fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1587959583280Almarhumah  semasa perawatan di ICU pasca operasi pembuluh darah di kepala di RS Adam Malik Medan. 

Keluarga Besar Sitindaon News Berduka

Keluarga Besar Sitindaon News berduka atas meninggalnya ibu M.Br. Damanik, ibunda dari salah satu pendiri Sitindaon News yaitu Sudin Maurid Sitindaon.

Almarhumah meninggal pada hari Minggu 26 April 2020 pukul 20.00 WIB di Pematang Siantar Sumatera Utara.

Sebelumnya diketahui pada pertengahan Januari 2020 lalu almarhum terjatuh dirumahnya dan tidak sadarkan diri, sempat dirawat dan operasi pembuluh darah di kepala di RS Adam Malik Medan.

Selama 1 bulan lebih dirawat di RS Adam Malik tidak sadarkan diri atau koma dan selanjutnya keluarga merawatnya di rumah di Pematang Siantar.

Sampai akhir hayatnya selama lebih kurang 3 bulan lebih setelah terjatuh pada pertengahan Januari 2020 lalu hingga pada hari Minggu 26 April 2020 almarhum tetap dalam keadaan koma.

Kesedihan mendalam dirasakan keluarga khususnya anak²nya yang berdomisili di Pulau Jawa atau Jakarta tidak bisa datang untuk melihat acara pemakaman almarhum sebagaimana adat Batak pada umumnya, karena akses transportasi publik keluar masuk dari dan ke Jakarta telah dihentikan oleh pemerintah berkaitan dengan wabah virus Covid-19 yang telah menyebar ke seluruh Indonesia.

Hal inilah yang dirasakan oleh Sudin Maurid Sitindaon yang tidak bisa menemui ibunda tercinta untuk terakhir kalinya sebagaimana yang diunggah di akun FB nya:

"Selamat jalan Mama tercinta, kau tinggal kami disituasi seperti ini, bagaimana caraku untuk menemuimu untuk yang terakhir kalinya... Mama... Mama...Mamaaaaaa"

Sebelumnya pada tanggal 16 Januari 2020 lalu Sudin Maurid Sitindaon juga mengunggah isi hatinya ketika ibunya terjatuh dan tidak sadarkan diri dan doa harapannya untuk kesembuhan ibunya.

"Tuhan ijinkan saya berbisik ditelinga ibuku: Mama harus sehat yah. Aku belum siap kehilangan surga, sebab surgaku ada ditelapak kakimu. Aku masih ingin bersimpuh dikakimu."

"Teruntuk ibuku yang sedang terbaring di ICU RS Harapan, pecah pembuluh darah di otak akibat terjatuh.

Hari ini kembali ada rencana untuk operasi, kali ini operasi Trakiostomi dan Vp shunt jam 10.00 WIB (mundur jadi 15.30 WIB). Tiada yang mustahil selama kita masih berjuang, minggu lalu Mama masih menunggu kedatanganku, Tuhan masih mengabulkan permohonanku.

Mohon dukungan doa dari teman dan keluarga untuk kesembuhan Mama Merly Anny Damanik 69 Tahun, sebab aku yakin dan percaya kekuatan doa syafaat itu nyata."

Itulah doa dan harapan Sudin Maurid Sitindaon untuk kesembuhan ibunya. 

Catatan redaksi almarhum meninggalkan 9 orang anak, 6 laki² dan 3 perempuan dan rencananya almarhumah akan dimakamkan hari ini di pemakaman keluarga di Sidamanik.

Semoga seluruh keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh