Search
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 38
Pilih KUMON Atau SAKAMOTO?
Kemampuan matematika buat anak perlu di develop sejak kecil.
Kalau nanya AI jawabannya ini :
Fokus Utama Kumon : Kecepatan, akurasi, dan kalkulasi dasar.
Fokus Utama Sakamoto : Pemecahan masalah (problem solving) dan logika soal cerita.
Metode Kumon : Repetisi (Pengulangan). Siswa mengerjakan lembar kerja secara mandiri setiap hari.
Metode Sakamoto : Menggunakan teknik diagram/skema untuk membedah soal cerita yang kompleks.
Tujuan Kumon : Membangun fondasi berhitung yang sangat kuat dan disiplin.
Tujuan Sakamoto : Melatih otak untuk berpikir kritis dan sistematis dalam logika matematika.
Gaya Belajar Kumon : Si Pelari Maraton
Kumon ibarat latihan fisik di gym. Siswa dilatih melakukan kalkulasi (tambah, kurang, kali, bagi, hingga kalkulus) secara berulang-ulang sampai mereka bisa menjawab "di luar kepala".
Kelebihan: Anak akan sangat cepat dalam berhitung dan memiliki kemandirian belajar yang tinggi.
Kekurangan: Bisa terasa membosankan bagi beberapa anak karena pengulangan yang masif, dan kurang menyentuh aspek soal cerita/logika variatif.
Gaya Belajar Sakamoto: Si Detektif Logika
Sakamoto berfokus pada teknik 3 Langkah: Memahami masalah, membuat diagram, dan menuliskan persamaan. Ini sangat membantu untuk soal-soal olimpiade atau soal cerita yang membingungkan.
Kelebihan: Sangat efektif untuk anak yang pintar berhitung tapi bingung saat membaca soal cerita. Membangun pemahaman konsep "mengapa", bukan sekadar "bagaimana".
Kekurangan: Membutuhkan konsentrasi tinggi dan mungkin sulit bagi anak yang dasar berhitungnya (kalkulasi) masih sangat lemah.
Pilih Kumon Jika:
* Anak Anda sering melakukan "kesalahan ceroboh" dalam berhitung.
* Anda ingin anak menguasai materi sekolah jauh di atas tingkat kelasnya (akselerasi).
* Anda ingin membangun kebiasaan belajar harian yang disiplin.
Pilih Sakamoto Jika:
* Anak Anda sudah lancar berhitung tapi "mentok" saat bertemu soal cerita.
* Anak Anda bosan dengan latihan yang itu-itu saja dan butuh tantangan logika.
* Anda ingin mempersiapkan anak untuk kompetisi matematika atau ujian masuk sekolah unggulan yang fokus pada penalaran.
