fbpx

0
0
0
s2sdefault

1577539611234

Baidu lebih dikenal sebagai Google-nya China.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Raksasa teknologi China, Baidu, telah menyusul Google dan Microsoft. Baidu unggul dalam kompetisi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) yang dirancang untuk menguji seberapa baik mesin dapat memahami bahasa manusia.

 

Baidu, yang sering disebut sebagai Google China, mencapai skor tertinggi dalam Evaluasi Pemahaman Bahasa Umum (Glue), yang secara luas dianggap sebagai tolok ukur untuk pemahaman bahasa AI.

Dilansir dari Independent, Sabtu (28/12) disebutkan, model perusahaan Ernie (Representasi yang Ditingkatkan melalui kNowledge IntEgration) menjadi yang pertama mendapatkan skor di atas 90 pada tes. Baidu menduduki peringkat teratas yang didominasi oleh perusahaan teknologi dan universitas AS.

Prestasi ini juga menjadikannya salah satu dari 10 sistem AI yang melampaui skor rata-rata manusia 87,1 pada tolok ukur GLUE. Ernie menggunakan metode yang mirip dengan model Google Bert (Bidirectional Encoder Representations from Transformers), yang mengubah pemahaman bahasa alami untuk AI ketika dibuat tahun lalu.

Baik Bert dan Ernie dinamai sesuai karakter Sesame Street. Keduanya menafsirkan makna dengan memeriksa kata-kata yang muncul sebelum dan sesudah kata dalam kalimat untuk sepenuhnya membangun konteks.

Dengan pertama-tama mengembangkan model Ernie menggunakan bahasa China dan kemudian menggunakannya untuk kata-kata bahasa Inggris, para peneliti Baidu menyadari bahwa itu membuat algoritma lebih kuat dalam memahami bahasa Inggris.

"Ketika kami pertama kali memulai pekerjaan ini, kami berpikir secara khusus tentang karakteristik tertentu dari bahasa China. Tetapi kami segera menemukan bahwa itu dapat dipakai di luar itu," kata Hao Tian, ​​kepala arsitek Baidu Research.

Baidu sudah menggunakan model untuk meningkatkan hasil untuk mesin pencari dan membuat asisten AI Xiao Du lebih akurat. Sebuah makalah yang menjelaskan bagaimana Ernie dilatih untuk tes bahasa akan dipresentasikan di Asosiasi untuk Kemajuan Konferensi Kecerdasan Buatan tahun depan. 

Sumber : republika


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh