fbpx

0
0
0
s2sdefault

1578718132722

Ada berbagai macam gula yang harus tersedia di dapur.

Selain gula putih, ada juga gula merah yang biasa dijadikan campuran makanan.

Tapi selain gula merah, ada juga gula aren serta gula batok yang bentuknya serupa, tapi tentu saja tak sama.

Gula aren sangat populer setelah diklaim bisa menggantikan gula pasir.

Bahkan gula aren sudah banyak digunakan di kedai-kedai kopi untuk menggantikan gula pasir.

Gula aren diketahui memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir.

Selain itu, gula aren juga memiliki banyak nutrisi yang baik untuk tubuh.

Maka, banyak yang beralih dari gula pasir ke gula aren untuk pemanisa tambahan pada makanan dan minuman.

Di setiap kedai kopi juga sudah menyediakan gula aren dan bahkan ada beberapa menu kopi yang menggunakan gula aren.

Meski demikian, gula aren tetap dapat menimbulkan masalah kesehatan bila dikonsumsi secara berlebihan.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini adalah bahaya gula aren untuk kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.

1. Kenaikan kadar gula darah

Alat untuk mengecek kadar gula darah sewaktu.
Alat untuk mengecek kadar gula darah sewaktu. (Pixabay)

Meski dipercaya mempunyai indeks glikemik yang rendah, gula aren jika dikonsumsi secara berlebihan tetap bisa menaikkan kadar gula darah.

Hal ini bisa mengganggu kesehatan untuk penderita diabetes tipe 2 yang harus menjaga gula darah agar tetap stabil.

Gula aren tetap mengandung kalori yang cukup tinggi sehingga jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan berat badan naik.

3. Berisiko menyebabkan penyakit jantung

Serangan jantung bisa terjadi bila mengkonsumsi gula aren berlebihan
Serangan jantung bisa terjadi bila mengkonsumsi gula aren berlebihan (tribunnews.com)
 

Meskipun dianggap lebih aman dari gula putih atau gula pasir, gula aren tetap tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan setiap harinya.

Gula aren tetap mengandung glukosa yang jika dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkan penyakit jantung.

Konsumsi apapun jika berlebihan memang tidak baik dan bisa mengganggu kesehatan tubuh.

Kita dianjurkan untuk mengkonsumsi tidak lebih dari 5-10 persen kebutuhan kalori harian.

Membatasi asupan gula baik gula aren maupun gula biasa adalah langkah yang tepat agar terhindar dari gangguan kesehatan.

Beda Gula Merah dan Gula Aren

Agar tidak, perhatikan perbedaan ketiga gula ini saat belanja di pasar, ya!

1. Gula merah

Ini 10 manfaat gula merah untuk kesehatan.
Ini 10 manfaat gula merah untuk kesehatan. (tribunnews)

Gula merah biasa disebut dengan gula jawa dan berbentuk silinder.

Gula ini dibuat dari nira atau cairan yang keluar dari batang pohon palem.

Warna gula merah lebih berwarna cokelat terang dibanding gula aren dan gula batok.

Kenapa dinamakan gula jawa?

Soalnya para pembuat gula merah kebanyakan berada di daerah Jawa.

Gula merah lebih cocok untuk dijadikan campuran pemanis pada masakan misalnya untuk sambal agar rasanya tidak terlalu pedas atau pewarna beras ketan untuk wajik.

Gula merah juga banyak digunakan sebagai campuran bumbu rujak.

2. Gula aren

Gula Aren
Gula Aren ()

Kalau gula aren terbuat dari nira pohon aren.

Cara membedakannya dengan gula merah adalah warna gula aren lebih cokelat.

Aromanya juga jauh lebih kuat dan rasanya lebih manis.

Kalau dihancurkan, akan terdapat kristal di dalamnya.

Gula aren cocok dijadikan saus untuk minuman atau makanan seperti bubur sumsum karena tanpa pemanis tambahan, rasa manisnya sudah pas.

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh