fbpx

TAROMBO ATAU SILSILAH MARGA SITINDAON KETURUNAN PANGAMBITTUA SAMPAI GENERASI KE-13

FB IMG 1589695925689

Tarombo atau Silsilah Marga Sitindaon Keturunan Pangambittua Sampai Generasi Ke-13.

Tunggar Nageduk Sitindaon mempunyai anak laki² 3 orang dan 1 orang perempuan, yaitu:

1. Passalaut
2. Pangahuraja
3. Pangambittua
4. Boru, menikah dengan Raja Sonang Gultom

Passalaut 

Passalaut sebagai anak pertama mendiami atau tinggal di Sibual-bual, dan sampai sekarang keturunannya masih ada yang tinggal di tempat tersebut. 

Keturunan Passalaut menurut informasi sudah sampai pada generasi ke-20.

Pangahuraja.  

Sedangkan anak kedua Pangahuraja dikabarkan merantau ke Siborong-borong sampai ke Barus hingga ke Dairi Pakpak Bharat

Tidak banyak diketahui informasi tentang generasi dari keturunan Pangahuraja ini. 

Pangambittua. 

Anak ketiga atau yang paling bungsu Pangambittua dikabarkan merantau dan tinggal di Lontung, dan menurut cerita karena peperangan dengan marga lain, Pangambittua atau Raja Mangambit lari meninggalkan Lontung hingga ke Tomok dan sampai ke Sipassa, Parbaba dan ada juga yang berenang menyeberangi Danau Toba hingga ke Sibisa, Sirungkungon, Sigapiton dan Porsea.

Keturunan pangambittua sendiri yang sudah tercatat sampai pada generasi ke-14 .

Adapun silsilah keturunan Pangambittua sampai generasi ke-13 digambatkan sbb:

FB IMG 1589695925689

 

 

Bedah BUKU TAROMBO MARGA SITINDAON (Bagian Ketigabelas) Pomparan Op. Alexander di Maniksilo Manasse (A. Alexander) atau Op. Pariama

FB IMG 1589532232771Foto: Manasse (A. Alexander)  atau Op. Pariama

Jika pada bagian sebelumnya menceritakan perjalanan hidup dari A. Toga Ompu atau Op. Alexander hingga akhirnya sampai di Maniksilo Sidamanik dan kemudian meninggal dan dimakamkan di Maniksilo,  maka pada bagian Ketigabelas ini akan menceritakan tentang keturunannya atau anak² nya di Maniksilo, khususnya Pomparan Manasse (A. Alexander)  atau Op. Pariama

Adapun anak dari A. Toga Ompu atau Op. Alexander selengkapnya adalah:
1. Toga Ompu (Hendrik)
2. Manasse.
3. Salome (Perempuan)
4. Epraem.
5. Yohanna (Perempuan)
6. Benyamin.
7. Dame (Perempuan)

Toga Ompu (Hendrik) 

Diketahui bahwa Toga Ompu ini semasa hidupnya menikah tapi tidak mempunyai keturunan sampai meninggal.

FB IMG 1589521089524

FB IMG 1589521094597

 

MANASSE (A. Ni Alexander) atau (Op. Pariama) 

Tubu di Ambarita (Samosir), hira² taon 1902. Dung tarmagodang ibana, pinda nasida tu Tambunrea diboan natorasna ima A. Toga Ompu sian i muse pinda tu  Maniksilo (Ketj. Sidamanik). 

Di Maniksilo, mamungka huta ma nasida dohot parhaumaan. 

Nunga doli² ibana sisi, jala mangalap boru ma ibana, sian Siallagan, ima Ambainim (Karolina) Siallagan, boru ni..........  iboto ni si Nahor,  Marcius. 

Songon on ma aslina isuratton i buku i bahasa Batak Toba:

FB IMG 1589521100268

FB IMG 1589521104200

FB IMG 1589521108589

FB IMG 1589521112509

FB IMG 1589521119072

FB IMG 1589525399653

FB IMG 1589525410425

Pomparan dari Manasse/Ambainim Karolina Br. Allagan atau A. Alexander atau Op. Pariama digambarkan sbb:

FB IMG 1589525417002

FB IMG 1589525427303

FB IMG 1589526836316

FB IMG 1589526840534

Di ari 27 Oktober 1958 pukul 8.00 borngin, marujung ngolu ma Op. Pariama Doli, jala itaruhon ma tu bagasan simin inganan ni A. Toga Ompu di ari 28 Oktober 1958 (Minggu). 

Cita²na di tingki mangolu:

1. Marsangkap do ibana mambahen parsadaan marga Sitindaon, ala naung marserak Sitindaon di desa na ualu, jala adong do namangihuthon marga na asing ala so diboto jala ndang diantusi be. 

Nunga godang di dalani akka luat, inganan parserahan manjalahi patorangkon tarombo. 

Dung diharoro ni Jepang 1941, so ma angan² na i. 

2. Naeng mangulahi bona,  mangihuthon hata ni na tua² , ia bona ni ari, ima marga Nadapdap.sian Sibisa. 

FB IMG 1589529900893

Di tingki haroro ni Nadapdap sian Sibisa di taon 1955 disi didok ibana do: "Ro do hami sahali on mangulahi bona"

FB IMG 1589529907047

Alai sahat tu namarujung ngoluna, dang adong dope na mangaluhi bona. 

3. Mamalu gondang. 

Dung dipauli simin inganan ni A. Toga Ompu, ditahi rohana do naeng margondang, jala songon na pasadahon marga Sitindaon.

Alai ala ditingki i, dang adong dope anak baoa di sipaidua, ima Epraem, gabe sundat ma i. 

Tarsubut do i diulpuhon datu, tikki sahitna. Alai tongon situasi keamanan dang denggan, didokma: " Nanggo malum sahithon jala mangoli si Octo Berhausen (tubu ni si paitolu). 

Godang dope angan² (cita²na)  na asing, alai dang terlaksana sahat tu na marujung ngoluna. 

 

 

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Keduabelas) Perjalanan Hidup A. Toga Ompu (Op. Alexander)

1589274623571

Kalau sebelumnya diceritakan A.Toga Ompu (Op. Alexander) yang sudah meninggal dikabarkan hidup kembali, maka berikutnya akan menceritakan kehidupannya serta anak²nya. 

Sempat tinggal di Sibaganding, kemudian pindah ke Ambarita di Lumbanbatu (Siallagan) dan kemudian pindah lagi ke Tambunrea dan selanjutnya pindah ke Bahalgajah-Maniksilo dan meninggal di Maniksilo sekitar tahun 194.....

Berikut kisah selanjutnya:

Pada masa tidak bisa melihat itu, kehidupannya sangat susah dan miskin, badannyapun kurus kering demikian juga anaknya si Hendrik.

FB IMG 1589281270436

Lama kemudian dia bisa melihat lagi, dan terkejut melihat istri dan anaknya sangat kurus.

FB IMG 1589281264115

Tapi dia tidak bisa berbuat apa karena walau sudah bisa melihat namun belum bisa bicara.

Karena memikirkan keadaan keluarganya, maka dia mencoba berjualan ke pekan Tiga Raja.

FB IMG 1589281257134

Dari usahanya kemudian kehidupannya semakin membaik, tapi karena berjudi, hidupnya kembali susah dan miskin.

Setelah beberapa tahun kemudian lahirlah anaknya:
1. Si Manusu atau Manase tahun 1902.
2. Salome
3. Epraem
4. Yohanna.

Setelah Johanna lahirlah kemudian dia bisa bicara lagi.

FB IMG 1589333265416

Setelah anak²nya agak dewasa, kemudian mereka pindah ke Tambunrea, disana lahir lagi anaknya:
1. Benyamin.
2. Dame.

Di Tambunrea anaknya yang pertama Toga Ompu (Hendrik) menikah dengan Monanglan Br. Allagan iboto dari si Menseng (Ferdinand).

Dari Tambunrea kemudian mereka pindah ke Bahalgajah, Maniksilo, jadi 'Upas' lah si Toga Ompu.

Di Maniksilo lah mereka membuka perkampungan bersama kawan²nya dan juga membuka persawahan.

Dan anaknya nomor dua si Manase pun menikah.

Setelah semua anaknya menikah, dan mempunyai cucu dari anaknya laki² juga dari anaknya perempuan, meninggallah A.Toga Ompu (Op.Alexander) sekitar tahun 194...

FB IMG 1589333270122

Adapun anak²nya selengkapnya:
1. Toga Ompu (Hendrik)
2. Manasse.
3. Salome (Perempuan)
4. Epraem.
5. Yohanna (Perempuan)
6. Benyamin.
7. Dame (Perempuan)

FB IMG 1589333287397

Semasa hidupnya A. Toga Ompu juga adalah sebagai 'Datu' yang sangat terkenal.

FB IMG 1589333276315

Tapi kemudian setelah A.Toga Ompu masuk menjadi pemeluk Kristen, hilanglah semua ilmu kesaktiannya (Datu).

Dan menurut pesan atau nasehat (tona) dari A.Toga Ompu agar semua pomparannya atau keturunannya jangan mengerjakan "judi", kalau berjudi tidak akan pernah menang.

FB IMG 1589333281565

In Memorial 57 Tahun Meninggalnya St. Abner Sitindaon, Penulis Buku Tarombo Marga Sitindaon (10 Mei 1963 - 10 Mei 2020)

Screenshot 20200511 161724

In Memorial:
St. Abner Sitindaon (A. Ni Jootje Des Intan), (Op. Sakti RM Sitindaon).
Lahir di Maniksilo, Sidamanik, Simalungun, Senin,13 Juli 1931.
Meninggal di Tj. Balai, Sabtu,10 Mei 1963.
Dikebumikan di Maniksilo, Sidamanik.

FB IMG 1589188468939

Kenangan masa lalu:
1. Umur 6-7 taon, mar-mahan² horbo do ulaonna di jampalan Bah Tangan.
2. Minggu, 24 Sept 1958, Pembersihan TNI di Maniksilau, beliau kena didalamnya, dengan dibersihkannya kantongnya Rp. 700,- dan 1 vulpen.

FB IMG 1589188485770

 

FB IMG 1589188489789

 FB IMG 1589188493852

Catatan:
Pekerjaan terakhirnya adalah PNS atau Guru SD Negeri di P. Siantar.

Beliau juga meninggalkan sebuah warisan sejarah berupa BUKU TAROMBO MARGA SITINDAON yang ditulis sampai tahun 1963, sampai kepada Keturunan Pangambittua, Op. Manjabat, Op. Soranglan, Op. Alexander, Op. Pariama, Abner dan Zul Abrum Saud Parlindungan Sitindaon.

Buku tersebut masih ada di Admin/Redaksi Sitindaon News.

FB IMG 1589188496956

FB IMG 1589188478802

 

 

Tarombo atau Silsilah Pomparan Op Jason Samuel Merah Putih Sitindaon dari Keturunan Passalaut Pagarsimbolon

IMG 20191014 WA0014Foto Keluarga Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon, mulai dari kiri: Bona Hasudungan Sitindaon,  Saur Sitindaon, Norma Br. Sitindaon, Ros Br. Sitindaon dan Adler Sitindaon. Dok. Sitindaon News. 

SitindaonNews.Com | Jika dalam Buku Tarombo Marga Sitindaon sebelumnya menceritakan sejarah Marga Sitindaon bermula dari Kerajaan Sriwijaya selanjutnya sampai Si Raja Batak hingga sampai ke Si Raja Oloan dan keturunannya Naibaho sebagai garis keturunan langsung dari Marga Sitindaon dan dilanjutkan langsung sampai keturunan Pangambittua.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Tunggar Nageduk Sitindaon mempunyai anak laki² 3 orang yaitu:
1. Passalaut
2. Pangahuraja
3. Pangambittua.

Passalaut sebagai anak pertama mendiami atau tinggal di Sibual-bual.

Sedangkan anak kedua Pangahuraja dikabarkan merantau ke Siborong-borong sampai ke Barus hingga ke Dairi Pakpak Bharat

Anak ketiga atau yang paling bungsu Pangambittua dikabarkan merantau dan tinggal di Lontung, dan menurut cerita karena peperangan dengan marga lain, Pangambittua atau Raja Mangambit lari meninggalkan Lontung hingga ke Tomok dan sampai ke Sipassa, Parbaba dan ada juga yang berenang menyeberangi Danau Toba hingga ke Sibisa, Sirungkungon, Sigapiton dan Porsea.

Kembali ke Sejarah Marga Sitindaon, khususnya Tarombo Marga Sitindaon dari keturunan anak pertama yaitu Passalaut, menurut catatan dan sumber yang kami peroleh sudah sampai pada generasi ke-20.

Tarombo atau silsilahnya mulai dari Si Raja Batak hingga Sitindaon sampai keturunan Passalaut turun ke Op. Pagarsimbolon selanjutnya berkembang sampai Pomparan Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon digambarkan berikut:

IMG 20200510 105032

IMG 20200510 123409

Sumber: Saur Sitindaon (Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon)

Tarombo Marga Sitindaon dari Keturunan Passalaut Pagarsimbolon Hingga Pomparan Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon

Screenshot 20200510 123545

SitindaonNews.Com | Jika dalam Buku Tarombo Marga Sitindaon sebelumnya menceritakan sejarah Marga Sitindaon bermula dari Kerajaan Sriwijaya selanjutnya sampai Si Raja Batak hingga sampai ke Si Raja Oloan dan keturunannya Naibaho sebagai garis keturunan langsung dari Marga Sitindaon dan dilanjutkan langsung sampai keturunan Pangambittua.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Tunggar Nageduk Sitindaon mempunyai anak laki² 3 orang yaitu:
1. Passalaut
2. Pangahuraja
3. Pangambittua.

Passalaut sebagai anak pertama mendiami atau tinggal di Sibual-bual.

Sedangkan anak kedua Pangahuraja dikabarkan merantau ke Siborong-borong sampai ke Barus hingga ke Dairi Pakpak Bharat

Anak ketiga atau yang paling bungsu Pangambittua dikabarkan merantau dan tinggal di Lontung, dan menurut cerita karena peperangan dengan marga lain, Pangambittua atau Raja Mangambit lari meninggalkan Lontung hingga ke Tomok dan sampai ke Sipassa, Parbaba dan ada juga yang berenang menyeberangi Danau Toba hingga ke Sigapiton dan Porsea.

Kembali ke Sejarah Marga Sitindaon, khususnya Tarombo Marga Sitindaon dari keturunan anak pertama yaitu Passalaut, menurut catatan dan sumber yang kami peroleh sudah sampai pada generasi ke-20.

Tarombo atau silsilahnya mulai dari Si Raja Batak hingga Sitindaon sampai keturunan Passalaut Pagarsimbolon berkembang sampai Pomparan Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon dapat kita lihat dalam gambar berikut ini:

IMG 20200510 105032

IMG 20200510 123409

Sumber: Saur Sitindaon (Op. Jason Samuel Merah Putih Sitindaon) 

Bere Ni Sitindaon

IMG 20200408 141028

Bere Ni Sitindaon

CHRISTABEL SAVANA ULI Br. LUMBANTOBING & MATTHIEU GAVRIEL MAHA WIRA LUMBANTOBING

Tubu ni:

CRISTOPEL LUMBANTOBING / MATRESYA SILVYA Br. SITINDAON

IMG 20180831 WA0052

 

IMG 20200125 WA0001

 

IMG 20200125 WA0002

 

IMG 20200407 132429 671

 

IMG 20200125 WA0003

Hubungan Marga Sihombing Lumban Toruan dengan Marga Naibaho khususnya Marga Sitindaon

DG
Hubungan Marga Sihombing Lumban Toruan dengan Marga Naibaho khususnya Marga Sitindaon. 
Note: Datu Galapang Sihombing Lumban Toruan adalah Inarnaiborngin Naibaho
 
 
Pardomuan ni Marga NAIBAHO tu Marga SIHOMBING *
(asal usul ni Ompungta si DATUGALAPANG) 


Ia marga Naibaho ima, anak no 1 (siangkangan) ni SiRaja Oloan do , mangaranto ma Naibaho on sahat tu Pusukbuhit jala mambuat boru ma ibana disi, boru ni tulangna Limbongmulana. Marpinompar ma Naibaho 4 anak dohot 2 Boru, ia anak no 1. ima namargoar Porhasjapjap, anak no 2. Tolpaklading, no 3. Guru Sodumpangon, no 4. Guru Helung jala sude halakhon, Naibaho do marga na. Marhuta di Pangururan do si Porhasjapjap jala mangoli disi do ibana, marpinompar ma ibana anak no 1 Siahaan (goar do on, ndang marga, ia marga na hot do Naibaho), no 2. Sitangkaraen, no 3. Sidauruk, no 4. Huta Parik, no 5. Siagian.

Sian anak na no 1. Siahaan Naibaho i, marpinompar ma ibana 5 Anak dohot 1 Boru jala songon on ma partording na: no 1. Op. Bonabius, no 2. Op. Pisarlangit, no 3. Simanjalo, no 4. Inarnaiborngin, no 5. SiBoru Naitang (Boru), no 6. Si Amporik (si Amporik on laho do tu Sidikalang alai gabe Sihotang do marga ni pinomparna disi).

Ia Inarnaiborngin silinduat (kembar) do ibana tubu dohot ibotona SiBoru Naitang jala masihaholongan do nasida ndang sian pamotoan ni amang na Siahaan Naibaho i. Dung tang pamatang ni SiBoru Naitang, dipamuli Siahaan Naibaho ma ibana tu anakni Ompu Palti Sinaga na sian huta Urat hape, ndang diboto tung naso lomo do roha ni SiBoru Naitang tu anak ni Sinaga i, ai sai tu ibotona Inarnaiborngin do rohana, songoni pe Inarnaiborngin, diihuthon do ibotonaon sahat tu huta ni Sinaga di Urat jala martabuni-tabuni do ibana manjumpangi ibotonai.

Ala tung i ma holong ni roha ni halaki nadua, mardos ni roha ma Inarnaiborngin dohot SiBoru Naitang naeng pamatehon Sinaga sinonduk ni SiBoru Naitang. Di na sahali, didok SiBoru Naitang ma tu simatuana Ompu Palti Sinaga asa mebat ma jolo nasida tu huta ni natorasna di Pangururan dohot Sinaga sinonduk na i. Di oloi Ompu Palti Sinaga do pangidoan ni parumaen nai jala denggan do dipaborhat halak i nadua.

Di tingki na borhat halak i, mangihut do sada biang ni Sinaga i mandongani, ndang sian pamotoan ni Sinaga i, mangihut do tong Inarnaiborngin sian na dao ai, naung songoni do sangkap ni halak i na dua dohot SiBoru Naitang. Dung sahat di Urukbolon, maradian jala marbornginma jolo halaki disi, hape las disi do dipusa jala diseat Inarnaiborngin Sinaga i, laos mate ma tutu Sinaga i. Digulang Inarnaiborngin ma bangke ni Sinaga i tu rura na disi. Didatdati SiBoru Naitang ma mardalan tu huta ni Natorasna di Pangururan rap dohot Inarnaiborngin alai, di na naeng sahat halak i dihuta, dipajolo Inarnaiborngin ma antong sahat di huta asa songon na sasada SiBoru Naitang antong harorona. Songon na longang do antong roha ni Siahaan Naibaho alai ndang pola ganjang disungkun boru nai.

Ndang sian pamotoan ni Inarnaiborngin, mulak do biang ni Sinaga i sasada sa tu huta Urat ala naung mate tuanna. Gaor ma tutu sahuta ni Ompu Palti Sinaga mamereng parmulak ni biang i sasada sa, gabe diarah hon ma biang i asa patuduhon inganan parsiranganna dohot tuanna. Gabe dapot ni Ompu Palti Sinaga ma antong bangke ni anak na i di rura Urukbolon, alai, ianggo pamotoanna antong, SiBoru Naitang do na maneat Sinaga anak nai ai ndang diboto na adong Inarnaiborngin di tingki i. Humalaput ma Ompu Palti dohot angka dongan sabutuhana borhat tuhuta ni Siahaan Naibaho laho mangido uhum.


Songonon ma didongkon Ompu Palti dung na jumpang ibana dohot Raja ni Parboru marga Naibaho :

“Ia on do Rajanami, uhum na so dung ro do on, patik naso dung masa pambahenan ni Boru muna i, ai dibunu do Sinondukna ! Jagar do nasida hupaborhat dohot Anakki, laho mangebati hamu, hape ido dalanna laho mamunu Anakki, on pe, paboa hamu ma uhum sidabuhononmu tu Boru muna asa hutangi hami !”


Mangido tingki ma antong Siahaan Naibaho asa disungkun ma jolo SiBoru Naitang. Di na mangkatai Siahaan Naibaho rap dohot angka dongan tubu na, gabe diboto ma antong na masi haholongan do SiBoru Naitang dohot ibotona Inarnaiborngin jala marporhas (mengandung) alai, dang pola didok SiBoru Naitang na Inarnaiborngin do na maneat Sinaga i, gariada, las diolohon SiBoru Naitang do na ibana maneat sinonduk nai.

Gabe songonon ma antong alus ni Parboru tu Paranak marga Sinaga i : “Ba ido tutu, hami pe dohonon nami do naso uhum do na binahen ni Boru nami i, on pe, balga ni uhum naso targarar do, ba, nongnongan nama Boru nami i tu tao”.
Alai, andorang so dialusi Naibaho sungkun2 ni Raja Paranak Sinaga i, marpadan ma Raja Naibaho dijolo ni sude dongan sabutuhana mandok ; naso hea adong anak na margoar Inarnaiborngin jala ontak nion, ndang jadi dohonon goarna manang di dia pe songoni pe manaringoti. Asa ingkon haruar ma Inarnaiborngin sian huta borngin i, jala ndang jadi dohononna na Naibaho do marga na manang tu dia pe ibana laho. Ditingki i, boi do pamate on jolma naso marmarga manang bahenon gabe hatoban – ndang adong uhum na.

Dung dibege Inarnaiborngin dohot SiBoru Naitang ujung ni uhum na dabu tu halak i nadua, maporus ma halak i nadua laho tu huta ni ama paitonga (Sidauruk), disi ma ditinggalhon Inarnaiborngin SiBoru Naitang. Hape, diboto amanguda (Sidauruk) nai do hata ni uhum i, gabe ditangkup ma SiBoru Naitang jala diboan ma mulak tu Pangururan.

Ala denggan do pamatang ni SiBoru Naitang ditingki i, gabe dipaima Naibaho ma antong asa jolo sorang dakdanak na dibortian i. Dung sahat tingki na, sorang ma tutu sada anak baoa sian SiBoru Naitang - nanisuan ni Inarnaiborngin – dibahen ma goarna Sitindoon (Sitindaon) jala ompungna Naibaho Hutaparik ma pagodang-godang las marhuta di Pangururan do Sitindaon on.


Dang sadia leleng dung na sorang i Sitindaon, ditalihon Naibaho ma batu na dokdok tu pamatang ni SiBoru Naitang dungi digulang ma ibana tu tao i, alai sai mumbang do muse. Marsogot nai, dibahen ma muse batu naum dokdok alai, sai tong mumbang muse tu ginjang. Pola loja halak i manganongnongi ganup ari, ujungna di dok SiBoru Naitang ma songonon :”Malojahu ma ahu ale Amang napinanongnongnongnong muna i, maradu marsingkor huhilala ganup ari. I pe, bahen hamu ma sada tambakku, suan hamu ma disi hau jabijabi asa adong parsiaunan boruadi. Miahi hamu ma sada manuk di ahu, bahen hamu ma sada hajut dohot sada lage, peakhon hamu ma sude i di tambak i, asa bulus mate boruadi”.

Dung dibege songoni hata ni SiBoru Naitang, dibahen halak i ma tutu songon na pinangidoan na i, dung i, dipangido SiBoru Naitang ma asa ditalihon sada Losung dohot Andalu tu pamatang na las mardalan ma ibana tu tao i, torus sahat tu toru laos so tarida be....

Ia tambak i, gabe Parsombaonan ma i di ujungna sahat tu sadari on.

Saonnari pe, molo marsolu sian Pangururan, molo sai marputa-putar solu i ndang olo morot, sungkunon ni par solu i ma tu angka sewa na manang na adong boru Hombing disi, dipangido ma tu boru Hombing i asa marnapuran jala ditijurhon ma napuran i tu tao huhut didok ma hata na (dang dapot penulis hata nai). Alai, molo pajingar hu mas na pinangke ni boru Hombing on, olo do dang sae holan tijur2 ni napuran i, ingkon dohot ma mas na pinangke ni boru Hombing on danggurhononton tu tao asa boi morot solu i. I do sai dipasingot angka natua-tua ni boru Hombing (khususna br. Hombing pinompar ni Datu Galapang) asa unang pola dipangke angka mas perhiasan ditingki marsolu di tao i. Boasa ingkon holan boru Hombing ? – Uduti hamu ma jolo manjaha turi2an on.

Ia Inarnaiborngin, dung na ditinggalhononna SiBoru Naitang dihuta ni amangudana Sidauruk, laho ma ibana maporus tu Sihotang, sian i muse, sahat ma ibana tu Lintong ni Huta. Jumpang sa ma disi sada mata ni aek ditopi ni huta i jala dibereng ma sada halak na toho mardengke disi (on ma Raung Nabolon Lumban Toruan), las gabe rap mardengke ma disi Inarnaiborngin nang pe songon na dipadao-dao parhundulna. Alai, nang pe rap mardengke halak on, masi paidaan, alai dang masi sungkunan, songon nidok ni umpama do jumpang di nasida:


Urat ni gandang gundung, Gundung tu pamaoran, Patampaktampak hundul,Pulikpulik pandohan !

BACA JUGA: BEDAH BUKU MARGA SITINDAON BAGIAN KE-ENAM HUBUNGAN MARGA SITINDAON DENGAN MARGA SIHOMBING LUMBAN TORUAN HUTAGURGUR 

Raung Nabolon pe antong dibereng jala diboto do haroro ni Inarnaiborngin, dang sadia leleng tubu ma dibagasan rohana songonon : ”Togos ni baoa on, ai na boi gadisonku baen hatoban, nunga adong balanjongku.” Hape, las i do tong dibagasan roha ni Inarnaiborngin.

Ala dos do na dibagasan roha ni halak i na dua, marsiranggut marmoncak ma halak i, pola do tolu ari tolu borngin ninna barita i, alai dang adong na talu manang na monang. Ala naung loja do halaki na marsiranggut i, gabe mardenggan ma nasida jala masi tandaan ma halaki nadua; Raung Nabolon LumbanToruan – Inarnaiborngin (alai ndang pola didok marga na Naibaho i, ai nunga songoni uhum na).

Raung Nabolon pe antong ndang pola didiori asal ni Inarnaiborngin on ai dung na marsiranggut i, tubu do dibagasan rohana naeng bahenonna gabe ulubalang ni huta Inarnaiborngin mamereng hagogo on jala habeguan ni Inarnaiborngin ai ditingki i, naeng masa do hamusuon dompak marga Marbun. Inarnaiborngin pe sangkap do rohana naeng marhuta di Lintong ni Huta ai so diboto be naeng laho tudia.


Gabe marpadan ma Raung Nabolon dohot Inarnaiborngin songonon :
“Marpege sangkarimpang jala maransimun sada holbung, ia manimbung rap tu ginjang, marobur rap tu toru maralohon musu”. Ditogihon Raung Nabolon ma Inarnaiborngin tu huta jala dibahen ma ibana gabe ulubalang las dietong ma songon anggina.

Dung manang sadia leleng, ro ma tutu marga Marbun manorbo Lintong ni Huta, masa ma parporangan dihuta i jala mate do anak ni Raung Nabolon si paiopat disi (ndang dapot goarna). Mansai marsak ma tutu roha ni Raung Nabolon, didongkon ma tu Inarnaiborngin asa molo boi patalu on ni Inarnaiborngin marga Marbun, baen on ma ibana gabe anakna jala las ibana ma antong pagodang-godanghon nanioli ni anak si paiopat i saulahon. Dirobo Inarnaiborngin ma parmanuhon (marhite hadatuonna) naeng maningkir gorakgorahan ni manuk i manang na boha do bahenon na manaluhon musu. Ai molo sian torop ni jolma songon naso taralo do torop ni marga Marbun na manghaliangi huta i. Dung bagas borngin, laho ma Inarnaiborngin tu parbornginan ni Raja Marbun dompak dangsina ni huta i, ai ala ni hadatuonna, boi do ibana mamolus dang parbinotoan manang dibereng angka musuna. Dapot na ma parpodoman ni Raja Marbun i jala renge do ibana modom las, ditallik Inarnaiborngin ma uluna jala diboan ma ulu ni Raja Marbun on mulak tu huta. Dung sahat dihuta, digantunghon ma ulu ni Raja Marbun on di Galapang ni sopo huta i, dibahen ma bohi na dompak haroroan ni huta.

Gaor ma tutu angka marga Marbun manogot nai, ai jumpangsa holan pamatang ni Raja nai do na adong hape dang marulu be. Hape nunga marsurak-surak par Lintong ni Huta asa diuduti muse na marporang i. Dibereng angka Marbun i ma antong ulu ni Raja na jala bollang matana gantung di Galapang ni sopo huta i. Humahebo ma sude angka Marbun marlarian dilele Inarnaiborngin dohot angka pasukanna.

Las ma roha ni Raung Nabolon dohot sude angka dongan sabutuhana mamereng hagogoon dohot habeguon ni Inarnaiborngin, marpesta ogung masude sahuta manghantushon goar ni Inarnaiborngin gabe si Datu Galapang jala Lumban Toruan ma marga na, anak si paiopat ni Raung Nabolon.

Saut do Datu Galapang pagodang-godang hon na nioli ni anak Raung Nabolon si paiopat naung mate i, jala marpinompar ma ibana tolu anak, ima :

1. Tuan Guru Sinomba
2. Juara Babiat (adong do barita nion na asing) 
3. Datu Ompu Lobi Nasumurung.

Jadi, sahat dibingkas on, gabe songonon ma tarombo ni ompungta si Datu Galapang i ;


Sumber: http://mycultured.blogspot.com/2009/07/pardomuan-ni-marga-naibaho-tu-marga.html?m=1

Composed by JSihombing (Op. Jonathan) Latest edition 01 April 2009
* Seperti yang dituturkan oleh Bp. WM Hutagalung th 1926 kemudian dibukukan oleh Penerbit Tulus Jaya thn 1991 dengan judul “Pustaha Batak” dan diperbaiki oleh Bp. St. R. Lumban Toruan th 2009

Hubungan Marga Sihombing Dengan Marga Naibaho

1585495726773

Hubungan Marga Sihombing Dengan Marga Naibaho


Turi-turianni Parpadanan Sihombing Lumbantoruan dengan Naibaho
Horas dihita sude,
 
sebuah Legenda/cerita kuno yang mengisahkan awal mula parpadanan (Sumpah) antara Marga Sihombing Lumbantoruan dengan Marga Naibaho. Saya akan coba menuliskan turi-turian (cerita) ini dalam bahasa Indonesia sehari-hari.

SitindaonnNews.Com | Dahulu kala di daerah Humbang tengah terjadi peperangan antara Marga Sihombing dengan Marga Marbun. Jika kita ambil data-data tarombo marga, dalam hal cerita ini yang sedang berperang adalah Marga Sihombing yang bernama Op.Raung Nabolon yang memiliki 3 anak yaitu : Op.Hombar Najolo, op.Ginjang Manubung dan Op.Pande Namora. Sundut(Generasi) Nomor 4 dan Nomor 5 terhitung dari Borsak Sirumonggur Lumbantoruan (sesuai dengan aturan penomoran generasi marga Sihombing Lumbantoruan).
 
Jauh diseberang Danau Toba,tepatnya di pulau Samosir daerah Pangururan bermukim marga Naibaho ( anak pertama dari Siraja Oloan); ada keturunannya seorang Datubolon (Dukun pendekar sakti) yang bernama op.Datu Galapang. op.Datu Galapang ini dikenal sebagai pangaranto bolon (suka merantau) untuk mencari dan menjajal ilmu hasattian (kesaktian).

Terjadilah sebuah kisah memilukan dimana op.Datu Galapang mardenggan-denggan (berhubungan) dengan ibotonya sendiri yaitu namboru Siboru Naitang,sampai lahir keturunan dari mereka berdua itulah yang sekarang menjadi marga Sitindaon (sitandaon ma on=sebagai tandalah ini) atas persitiwa tersebut. Akibat dari kejadian ini membuat marah Marga Naibaho dan menjatuhkan hukuman kepada kedua pasangan terlarang tersebut. Op.Datu Galapang dibuang kehutan angker yang penuh dengan harimau buas sedangkan namboru Siboru Naitang dipanongnong (ditenggelamkan ke danau). Menurut mitos kuno yang masih dipercaya sampai sekarang, namboru SiBoru Naitang menjadi penunggu Danau Toba.Singkat cerita, karena kesaktiannya op.Datu Galapang berhasil meloloskan diri dari Hutan angker tersebut dan pergi ke Humbang melanjutkan perjalanannya dalam mencari ilmu. Keunikan op.Datu Galapang ini,dia hanya membawa sebilah belati untuk senjatanya serta selalu membawa segumpalan tanah dan sekantung air.

Kembali ke awal cerita diatas,tengah berlangsung perang antara marga Sihombing dan marga Marbun.

Dikarenakan ada seorang pangulu balang (panglima perang) dari marga Marbun yang demikian kuat dan sakti,membuat marga Sihombing berada diambang kekalahan. Karena Sihombing diambang kekalahan,mendengar bahwa op.Datu Galapang berada di humbang maka marga Sihombing berusaha meminta pertolongan kepadanya. Mungkin karena sudah dituntun oleh Mulajadi Nabolon (sebutan Tuhan dalam kepercayaan Batak kuno), op.Datu Galapang akhirnya membantu marga Sihombing yang sedang diambang kekalahan.
Op.Datu Galapang mendatangi wilayah marga Marbun dan bermaksud menemui panglima perang Marbun yang kuat dan sakti tersebut. Sesampainya didaerah kekuasaan Marbun,op.Datu Galapang menabur tanah dan menginjaknya serta meminum air yang dibawanya (inilah salah satu tanda kesaktiannya). Seketika datanglah Marga Marbun menghampiri dan berusaha mengusir op.Datu Galapang. Mendengar hal itu op.Datu Galapang hanya menjawab dengan perkataan : ” boasa palaohonmuna au? ia Tanokku do na hudege jala aekku do na huinum. (kenapa kalian mengusir saya? bukannkah tanahku sendiri yang kupijak dan airku sendiri yang kuminum).” Mendengar ucapan yang “tidak biasa” itu,Karena mereka sadar yang mereka temui tersebut bukan “orang sembarangan”,maka marga Marbun akhirnya memanggil panglimanya .Karena mereka sadar yang mereka temui tersebut bukan “orang sembarangan.”
Kesaktian panglima Marbun yaitu tidak dapat dibunuh selama badan dan kakinya menyentuh tanah (ilmu ini didaerah Jawa dikenal dengan ajian Rawa Ronteg ). Dengan sedikit akalnya,op.Datu Galapang mengakalinya dengan menyuruh panglima Marbun tersebut memanjat sebuah pohon mangga,karena diatas pohon tersebut terdapat sebuah mangga yang jika dimakan dapat menambah kesaktian seseorang. Ketika sang panglima memanjat pohon itu,serta merta pada saat itu kaki dan badannya tidaklah lagi menyentuh tanah.Kesempatan ini tidak disia-siakan Op.Datu Galapang, dan segera menikam tubuh panglima Marbun tersebut hingga tewas. Melihat panglimanya sudah tak berdaya lagi,semangat tempur marga Marbun menjadi mundur. Sampai akhirnya marga Marbun terkalahkan dan marga Sihombing memenangi perang tersebut.
Atas jasanya, maka op.Datu Galapang diampu (diangkat) anak oleh Marga Sihombing dan sejak saat itu sah telah menjadi Marga Sihombing bukan Naibaho lagi.Menjadi anak ke 4 dari Op.Raung Nabolon seperti telah disebutkan pada awal cerita diatas.Demikianlah,sehingga terjadi parpadanan antara Marga Sihombing dan Naibaho.Karena jika dilihat secara genetik, keturunan marga Sihombing dari op.Datu Galapang hanya gelar marganya saja yang Sihombing Lumbantoruan,namun darah yang mengalir ditubuhnya tetap darah Raja Naibaho. Namun dikarenakan sumpah(padan) yang kuat,tidak hanya khusus kepada keturunan op.Datu Galapang saja yang tidak boleh marsibuatan (mengawini) dengan ibotonya sendiri (boru Naibaho) ;Anak dari op.Datu Galapang ada 3 yaitu : op.Tuan Guru Sinomba,op.Juara Babiat dan op.Datu Lobi. Tetapi berlaku kepada seluruh keturunan Marga Sihombing Lumbantoruan Lainnya.
Sebagai tambahan mengenai cerita diatas,sampai saat ini masih terdapat pro dan kontra apakah Marga Sihombing Lumbantoruan (khusunya keturunan dari Op.Datu Galapang) hanya berpadan dengan marga Naibaho saja, ataukah kepada ke 5 Marga Lainnya keturunan Si Raja Oloan yaitu : Sihotang,Sinambela,Bakkara,Manullang dan Sihite.Karena jika ditelaah lebih dalam dari uraian cerita diatas, op.Datu Galapang adalah keturunan langsung dari Marga Naibaho dimana didalam tubuhnya secara genetik mengalir darah Siraja Oloan???
Satu sumber menyebutkan,hanya marga Sihotang yang mau “mengikuti” padan diatas. Karena pernah diucapkan marga Sihotang kepada Marga Naibaho (sebagai haha dolinnya) : padanni Hahadoli nami siihuttonon hami do (sumpah kepada abang kami akan kami ikuti sebagai adiknya). Tapi dilain pihak ada beberapa pihak mengatakan bahwa yang marpadan hanyalah Marga Naibaho saja,bukan berarti ke 5 marga SiRaja Oloan yang lain mengikutinya. (karena ada beberapa marga Sihombing Lumbantoruan yang sudah memperisitri br.Sihotang,br.Sihite)
Padan Marga Sihombing Lumbantoruan dengan Marga Naibaho dan Marga Sitindaon tetap dipegang kuat sampai sekarang karena masih adanya hubungan pertalian darah (sisada mudar).
Perbedaan pendapat bukan untuk menjadi bibit perselisihan.Dalam hal ini penulis bukan berusaha memperdebatkan padan najolo (sumpah dahulu kala).Tetapi tidaklah lain hanya berusaha melestarikan turi-turian najolo (cerita-cerita legenda) supaya tidak hilang “digilas” kerasnya perputaran jaman.
*Akka padan naung pinukka akka ompunta sijolo-jolo tubu,si ihuttononta akka na parpudi *
 

Sumber :: http://borsaksirumonggurlumbantoruan.blogspot.com/2013/03/padan-sihombing-dengan-marga-naibaho.html?m=1

Donasi Bantuan Tanpa Transfer Uang

kisspng logo brand font product donation 5b9d0158758c45.0807053015370161524815

Membantu dan menyumbang tanpa transfer uang....

Bapak ibu yang terhormat, semoga anda dan keluarga sehat² semua...
Kami bukanlah siapa², kami hanya orang biasa yang ingin membantu sesama yang membutuhkan.

Hakim PN Medan Ditemukan Tewas dalam Mobil Di Kebun Sawit Warga Namorambe

1575069923656Mobil hakim PN Medan yang ditemukan di areal kebun sawit warga Namorambe, Kutalimbaru, Deli Serdang. 

SitindaonNews.Com,  Medan - Mayat seorang pria ditemukan warga tewas di di areal kebun sawit di Namo Rambe, Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Pria tersebut berada dalam sebuah mobil Toyota Land Cruiser (LC) Prado BK 77 HD warna hitam, dengan pakaian training warna hijau ditemukan warga dalam keadaan sudah meninggal pada hari Jumat (29/11/2019) sekitar pukul 13.00 WIB, mobil dan korban ditemukan di areal kebun sawit warga di Dusun II ,Namorambe, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang.

Sitindaon News Bakar Duit

IMG 20191117 062503 

Sitindaon News Bakar duit

SitindaonNews.Com - Pernah dengar istilah bakar duit, sampai ratusan bahkan ribuan triliun rupiah? Dan itu semua duit para investor bukan duit sipemilik atau sipendiri perusahaan.

Semua bisnis startup pada umumnya melakukan praktek bakar duit seperti Gojek, Grab, OVO, Bukalapak, Blibli dll termasuk juga sebahagian bisnis media berita online juga melakukan bakar duit dalam menjalankan usahanya.

Selamat Kepada Pemimpin SDM Sitindaon News Atas Kelahiran Anak Kedua Seorang Putra

IMG 20190926 173834

Selamat Kepada Matresya Sitindaon, Pemimpin SDM Sitindaon News Atas Kelahiran Anak Kedua Seorang Putra.

Pemimpin SDM Sitindaon News, Matresya Sitindaon, pada hari ini Kamis 26 September 2019, sekitar pukul 16.00, di karuniai seorang putra, dengan BB 3.63 kg dan TB 50 CM melalui operasi cesar di RS Bunda Menteng Jakarta Pusat, ibu dan anak dalam keadaan sehat.

Page 1 of 4