Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 30
Cara membuat minyak alpukat
Untuk membuat minyak alpukat, kamu memerlukan beberapa bahan dan peralatan. Berikut adalah langkah-langkahnya:
Bahan:
- Alpukat yang sudah matang (bisa yang overripe seperti pada postingan)
- Oli yang netral seperti minyak zaitun atau minyak sayur (opsional)
Peralatan:
- Blender atau food processor
- Panci ganda atau botol kaca tahan panas
- Saringan atau kain tipis
- Botol penyimpanan
Cara membuat:
1. Siapkan alpukat: Cuci dan kupas alpukat, lalu potong-potong menjadi kecil.
2. Blender alpukat: Blender alpukat hingga halus.
3. Pemanasan: Letakkan panci ganda atau botol kaca tahan panas di atas api kecil, tambahkan sedikit oli netral jika diinginkan. Masukkan alpukat yang sudah dihaluskan ke dalam panci atau botol kaca.
4. Proses ekstraksi: Biarkan campuran alpukat dan oli netral memanas selama beberapa jam (sekitar 2-3 jam) sambil diaduk sesekali. Ini akan membantu minyak alpukat keluar.
5. Saring: Setelah proses pemanasan selesai, saring campuran menggunakan saringan atau kain tipis untuk memisahkan minyak alpukat dari ampasnya.
6. Simpan: Tuang minyak alpukat ke dalam botol penyimpanan yang bersih dan kering. Simpan di tempat yang sejuk dan terhindar dari sinar matahari langsung.
Minyak alpukat ini bisa digunakan sebagai bahan perawatan kulit dan rambut, serta memiliki manfaat kesehatan lainnya. Pastikan untuk melakukan tes alergi sebelum menggunakan minyak alpukat pada kulit atau rambut.
Sumber AI
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 82
Bersuami Bule? Boleh asal Jangan Bule Kere!
Banyak wanita muda lokal yang ingin punya suami bule, katany bule kere pun gak apa, yang penting nanti turunannya cantik atau ganteng bisa jadi model atau artis.. Hahahahah... .
Ini pikiran totally keblinger!
Nih ya tak kasih tahu, hey cantik! Saya menanam pohon alpokat 1 Ha, 1000 pohon, saya percayakan sama orang, ternyata ngerawatnya gak beres, modyar semua, saya rugi ratusan juta karena tidak dirawat dengan benar!.
Dirimu nikah sama bule kere, mungkin anakmu punya wajah ganteng, cantik, tetapi kalau suamimu tidak kuat membiayai sekolah yang bagus, tidak kamu rawat dengan baik, gak punya duit buat modalin usaha, tetap saja susah. Lu kira bisa menjadi model, artis?
Trus seandainya kamu dibawa ke negaranya kamu kira bakal dimanjakan? Oh No, hidup diluar sana lebih sulit dibanding di Indonesia. Jika suamimu hanya bule biasa, apalagi bule kere disana paling akan sewa Flat (rumah susun) yang kumuh, kecuali suamimu bule kaya atau setidaknya bule professional.
Jika hanya bule biasa saja, jangan bermimpi diratukan seperti ketika sedang menggaetmu disini. Anda akan disuruh bekerja banting tulang, bill di split berdua, tagihan, biaya rumah di bagi dua, budaya mengirim uang ke orang tuamu akan dilarang karena kata suamimu: itu bukan tanggung jawabmu!
Bangganya dimana anakmu ganteng, cantik? Tetap saja anak-anakmu akan hidup sulit jika kamu tidak hidup kaya setidaknya berkecukupan. Punya keturunan anak bule, jika tidak dirawat dengan baik, ya tetap saja akan jadi orang kebanyakan, tetap hidup susah, gak ada bangganya. Mendingan dinikah oleh sebangsa yang kaya. Iya bukan?
R Noto Widjojo
Foto edit Sitindaon News
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 137
Foto: Ilustrasi Tisu Toilet. (Dok. Pexel)
Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat Indonesia terbiasa cebok dengan air. Padahal, soal urusan toilet dan cebok, dunia seakan terpisah menjadi dua bagian: tim cebok pakai air dan tim cebok pakai tisu. Biasanya, mayoritas yang memakai air berasal dari dunia Timur. Sementara pemakai tisu adalah masyarakat Barat. Lalu, mengapa ini bisa terjadi?
Kebiasaan membersihkan kotoran usai buang air besar sebenarnya sudah terjadi sejak lama. Dan setiap wilayah memiliki budayanya berbeda, tetapi saat itu tentu tidak menggunakan tisu.
Biasanya, mereka membersihkan kotoran sesuai adat istiadat dan kondisi iklim. Bisa dengan air, dedaunan, rumput, batu, atau hanya tangan saja.
Seperti yang terjadi di Romawi pada abad ke-6 SM. Penduduknya menggunakan batu untuk cebok. Atau masyarakat Timur Tengah yang menggunakan air untuk membersihkan kotoran karena sesuai ajaran agama.
Dalam riset "Toilet hygiene in the classical era" (2012), penggunaan tisu sebagai pembersih kotoran justru terdeteksi pertama kali di China, bukan dunia Barat. Kala itu, penduduk China berhasil menciptakan tisu sebagai pengembangan lebih lanjut dari kertas, yang juga pertama kali ditemukan di Negeri Tirai Bambu.
Jejak tisu toilet pertama kali muncul di Barat pada abad ke-16. Sastrawan Prancis, Francois Rabelais, adalah orang pertama yang menyebut soal tisu toilet. Itupun, katanya, tidak efektif digunakan buat cebok.
Lantas, jika disebut tidak efektif, kenapa tisu toilet terus digunakan oleh masyarakat Barat atau penduduk di iklim non-tropis?
Menurut situs Buzz Feed, penyebabnya adalah faktor cuaca. Cuaca dingin tentu saja membuat masyarakat di sana malas bersentuhan dengan air. Entah itu urusan mandi atau cebok. Sementara masyarakat tropis, tentu tidak keberatan kalau bersentuhan dengan air. Malah, jika tidak terkena air, seseorang merasa akan kegerahan.
Atas dasar inilah, terjadi perbedaan penggunaan media cebok antara dua masyarakat itu. Masyarakat Barat atau secara umum masyarakat beriklim dingin menggunakan tisu. Sedangkan, sisanya menggunakan air. Plus penggunaan air untuk cebok sejalan juga dengan ajaran keagamaan, baik itu di Islam atau Hindu.
Sebagaimana dilaporkan CNN International, kepopuleran tisu sebagai alat cebok oleh masyarakat non-tropis sejalan dengan kemunculan masif pabrik tisu, terlebih usai muncul inovasi baru, yakni tisu gulung pada 1890.
Meski begitu, selain oleh faktor iklim, ternyata ada alasan lain yang memengaruhi, yakni pola konsumsi. Orang bule yang biasa mengonsumsi makanan rendah serat menghasilkan kotoran yang lebih sedikit dan rendah air, sehingga mereka membersihkannya hanya dengan tisu.
Sementara orang Asia, Afrika, dan sebagian Eropa kebalikannya. Mereka sering menyantap makanan tinggi serat yang menghasilkan lebih banyak kotoran dan air. Alhasil, metode air pun jadi jalan terbaik membersihkan kotoran.
Terlepas dari perbedaan tim cebok pakai air atau tisu, riset ilmiah telah membuktikan bahwa cebok menggunakan air lebih bersih. Kotoran yang mengandung bakteri dan kuman bisa seluruhnya hilang.
Kendati demikian, cebok pakai tisu sulit dilepaskan karena sudah terlanjur terikat kebudayaan dan mengakar lintas generasi. Jadi, itulah alasan kenapa orang bule atau secara umum masyarakat beriklim dingin terbiasa cebok hanya pakai tisu.
Sumber: cnbcindonesia
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 36
Situasi Ekonomi Politik hingga tahun 2029 tidak akan bisa tenang dan tidak akan ada kepastian.
Harga barang-barang, kebutuhan hidup akan semakin meroket tak terkendali, banyak orang akan semakin gelisah. Situasi bisa berubah mendadak.
Hidup di kota menguras uang jika anda tidak benar-benar kaya. Yang punya banyak uang pertimbangkan membeli tanah di desa sekarang juga mumpung masih murah untuk menghabiskan hari tuamu. Percayalah, Anda tidak banyak waktu.
Nikmati hasil kerja kerasmu di kota, diluar negeri, hidup ayem tentrem di desa, banyak pilhan hidup murah tidak menguras uangmu seperti hidup dikota.
Terbayang kan hari tua kelak, yg sudah tidak ada penghasilan jika tetap nekat hidup di kota yang begitu ganasnya uang pensiunan, uang tabungan di makan oleh waktu. Simpan tulisan ini.untuk pengingat.
R Noto Widjojo.
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 193
ISTRI ADALAH SEGALANYA
Orang selalu berkata:
ADA:" ... Bekas Istri "" ... Mantan Istri " ... Bekas Suami "
TIDAK ADA: " Bekas Anak " " Bekas Orang Tua"...
Tapi waktu kemarin aku ikut RAKOR sebuah perusahaan di Palembang, seorang Vice President (VP) melakukan riset kecil kepada para pegawai yang sudah berkeluarga pada saat rapat di aula kantor...
Dia lalu meminta seorang pegawai untuk maju ke depan white board
VP : " Tolong tulis 10 nama orang yg paling dekat denganmu "
Lalu pegawai itu menulis 10 nama ; ada nama tetangga, orangtua, teman kerja, istri, anak, saudara, dst...
VP : " Sekarang silakan pilih 7 orang di antara 10 nama tsb yg kamu benar² ingin hidup terus bersamanya "
Pegawai itu lalu mencoret 3 nama.
VP: " Silakan coret 2 nama lagi "
Tinggalah 5 nama tersisa.
VP :" " Coret lagi 2 nama "
Tersisalah 3 nama yaitu nama :
" ibu "
" Istri " dan
" anak "
Suasana aula jadi hening....
Mereka mengira semuanya sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih...
Tiba².....sang VP berkata : " Silakan coret 1 nama lagi..! "
Pegawai itu tertegun untuk sementara waktu,...lalu dengan perlahan ia mengambil pilihan yg amat sulit...dan mencoret nama
" *IBU* " nya..!!!
...suasana semakin hening...
VP berkata lagi : "Silakan coret 1 nama lagi !"
Hati sang pegawai makin bingung...
Suasana aula makin tegang...
Mereka semua juga berpikir keras mencari pilihan yang terbaik...
Pegawai itu kemudian mengangkat spidolnya dan dengan sangat lambat ia mencoret nama:
" *ANAK* " nya..!!!
Bersamaan dengan itulah sang pegawai tidak kuat lagi membendung air matanya, dan..., Ia pun " Menangis "
Awan kesedihan meliputi seluruh sudut ruang aula...
Setelah suasana lebih tenang,...akhirnya sang VP bertanya: " Kenapa kamu tidak memilih orang tua " yg membesarkanmu..?!? tidak juga memilih " anak " yang adalah darah dagingmu..?!? kenapa kamu memilih " *ISTRI* "...?!?... Toh istri bisa dicari lagi khan..?!?..
Semua orang didalam aula terpana menunggu jawaban dari mulut pegawai itu...
Lalu pegawai itu berkata lirih : " *ISTRI saya ikut Rapat disini Pak* ."
HA...HA...HA... Serius amat membacanya
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 120
Kebebasan Finansial datang dari Disiplin yang Ketat!
1. Jangan membelanjakan Uang lebih dari yang bisa Anda dapatkan. Cashflow yang Minus atau defisiat pasti akan ditutup dengan hutang yang membuat beban hidup semakin berat.
2. Investasikan Uangmu dengan bIjaksana secara konsisten, walau sedikit demi sedikit. Emas atau Dollar. Jangan investasi tanah. Pergerakan kenaikan harga tanah sangat lambat memerlukan waktu sangat lama. Selain tanah sulit dijual secara cepat, anda akan memerlukan persetujuan anak atau Istrimu yang tidak mudah ketika akan menjual tanah
3. Lunasi hutangmu segera, dan jangan membuat Hutang baru.
4. Terus ciptakan banyak sumber pendapatan (multisource income). Selain bekerja rutin, lakukan dengan berani, menyewakan rumah petak, kos, berjualan kue, bakery, Broker sambilan, Menyewakan alat, peternakan kecil-kecilan, Lele, Nila, kambing, ayam, tanaman pangan, Tading Saham, Emas, dll yang sesuai dengan bakat dan pasion Anda.
Disiplin Tinggi adalah rahasia Kebebasan Finansial ketika usia 45 - 50 tahun keatas.
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/1E6Bef8rHY/