fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20210219 095857

SitindaonNews.Com | Sarapan menjadi salah satu kebutuhan yang kerap diabaikan oleh banyak kalangan, termasuk anak-anak.

Bukan itu saja, kebutuhan serat yang penting saat sarapan pun seringkali dilupakan oleh orangtua untuk dikonsumsi buah hatinya.

Data PERGIZI Pangan Indonesia pada tahun 2012, terdapat 9 dari 10 anak usia sekolah 6-12 tahun di Indonesia mengalami kekurangan serat saat sarapan. Kekurangan serat dapat berdampak buruk mulai dari membuat tubuh tidak bersemangat, merasa lesu, hingga sulit konsentrasi.

"Sarapan sehat bergizi lengkap dan mengandung serat itu juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Diantaranya, lanjut dia dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian, meningkatkan energi dan dapat berkonsentrasi lebih baik serta menjaga berat badan yang sehat," ujar Ketua Umum PERGIZI Pangan Indonesia, Prof. Dr. Hardinsyah, MS, dalam acara virtual bersama Energen, baru-baru ini.

Tak hanya itu, kekurangan serat saat sarapan dapat membuat anak menjadi kurang produktif. Bahkan, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr. Daeng M. Faqih, SH, MH, menyebut serat bermanfaat bagi imunitas tubuh.

"Dengan serat, maka penyerapan makanan lebih baik. Kebutuhan gizi bisa dipenuhi, sehingga menjaga imunitas tubuh," kata Daeng di kesempatan yang sama.

Untuk itu, keduanya sepakat sumber serat bisa didapat di mana saja, pun harga yang terjangkau. Tak melulu aneka buah, nyatanya serat bisa ditemukan dalam umbi-umbian seperti ubi atau jagung, dan kacang-kacangan.

Sumber serat alami misalnya, gandum, oatmeal, beras, jagung, dan sorgum. Apalagi, sumber serat itu bisa ditanam di sekitar rumah, khususnya yang tinggal di pedesaan. Untuk sumber serat alami, Daeng menyebut, mungkin agak sulit didapatkan bagi masyarakat yang tinggal di perkotaan.

"Selain sumber serat alami, masyarakat perkotaan bisa memiliki makanan kemasan dengan sumber gandum atau biji-bijian juga. Tentu dengan melihat labelnya," jelas Daeng.
Senada, Brand Manager Energen, Cynthia Ruslan, mengajak penduduk Indonesia menerapkan kebiasaan sarapan sehat yang bergizi lengkap dan kaya serat. Kampanye itu dalam rangka memperingati Pekan Sarapan Nasional yang jatuh pada tanggal 14 – 20 Februari 2021.

"Menu sarapan bergizi dan berserat menghasilkan berbagai manfaat untuk tubuh, salah satu manfaat sarapan berserat adalah baik untuk pencernaan dan juga memberikan efek kenyang lebih lama. Karena itu, mengkonsumsi sarapan bergizi, berserat dan sehat setiap hari adalah modal penting agar tubuh sehat dan siap beraktivitas," kata Cynthia

Sumber: https://www.viva.co


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh