok dipanggil oleh Menteri BUMN Erick Thohir pada Rabu (13/11/2019). Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Erick Thohir di Kementerian BUMN, Ahok ditawari untuk menjadi bos di salah satu BUMN.

Meski demikian hingga kini belum terungkap BUMN mana yang diberikan kepada Ahok.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574036285832

Ahok pantas menjadi Bos BUMN.
Mengenal Ahok lebih dekat, latar belakang kehidupan Ahok dan rekam jejak politiknya.

AHOK SANG PENDOBRAK.

Basuki Tjahaja Purnama (Zhong Wan Xie) atau yang akrab dipanggil Ahok lahir di Manggar, Belitung Timur pada tanggal 29 Juni 1966. Kita mengenal tempat kelahirannya sebagai seting lokasi untuk film laskar pelangi.
Merupakan anak pertama dari pasangan Indra Tjahaja Purnama (ayah) dan Buniarti Ningsing (ibu) yang merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Bersama ketiga adiknya, Ahok menghabiskan masa kecilnya di tanah kelahirannya sampai tamat sekolah menengah pertama di SMP Negeri 1 Gantung, kemudian hijrah ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di SMU III PSKD Jakarta dan Universitas Trisakti untuk meraih gelar Sarjana Teknik Geologi (Insiyur geologi) pada tahun 1989.

Setelah menamatkan pendidikannya, Ahok pulang kampung dan menetap di Belitung dan mendirikan perusahaan CV. Panda yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan PT. Timah. Menggeluti dunia kontraktor selama dua tahun, Ahok menyadari betul hal ini tidak akan mampu mewujudkan visi pembangunan yang ia miliki, karena untuk menjadi pengelola mineral, selain diperlukan modal (investor) juga dibutuhkan manajemen yang profesional.

Dua tahun setelah itu, Ahok memutuskan kuliah S-2 dan mengambil bidang manajemen keuangan di Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya Jakarta untuk mewujudkan visi pembangunannya. Mendapat gelar Master in Bussiness Administrasi (MBA) atau Magister Manajemen (MM) membawa Ahok diterima kerja di PT. Simaxindo Primadaya di Jakarta, yaitu perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor pembangunan pembangkit listrik sebagai staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan proyek.

Pada tahun 1992, Ahok pun telah mendirikan PT. Nurindra Ekapersada sebagai persiapan membangun pabrik Gravel Pack Sand (GPS) di Belitung. Karena ingin berkonsentrasi pada usahanya, pada tahun 1995 Ahok memutuskan untuk berhenti bekerja dan pulang ke kampung halamannya. Bagi Ahok, pabrik yang berlokasi di Dusun Burung Mandi, Desa mengkubang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur ini diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagaimana mensejahterakan stakeholder (pemegang saham, karyawan, dan rakyat) dan juga diharapkan dapat memberikan konstribusi bagi Pendapatan Asli Daerah Belitung Timur dengan memberdayakan sumber daya mineral yang terbatas. Di sisi lain diyakini PT. Nurindra Ekapersada memikili visi untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tangguh.

Berangkat dari visinya, pada tahun 1994, Ahok didukung oleh seorang tokoh pejuang kemerdekaan, Bapak alm Wasidewo, untuk memulai pembangunan pabrik pengolahan pasir kwarsa pertama di Pulau Belitung dengan memamfaatkan teknologi Amerika dan Jerman. Pembangunan pabrik ini diharapkan juga memberikan harapan besar menjadi cikal bakal tumbuhnya suatu kawasan industri dan pelabuhan samudra dengan nama KIAK (Kawasan Industri Air Kelik).

Tepat pada tahun 2004, Ahok meyakinkan seorang investor Korea untuk membuat Tin Smelter atau peleburan bijih timah di KIAK. Pada tahun itu pula, Ahok bergabung dengan Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Partai PIB) dan diamanahkan sebagai ketua DPC PIB Kabupaten Belitung. Ahok terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Belitung saat pemilu tahun 2004. Satu tahun setelah itu, Ahok menjabat sebagai Bupati Belitung Timur setelah mendapatkan 37% lebih suara rakyat. Pada masa pemerintahannya, Ahok membebaskan biaya kesehatan seluruh warga tanpa kecuali. Hanya saja, pada tanggal 22 Desember 2006, Ahok mengundurkan diri dan menyerahkan jabatannya kepada Khairul Effendi yang merupakan wakilnya pada saat itu.

Sebagai pengusaha di tahun 1995 ia mengalami sendiri pahitnya berhadapan dengan politik dan birokrasi yang korup. Pabriknya ditutup karena ia melawan kesewenang-wenangan pejabat. Sempat terpikir olehnya untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri, tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.

Dikenal sebagai keluarga yang dermawan di kampungnya, sang ayah yang dikenal dengan nama Kim Nam, memberikan ilustrasi kepada Ahok. Jika seseorang ingin membagikan uang 1 milyar kepada rakyat masing-masing 500 ribu rupiah, ini hanya akan cukup dibagi untuk 2000 orang. Tetapi jika uang tersebut digunakan untuk berpolitik, bayangkan jumlah uang di APBD yang bisa dikuasai untuk kepentingan rakyat. APBD kabupaten Belitung Timur saja mencapai 200 milyar di tahun 2005.

Bermodal keyakinan bahwa orang miskin jangan lawan orang kaya dan orang kaya jangan lawan pejabat, keinginan untuk membantu rakyat kecil di kampungnya, dan juga kefrustasian yang mendalam terhadap kesemena-menaan pejabat yang ia alami sendiri, Ahok memutuskan untuk masuk ke politik di tahun 2003.

Pertama-tama ia bergabung dibawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) yang saat itu dipimpin oleh Dr. Sjahrir. Pada pemilu 2004 ia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Dengan keuangan yang sangat terbatas dan model kampanye yang lain dari yang lain, yaitu menolak memberikan uang kepada rakyat, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009. Selama di DPRD ia berhasil menunjukan integritasnya dengan menolak ikut dalam praktik KKN, menolak mengambil uang SPPD fiktif, dan menjadi dikenal masyarakat karena ia satu-satunya anggota DPRD yang berani secara langsung dan sering bertemu dengan masyarakat untuk mendengar keluhan mereka sementara anggota DPRD lain lebih sering “mangkir”.

Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya, yaitu dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telfon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini ia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat. Dengan cara kampanye yang tidak “tradisional” ini, yaitu tanpa politik uang, ia secara mengejutkan berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari Yusril Ihza Mahendra.

Bermodalkan pengalamannya sebagai pengusaha dan juga anggota DPRD yang mengerti betul sistem keuangan dan budaya birokrasi yang ada, dalam waktu singkat sebagai Bupati ia mampu melaksanakan pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya.

Prinsipnya sederhana:
“Jika kepala lurus, bawahan tidak berani tidak lurus”.
Selama menjadi bupati ia dikenal sebagai sosok yang anti sogokan baik di kalangan lawan politik, pengusaha, maupun rakyat kecil. Ia memotong semua biaya pembangunan yang melibatkan kontraktor sampai 20 persen. Dengan demikian ia memiliki banyak kelebihan anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan masyarakat.

Kesuksesan ini terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur di tahun 2007. Kesuksesannya di Belitung Timur tercermin dalam pemilihan Gubernur Babel ketika 63 persen pemilih di Belitung Timur memilih Ahok. Namun sayang, karena banyaknya manipulasi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara, ia gagal menjadi Gubernur Babel. Dalam pemilu legislatif 2009 ia maju sebagai caleg dari Golkar. Meski awalnya ditempatkan pada nomor urut keempat dalam daftar caleg (padahal hanya tersedia 3 kursi), ia berhasil mendapatkan suara terbanyak dan memperoleh kursi DPR berkat perubahan sistem pembagian kursi dari nomor urut menjadi suara terbanyak.

Selama di DPR, ia duduk di komisi II. Ia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak. Lewat kiprahnya di DPR ia menciptakan standard baru bagi anggota-anggota DPR lain dalam anti-korupsi, transparansi dan profesionalisme. Ia bisa dikatakan sebagai pioner dalam pelaporan aktivitas kerja DPR baik dalam proses pembahasan undang-undang maupun dalam berbagai kunjungan kerja. Semua laporan bisa diakses melalui websitenya. Sementara itu, staf ahlinya bukan hanya sekedar bekerja menyediakan materi undang-undang tetapi juga secara aktif mengumpulkan informasi dan mengadvokasi kebutuhan masyarakat. Saat ini, salah satu hal fundamental yang ia sedang perjuangkan adalah bagaimana memperbaiki sistem rekrutmen kandidat kepala daerah untuk mencegah koruptor masuk dalam persaingan pemilukada dan membuka peluang bagi individu-individu idealis untuk masuk merebut kepemimpinan di daerah.

Di tahun 2006, Ahok dinobatkan oleh Majalah TEMPO sebagai salah satu dari 10 tokoh yang mengubah Indonesia. Di tahun 2007 ia dinobatkan sebagai Tokoh Anti Korupsi dari penyelenggara negara oleh Gerakan Tiga Pilar Kemitraan yang terdiri dari KADIN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, dan Masyarakat Transparansi Indonesia. Melihat kiprahnya, kita bisa mengatakan bahwa berpolitik ala Ahok adalah berpolitik atas dasar nilai pelayanan, ketulusan, kejujuran, dan pengorbanan, bukan politik instan yang sarat pencitraan.

Tidak heran jika aset bangsa yang seperti ini ada pihak yang tidak menyukainya, bahkan ingin terus menjegalnya.

#DukungBtpBosBUMN
.
.
.
Muliadi Dauhiong

Sumber: https://www.facebook.com/803774136380640/posts/2775149189243115/

Ini kata2 Ahok usai divonis hakim pada 9 Mei 2017.

"Percayalah sebagai penutup, kalau Anda menzalimi saya, yang Anda lawan adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Maha Esa. Saya akan buktikan, satu persatu dipermalukan. Terima kasih..."

0
0
0
s2sdefault