fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20200313 060552

HAMBA UANG

Oleh: Birgaldo Sinaga

Dekade 80 - 90an ketika saya masih remaja, booming KKR Kebaktian Kebangunan Rohani Kristen sering diselenggarakan di Medan. Biasanya mengambil tempat di Lapangan Stadion Teladan Medan.

KKR ini diikuti ribuan orang. Maklum promosinya besar -besaran. Dua koran lokal Medan satu halaman full dipasangi iklan. Judulnyapun super bombastis "Yang Tuli Mendengar, Yang Buta Melihat, Yang Lumpuh Berjalan".

Acara KKR bagi anak muda yang mencari jati diri seperti saya ini tentu sangat menarik perhatian. Tidak sia-sia rasanya iman Kristen saya yang percaya akan kuasa muzizatNya.

Bukankah Yesus Kristus tabib ajaib? Bisa membangkitkan orang mati dan mencelikkan orang buta? Kuasa ajaibNYA tidak berubah hari ini sampai selama2nya. Begitu iman percaya orang Kristen.

Saat hadir di Stadion Teladan itu, ribuan orang melotot takjub melihat tontonan muzizat dari hamba Tuhan yang mengaku dapat kuasa penyembuhan Ilahi.

Klaimnya bahkan pernah bertemu Yesus langsung. Mirip klaim seorang pendeta yang mengaku sering bolak-balik naik ke surga tapi lupa bawa anaknya punya masalah berat bahkan harus masuk penjara gegara narkoba.

Seiring dengan berjalannya sang waktu, pencarian saya akan kebenaran iman terus berproses. Pada masa itu, media televisi juga jadi dipakai menjadi bagian promosi kuasa Ilahi.

Khotbah di dalam studio dengan penggunaan frekwensi televisi ternyata bisa mengalirkan kuasa Sang Evangelis menyembuhkan penonton TV yang sedang menyaksikan acaranya.

Ada penonton yang mengaku sakit perut sekian tahun tiba-tiba sembuh setelah didoakan. Begitu suara penonton yang sakit di telepon terdengar bilang sembuh penyakitnya penonton di studio tepuk tangan plok..plokk..plok sambil memuji Haleluya Puji Tuhan.

Ada juga telepon seseorang dari kota B yang mengaku asam uratnya tiba-tiba hilang karena menonton khotbah Sang Evangelis.

Pokoknya acara rohani di televisi itu dibikin bak tontonan acara sulap yang membikin penonton terhipnotis percaya pada kuasa Ilahi si Evangelis ini.

Lalu di bawah layar televisi tertulis kirimkan sumbangan pelayanan ke No rek : xxxxx.

Sejatinya komersialisasi agama telah berlangsung lama sama tuanya dengan kelahiran agama itu sendiri.

Saat Ibadah berlangsung, khotbah hamba Tuhan ini mirip dengan ocehan para motivator yang sering mengisi seminar pengembangan diri.

Bagaimana menjadi kaya penuh berkat. Bagaimana menjadi anak Tuhan yang diurapi. Bagaimana menjadi usaha sukses. Semuanya tentang kebaikan Tuhan bagi orang yang mau percaya padaNya.

Dalam setiap zaman, selalu ada orang yang bekerja sebagai penjual firman Tuhan. Modal cuap-cuap dengan air muka penuh kuasa ajaib. Hampir di semua agama ada. Bahkan dalam tataran agama Kristen saat ini telah terjadi persaingan sangat keras dalam merebut pangsa pasar jemaat.

Maklum, siapa yang bisa mendapatkan jemaat yang loyal, fulus gede bakal masuk ke rekening tanpa potongan pajak.

Tunggangan hamba Tuhan ini gak kalah mewah dengan pengusaha papan atas. Jas yang dikenakannya super keren, sutra mengkilap.

Rambut klimis. Parfum yang dipakenya berjarak 100 meter sudah tercium baunya. Dandanannya ala artis. Jam tangan rolex dengan cincin berlian.

Istri hamba Tuhan ini pake gelang, kalung, cincin berlian sudah biasa. Istri mereka punya tas Hermes seharga 250 juta lumrah. Belum lagi punya bodyguard super kiri kanan muka belakang atas bawah. Modalnya cuma jualan firman Tuhan.

Para hamba Tuhan yang fasih menawarkan surga ini menyasar anak-anak muda dan kelas menengah yang malas belajar.

Mereka yang kering akan isi firman senang dengan aksi dan trik yang menyenangkan mata dan kuping.

Senang dengan pertunjukan muzizat tipu-tipu seperti yang buta melihat, yang tuli mendengar dan yang lumpuh berjalan.

Dunia komersil agama ini telah begitu memilukan. Sekarang ini mudah sekali orang menjadi evangelis atau pendeta. Modal bacot kuasai satu dua ayat Alkitab plus dandan ala pengkhotbah maka orang-orang bisa dengan mudah terpedaya.

Kaum unyu-unyu ini tinggal diberikan sebuah cerita kesaksian menguras air mata model "oh mama oh papa". Seketika orang akan langsung terkesima akan kesaksian si evangelis yang mengaku baru bertobat itu.

Pekikkan saja pada mereka Haleluya..Ada Amennn..maka semua yang hadir disana akan menyahut seirama. Maka tidak heran bisa muncul hamba Tuhan beranak hamba Tuhan yang bisa mentransfer kuasa muzizat.

Zaman now ini kita sering malas berpikir dan bernalar. Kita malas menyelami inti mengapa Yesus Kristus datang ke dunia ini. Ada tidak ada muzizat sejatinya kematian dan kebangkitan Yesus Kristus itulah karya Muzizat Agung Allah yang maha besar.

Teman saya Agoes Ibrahim punya pengalaman banyak soal para hamba Tuhan yang melahap apa saja demi kekayaan tujuh turunan anak cucunya ini.

Menurut penelitian Agoes Ibrahim di Indonesia ini ada 7 pendeta yang hartanya di atas 1 Trilyun.

Empat pendeta tinggal di Jakarta dan 3 orang pendeta berdomisili di Surabaya.

Dari tujuh pendeta tersebut, yang paling tajir melintir adalah pendeta Surabaya yang pernah dilaporkan ke polisi oleh anaknya sendiri karena berebut harta dan jabatan Ketua Sinode.

Kata Agoes pendeta itu juga pernah dilaporkan ke polisi oleh para pendiri gereja tersebut karena ditengarai menggelapkan uang gereja sebesar 4,7 Trilyun.

Yang buat mata hampir mau copot hamba Tuhan itu punya 2 unit mobil Rolls Royce tipe langka yang satu unit harganya 20 M.

Di Indonesia mobil Rolls Royce tersebut hanya ada 3 unit. 1 unit dimiliki oleh konglomerat media, Harry Tanoesudibjo. Yang 2 unit lagi milik pendeta tersebut.

Apa yang terjadi sesungguhny? Apakah kita yang bodoh? Atau mereka yang pintar?

Dalam melihat dunia ini termasuk dalam beragama sekuatnya gunakanlah akal budi. Pakai nalar ratio. Otak dan pikiran diberikan Tuhan agar berguna buat kehidupan yang baik.

Akal budi adalah mukzizat terbaik yang diberikan Tuhan pada manusia. Itulah pembeda manusia dengan makhluk hidup lainnya. Akal budi.

Manusia punya insting atau naluri. Binatang juga punya insting. Manusia punya akal budi. Binatang tidak. Itulah bedanya. Selebihnya tidak ada beda. Binatang juga berkembang biak. Manusia juga berkembang biak.

So teman2 seperjuangan...
Satu2nya benteng pertahanan kita dari ombang-ambing dunia ini adalah nalar. Akal budi.

Itulah benteng pertahanan kita yang terbaik. Itulah alat penguji yang terukur yang diberikan Tuhan pada kita.

Hewan punya penciuman tajam apakah makanan yang mau dimakannya itu beracun atau tidak. Manusia punya akal dalam mempertimbangkan setiap makanan yang masuk ke mulutnya. Beracun atau tidak.

Maka gunakanlah selalu akal budi seperti kita memilih makanan terbaik untuk bayi kita. Jika tidak, engkau akan ditelan orang2 penipu dan manipulator ayat2 Alkitab. Seperti kata Ahok jangan mau ditipu pake ayat2 suci.

Salam perjuangan penuh cinta

Birgaldo Sinaga

Copas: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10216152416711936&id=1496615567


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh