SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Trending News (723)
  • Tarombo Marga Sitindaon (48)
    • Sukacita & Dukacita (12)
  • Politik & Opini (270)
  • Ekonomi & Bisnis (270)
  • Lifestyle & Health (362)
  • Tekno & Sains (69)
  • Entertaintment (65)
    • Games (0)
  • Food & Travel (94)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (133)
    • Jansen Sitindaon (31)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (29)
  • Mimbar HKBP (0)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (12)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • Games

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Lifestyle & Health
  4. Dampak Buruk Sekolahkan Anak Terlalu Dini

Search

Details
Category: Lifestyle & Health
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
30.Jun
Hits: 453

Dampak Buruk Sekolahkan Anak Terlalu Dini

IMG 20220630 WA0000Ilustrasi antar anak ke sekolah

Pendidikan menjadi salah satu hal terpenting yang akan mendukung tumbuh kembang anak.

Usia 0 hingga 6 tahun otak anak berkembang dengan sangat cepat hingga 80 persen sehingga mereka dapat menyerap informasi dengan cepat dan baik.

Di usia dini, faktor fisik, mental, dan spiritual anak juga mulai terbentuk dan akan berpengaruh pada kelanjutan hidupnya. Oleh karena itu, masa-masa tersebut sering disebut sebagai masa emas anak atau golden age.

Banyak orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik sejak usia dini dengan mengajarkannya banyak hal. Tidak sedikit dari para orang tua yang mengirim anaknya ke sekolah untuk mendapatkan pendidikan se-segera mungkin. Tetapi, apakah hal tersebut baik untuk anak?

Orang tua perlu memahami kapan usia yang tepat untuk menyekolahkan anak-anaknya. Pendidikan di usia dini memang sangat penting namun mengirim mereka ke sekolah bukan lah solusi terbaik bagi mereka.

Seperti yang dijelaskan oleh seorang Psikologi anak, Elly Risman, bahwa anak-anak memiliki rentang waktu yang berbeda untuk mulai bersekolah, bermain, dan mendapatkan pendidikan dari orang tua mereka.

IMG 20220630 WA0001Ilustrasi ibu dan anak/parenting/anak bermain. Photo : Freepik/gpointstudio

Hal mendasar yang menyebabkan banyak orang tua mengirim anaknya sekolah di usia yang sangat dini adalah kurangnya edukasi serta prinsip yang kuat sehingga para orang tua dengan mudah mengikuti trend yang ada. Padahal, menurut Elly Risman, yang paling dibutuhkan oleh anak-anak usia dini adalah kedekatan dengan kedua orang tuanya.

"Sebetulnya, yang diperlukan oleh anak pada usia awal-awal itu adalah kelengketan dengan ibu bapaknya," ujar Elly Risman. Kemampuan motorik anak juga dapat dilatih bersama kedua orang tua di rumah.

Sebelum kemampuan tersebut sempurna, menyekolahkan anak justru akan memberikan mereka lebih banyak tekanan bahkan membatasi kreativitas mereka. Orang tua dapat membuat berbagai permainan sederhana di rumah, seperti memakaikan kain kepada anak untuk mereka berimajinasi menjadi superhero atau membuat kerajinan tangan dari barang seadanya. Imajinasi seperti itu sangat membantu cara berpikir anak untuk lebih kreatif dalam berbagai hal.

Banyak orang tua yang tergiur dengan berbagai fasilitas dan permainan yang disediakan oleh sekolah anak usia dini, padahal bermain di rumah bersama orang tua jauh lebih baik bagi tumbuh kembang anak. Orang tua bisa bercerita atau mendongeng sambil melakukan aksi seru bersama anak-anak sekaligus membangun kedekatan dengan mereka.

"Satu hal yang paling banyak orang tidak tahu adalah permainan yang paling bagus buat anak adalah tubuh ibu bapaknya," ujar Elly Risman.

Menurut Elly Risman, waktu yang tepat untuk mengirim anak-anak ke sekolah adalah ketika sel-sel pusat di otak telah saling terhubung, yaitu sekitar usia tujuh tahun. "Kalo kita menyekolahkan usia 7 tahun tinggal mundur ke belakang. SD nya berapa, TK nya berapa, atau kalau mau dimasukin play group juga," lanjutnya.

Menyekolahkan anak terlalu dini dapat membawa berbagai dampak yang negatif bagi perkembangan mereka. Pertama adalah hilangnya masa kanak-kanak atau masa bermain mereka serta kebosanan yang akan muncul di waktu tidak terduga bagi anak-anak.

Elly Risman menjelaskan bahwa anak-anak perlu bermain di usia 0-8 tahun, maka jika waktu tersebut dicuri dengan memberikan mereka pendidikan sekolah yang terstruktur maka akan menyebabkan hilangnya masa bermain mereka sehingga akan menimbulkan kebosanan dini bagi mereka di sekolah

 

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: 4 Kebiasaan Makan yang Ganggu Kesehatan Mental Prev Next article: BPOM Ungkap Merk Kopi Mengandung Paracetamol Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • Trending News
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar HKBP
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link