fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20191023 184405Drs. Bona Hasudungan Sitindaon, bersama  Wakil Ketua PN Sidikalang Ledis  Meriana  Bakkara,  SH,  MH dan Saur Sitindaon SH,  MH,  Hakim Tipikor PT Maluku, usai pelantikan.  Foto  Sitindaon News. 

Catatan Yang Tersisa Seputar Pelantikan dan Syukuran Bona Hasudungan Sitindaon Menjadi Anggota DPRD Kab. Dairi.

SitindaonNews.Com  - Wakil Ketua Pengadilan Negeri Sidikalang Ledis Meriana Bakara, SH.,MH, pada hari Senin 14 Oktober 2019 resmi melantik 35 anggota DPRD Kab.Dairi periode 2019-2024 di gedung GOR Sidikalang.

Salah satu yang dilantik adalah Drs. Bona Hasudungan Sitindaon dari partai Demokrat.

 

Yang menarik perhatian penulis, dalam acara syukuran yang diselenggarakan di kediaman beliau, dalam kata sambutannya yang menjadi catatan khusus yang ingin penulis garis bawahi adalah di daerah pemilihannya ada 4 keluarga marga Sitindaon, katakanlah cuma 8 suara, tapi tidak semua keluarga tersebut kompak memberikan suaranya kepada beliau dengan berbagai macam alasan salah satunya "Jokowi" minded, pada hal mereka tidak mengerti politik itu tidak ada lawan dan kawan abadi, terbukti dalam penyusunan kabinet baru presiden menunjuk Prabowo Subianto dan Edi Prabowo dari partai Gerinda, namun demikian Bona H Sitindaon berjanji akan membantu semua masyarakat Dairi sesuai kapasitas dan kemampuannya.

Gejala "Jokowi Minded" ini sudah penulis rasakan jauh sebelum masa kampanye tahun 2018 hingga April 2019, masa itu beberapa kali penulis bersama istri ke kota Pematang Siantar dan kab. Simalungun untuk sosialisasi marga Sitindaon yang ikut menjadi peserta pemilu a.l Jansen Sitindaon caleg DPR RI dari partai Demokrat, dimana ketika itu Jansen Sitindaon lagi viral di media sosial karena kritiknya yang sangat tajam terhadap presiden masa itu.

Dari informasi yg penulis dapatkan bahwa keluarga besar Sitindaon paling banyak "cuma" 300 suara di dapil Siantar Simalungun tapi tidak semua kompak untuk mendukung Jansen Sitindaon, selain faktor Jokowi Minded, ada juga faktor iri dari keluarga satu marga bahkan keluarga satu keturunan sendiri, termasuk yang satu marga bahkan masih satu opung sendiri yang tidak ikut terdaftar di dapil Siantar Simalungun dan dapil sumut 3 lainnya ikut mencaci, mencemooh dan membenci Jansen Sitindaon ini secara terbuka di media sosial termasuk di grup media sosial lainnya untuk tidak memilihnya.

Selama beberapa kali penulis ke Siantar Simalungun hanya ada satu keluarga Sitindaon yang sangat antusias menyambut penulis yaitu bapak Maringan Sitindaon yang selalu berpesan kepada saya jika Jansen Sitindaon singgah di Siantar, beliau akan mengumpulkan seluruh marga Sitindaon yg ada di Siantar Simalungun atas biayanya sendiri. Tapi sayang sampai akhir masa kampanye, karena kesibukannya yang luar biasa tidak sempat mampir dan 1 keluarga lagi bapak Wala Sitindaon di Purbadolok Simalungun yang selalu memberi kami oleh² jeruk hasil kebunnya sendiri. 

Selain bapak Maringan Sitindaon dan Wala Sitindaon ada juga pengrajin dan pedagang roti ketawa serta warung² yang kami temui menyatakan siap mendukung dengan minta kartu nama, tanpa embel² lain, padahal mereka bukan bagian marga Sitindaon.

Disini penulis tidak bermaksud mencolek luka lama, hanya ingin merajut kembali kekompakan dan persatuan marga Sitindaon untuk menjauhkan diri dari egoisme perasaan ingin menonjolkan diri sendiri, mari kita semua saling mendukung pada kesempatan pertama  siapa saja Sitindaon yang akan muncul sebagai Tugu Namangolu. Nah ini salah satu ujian berat buat kita,, tapi penulis yakin atas nama persatuan dan kesatuan, ujian itu akan kita lewati.

Saya sangat yakin, jika kita semua marga Sirindaon kompak saling mendukung satu suara, pasti semua caleg2 Sitindaon di daerah lain juga akan berhasil terpilih seperti Sehat Sitindaon yang terpilih jadi anggota DPRD Pakpak Bharat dari PAN berkat dukungan dari keluarga besar Sitindaon yang ada di Pakpak Bharat... Hidup Sitindaon Pakpak Bharat......

Tulisan ini sebenarnya akan dipublish sesaat setelah pelantikan tsb. tapi sepulang dari acara tersebut penulis terserang "sick sindrome" penyakit demam yang lumayan berat akibat menunggu pelantikan dan pengumuman kabinet yang baru, apalagi penulis tidak dipanggil ke istana padahal sudah siap² pakai kemeja putih.

Nantikan kehadiran tulisan berikutnya tentang Penyalahgunaan Wewenang Penguasa terhadap Pengusaha yang mengurus ijin usahanya dengan nara sumber: Saur Sitindaon, SH, MH, Hakim Tipikor Pengadilan Tinggi Maluku....

 #MajulahSitindaon

 

 

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh