"Sekarang yang banyak kejatuhan kalangan tua. Orang yang seumuran 50 ke atas semua bangkrut karena nggak ikutin zaman. Mereka tidak mau bergaul karena kenapa? Orangtua yang bisa mengikuti zaman anak muda itu orang yang sukses. Anak muda yang mengikuti zaman orangtua nggak bisa maju. Anak muda harus jadi anak muda. pasti maju," kata Suhu Yo kepada detikcom, Jumat (28/12/2018).
"Marketing sekarang akan banyak dikurangi, tapi tenaga marketing tetap dibutuhkan. Tenaga keahlian contohnya servis perbaikan. Walaupun sekarang kebanyakan orang kalau TV rusak langsung buang, beli hp udah rusak langsung buang ganti baru, tapi tenaga servis masih banyak dibutuhkan," kata Suhu Yo.
Selain itu, kata Suhu Yo, tenaga pembantu rumah tangga serta sopir juga menjadi profesi yang akan berkurang di tahun ini. Sedangkan, profesi yang bergerak di sektor konstruksi seperti tukang kayu, jasa renovasi, atau perbaikan diramal akan cemerlang.
"Tenaga pemeliharaan, servis masih dibutuhkan. Tenaga pembantu berkurang. Sekarang kita melihat, cuci laundry. Mobil juga nggak usah pakai supir, naik grab. Jadi sekarang tenaga keahlian supir, itu jatuh," katanya.
"Tapi tukang kayu tukang semen itu laris. Walaupun krisis di perumahan, banyak yang pakai sekarang gaji 1 tukang Rp 300 ribu, keneknya Rp 200 ribu. Dulu masih zaman saya waktu terima borongan cuma Rp 75.000, tukang cuma Rp 100 ribu," sambung Suhu Yo.
(fdl/hns)