fbpx

0
0
0
s2sdefault

Screenshot 20200905 094544Akhyar Nasution (kanan) menyebut lawannya di Pilwalkot Medan 2020 sebagai 'gerombolan'. (Foto: CNN Indonesia/ Farida)

Politikus Akhyar Nasution menyebut pencalonannya di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Medan 2020 sebagai bentuk perlawanan terhadap "gerombolan yang menujukkan kekuasaan". 

Hal itu dikatakannya di sela-sela deklarasi pasangan Akhyar-Salman Alfarisi (AMAN) yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.

"Saya ucapkan terimakasih kepada PKS dan Demokrat yang telah luar biasa berani mencalonkan Akhyar dan Salman. Padahal di luar sana sudah berkembang fenomena sapu bersih. Karena dua partai ini berani mengambil jalan untuk tidak bersama di dalam sebuah gerombolan yang menunjukkan kekuasaan," kata Akhyar, di Medan, Jumat (4/9).

"Kita masyarakat Medan solidernya tinggi. Ini sudah ditunjukkan PKS dan Demokrat, berani ambil jalan lain perlawanan terhadap gerombolan. Mohon maaf saya katakan gerombolan," imbuhnya.

Akhyar juga memuji pendampingnya Salman Alfarisi yang memiliki segudang pengalaman. Bahkan, kata dia, Salman rela melepas jabatannya sebagai Wakil Ketua DPRD Sumut demi maju Pilkada Medan.

"Menurut saya pengorbanan Bang Salman luar biasa salut kita apresiasi beliau," ucapnya.

Akhyar mengaku selama ini hidup sederhana. Ketika mendapat tantangan untuk membangun Medan menjadi lebih baik, adrenalinnya  bergejolak kembali. Apalagi, dirinya tumbuh dan besar di Medan, tepatnya di Kelurahan Tanjung Mulia, Medan Deli.

"Bukan karena marah saya mau maju [di pilkada, tapi nawaitu (niat) adalah mendarmabaktikan diri kami bagi Medan," cetusnya.

"Jadi visi kami adalah terwujudnya Medan cantik yang berkarakter yang nyaman kotanya, bahagia warganya," ia mengucapkan kalimat yang mirip slogan kampanye Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017.

Akhyar dan Salman berencana akan mendaftar ke KPU Medan pada Sabtu (5/9). Pasangan ini hanya mengantongi dukungan Partai Demokrat dan PKS.

Dia awalnya merupakan kader PDIP. Namun, 'Banteng' lebih memilih mengusung Bobby Nasution yang tak lain menantu Presiden Jokowi. Akhyar lantas berpindah ke Partai Demokrat.

Pasangan Akhyar-Salman akan melawan pasangan Bobby Nasution-Aulia Rachman yang sudah lebih dulu mendaftar dan memenuhi semua persyaratan calon.

Bobby-Aulia mengantongi dukungan delapan partai politik, yakni PDIP, Gerindra, Golkar, NasDem, PPP, PAN, Hanura, dan PSI.

Sumber: cnnindonesia.com


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh