fbpx

0
0
0
s2sdefault

56c47716 44d1 468e 9025 b1949504106b 169Foto: Garuda Indonesia's Boeing 737 Max 8 (REUTERS/Willy Kurniawan)

SitindaonNews.Com | PT Garuda Indonesia  Tbk (GIAA)  masih belum membuka seluruh rute penerbangan domestik. Pembukaan rute penerbangan saat ini masih difokuskan hanya di kota-kota besar di Indonesia dengan permintaan yang tinggi.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pihaknya terus melakukan persiapan untuk membuka seluruh rute penerbangan setelah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah dan kembali beroperasi pada Kamis, 7 Mei 2020.

"Belum semuanya, satu-satu kita buka karena butuh persiapan. Kota-kota besar rasanya udah dibuka semua yang permintaannya banyak," kata Irfan kepada CNBC Indonesia, Jumat (8/5/2020).

Maskapai penerbangan pelat merah ini menyatakan mulai terbang lagi mulai Kamis (7/5/2020) lalu pukul 00.01 WIB. Layanan penerbangan yang dibuka adalah rute domestik.

Irfan menjelaskan dalam keterangan resminya pada Rabu (6/5/2020), penerbangan tersebut akan dioperasikan mengacu pada ketentuan kriteria masyarakat yang dapat mengakses layanan transportasi pada masa pandemi Covid-19.

Penumpang yang diperbolehkan antara lain yang melakukan tugas kedinasan, kepentingan umum, kesehatan dan medis, masyarakat yang akan pulang ke daerah asal, kebutuhan repatriasi, layanan fungsi ekonomi penting serta mobilisasi pekerja migran Indonesia.

Data Garuda di situs resminya mencatat, ada 29 rute domestik yang efektif per 7 Mei di antaranya Jakarta-Padang (CGK-PDG), Jakarta-Pangkal Pinang (CGK-PGK), Jakarta-Palangkaraya (CGK-PKY), Jakarta-Palembang (CGK-PLM), Jakarta-Tanjung Pandan (CGK-TJQ), Jakarta-Tanjung Pinang (CGK-TNJ), Jakarta-Jambi (CGK-DJB), Jakarta-Malang (CGK-MLG), Jakarta-Surabaya (CGK SUB), dan Jakarta-Denpasar (CGK-DPS).

Layanan penumpang di semua moda transportasi (termasuk maskapai) kembali dibuka mulai Kamis, 7 Mei 2020. Namun, pemerintah menegaskan layanan transportasi ini disediakan bukan untuk para pemudik, tapi untuk keperluan pergerakan orang non mudik.

"Bahwa antisipasi mudik lebaran tahun ini, di tengah kita hadapi pandemi Covid-19, dilakukan suatu pembahasan yang sangat intensif oleh Presiden dan kabinet. Oleh karenanya ada suatu konsistensi dari pak Presiden dan kabinet bahwa tetap tidak mudik," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat bersama Komisi V DPR RI yang berlangsung virtual, Rabu (6/5/20).

Sebelumnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta Garudauntuk tetap mematuhi aturan pemerintah yang berkaitan dengan larangan mudik kendati telah memberikan izin untuk kembali terbang.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan maskapai penerbangan pelat merah itu diminta tetap menjaga ketat setiap penerbangan yang dilakukan di masa pandemi Covid-19 ini. Garuda diminta hanya memberikan layanan penerbangan untuk perjalanan yang berhubungan dengan perjalan dinas.

"Tetap konsisten untuk tidak memberikan ruang bagi penumpang yang ingin mudik. Ini ketentuan yang dibuat pemerintah dan kita tetap akan dukung dan kita harapkan Garuda juga melakukan hal yang sama, ketat untuk hal ini," kata Arya, Rabu (6/5/2020) malam.

Sumber: .cnbcindonesia.com


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh