fbpx

0
0
0
s2sdefault

FB IMG 1611482471138

Alpukat, Sering Bikin Kecewa, tapi Selalu Dirindu....

SitindaonNews.Com | ALPUKAT itu buah yang unik dan sekaligus istimewa. Kadang membuat kita berada dalam dilema perasaan “benci tapi rindu”. Kenapa benci? Karena kita berkali-kali dibuat kecewa. Setiap kali beli alpukat, di mana pun, baik di pedagang pinggir jalan, pedagang keliling, hingga supermarket, selalu berujung kekecewaan. Bahkan, yang lebih membuat sakit hati adalah saat beli alpukat di tempat wisata.

Kita digoda oleh tampilan alpukat yang serba menawan. Kulit buah yang glowing, ukuran jumbo, dan narasi promosi sang pedagang yang tak kalah bombastis. Diklaim sebagai alpukat mentega super, dengan rasa paling enak, dan seribu janji manis ala tukang obat jalanan. Sebagai pembeli dan penikmat alpukat, asa kita pun dibuat melambung. Bakal makan alpukat enak nih. Tahunya, setelah tiga hari yang dijanjikan oleh si pedagang alpukat bakal matang, buah masih terasa keras.

Hari keempat diperiksa lagi, masih juga keras. Begitu seterusnya, hari kelima, keenam dan ketujuh, tidak ada tanda-tanda alpukat terasa empuk tanda bahwa alpukat mulai matang, yang ada malah kulit mulai mengeriput. Sebagian malah di ujungnya mulai terlihat warna cokelat, tanda membusuk. Puncaknya adalah pada hari kesepuluh, ketika bagian cokelat di ujung mulai menjalar ke hampir separo bagian buah alpukat, sementara bagian lainnya masih keras. Dan saat itulah kita sudah putus harapan. Alpukat pun kita vonis gagal matang, busuk, dan harus dibuang. Zonk. Kecewalah hati kita. Karena ternyata alpukat yang kita beli masih pentil alias dipetik sebelum saatnya.

Namun, rasa kecewa itu seolah sirna tanpa bekas begitu melihat pedagang alpukat menajajakan dagangannya. Entah di kaki lima, pedagang keliling di kompleks perumahan tempat tinggal, di super market, atau di tempat wisata. Rasa kecewa dan benci yang sempat menempel di hati tiba-tiba berubah jadi rasa rindu dan hasrat yang kuat untuk membeli dan menikmati. Maka kita pun membeli alpukat lagi. Tapi, sekali lagi hasilnya zonk, alias gagal matang dan kita pun kecewa lagi. Berkali-kali, berulang-ulang kita menjalani siklus yang tidak mengenakkan. Tapi, apakah lantas membuat kita atau para penikmat alpukat kapok beli alpukat?

Ternyata tidak. Hasrat para penikmat alpukat untuk mendapatkan alpukat yang baik terus menggebu. Para penikmat alpukat terus berupaya mencari alpukat yang sesuai dengan harapannya, bahkan ketika harga yang harus dibayar dianggap tidak wajar. Bahkan seolah punya tempat tersendiri di hari kita, sehingga sekalipun berkali-kali kita kecewa, kita selalu merindukan alpukat.

Belakangan upaya mencari alpukat sudah seperti perburuan dan petualangan mencari harta karun atau barang berharga. Dan itulah yang terjadi di Meksiko atau Guatemala, dua negara penghasil utama alpukat di dunia, ketika dunia alpukat masuk dalam jaringan kartel yang kejam. Mengapa alpukat begitu istimewa?

Ada fakta yang tak bisa dibantah, trend konsumsi alpukat secara nasional dan global meningkat. Bukan hanya lantaran rasanya yang super lezat, alpukat juga ternyata salah satu super food yang memiliki segudang manfaat. Kandungan gizi dalam buah alpukat sangat lengkap, mulai dari vitamin, lemak sehat, dan unsur-unsur lainnya membuat alpukat menjadi sumber pangan yang direkomendasikan oleh para ahli kesehatan. (Muhtar Ibnu Thalab/Mr. Avocado/avocadoindonesia.com/bersambung)***

Cileunyi, Ahad 24 Januari 2021

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1235574636814472&id=10001085841572


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh