fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200801 174807AP/VOA  |  Penyuntikan Vaksin (ilustrasi). Dokter dan guru di Rusia akan menjadi orang pertama yang divaksin Covid-19.

SitindaonNews.Com | Rusia sedang mempersiapkan untuk memulai vaksinasi massal Covid-19 pada Oktober. Menteri Kesehatan Rusia Mikhail Murashko mengatakan pada media pemerintah RIA, Sabtu (1/8), bahwa dokter dan guru akan menjadi orang pertama yang divaksinasi. Ia tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai vaksin yang akan digunakan.

Potensi vaksin Covid-19 pertama Rusia, yang dikembangkan oleh fasilitas penelitian negara, akan mendapatkan persetujuan peraturan lokal pada Agustus. Vaksin akan diberikan kepada petugas kesehatan segera setelah itu.

Dilansir The Moscow Times pada Sabtu (1/8) disebutkan Rusia mengonfirmasi 5.462 infeksi virus corona pada Sabtu sehingga jumlah kasus resmi negara menjadi 845.443. Selama 24 jam terakhir, 95 orang telah meninggal, sehingga total korban menjadi 14.058, angka yang jauh lebih rendah daripada di banyak negara lain yang dilanda pandemi. Sebanyak 8.114 orang pulih dalam 24 jam terakhir.

Jumlah kasus baru tertinggi adalah di Moskow, wilayah Siberia barat Khanty-Mansiysk, dan Sverdlovsk di Ural. Tingkat kematian Rusia tetap rendah dibandingkan dengan negara-negara lain yang dilanda terburuk. Ini meningkatkan spekulasi bahwa lebih banyak kasus yang tidak dilaporkan.

Pihak berwenang Rusia mulai melonggarkan langkah-langkah anti-virus pada Juni menjelang parade militer besar-besaran Perang Dunia II di Moskow dan pemungutan suara nasional mengenai reformasi konstitusi yang sekarang memungkinkan Presiden Vladimir Putin untuk tetap berkuasa hingga 2036. Kedua acara ini awalnya ditunda karena epidemi.

Moskow berencana untuk membuka bioskop dan teater pada 1 Agustus. Di ibu kota, masker wajib di toko-toko dan di angkutan umum tetapi tidak di jalan-jalan. 

Beberapa institut di Rusia sedang mengerjakan vaksin virus corona. Pekan lalu Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan telah mengembangkan vaksin aman setelah uji klinis terhadap sekelompok sukarelawan. Uji coba sedang berlangsung dan Kementerian Pertahanan berharap uji klinis akan sepenuhnya selesai dalam beberapa pekan mendatang.

Sumber: republika.co.id


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh