fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190818 143856Penggalian makam Tunggar Nageduk Sitindaon

CATATAN YANG TERKUBUR

Semangat renovasi tugu Tunggar Nageduk begitu meng-gebu² dalam jiwa dan semangat para generasi penerus Sitindaon.

Namun sangat disesalkan tidak mau menampung aspirasi dan pendapat dari pihak² yang dianggap berbeda pendapat sebagai sikap tidak mendukung bahkan dianggap sebagai provokator yang menghambat renovasi dan harus disingkirkan layaknya seekor anjing yang suka menggonggong kena isiram air panas langsung "kainggg,,,, kainnggg,,,,kainnnggg."

IMG 20190818 140203

Konsep dan ide harus jalan terus demi mengejar sebuah target dan ambisi, karena konsep dan ide sudah mendapat restu dari na-tua² huta yang dianggap sebagai sebuah kebenaran dan pengesahan atas semua program tsb.dan jadilah sebuah "proyek huta.".

IMG 20190818 135807

Yang lebih menyedihkan lagi, yang mempunyai pendapat yg kritis diancam dengan kata² "jangan bangunkan singa tidur" yang lagi lapar.

IMG 20190818 135558

Parahnya lagi yg berbeda pendapat dianggap sebagai " anjing menggonggong, kafilah berlalu", dianggap sebagai seekor anjing tua yang tidak lama lagi akan mati dan yang lain dipasak kepalanya lalu dipanggang atau disakksang untuk tambul, kata seorang penggemar yang bangga merasa macam Mario Teguh dengan kasus keluarga yang membelitnya.

IMG 20190818 140310

Sifat dan karakter egoisme dan diktatorisme masih terus dipertahankan dan dipelihara, barisan dirapatkan, kelompok dibentuk, akhirnya wajah tugu Tunggar Nageduk dibedah sesuai keinginan tertentu yang merasa sudah mempunyai pola pikir luar biasa dan hebat dari yang lainnya dan hasil akhirnya di-puji² sebuah hasil karya yang baik, indah dan modern.

Tetapi sesungguhnya renovasi tersebut telah menghancurkannya karena hasil akhirnya telah menghilangkan atau menghapus makna dan  nilai² seni, budaya, sosiologi,  arkeologi dan antropologi dari tugu tersebut.

Keaslian dari wajah tugu itu sudah berubah total layaknya seperti hasil operasi plastik wajah seseorang. Tugu itu berubah menjadi sebuah bangunan modern yang dibangun pada era milenial masa kini dengan material keramik atau granit.

Permukaan dinding tugu yang semula penuh dengan relief batu alam sebagai simbol persatuan hubungan kekerabatan keturunannya dalam sebuah bentuk bangunan tempo doeloe yang sarat dengan makna dan nilai² seni, budaya, sosiologi, arkeologi dan antrolologi sirna begitu saja secara sengaja atau tidak sengaja karena relief² tersebut telah tertutup atau diganti dengan kepingan kotak² keramik atau granit yang telah menjadi simbol peng-kotak²an keturunannya

IMG 20190816 WA0015Bentuk dan wajah asli Tugu Situnggar Nageduk Sitindaon

Sangat mengecewakan karena renovasi yang di-bangga²kan itu sesungguhnya secara sadar atau tidak sadar telah menghapus atau mengubur jejak sejarah dari tugu itu sendiri.

Saya yakin para penggagas awal tugu tersebut pasti kecewa, sedih dan menangis, mereka tidak bisa berbuat apa² lagi karena generasi muda sebagai generasi penerusnya sudah merasa mempunyai pola pikir luar biasa dan hebat, lebih mengerti, lebih pintar dan merasa lebih mampu dan lebih hebat dalam segala hal.

Candi Borobudur juga mengalami renovasi dan pemugaran, tetapi tidak merubah wajah dan permukaannya, material pengganti diusahakan bentuk, ukuran dan warna yang sama dengan aslinya, sehingga candi tsb tetap terlihat dengan wajah dan bentuk aslinya. Nilai seni, budaya, sosiologi, arkeologi dan antropologi tetap dipertahankan.

Demikian juga halnya dengan Tano Ponggol, yang digerogoti oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, dimana oknum ini berani berbuat karena ijin dan restu dari oknum tertentu dengan mendirikan bangunan permanen dan menerima dana ganti rugi tanah yang dipakai proyek pemerintah untuk kepentingan pribadi.

Sesuai kesepakatan semula, kasus Tano Ponggol merupakan prioritas untuk diselesaikan dan di tuntaskan terlebih dahulu, tetapi faktanya lebih 1 tahun tidak ada kemajuan progres penyelesaian masalah demi mengejar target renovasi dan partangiangan saja.

Dikhawatirkan kasus ini segaja dibuat ter-katung² karena nantinya sisa tanah ini juga akan hilang tanpa jejak dan bekas, sementara oknum² yang tidak bertanggung jawab akan mengharapkan menerima dana ganti rugi lagi dari pemda atas sisa tanah karena ada kemungkinan sisa tanah itu akan di jadikan sebagai Ruang Terbuka Hijau karena lokasinya persis tepat dipinggir atau dibawah fly over jembatan kanal Tano Ponggol yang dalam proses pembangunan.

Tugu Situnggar Nageduk Sitindaon di Sibualbual dan Tano Parhutaan Sitindaon pemberian Naibaho Hutaparik di Tano Ponggol akan tinggal menjadi kenangan dalam sebuah CATATAN YANG TERKUBUR oleh generasinya sendiri.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190815 185609

Setiap Generasi SITINDAON Berhak Punya "Rumah" Masing-masing.

Menyambut 74 tahun kemerdekaan tanah air, tapi kita belum sepenuhnya "merdeka", karena masih menumpang di rumah orang.

Dalam dunia nyata, rumah diartikan sebuah bangunan fisik untuk tempat tinggal dan menjadi alamat surat menyurat atau dokumen kita.

Selain dunia nyata ternyata "rumah" atau alamat juga ada di dunia maya.

Kehidupan kita sehari-hari tidak lepas dari dunia maya, apakah itu Facebook, Whatsapp, Twitter, Belanja dan Transportasi Online, dll.

Untuk masuk ke dunia maya kita harus punya "rumah" sebagai alamat email dan pada umumnya rumah/alamat kita di dunia maya adalah @yahoo.com, @yahoo.co.id, @gmail.com, dan lain2.

"Rumah" itu adalah milik Yahoo dan Google, alamatnya milik kita tapi rumahnya numpang rumah orang.

Kini SITINDAON punya "rumah"sendiri di dunia maya yaitu @sitindaon.id.

Jadi kita bisa bikin alamat email disana, rumahnya rumah sendiri, alamatnya alamat sendiri, seperti:

This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Dan seterusnya.......

Kalau kita punya rumah sendiri, ngapain numpang di rumah orang..

Kalau kita punya rumah SITINDAON ngapain numpang di rumah YAHOO atau Gmail.

Mari kita bangun dan besarkan "rumah" kita, bersama kita bisa karena SITINDAON adalah "rumah" kita selamanya.

Silahkan contact admin di SitindaonNews.com S&K berlaku.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190814 211142Sakti Roni Maruli Sitindaon bersama Op. Tarida Sitindaon, mewakili Pangambittua membawa saring2 Pangambittua pada Peresmian Tugu Tunggar Nageduk Sitindaon di Sibual-bual, Pulau Samosir. Tahun 1997.              Dokumentasi Sitindaon News

Oleh: Sakti Roni Maruli Sitindaon

Horas, salam kompak buat seluruh keluarga besar Sitindaon dimanapun berada.

Akhir2 ini sering saya perhatikan perdebatan di medsos turi2an/sejarah Sitindaon, terutama oleh para generasi muda.

Pokok utama perbedaan yg paling mendasar adalah hubungan antara Sihombing dengan Sitindaon.

Dimana ada versi yang mengatakan bahwa Sitindaon adalah berasal dari Naibaho yg mana hubungannya ke Sihombing adalah melalui Inarnaiborngin yg kemudian menjadi Datu Galapang.

Versi yg lain mengatakan bahwa Sitindaon itu adalah keturunan Sihombing berasal dari garis keturunan Sariburaja dan sama sekali tidak ada hubungan atau kaitannya dengan Naibaho, dan mereka ini ada yg membuat marganya Sitindaon Sihombing atau Sihombing Sitindaon.

Akan tetapi kedua versi tsb mempunyai kesamaan bahwa Sitindaon adalah Tunggar Nageduk dan punya 3 anak, yaitu: Passalaut, Pangahuraja dan Pangambittua.

Screenshot 20190814 212634Proses penggalian makam dan memindahkan guci tempat kerangka Tunggar Nageduk Sitindaon ke tugu yang sudah dipersiapkan dan diresmikan di Sibual-bual, Pulau Samosir. Tahun 1997.     Dokumentasi Sitindaon News

Salah satu tujuan SITINDAON NEWS adalah untuk memberitahukan kepada dunia keberadaan marga SITINDAON dan mencatatkan jejak digital yang tidak terhapus agar sejarah atau turi2an Sitindaon itu sesungguhnya adalah berasal dari marga Naibaho, sehingga generasi2 berikutnya tidak menjadi bingung atau ragu lagi jika mendengar ada turi2an dengan versi yg berbeda.

Kehadiran dan keberadaan SITINDAON NEWS sejujurnya kami termotifasi dan terinspirasi dengan sepak terjang JANSEN SITINDAON didunia politik tahun 2018 yg menghantarkannya bisa lebih leluasa memperkenalkan dan sosialisasi keberadaan marga SITINDAON di Media Massa, Media TV dan Media Sosial.

IMG 20190814 233529

Terima kasih kepada abang kami JANSEN SITINDAON yang sudah memperkenal marga SITINDAON kepada dunia dan kepada masyarakat Indonesia khususnya melalui media TV dan media sosial lainnya dalam setiap kegiatan politiknya, terlebih-lebih presiden dan mantan presiden RI paling tidak sudah pernah menyebutkan SITINDAON.

Tidak dapat dipungkiri bahwa jika kita searching "Sitindaon" di Google maka di halaman tsb yang pertama muncul semua berisi tentang Jansen Sitindaon. Ini membuktikan bahwa Jansen Sitindaon mempunyai peran yang sangat penting dalam sosialisasi marga SITINDAON secara luas.

Beberapa tulisan Jansen Sitindaon di media sosial pernah kami kutip dan muat ulang di Sitindaon News, diantaranya Brigjen Ontang Sitindaon, Dialah Sang Serba Pertama di Marga Sitindaon, kemudian ada juga tulisan tentang penyebaran dan keberadaan marga Sitindaon di PakpakBharat (Omp. Ambarira Sanggar Mealeal Sitindaon) dan masih ada yg lainnya.

IMG 20190322 155726

Sehat dan sukses selalu buat Jansen Sitindaon, agar Tugu Namangolu segera berdiri kokoh di negeri ini, agar Sitindaon2 bisa sukses dalam pendidikan, sukses dalam usaha, sukses dalam karir bisa berada di posisi konglomerat Indonesia dan sukses di birokrasi menjadi eselon 1 bahkan bukan tidak mungkin di jajaran menteri.

Tidak menutup mata dan telinga, tentu ada juga keluarga besar Sitindaon yg juga telah berbuat dan berusaha memperkenalkan dan sosialisasi marga Sitindaon, baik itu melalui dunia sosial, dunia pendidikan, dunia usaha maupun dunia pemerintahan, sesuai kemampuan masing2. terima kasih buat semuanya...

Untuk mencapai tujuan2 itu semua, mari kita bersatu dan saling mendukung agar generasi2 Sitindaon menjadi generasi yang sukses.

Redaksi Sitindaon News terbuka untuk kita semua bergabung dan berpartisipasi apa saja dan mengharapkan kita semua dapat mengisi artikel opini, budaya, politik, ekonomi, hukum dsb. dan juga kiranya berkenan mempromosikan keberadaan SITINDAON NEWS kepada keluarga, sahabat dan relasi kita semua.

Salam damai dan bahagia selalu:

IMG 20190814 202918

Sakti Roni Maruli Sitindaon.🙏🙏🙏

CEO SitindaonNews.com

Screenshot 20190720 224940Screenshot 20190814 211540Bersama keluarga, Ibu Diana Br. Siagian, adik Matresya Silvya Br. Sitindaon, Sakti Roni Maruli Sitindaon dan bapak Zul Abrum Sitindaon, pasca peresmian tugu Tunggar Nageduk Sitindaon. Tahun 1997.  Dokumentasi Sitindaon News.

Screenshot 20190815 100319

Tahun 1997

IMG 20190815 101000

Tahun 1997

Screenshot 20190725 114858

IMG 20190815 101321

 Screenshot 20190815 095803

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20190725 114858Tugu Marga Sitindaon  (sebelum di renovasi) di Pulau Samosir. Foto dokumentasi Sitindaon News.

Pro Kontra Turi-turian Atau Sejarah Marga Sitindaon

Oleh: Sudin Maurid Sitindaon

Editor: Tim Sitindaon News

Sitindaon News - Jika muncul turi-turian marga Sitindaon di grup maupun diwall facebook umumnya:
1. Menjadi perdebatan pro dan kontra bahkan disesama yang bermarga Sitindaon
2. Keluar umpama
"Ansimun so bola on
Hotang-hotang so dohonon
Naniida sitongka paboa-boa on
Nabinoto sitongka padohon-dohonan".

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190501 201005

Krisman Sitindaon/ Profile FB

SitindaonNews.   Satu lagi dari keluarga besar Sitindaon masuk daftar caleg terpilih dalam Pemilu lalu di Kota Tj. Balai Sumatera Utara, yaitu Krisman Sitindaon yang maju sebagai caleg dari PDIP,.

Hal tersebut dapat dipastikan setelah KPU Tanjungbalai merampungkan rapat pleno rekapituasi perhitungan suara Pemilu Serentak 2019. Dari hasil rapat pleno tersebut sudah diketahui nama-nama 25 caleg yang diprediksi akan duduk di DPRD Tanjungbalai 2019-2024.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190428 203603

Para Caleg Sitindaon yg diperkirakan lolos menjadi anggota DPRD Tk.II

SitindaonNews.com -  Medan. Dari Daerah Bersama SITINDAON Membangun Negeri.

Dalam pesta demokrasi tahun ini ada beberapa orang keluarga besar Sitindaon ikut sebagai peserta calon legislatif dari berbagai partai politik di berbagai daerah hingga pusat.

Semua sudah berusaha dan berjuang maksimal untuk mendapatkan dukungan suara rakyat disertai dengan doa restu dari keluarga besar Sitindaon.

0
0
0
s2sdefault
Pakpak Bharat Dan Sejarah Sitindaon

0
0
0
s2sdefault

Jansen Sitindaon di Tambak Op. Ambarita Sanggar Mealeal Sitindaon di desa Mungkur, Kec. Siempat Rube, Pakpak Barat. Dok. Pribadi Jansen Sitindaon.

 

Penulis: Jansen Sitindaon

Ketua DPP Partai Demokrat

#edisitulisansejarah

--PAKPAK BHARAT DAN SEJARAH SITINDAON

SitindaonNews. Beberapa waktu lalu saya ke Pakpak Bharat ("PPB"). Setelah selesai melaksanakan beberapa agenda politik di PPB dalam kapasitas saya selaku Plt Ketua DPC Demokrat Pakpak Bharat, saya melanjutkan kegiatan bersilaturahmi dengan keluarga besar kami Sitindaon yang ada di PPB.

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20190725 114858Foto Tugu Raja Tunggar Nageduk Sitindaon di Sibual-bual, Onanrunggu, Pulau Samosir.

Oleh: Zul Abrum Sitindaon

Sitindaon News, Medan - Marga-marga suku Batak pada umumnya memakai awalnya "Si" seperti Simanjuntak, Simanihuruk, Sitanggang, termasuk Sitindaon.

Sitindaon sendiri awalnya berasal dari kata "Tandaon" yang artinya kenal atau dikenal atau diketahui orang lain.

Seiring dengan perkembangan jaman Tandaon menjadi Tindaon dan akhirnya menjadi Sitindaon.

Sekarang ini pemakaian marga keturunan Raja Tunggar Nageduk ada yang memakai "Sitindaon" dan ada juga yang memakai "Tindaon".

Bagi orang Batak sendiri pasti sudah mengetahui kalau Tindaon itu adalah Sitindaon, tetapi bagi suku lain ada anggapan bahwa Tindaon itu tidak sama dengan Sitindaon, bahkan ada yang menganggap bahwa Tindaon itu adalah Tandean yang berasal dari Manado, Sulawesi.

Untuk menghindari kesalah pengertian secara Nasional maupun International, ada baiknya kita seluruh keturunan Raja Tunggar Nageduk sepakat terutama untuk generasi berikutnya yang yang belum mempunyai identitas diri seperti anak yang baru lahir untuk menyebut dan menulis identitas marga kita di akte lahir, Kartu Keluarga, KTP, Ijazah, dll dengan SITINDAON.

Bagi yang sudah terlanjur menulis Tindaon di KTP, Ijazahnya dll tidak perlu diganti atau dirubah, yang penting adalah untuk generasi atau anak berikutnya yang belum memiliki identitas seperti akte lahir, KTP dll. supaya ditulis marganya "Sitindaon".

Demikian juga ada kemungkinan keturunan Raja Tunggar Nageduk masih ada yang memakai marga lain seperti Sihombing atau Naibaho, jika memang adalah keturunan Raja Tunggar Nageduk sebaiknya anak-anaknya nanti yang baru lahir yang belum ada identitas, sebaiknya diberi atau ditulis marganya Sitindaon di akte lahir.

Dengan demikian diharapkan ada keseragaman dalam pemakaian atau penulisan Marga Sitindaon pada generasi berikutnya dikemudian hari, dan hal ini tidak lepas dari peran serta kita sebagai orangtua untuk mengingatkan anak-anak kita tentang hal ini.

Supaya penyebutan atau pemanggilan SITINDAON ini lebih familiar ditengah-tengah masyarakat, sangat diharapkan terutama generasi muda agar penyebutan atau penulisan SITINDAON jangan dipelesetkan dalam bentuk apapun seperti dalam bahasa  lain ( Sit In Down,  City n Down dan lain sebagainya),  yang bisa mengakibatkan suatu saat kelak kata SITINDAON bisa hilang dalam catatan ensiklopedia maupun wikipedia nomenklatur Indonesia dimasa ,mendatang.

Marga itu sangat sakral, tidak boleh sembarangan dipelesetkan atau supaya keren kata orang, biarlah kapan saja, dimana saja. SITINDAON tetap SITINDAON., karena memang itulah adanya.

 

#SITINDAONHEBAT
#SITINDAONJAYA
#SITINDAONKOMPAK

0
0
0
s2sdefault
0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 IMG 20190816 183122

Bedah BUKU  TAROMBO marga SITINDAON pada Bagian Kelima yang menceritakan asal mula Marga Sitindaon yang disebut sebagai Situnggar Nageduk yang mempunyai anak 3 orang yaitu: Passsalaut, Pangahuraja dan Pangambittua.

Dalam naskah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON yang ditulis oleh Abner Sitindaon, tidak menjelaskan tentang Passalaut dan keturunannya, demikian juga tentang Pangahuraja dan keturunannya.

Yang diketahui hanya Passalaut tinggal di Sibual-bual dan Pangahuraja pergi ke daerah Dairi, Pakpak dan Barus. Sementara Pangambittua pergi ke Lontung.

Karena penulis naskah adalah keturunan dari Pangambittua maka dalam buku ini hanya menceritakan jejak Pangambittua dan belum meneliti dan menelusuri jejak Passalaut dan Pangahuraja.

Karena itu, untuk melengkapi tulisan ini diharapkan Pomparan Passalaut dan Pangahuraja yang mengetahui kisahnya kiranya dapat melengkapi tulisan ini.

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON Bagian Ketujuh, menceritakan tentang Pomparan Sitindaon Raja Mangambit berasal dari Lontung, yang pada akhirnya berserak ke daerah lainnya, berikut kisahnya:

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

 Hubungan Marga Sitindaon dengan Marga Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur Datu Galapang.

 Hubungan Marga Sitindaon dengan Marga Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur Datu Galapang.

 

Sitindaon News (zul abrum sitindaon) - Jika pada bagian Kelima kita sudah diceritakan tentang Marga Sitindaon sebagai keturunan dari Marga Naibaho, maka pada Bagian Keenam ini akan diceritakan hubungan Marga Sitindaon dengan Marga Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur Datu Galapang.

Setelah Inarnaiborngin (ayah dari Sitindaon) mengetahui Si Boru Naitang di hukum oleh ayahnya (Naibaho) dan akhirnya mati tenggelam di danau membuat Inarnaiborngin menjadi takut dan bersembunyi di rumah bapaudanya Hutaparik.

IMG 20190107 140428

Karena merasa kasihan, Hutaparikpun menyuruhnya untuk pergi lari ke daerah lain, maka Inarnaibornginpun meninggalkan Pangururan pergi ke Lintong Ni Huta, Humbang.

Di Lintong Ni Huta dia bertemu dengan Raja Raung Nabolon, marga Lumbantoruan, Sihombing.

Semasa remaja, Inarnaiborngin sudah belajar Ilmu Kesaktian (hadatuon), jadi sesampainya di Lintong Ni Huta, dia sudah menguasai ilmu kesaktian.

Di tempat yang baru tersebut, dia membuat penampilan layaknya seorang yang sakti.

IMG 20190107 140331

Sebelumnya di Lintong Ni Huta sudah terjadi permusuhan antara kerajaan Raung Nabolon dengan marga Marbun, dimana anak Raung Nabolon yaitu Raja Namuningan ditangkap dan dibunuh oleh marga Marbun.

Raja Namuningan ini meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih kecil.

Jadi, saat pertemuan Raung Nabolon dengan Inarnaiborngin, ditanyalah dia tentang ilmu kesaktian, apakah Inarnaiborngin mampu membalas kematian anaknya dengan menangkap anak Raja Marbun itu. "Kalau bisa kau lakukan itu, maka kau (Inarnaiborngin) akan ku angkat jadi anakku dan ku kawinkan kau dengan menantuku (parumaenku) secara adat resmi (hurajahon)", kata Raung Nabolon kepada Inarnaiborngin. Karena anaknya Raja Namuningan sudah meninggal di bunuh marga Marbun.

Inarnaiborngin pun menyanggupi permintaan Raung Nabolon, dia meminta agar mereka bersemedi mengadakan persembahan menyediakan seekor ayam (marmanuk diampang) dulu.

IMG 20190107 140249

Sebelum di mulai bersemedi atau persembahan, malam harinya, Inarnaiborngin menancapkan tombak dari bambu mengelilingi kampung itu dan di siram dengan air sirih (aek ni napuran) yang warnanya merah seperti darah.

Kemudian dimulailah bersemedi sambil membaca mantra, dan tiba-tiba dia menarik dan diayunkan (disintak) ayam dari ampang itu, sambil berteriak: "Musuh!" kampung ini sudah di kepung musuh", katanya.

Mendengar itu, Raja Raung Nabolon menyuruh "Panglima" nya (Nabeguna) untuk memeriksa apa benar ada musuh. Setelah diperiksa ternyata tidak ada musuh, yang ada adalah bekas tombak (hujur) dan bekas air sirih atau bekas aek napuran di sekeliling kampung itu dan melaporkannya kepada Raja Raung Nabolon.

Tiba-tiba Inarnaiborngin menghentikan mengayunkan ayam itu dan meletakkannya di atas para-para atau galapang ni sopo.

IMG 20190107 140133

Sejak itulah dia disebut "Datu Galapang".

Kemudian dia mengatakan " kalian bilang tidak ada musuh, maka biar aku yang menghadapinya" katanya.

Pergilah Datu Galapang naik kuda ke kampung Marbun, di depan pintu rumah Raja Marbun ada istri Raja Marbun dan anak perempuannya sedang mencari kutu (marsihutu-hutuan), di lewatinya mereka dan langsung masuk ke kamar tidur Raja Marbun, dan langsung dipenggal Inarnaiborngin (Datu Galapang) kepala Raja Marbun itu.

Kepala Raja Marbun itu dibawanya kepada Raja Raung Nabolon, katanya: "Raja, inilah kepala Raja Marbun itu, dan janji kita harus dilaksanakan" katanya.

IMG 20190107 135651

" Iya, betul" kata Raja Raung Nabolon, "tapi belum puas hatiku, sebelum dapat kepala anak Raja Marbun itu" kata Raja Raung Nabolon.

"Kalau begitu, akan kuambil kepalanya" kata Inarnaiborngin, dan berangkatlah dia lagi ke kampung Marbun, dan mencari anaknya kemudian memenggal kepalanya dan membawanya ke hadapan Raja Raung Nabolon.

Melihat itu puaslah hatinya dan percaya bahwa ilmu hadatuon ni Inarnaiborngin masih lebih tinggi dari ilmu anaknya Datu Parulas.

Kemudian janji Raung Nabolon pun dilaksanakan, diberikanlah parumaennya (istri anaknya Raja Namuningan) kepada Inarnaiborngin dan diberi juga "Mas Panjaean" serta perkampungan berbatasan Lintong Ni Huta sampai perbatasan Siborong-borong, yang kemudian disebut "Tano Galapang" dan diangkat sebagai Raja di daerah itu.

IMG 20190107 144346

Dalam acara itu dibuatlah perjanjian yang tidak boleh dilanggar, jika dilanggar akan berakibat buruk kepada yang melanggar.

Perjanjiannya adalah: " Sejak saat itu Inarnaiborngin (Datu Galapang) harus menjadi "Sihombing Lumbantoruan" dan tidak boleh kembali menjadi "Naibaho", jika dilanggar maka anak keturunannya akan dikutuk.

Sejak itulah, muncul perumpamaan:
"Ansimun so bolaon
Hotang-hotang so dohonon
Naniida sitongka paboa-boan
Nabinoto sitongka padohon-dohonon".

IMG 20190107 135400

Artinya yang kita lihat jangan diberitahu dan yang kita ketahui juga jangan diberitahu ke orang lain.

Mamungka sian i jadi raja lah Inarnaiborngin (Datu Galapang).

Setelah itu kemudian lahirlah anak dari istrinya itu dan diberi nama "Sitindaon - Lumbantoruan" karena mengingat anaknya yang di asuh oleh bapaudanya Hutaparik Naibaho, yaitu "Tindaon"

IMG 20190107 135309

Demikianlah hubungan antara Marga Sitindaon keturunan/anak dari Si Boru Naitang dan Inarnaiborngin dengan Sihombing Lumbantoruan.

Jadi hubungan persaudaraan Marga Sitindaon adalah dengan Marga Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur, secara khusus keturunan Sihombing Lumbantoruan keturunan Datu Galapang.

IMG 20190107 150314

Catatan redaksi : Ada juga dijumpai sekarang ini marga "Sitindaon Sihombing", mereka dari Sihombing Lumbantoruan Hariara dari garis keturunan Sariburaja dan mereka tidak ada hubungan secara langsung dengan Datu Galapang yang telah menjadi Sihombing Lumbantoruan Hutagurgur dan tidak ada hubungannya dengan Marga Sitindaon yang berasal dari marga Naibaho.

 

Berlanjut di bagian terakhir Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON (Bagian Ketujuh)

 

Sitindaon News (zul abrum sitindaon)

0
0
0
s2sdefault
Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON. (Bagian Kelima)

0
0
0
s2sdefault

IMG 20190816 183122

SITINDAON

 

SitindaonNews.com (zul abrum sitindaon) - Jika pada edisi sebelumnya sudah diceritakan tentang Marga Naibaho, maka pada edisi ini akan diceritakan tentang Marga Sitindaon.

Sebuah sejarah adalah masa lalu yang tidak boleh dilupakan apalagi sampai di hilangkan atau di hapus sebahagian atau seluruhnya. Sepahit apapun masa lalu harus diketahui generasi penerusnya, bahkan dalam sejarah kelahiran Marga keturunan bangsa Batak ada juga yang berasal dari perkawinan antara anak dan ibu kandung. Yang pahit atau buruk tidak berarti harus ditiru generasi berikutnya, itu akan menjadi  pengetahuan dan wawasan bagi generasi penerusnya.

0
0
0
s2sdefault