Perang Rebutan Minyak antara Amerika VS China.

Serangan Amerika ke Iran telah membuat harga minyak meroket. Siapa yang diuntungkan? Ya Juragan Minyak lah. 

Serangan gencar Amerika ke Iran telah membuat Tiongkok Kehilangan supply minyak dari Iran sangat besar, 2 juta harell/hari. Operasi militer AS-Israel baru-baru ini telah menghancurkan sekitar 2 juta barel per hari aliran minyak yang hampir seluruhnya menggerakkan perekonomian Tiongkok.

- Iran mengirimkan ~1,6 juta barel per hari, dengan 90% langsung menuju ke Tiongkok.

- Venezuela mengirimkan ~0,4 juta barel per hari, dengan 70% dikirim ke kilang Tiongkok. Tetapi sekarang sudah distop dialihkan ke Amerika.

Harga minyak global telah melonjak 10-15% pada hari-hari pembukaan bulan Maret 2026, dengan Brent sempat menyentuh $80+ dan WTI melonjak melewati $70.

Harga minyak dunia dalam dolar – memberi Amerika Serikat kekuatan yang tak tertandingi untuk menghukum rezim yang mencoba melakukan perdagangan di luar sistem atau yang mendanai musuh, maka Washington dan sekutunya dapat bertindak diluar jalur hukum, peduli setan dengan PBB.

Tiongkok masih mempunyai cadangan strategis yang sangat besar mencakup 90+ hari impor dan volume pipa Rusia. Namun mencari mengganti 2 juta barel per hari minyak mentah dengan harfa sangat murah dari Iran, yang mau saja dibarter dengan Bom bukanlah hal yang mudah. Siapa yang mau memborong roket, Bom seperti Iran? Beijing sedang pusing akan membayar selisih harga lebih banyak mungkin bisa ratusan miliar/hari kepada negara lain.

Saham-saham perusahaan minyak di dalam negeri kemaren naik semua. Tentu saja Group Member oada cuan semuanya.

R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1BUXD9dVzm/