fbpx

0
0
0
s2sdefault

Transformasi Ekonomi.

Tahun 2013 saya bertemu dengan pejabat China di Guangxie. “ China sedang melakukan transformasi. Dari manufaktur dan industri yang berorientasi ekspor ke domestik. Pasar domestik kami harus kami optimalkan.”

“ Kenapa ? Tanya saya.

“ Konyol kalau terus bergantung ekspor. Pasar utama kami adalah AS dan Eropa. Kalau PDB kami tergantung mereka. Apa bedanya kami dengan Jepang, Taiwan, Korea. Yang hidup mati mereka tergantuk kebijakan tarif UE dan AS. Negeri ini pernah hancur akibat ulah UE dan AS. Dan mereka kalau ada kesempatan akan terus hancurkan. Negara manapun itu akan mereka jadikan korban “ Katanya.

Apa yang terjadi setelah itu? Lambat laun upah buruh China terus naik. Dari Rp. 2 juta / bulan. Kini sudah mencapai Rp 14 juta. Akibatnya daya beli rakyat meningkat. Produksi domestik terserap. Ketergantungan pasar ekspor samakin berkurang. Makanya walau kemudian terjadi perang dagang antara China-AS, China aman saja. Yang korban ya rakya AS. Karena harga melambung dan langka.

Kemudian China amankan pangan. Maklum China itu rakyatnya diatas 1 miliar. Resiko besar kalau pangan kurang. Sejak tahun 2013, riset besar besaran dilakukan untuk ketahanan pangan. Kini China sudah mampu mengubah iklim sehingga petani bisa produksi sepanjang tahun. Menjadikan air laut untuk tanaman padi. Sehingga luas tanaman padi bertambah. China juga merevitalisasi 50.000 desa menjadi estate food. Sehingga kemiskinan akibat kurangnya lahan produksi bisa diatasi dan melipat gandakan pangan.

China tahu ancaman akan kenaikan energi. Sejak tahun 2013 mereka lakukan program besar besaran replance pembangkit listri dari batubara ke energi terbarukan. Tahun kemarin mereka sudah operasikan hidro power terbesar nomor dua di dunia. Kapasitas 30.000 Megawat. Operasikan pembangkit listri tenaga angin terbesar di dunia. Untuk menjaga kelangsungan industri akibat krisis energi selama pembangun listrik terbarukan, tahun kemarin China sudah stok batubara untuk 5 tahun. Jadi, program energi terbarukan akan selesai semua dalam 5 tahun kedepan.

Apa yang akan jadi ancaman dimasa depan soal pangan dan energi China sudah antisipasi. Bukan dengan retorika. Tetapi kerja nyata. Ancaman ketidak seimbangan ekonomi global yang berdampak kepada perang tarif, China sudah amankan pasar domestik. Jadi mau beli barang china, atau engga. China engga ada urusan. Pasar ekspor hanya suplementari saja. Mengapa China mampu menganantisipasi itu?

Pertama. Nation interest mereka jelas. Tidak Abu abu. Akibatnya mereka paham membuat kebijakan yang bertumpu kepada geopoltik dan geostrategis.

Kedua. Mereka membangun negara secara modern. Lewat riset yang mahal. Dari rasio PDB, China adalah negara nomor tiga terbesar di dunia dalam hal anggaran risetnya. Dari segi size terbesar kedua di dunia.

Ketiga. China membangun lewat kerja keras dan minimal subsidi. jadi kehebatan china karena rakyatnya memang hebat.

Bagaimana dengan kita?. Hanya jokowi yang paham,. Yang lain engga jelas. Yang jelas, sejak era Soeharto sampai kini, tidak terjadi transformasi ekonomi. Tetap bertumpu kepada konsumsi bukan produksi. Lah anggaran riset ajan terendah di ASEAN. Gimana mau maju. Makanya saat Pemilu orang dikasih gocap mau berubah pilihan.  (Wawan Suwandi)

https://www.facebook.com/100014725653904/posts/1335757503591759/


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh