fbpx

0
0
0
s2sdefault

ILUSTRASI PILKADA 270 DAERAHPMJNEWS. 

SitindaonNews.Com | Jauh hari sebelum masa Pilkada, para calon Kepala Daerah sudah mulai sosialisasi ke masyarakat di daerah nya. 

Mereka mulai melakukan pendekatan langsung, mengadakan kegiatan-kegiatan sosial, pendekatan kepada tokoh-tokoh adat, tokoh agama dan pengurus  marga di daerah itu. 

Di Sumatera Utara suku Batak terdiri dari banyak marga dimana marga-marga tersebut pada umumnya bergabung dalam satu wadah persatuan atau perkumpulan.

Banyak pengurus persatuan marga-marga di Sumatera Utara sekarang ini secara terang-terangan membuat pernyataan mendukung calon tertentu sebagai calon kepala daerah walau calon tersebut berasal dari marga lain. 

Hal tersebut sah saja dilakukan jika atas nama pribadi, bukan atas nama seluruh keturunan marga itu. 

Dengan mengatasnamakan marga untuk mendukung calon kepala daerah walaupun calon tersebut tidak satu marga,  maka marga itu telah dipolitisasi oleh para pengurusnya

Baca juga:  Mereka Yang Mengubur Sejarah Leluhurnya 

Mereka mengadakan acara khusus yang dibungkus dengan kegiatan ibadah keagamaan kemudian serangkaian adat Batak di tugu atau daerah asal marga tersebut dengan mangulosi si calon dan memberi boras pir ni tondi untuk merestui dan memberangkatkan si calon dalam proses pemilihan kepala daerah. 

Dampak negatif dari dukungan atas nama marga adalah jika calon yang didukung kalah atau tidak terpilih,  maka ada kemungkinan pembangunan di desa atau daerah asal marga tersebut kurang mendapat perhatian dari kepala daerah terpilih nantinya. 

*Zul Abrum Sitindaon

 

 

 

 


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh