fbpx

0
0
0
s2sdefault

5e4a5e01a9460Tangkapan layar dari sebuah unggahan mengenai seorang perempuan yang kecopetan laptop kemudian diganti dengan kertas 1 rim.

SitindaonNews.Com | Sebuah unggahan yang menyebutkan seorang penumpang bus kecopetan komputer jinjing atau laptop dalam tasnya dan diganti dengan kertas sebanyak satu rim, viral di media sosial Twitter, Minggu (16/2/2020).

Unggahan tersebut dibagikan oleh pemilik akun Twitter @aqillazi.

Hingga saat ini Senin (17/2/2020) pukul 14.30 WIB, unggahan tersebut telah di-retweet lebih dari 3.000 kali dan disukai lebih dari 3.000 kali pula.

Dalam unggahannya, @aqillazi menuliskan "KECOPETAN LAPTOP DIGANTI KERTAS 1RIM. BUS NUSANTARA, RUTE MALANG-PATI-SEMARANG.

Bisa dibaca sebagai pembelajaran biar ga ada lagi yang kayak saya. Dan siapa tau ada yang bantu nemukan laptop saya ini dimanapun".

" data-iframe-title="Twitter Tweet" data-scribe="page:tweet" data-twitter-event-id="1">
" data-tweet-id="1228972459669377025" data-scribe="section:subject">
 

KECOPETAN LAPTOP DIGANTI KERTAS 1RIM.
BUS NUSANTARA, RUTE MALANG-PATI-SEMARANG.

Bisa dibaca sebagai pembelajaran biar ga ada lagi yang kayak saya. Dan siapa tau ada yang bantu nemukan laptop saya ini dimanapun.

From this To this

View image on TwitterView image on Twitter
 
4,725 people are talking about this
 
 

Konfirmasi Kompas.com

Guna mencari tahu bagaimana ceritanya, Kompas.com menghubungi pemilik akun Twitter yang bernama Aqilla Firdhauzi tersebut.

Ia mengatakan, kejadian yang ia alami tersebut terjadi ketika dirinya menaiki bus Nusantara jurusan Malang-Semarang pada 11 Februari 2020.

Aqilla menjelaskan, saat itu ia menaiki bus tersebut karena ingin pergi ke Pati, Jawa Tengah.

"Iya itu memang benar yang mengalami saya sendiri, saat itu saya kehilangan laptop pas lagi di dalam bis," katanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/2/2020).

Kronologi

Ia mengungkapkan, saat itu dirinya naik bus Nusantara dari Malang menuju Pati dengan keberangkatan pada Selasa, 11 Februari 2020 sekitar pukul 19.30 WIB.

 

"Saya duduk di bangku nomor 29. Sebelahku kosong dan depanku ada 2 orang. Tasku aku taruh di depan kaki. Aku yakin enggak ngambil pas ini malingnya," papar dia.

Kemudian, imbuhnya, pada pukul 24.00 WIB, bus yang dinaikinya tersebut singgah di salah satu rumah makan di Tuban, Jawa Timur.

Setelah itu, ia turun untuk makan dan meninggalkan tasnya di atas kursi.

Namun, sesampainya di pintu masuk rumah makan, ia ditanya oleh petugas rumah makan untuk menunjukkan tiket busnya.

Karena baru pertama kali naik bus jarak jauh, dirinya pun tidak mengetahui soal aturan itu. Aqila pun langsung kembali ke dalam bus untuk mengambil tiket yang sebelumnya ia taruh di dompetnya.

Sewaktu mengambil tiket tersebut, dirinya melihat dua penumpang yang tidak turun untuk makan bersama dengan penumpang lainnya.

Tanpa berpikir panjang, ia langsung turun dari bus dan makan malam sekitar 30 menit.

"Waktu itu aku lihat ada dua cewek yang enggak turun makan. Duduknya di jajaran kursi depan semua. Karena pada tidur aku enggak curiga sama sekali," kata Aqilla.

Selesai makan, ia kembali lagi ke bangku tempat duduknya di dalam bus.

Bungkusan plastik

"Enggak ngerasa aneh juga seh waktu itu, karena ya memang enggak ada yang aneh di tasku. Tetap terasa berat," jelasnya lagi.

 

Setelah perjalanan, ia pun tiba di Pati, Jawa Tengah pada Rabu, 13 Februari 2020 sekitar pukul 05.00 WIB.

Namun sebelum turun dari bus, ia tidak melakukan pengecekan karena merasa beban tasnya masih sama dan tidak berkurang sedikit pun. 

"Tapi, pas mau kerja dan mau ambil laptop, saya kaget saat ada bungkusan plastik item seperti barang yang mau dipaket. Rapi banget bungkusnya. Ternyata itu kertas seberat satu rim," katanya lagi.

Aqilla pun menyayangkan respons yang kurang menyenangkan dari pihak bus terkait hilangnya laptop miliknya tersebut sewaktu dalam perjalanan. 

Selain itu, ia juga tidak akan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib.

"Enggak deh kayaknya. Dari tanggal 12 aku tahu laptopku ilang itu pikiranku cuman gimana ini nyelesein pesenan klienku yang udah masuk. Mana sebagian udah aku kerjain juga, tinggal nyetak," terang Aqilla.

Diketahui, Aqilla bekerja sebagai frelancedesigner dan ilustrator.

Terlebih lagi, kata Aqilla, laptop tersebut sudah seperti bagian dari nyawanya sendiri.

Sumber: kompas.com


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh