fbpx

0
0
0
s2sdefault

Bedah BUKU TAROMBO Marga SITINDAON Bagian Ketiga

Jika pada bagian pertama kita sudah bedah profile dan biodata penulis, yang dilanjutkan pada bagian kedua tentang Goar-goar ni ari Batak, Goar-goar ni Tingki, Goar-goar ni bulan, Mata Angin, Huruf-huruf Mobil Keresidenan di Indonesia serta Surat Batak, maka sekarang kita mulai bagian ketiga bedah Tarombo.

 

 

III. Tarombo.

Pendahuluan.

Tarombo ini di mulai dari Sriwijaya, Si Raja Batak, Tuan Sorba Ni Banua yang mempunyai 2 istri, yaitu istri pertama Boru Pasaribu dan istri kedua Boru Si Basopaet.

Dari istri pertama Boru Pasaribu lahir anaknya 5 orang, dimana anak yg ke 4 adalah Si Raja Oloan. Dan dari keturunan Si Raja Oloan, lahir anaknya 6 orang dan salah satunya Naibaho, dari Naibaho inilah kemudian lahir Sitindaon.

III. 1. Si Raja Batak.

Tarombo Marga Sitindaon berawal dari Sriwijaya.

Kalau sebelumnya kita sudah membaca Tarombo atau Sejarah Singkat Marga Sitindaon, maka sekarang kita mencoba menceritakan kembali Tarombo Marga Sitindaon mulai dari Si Raja Batak.

Semua marga-marga yang ada dalam suku Batak berawal dari Si Raja Batak, dan Si Raja Batak itu sendiri berasal dari Pusuk Buhit yaitu sebuah Pusat atau Induk Bukit atau Gunng yang ada di tepian Danau Toba, disana memang ada banyak terdapat beberapa bukit di sekitar danau itu.

Silsilah Si Raja Batak adalah keturunan dari Raja Sriwijaya. Adapun keturunan pertama adalah Eng Wanua, keturunan kedua adalah Eng Dornia, keturunan ketiga adalah Ompu Raja I Djolma dan keturunan selanjutnya atau keturunan keempat adalah Si Raja Batak. Dan tidak diketahui bagaimana jalan ceritanya hingga Si Raja Batak sampai ke Pusuk Buhit.

Menurut tarombo atau sejarah, Si Raja Batak mempunyai 2 orang anak yaitu:
1. Guru Tatea Bulan.
2. Raja Isombaon.

Menurut cerita setelah kedua anaknya itu dewasa, Si Raja Batak bermohon kepada “Mula Jadi Nabolon” atau Tuhan Yang Maha Kuasa yaitu sesuatu yang sangat berharga sebagai pegangan bagi kedua anaknya itu. Mula Jadi Nabolon mengabulkan permintaannya dan memberikan kepada Guru Tatea Bulan sebuah wasiat atau Surat Agung yang berisi ilmu sihir dan kemampuan berperang atau menghadapi musuh dll. Sedangkan kepada Raja Isombaon Sendiri diberikan wasiat Tembaga Holing yang berisi ilmu pengetahuan tentang keadilan atau hukum adat dan ilmu ukir dll.

Guru Tatea Bulan 5 orang yaitu:
1. Raja Biak-biak (Raja Uti).
2. Saribu Raja.
3. Limbong Mulana.
4. Sagala Raja.
5. Malau Raja.

Guru Tatea Bulan dan keturunannya mempunyai cerita dan kisah masing-masing yang di dalam naskah ini tidak diceritakan.
Sisilah Si Raja Batak mulai dari Srwijaya sampai kepada Guru Tatea Bulan dan Keturunannya, digambarkan sbb:

 IMG 20181216 172800

 

Sedangkan Raja Isombaon mempunyai seorang anak yaitu Tuan Sori Mangaraja, dan Tuan Sori Mangaraja sendiri mempunyai 3 oorang anak, yaitu:
1. Raja Naiambaton.
2. Nai Rasaon.
3. Nai Suanon (Tuan Sorba Dibanua).

Silsilah Keturunan Raja Isobaon Tuan Sorba ni Banua, digambarkan sbb:

 IMG 20181216 175704

Nama Sorba Dibanua ini berasal dari bahasa Sansekerta, sarwa artinya semua, banua artinya dunia. Pada masa itu banyak orang yang memakai nama yang berasal dari bahasa Sansekerta (Pengaruh Hindu).

Tuan Sorba Dibanua mempunyai 2 orang isteri yaitu Boru Pasaribu dan Boru Sibasopaet, dan mereka tinggal di Balige. Menurut cerita Boru Sibasopaet ini adalah Boru ni Sombaon di Dolok Tolong atau mungkin juga seorang Putri yang berasal atau turun dari dunia lain atau dari Khayangan, karena dalam catatan sejarah Marga Batak tidak ada Marga Sibasopaet.
Tuan Sorba Dibanua mempuyai anak 5 orang dari isteri pertama Boru Pasaribu, yaitu:
1. Si Bagot ni Pohan.
2. Si Paet Tua.
3. Si Lahi Sabungan.
4. Si Raja Oloan.
5. Si Raja Huta Lima

Sedangkan anak dari isteri keduanya Si Basopaet, ada 3 orang yaitu:
1. Toga Sumba (Sumba II).
2. Sobu.
3. Pospos.

Demikian digambarkan silsilah keturunan Tuan Sorba ni Banua dari istri pertama Br. Pasaribu dan istri kedua Br. Sibasopaet:

 IMG 20181216 175843

 

Anak dari isteri pertama Boru Pasaribu ini tidak akur atau selalu berselisih dengan anak dari Boru Sibasopaet isteri keduanya, dan Tuan Sorba Dibanua selalu berpihak atau membela anak dari Boru Pasaribu.

Pada suatu hari anak dari Boru Pasaribu berkelahi dengan anak Boru Sibasopaet dengan memakai tombak, dan dalam perkelahian itu mengakibatkan kematian anak dari Boru Pasaribu yaitu Si Raja Huta Lima.
Tuan Sorba Dibanua sangat sedih atas kematian anaknya itu, dan tidak berapa lama setelah peristiwa kematian anaknya, Tuan Sorba Dibanua juga meninggal.

Menurut sebagian orang, Raja Huta Lima tidak mempunyai keturunan, tetapi di kemudian hari ada yang mengaku sebagai keturunannya, yaitu : Maha, Sambo dan Pardosi.

Setelah kematian Raja Huta Lima, anak dari Boru Pasaribu itu, karena merasa takut maka Br. Sibasopaet beserta anak-anaknya mengungsi ke atas Bukit Imun dekat Butar. Sementara Br. Pasaribu dan anak-anaknya tetap tinggal di Balige.

Menurut cerita, Si Bagot Ni Pohan berselisih dengan adik-adiknya karena ke tidakmampuannya memimpin adik-adiknya.
Pada suatu saat, mereka akan mengadakan Pesta Horja Santi (Sakti), yaitu sebuah pesta besar, maka Si Bagot Ni Pohan menyuruh adik-adiknya ke hutan untuk mengumpulkan bahan-bahan yang diperlukan untuk pesta tersebut. Di dalam hutan, adik-adiknya mengeluh atas ketidak-adilan abangnya Si Bagot Ni Pohan terhadap mereka, kenapa mereka yang disuruh harus ke hutan mengumpulkan bahan-bahan pesta, padahal di kampung itu banyak pemuda lain yang bisa disuruh. Karena jengkel dengan abangnya, mereka berlama-lama di hutan’
Karena merasa adik-adiknya terlalu lama belum kembali juga, maka Si Bagot Ni Pohan pun memulai acara pesta tersebut. Betapa

terkejut adik-adiknya saat mereka kembali dari hutan ternyata acara pesta telah usai, hal tersebut membuat mereka sakit hati. Oleh karena itu Si Bagot Ni Pohan meminta maaf dan memotong kerbau untuk jamuan makan bersama sebagai ungkapan permintaan maafnya kepada adik-adiknya.

Akibat kejadian tersebut hubungan mereka menjadi tidak baik, sebagian mereka pergi merantau dan Si Paettua pergi ke Lagubotii, sementara Silahi Sabungan dan Si Raja Oloan pergi ke Pangururan, dan dari sini mereka berdua berpisah. Menurut cerita, anjing dari Silahi Sabungan pergi berenang ke tengah danau (Danau Toba), kemudian dia mengatakan kepada adiknya Si Raja Oloan, “Anjingku sudah pergi, maka akupun akan pergi juga mengikuti anjingku itu, tinggallah kau sendiri disini”, kata Silahi Sabungan kepada adiknya Si Raja Oloan. “ dan kita berjanji, bahwa keturunan kita tidak boleh saling menikah, jika menikah maka tidak akan diberkati”, katanya lagi.
Kemudian pergilah Silahi Sabungan mengikuti anjingnya, yang akhirnya sampai kepinggiran pantai diseberangnya, yang kemudian tempat itu disebut sebagai Silalahi. Disanalah Silahi Sabungan (yang kemudian dipanggil sebagai Silalahi) berketurunan, sebagian keturunannya pergi ke Samosir, ada juga yang pergi ke Dairi dan Tanah Karo.

Sementara Si Raja Oloan tinggal di Pangururan dan menikah dengan Boru Limbong dan lahirlah anaknya yang diberi nama Baho Raja (Naibaho).

Kemudian Siraja Oloan meninggalkan istri dan anaknya Naibaho, pergi ke arah Bakkara dan menikah lagi dengan Boru Marbun dan Boru Pasaribu. Dari Boru Marbun, lahirlah anaknya yang dipanggil sebagai Si Godang Ulu. Si Godang Ulu bertengkar dengan adik-adiknya, akhirnya dia pergi ke daerah Sihotang dan kemudian semua keturunannya di sebut atau dipanggil sebagai Sihotang, dan kemudian keturunannya ada juga yang pergi ke Tanah Karo.
Sementara dari Br. Pasaribu, Si Raja Oloan mempunyai anak 4 orang, yaitu: Bakkara, Sihite, Simanullang dan Sinambela.

Dan adapun anak dari Si Raja Oloan dari kedua istrinya adalah sbb:

1. Baho Raja atau Naibaho.

2. Sigodang Ulu atau Sihotang.

3. Bakkara.

4. Sinambela.

5. Sihite.

6. Simanullang.

Berikut silsilah keturunan dari istri Tuan Sorba ni Banua dari istri kedua Br. Sibasopaet mulai dari Op. Batu Holing dan naskah cerita Si Raja Batak:

IMG 20181216 175937

 

Lanjutan naskah cerita Si Raja Batak:

IMG 20181216 180015

 

IMG 20181216 180051

 

Bagian ke empat akan lanjutkan mulai dari BAHO RAJA yang selanjutnya di sebut Naibaho .


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh