fbpx

0
0
0
s2sdefault

1575345715206Menulis (Shutterstock)

Memiliki bisnis sampingan bisa jadi income tambahan. Jika ingin punya bisnis sampingan, mulailah dari hobi.

Tidak hanya hobi dan aktivitas untuk memanfaatkan waktu di sela kesibukan pekerjaan, tetapi hal itu bisa juga menghasilkan uang. Ini bisa dilakukan sebagai ‘Plan B’ jika gaji tidak lagi mencukupi kebutuhan.

Melansir Wealthy Gorilla, Jakarta, Minggu (1/12/2019), berikut ini beberapa hobi yang bisa menjadi bisnis sampingan.

1. Blogging atau Menulis

Menulis

Jika kamu menikmati menulis dan memiliki kemampuan untuk mengubah frasa, cobalah untuk menulis dalam blog. Sebab di seluruh dunia, pemilik bisnis dan manajer situs web sedang mencari blogger yang dapat menghasilkan konten yang berkualitas dan menarik.

Tulislah apapun yang kamu sukai, dan yakinlah bahwa di suatu tempat seseorang bersedia membayar untuk pekerjaanmu. Lihatlah salah satu dari banyak situs freelancer terkemuka di luar sana, dan cari hal yang kamu minati ke dalam kotak pencarian.

Butuh beberapa saat untuk membangun portofolio blog atau membangun pembaca, tetapi begitu kamu memilikinya, sedikit demi sedikit nominal uang akan mengalir ke kantongmu. Beberapa layanan penulis esai sedang mencari bakat-bakat kreatif dengan jadwal fleksibel siap membayarmu untuk beberapa pekerjaan.

2. Musik Live

Jika kamu seorang pemain atau musisi, periksa café atau tempat hiburan di sekitarmu. Cari tahu berapa mereka membayar untuk pertunjukan. Kamu mungkin dibayar flat rate atau persentase dari penjualan tiket tergantung pada tempat.

Tak hanya itu, banyak ‘konser’ membutuhkan banyak aksi pemanasan dan band yang tidak dikenal untuk mengisi kekosongan pada lineup. Tidak sulit untuk mendapatkan ruang di panggung.

Jika kamu ingin terlibat dalam adegan musik live tetapi tidak memiliki bakat untuk memainkan instrumen atau tampil, kamu dapat bekerja di sisi lain industri dan mengatur konser dan acara untuk band favorit. Ini sering kali lebih menguntungkan daripada memainkan musik itu sendiri, selain itu kamu bisa melihat banyak konser musik live secara gratis.

3. Buat Suatu Kerajinan

Tidak ada yang mengalahkan sensasi menjadi kreatif, kecuali mungkin ada orang yang membayar untuk kreativitasmu. Apapun keahlianmu, akan selalu ada orang di luar sana yang bersedia membayar untuk usaha yang kamu lakukan.

menjadi kreatif, kecuali mungkin ada orang yang membayar untuk kreativitasmu. Apapun keahlianmu, akan selalu ada orang di luar sana yang bersedia membayar untuk usaha yang kamu lakukan.

Lihat dan cari tahu apakah ada pasar kerajinan atau serupa di daerahmu yang mungkin dapat menjual kreasimu. Selain itu, temukan situs web kerajinan terkemuka di mana kamu dapat membuat profil dan memamerkan hasil kerajinanmu.

4. Fotografi

Dunia penuh dengan foto sebab internet menuntut foto baru setiap menit setiap hari. Jika kamu bisa dan tidak keberatan menjual karya artistik Anda secara online, ada kemungkinan besar kamu dapat mengubah hobi favorit ini menjadi bisnis kecil yang menguntungkan.

 Fotografi

Kamu mungkin akan kagum dengan berapa banyak uang yang dapat dihasilkan oleh beberapa fotografer dengan menjual foto mereka kepada semua orang. Mulai dari blogger hingga situs berita, pengelola web, pengiklan, dan jutaan lainnya di antaranya.

5. Investasi Saham

Jika kamu seorang mahasiswa dengan minat tertentu pada angka dan siap untuk bertransaksi, mungkin berinvestasi saham dan bermain di pasar saham adalah ide yang bagus. Meskipun ini bisa sangat menguntungkan, tentu saja ada beberapa risiko lain yang terlibat.

Jadi yang terbaik adalah memulai dari yang kecil saat kamu mempelajari seluk beluknya. Ada banyak sekali situs web saran di luar sana yang mengajarkan kamu bagaimana cara untuk masuk ke investasi saham.

Ini bisa menjadi hobi yang bermanfaat dan mendidik yang akan menunjukkan banyak tentang dunia keuangan dan bisnis. Pastikan kamu bermain aman dan tidak terbawa suasana.

Sumber: okezone

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

1575262249395Foto: Bang Sobat alias Wahyudi (43), kretaor di balik saluran Youtuber Sobat Dapur. (CNBC Indonesia/Thea Fathanan Arbar)

Di tengah menjamurnya kelas entrepreneur berbayar, saluran YouTube Sobat Dapur merupakan jawaban dan keinginan para calon wirausahawan zaman kini, yaitu kelas bisnis sekaligus kelas masak gratis.

Masyarakat hanya perlu menyediakan data kuota internet dan smartphone, serta waktu untuk mempraktekan resep-resep masakan dan berbagai kudapan dari saluran Sobat Dapur agar dapat dijadikan peluang bisnis.

CNBC Indonesia berkesempatan untuk mengetahui lebih dalam mengenai sejarah dan pemilik saluran YouTube Sobat Dapur. Ialah Bang Sobat, atau yang memiliki nama asli Wahyudi (43) bersama istrinya, Endang Kurniati (40) merintis karir menjadi konten kreator di YouTube sejak Januari 2018 (namun sudah memiliki akun sejak 7 Desember 2017). 

Ketika ditemui, Wahyudi baru saja pulang menjemput anak bungsunya dari sekolah. Dengan tampilan sederhana dan tidak neko-neko, ia membawa kami masuk ke dalam studio mini yang dulunya merupakan teras rumah.

Dari sana, dengan dialek aksen Betawi yang kental, Wahyudi yang merupakan keturunan Jawa tulen ini menceritakan awal mula sebelum ia dan istri terjun ke dunia konten kreator di YouTube.

Sebelumnya, Wahyudi yang lahir dari keluarga pedagang ini sudah mulai berdagang sejak usia 5 tahun karena ajaran dan tuntutan dari orang tuanya untuk bisa mandiri dan berwirausaha sendiri.

"Waktu itu saya mulai berjualan es mambo. Kita ambil dari jualan tetangga, dan keliling jualan itu ke teman-teman. Bahkan sampai sekolah pun, saya pernah bawa termos es untuk jualan itu. Sekolah sambil dapat duit gitu," ujar Wahyudi.

Dari hasil berjualan, menurut Wahyudi, sebagian besar biaya hidup mulai dari jajan dan biaya sekolah itu bisa ditutupi dari uang hasil berjualan.

Namun ketika duduk di bangku SMA, pria kelahiran 11 Juni 1976 ini jenuh dan malah ingin bekerja di kantoran seperti kebanyakan orang. "Pas lulus SMA, saya terpikir untuk kuliah," ungkapnya.

Maka pada tahun 1999, bapak tiga anak ini mulai kuliah dengan jurusan teknik elektro di Universitas Budi Luhur di Jakarta Selatan. "Saya kuliah ambil jurusan yang bertentangan dengan dunia bisnis dan berjualan," lanjutnya.

Dari mengenyam pendidikan di sana, Wahyudi lulus dengan belajar banyak mengenai pemrograman, ilmu komputer, hingga editing. "Cuma lucunya, ketika lulus dan dapat pekerjaan, saya hanya bertahan 6 bulan di sana. Tiba-tiba jadi tidak tertarik menjadi karyawan yang bekerja di perusahaan," akunya sambil tertawa.

"Yah, setelah dipikir-pikir, lebih menyenangkan berjualan. Memang sih bekerja di kantoran pasti lebih bersih, tapi jiwa saya seperti berontak gitu. Saya merasa ini bukan tempat saya, saya harus keluar lagi untuk berjualan," ungkapnya kembali.

Setelahnya ia kembali ke akarnya, yaitu berjualan. Wahyudi menuturkan ia mulai berjualan mie dan nasi goreng ala Chinese food. Ia juga mencoba berjualan martabak Bangka, serta penganan kue lainnya.

Jadi YouTuber Karena Digitalisasi
1575263345140
Foto: Kreator di balik saluran Youtube Sobat Dapur, Pasutri Wahyudi (43) dan Endang Kurniati (40). (CNBC Indonesia/Thea Fathanan Arbar)
 
Dengan latar belakang pedagang dan lulusan teknik elektro, Wahyudi melihat peluang besar di tengah maraknya digitalisasi di Indonesia. Dari sana, ia dan istri mulai membangun saluran YouTube Sobat Dapur di usia yang sudah tidak lagi belia.

"Saya kepikiran, bagaimana caranya mengembangkan sebuah usaha di dunia yang serba digital ini. Saya harus ikut main gitu," ujarnya.

"Akhirnya Januari 2018, saya buat video ala kadarnya dengan bermodalkan kamera handphone dan saya beranikan diri untuk diunggah di YouTube. Awalnya blank, karena kita tidak punya pengalaman. Hanya ingin saja untuk membuat video, sharing ilmu memasak yang saya punya," lanjutnya.

Nyatanya, usia bukanlah penghalang untuk berkarir di dunia yang sudah serba digital ini. Saluran YouTube Sobat Dapur mendapatkan respon yang positif dari warganet. "Banyak yang bilang, 'Bagus Bang', 'Lanjutkan Bang'. Yaudah akhirnya saya lanjutkan sampai sekarang hampir 2 tahun nge YouTube,"  imbuhnya.

Padahal, saluran YouTube Sobat Dapur yang dibentuk awalnya hanya bertujuan sebagai media mempromosikan dagangan yang akan ia jual. Tapi kini ia bahkan mengaku malah lebih asyik berkarir sebagai konten kreator di YouTube, daripada berdagang.

"Tapi menurut saya, saat bisnis, ada saatnya kita maju, ada saatnya kita bertahan, ada saatnya kita mundur dulu. Nah saat ini yang saya lakukan adalah mundur satu langkah untuk mempersiapkan loncatan berikutnya," paparnya.

"Insya Allah, tahun depan saya akan mulai bisnis lagi. Saya akan berdagang dengan menerapkan resep-resep yang sudah saya publish di YouTube. Nanti teman-teman bisa cobain resep-resep itu secara langsung dari dagangan saya," lanjut Wahyudi.

Trial dan Error Hingga Ratusan Resep
 

Foto: Bang Sobat alias Wahyudi (43), kretaor di balik saluran Youtuber Sobat Dapur. (CNBC Indonesia/Thea Fathanan Arbar)

Wahyudi dan istri juga membeberkan jika resep-resep yang ada dalam saluran YouTube Sobat Dapur sudah melewati hasil trial dan error.

"Kalau pembuatan video, yang pertama kita lakukan trial dan error dulu. Dua hari sekali kita ada trial dan error resep-resep baru. Ada yang berhasil, ada juga yang gagal. Yang gagal enggak akan dimasukin ke YouTube, jadi yang masuk ke saluran itu yang sudah teruji resepnya," bebernya.

Sejauh ini, saluran YouTube Sobat Dapur sudah memiliki 250 buah video, yang artinya sudah ada 250 berbagai resep yang sudah teruji kualitasnya untuk dicontoh oleh 1,52 juta subscribernya.

"Sekarang ada 200 sekian resep, kalau digabung dengan yang resep gagal mungkin ada 300 resep lah yang sudah pernah diuji," ungkapnya.

Resep-resep yang dihasilkan sendiri lebih banyak ditulis oleh istrinya, Endang. "Aku yang paling banyak nulis resep, sebagian besar malah," ungkap Endang kepada kami.

Penghasilan dari AdSense dan Endorsement Brand

Berbicara soal penghasilan, pria yang lebih sering dipanggil Bang Sobat ini masih malu-malu untuk mengungkapkannya. "Kalau ngomongin angka, jujur kita masih malu nih. Mungkin kalau dari AdSense, kita masih belum berani sebutin. Tapi kalau dari endorsement, kita berani kasih tahu," ujarnya.

Saat ini, rate card saluran YouTube Sobat Dapur mencapai Rp 10 juta untuk satu brand dan satu produk dalam satu video. Setiap bulannya, Wahyudi mengaku ada saja satu atau dua brand yang mengendorsement saluran YouTubenya.

"Orang sering salah persepsi kalau hasil YouTube itu lebih besar dari AdSense. Itu salah. Nge-YouTube itu lebih besar dari brand yang kasih endorsement ke kita. Seandainya sebulan ada 3 brand atau 3 produk, yaudah ketahuan pasti penghasilannya Rp 30 juta," ungkapnya.

Wahyudi membandingkan penghasilannya saat ini sebagai konten kreator di YouTube dengan waktu ia berdagang dahulu.

"Terus terang, dengan penghasilan YouTube ya saat ini jauh lebih besar. Ya kalau dagang saya sih terus terang memang dagang yang ecek-ecek. Dagangnya kelas kaki lima, dagangnya yang kelasnya bisa digusur sana sini, yang Satgas Kamtib bisa jadi teman, bisa juga jadi musuh," bebernya.

Lebih lanjut, sejauh ini sudah ada 7 brand dengan berbagai produk, mulai dari produk makanan, bumbu-bumbu dapur, hingga alat-alat masak, seperti mixer, teflon dan lainnya yang sudah mengendorsement saluran YouTubenya.

Hingga kini, Saluran YouTube Sobat Dapur sudah memiliki lebih dari 1,52 juta subscriber, dengan jumlah 114,775,639 kali video-video tersebut ditonton. Jika dilihat dari Social Blade, saluran ini masuk dalam kelompok kelas YouTuber bernilai B .

Selain saluran YouTube, Sobat Dapur juga memiliki akun Instagram @sobatdapur, dan Facebook Sobat Dapur.

Sumber: cnbcindonesia

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574408663080

ANGKIE, EMAS DI TUMPUKAN SAMPAH

Jujur beberapa waktu ini saya muak dan hampir muntah melihat isi berita..

Di media online, di acara tivi, di youtube, begitu banyak program2 yang menampilkan artis2 tanpa isi kepala sedang pamer isi kantungnya. Ada yang pamer saldo ATM, ada yang pamer mobil mewah, ada juga yang bangga dgn isi rumah..

Bahkan banyak juga yang pamer sedekah demi viewers dan subscribe juga pujian yang cenderung memuja..

Saya sampai bertanya dalam hati, "rendah sekali kualitas milenial sekarang ini.."

Sedangkan di negara maju, bertaburan berita tentang orang-orang jenius yang punya duit ribuan triliun rupiah tapi mereka sibuk mengembangkan teknologi mulai buat pesawat yang bisa joget di angkasa sampai bagaimana bisa wisata ke Mars.

Uang tidak mengubah mereka, justru kekayaan mereka jadikan sebagai supporting untuk mendukung imajinasi liar mereka..

Di negeri kita, baru kaya dikit, baru terkenal dikit, pamernya naudzubillah. Dan tontonan ini yang terus menerus dicekokkan ke generasi milenial sehingga membentuk generasi pemimpi yang sama sekali tak punya prestasi.

Tapi ketika seorang Angkie Yudistia, generasi berusia 31 tahun, seorang wanita cantik yang tuna rungu, berbicara di depan wartawan saat mengenalkan dirinya menjadi stafsus Jokowi, saya sedikit lega.

Saya paham betapa sulitnya Angkie, yang menjadi tuna rungu ketika berusia 10 tahun karena terkena malaria, menaikkan rasa percaya dirinya. Lingkungan sekitar pasti akan memandangnya dengan pandangan aneh bahkan mungkin ada yang merendahkannya dengan rasa kasihan.

Tetapi ternyata itu yang membentuk Angkie menjadi sekarang ini, muda, matang, pintar dengan kepercayaan diri luar biasa. Dia menunjukkan sosok pejuang melawan perbedaan dirinya dan muncul sebagai pemenang.

Dan dia dengan bangga memamerkan ketunarunguannya, demi menaikkan semangat jutaan jiwa penyandang disabilitas di seluruh Indonesia bahwa mereka tidak berbeda dengan yang lainnya. Asal diberi kesempatan, mereka akan menunjukkan siapa diri mereka.

Kesempatan. Itu yang dibutuhkan dan itu yang harus diperjuangkan. Dan Jokowi sudah memulainya dengan mendudukkan Angkie bukan karena disabilitasnya, tetapi kemampuan bekerja.

Angkie adalah CEO di usia muda yang punya perusahaan difabel enterprise. Dia dengan cantik bisa mendirikan peluang ditengah beratnya masalah pribadinya.

Saya berharap, semoga dengan tampilnya Angkie menjadi stafsus dan kalau bisa kelak menjadi Menteri atau Presiden sekalian, menampar generasi seusianya yang sibuk pamer kemewahan materi tanpa edukasi.

Angkie adalah emas di gunungan sampah yang baunya sudah menyengat dan kemana-mana. Ia harapan akan Indonesia ke depan.

Semoga dibidang agama juga muncul Angkie-Angkie lain, yang benar-benar paham secara keilmuan. Supaya kelak anak2 kita tidak dicekoki dengan ustad2 yang bilang main catur haram, nonton film Korea masuk neraka sampe percaya kalau bumi itu datar.

Mungkin dia bukan ustad, tapi alien yang punya misi untuk menghancurkan netizen Indonesia karena terlalu kepo dan julid di media sosial.

Ngopiiii....

Denny Siregar

Copas: https://www.facebook.com/961333513929517/posts/2768298783232972/

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574520137018Foto: Seorang pemuda Rohingya menggendong Ibu dan Ayahnya untuk diselamatkan dari kekejaman Militer Myanmar.

UWAIS QARNI YANG TIDAK MEMINTA SYURGA

(Balasan Allah yang luar biasa kepada anak yang berbakti kepada orang tuanya)

Ingatkah kita akan sosok Uwais al-Qarni? Sosok pemuda yang tidak dikenal di bumi tapi namanya harum di langit menjadi perbincangan para Malaikat. Bahkan, di bumi orang-orang menganggapnya gila.

Uwais al-Qarni hidup di masa Rasulullah dan tinggal di negeri Yaman. Hidupnya miskin dan ia menderita sakit kulit dimana seluruh tubuhnya belang-belang. Ia tinggal bersama Ibunya yang sudah berusia senja. Apa pun permintaan Ibunya selalu dipenuhi. Hingga tiba saatnya Sang Ibu meminta satu permintaan yang sulit ia kabulkan.

"Wahai Ananda, Ibu sudah tua. Ibu rindu melihat ka'bah. Ibu rindu melakukan ibadah haji. Mungkinkah Engkau bawa Ibumu ke tanah suci." Pinta Sang Ibu kepada anaknya Uwais.

Melihat permintaan Ibu yang begitu serius, Uwais sebenarnya tidak ingin mengecewakan Ibunya. Tapi kondisi hidup yang miskin dan tidak memiliki unta membuat harapan Ibunya seakan mustahil diwujudkan.

Namun Uwais tidak kehabisan akal. Kondisi hidupnya yang miskin tidak dijadikan alasan dan dalih untuk menolak permintaan Ibu. Uwais akhirnya membeli seekor anak lembu dan ia membuat kandangnya di puncak bukit. Setiap pagi ia gendong anak lembu itu untuk diturunkan dan sore harinya anak lembu itu kembali ia naikkan ke puncak bukit. Inilah penyebab kenapa orang-orang menganggap Uwais gila.

Akhirnya delapan bulan kemudian baru terjawab. Uwais membeli anak lembu sebagai latihan fisik agar otot-ototnya kuat. Bagaikan Ibu hamil yang tidak terasa bayi yang dikandungnya semakin hari semakin besar, Uwais pun tidak menyangka kalau sekarang ia sudah mampu mengangkat beban yang berat. Maka lembu yang sudah besar itu dijual untuk biaya perjalanannya dan ia menggendong Ibunya dari Yaman ke Mekah.

Saat tiba di Mekah, Sang Ibu sudah mulai berlinangan air mata. Terharu dengan pengabdian anaknya yang luar biasa. Saat tiba di tempat mustajabah, Ibunya mendengar anaknya Uwais berdoa, "Ya Allah, masukkanlah Ibuku ke Syurga!"

Mendengar doa Uwais seperti itu Ibunya berkata, "Kenapa Engkau tidak berdoa kepada dirimu Nak? Kenapa hanya Ibu saja yang Engkau doakan?" Uwais menjawab: "Dengan Ibu masuk syurga, Ibu akan ridha kepadaKu, maka cukup dengan ridha Ibu yang akan mengantarkanku masuk ke Syurga."

Jawaban Uwais seperti itu membuat Ibunya semakin kagum kepada anaknya. Tanpa Ia berdoa kesembuhannya, penyakit kulit yang diderita Uwais sembuh seketika. Kecuali hanya bulatan kecil di tangannya sebagai tanda bagi Saidina Umar dan Saidina Ali ketika mencari Siapa Uwais al-Qarni karena Rasulullah memerintahkan Umar dan Ali untuk mencari Uwais, meminta didoakan oleh Uwais karena doanya diterima oleh Allah.

Uwais al-Qarni memang tidak mendoakan syurga. Ia hanya mencari ridha Ibunya. Namun tahukah apa yang didapatkan Uwais? Ternyata Uwais tidak hanya masuk syurga, ia juga diberikan jatah syafaat sehingga mampu membawa orang lain masuk syurga bersamanya sejumlah bilangan manusia dalam suku Rabi'ah dan Mudhar (dua suku terbesar dalam bangsa Arab)

Foto: Seorang pemuda Rohingya menggendong Ibu dan Ayahnya untuk diselamatkan dari kekejaman Militer Myanmar.

Jangan lupa like dan follow @udah tau belum ya...

Cerita Uwais al-Qarni ini disarikan dari Pengajian Syarah Hikam Ibnu 'Ibad Ar-Randy bersama Abi Zahrul Fuadi Mubarak (Wadir I Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga) Ramadhan 1437 H/ 2016 M

Semoga bermanfaat!!! Semoga kita menjadi anak yang berbakti...!!!
Aamiin ya rabbal alamin.

Copas dari: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=976696949366002&id=101889520180087

0
0
0
s2sdefault

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1574390919367

PANGASEAN PARBABA DOLOK SAMOSIR

Dikutip dari akun FB Gusman Sitindaon yang teringat akan teman²nya masa kanak² di kampung dan rindu untuk bertemu lagi. 

Kala itu bermain, sekolah, mencari kayu bakar dan menggembalakan ternak kerbau ber-sama².

Banyak kenangan yg tidak terlupakan saat menggembalakan kerbau, seperti biasa mengambil singkong dan jagung dari kebun orang lain untuk mengisi perut yg lapar saat menggembalakan kerbau. 

Dalam hal pendidikan di kampung sangat jarang yg melanjutkan hingga SMP karena hidup dikampung yg susah dan miskin. 

Sekarang setelah 44 tahun banyak teman masa anak² dulu yg tidak pernah berjumpa lagi. 

Gusman Sitindaon adalah alumni SDN PARBABA DOLOK 1976.

Berikut artikel asli dalam bahasa Batak:

"Molo ni ingot do dongan magodang ditikki si haetehon,masihol do iba nian pajumpang.
Naujui ditikki na metmet rap marmeam dohot marsikkola,rap marsoban dht marmahan.
Ditikki marmahan, olo do nitakko jagul dht gadong ni jolma,nitutungan mai baru diallang.
Naujui sikkor do dihutanami Parbaba Dolok,jarang do iba bosur mangan jala indahan pe indahan jagul do.
Jarang do boi melanjut hutingkat SMP alani hapogoson,kecuali sikkola sendiri.
Saonari tinggal kenangan nama sude, dung 44 thn, godang dongan ditikki na metmet dang hea pajumpang. Anggiat ma Debata tong mandongani jala mangaramoti angka donganku ditikki si haetehon."
.
Tamatan SDN PARBABA DOLOK 1976.
# HORAS...DEBATA TONG MANDONGANI HITA #

GUSMAN SITINDAON

Berikut komentar para netizen:

Screenshot 20191122 114816

Sumber: https://www.facebook.com/100006795691939/posts/2504441283125704/

0
0
0
s2sdefault