fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20190725 114858Tugu Marga Sitindaon  (sebelum di renovasi) di Pulau Samosir. Foto dokumentasi Sitindaon News.

Pro Kontra Turi-turian Atau Sejarah Marga Sitindaon

Oleh: Sudin Maurid Sitindaon

Editor: Tim Sitindaon News

Sitindaon News - Jika muncul turi-turian marga Sitindaon di grup maupun diwall facebook umumnya:
1. Menjadi perdebatan pro dan kontra bahkan disesama yang bermarga Sitindaon
2. Keluar umpama
"Ansimun so bola on
Hotang-hotang so dohonon
Naniida sitongka paboa-boa on
Nabinoto sitongka padohon-dohonan".

 

Apa penyebabnya?


Padahal namanya juga era globalisasi, bisa dikatakan hampir tak ada informasi yang bisa dibendung. Generasi muda Sitindaon saja sering bertanya dengan sebuah postingan. Ada keengganan untuk berkomentar sebab jika disampaikan sedikit saja berbeda maka yang lain akan berdebat seolah kebenaran turian tersebut hanya sepihak. Pro kontra muncul menyebar seperti bahaya laten 😀. Adu kuat didunia maya terjadi. Akibatnya habis energi buat berdebat. Padahal kisah sejarah yang berada dalam turi-turian tersebut masih perlu digali dan digali lagi untuk memperkaya dan pemahaman terhadap asal muasal marga Sitindaon itu sendiri sehingga kita juga bisa menyampaikan cerita tentang Sitindaon dengan baik dan benar.

Sedihnya lagi dikita sesama Sitindaon jika berdiskusi dimedsos atau dunia nyatapun sering akhirnya keluar umpama "Ansimun so bola on Hotang-hotang so dohonon" seolah dikita sendiripun turi-turian marga sendiri dianggap tabu. Hal ini tentu berakibat minimnya pengetahuan kita yang bermarga Sitindaon khususnya anak muda mengetahui sejarah marganya sendiri. Apalagi banyak orang tua dikarenakan minimnya pengetahuannya juga tidak menceritakan kepada anak-anaknya. Dampaknya tentu banyak.

Bagi sebagian orang ada yang beranggapan bahwa secara umum cerita Sitindaon jelas tapi ketika masuk pada hal-hal pertanyaan sedikit detail saja menjadi buntu sehingga terjadi pro kontra dan perdebatan luar biasa.

Misal:
Mana yang benar Sitindaon berasal dari kata Sitandaon atau Naso Sitandaon? Sebab keduanya jelas bermakna berbeda jika kita ingin betul-betul masuk pada apa yang dialami Situnggarnageduk.
Kemudian mana yang benar Sitindaon pertama bernama Raja Gumontam atau Situnggarnageduk? Sebab jika namanya memang Raja Gumontam kenapa kita keturunannya lebih memilih namanya tertulis ditugu adalah Situnggarnageduk? (Mohon dipahami sengaja dibuat dalam pemisalan dan dengan tanda baca bertanya dengan kerangka berpikir positif.

Banyak lagi sebetulnya yang perlu digali lagi agar kita semakin paham daripada kita ibarat terperangkap didalam kotak pandora yang tidak memiliki kunci.

Bagi sebagian orang mungkin tidak penting tapi pepatah mengatakan, "Jangan pernah untuk melupakan sejarah", apalagi mentabukan turi-turian marga sendiri.

Mauliate Horas

Hurang lobi jumolo marsattabi.


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh