fbpx

0
0
0
s2sdefault

Politik LCS

Tanggal 2 desember 2021. China protes karena Indonesia membor gas di blok Tuna. Ini kali pertama China protes atas wilayah Nine dast line yang di claim China. Pak Jokowi hebat. Dia tidak mau menghadapinya dengan perang polemik. Utusan khusus di kirim ke Beijing membawa surat rahasia yang berisi alasan Indonesia membor di blok Tuna. Sebenarnya kasus itu sudah selesai, Tetapi menjadi buyar begitu saja. Tanggal 14 desember Menlu AS, Blinken berkunjung ke Indonesia. China anggap Indonesia tidak serius menyelesaikan masalah blok Tuna ini dengan damai. Keliatan sekali politik luar negeri kita tidak terkoordinir dengan baik.
***
Saya tahu, memang sullt bagi Jokowi untuk menolak kedatangan Menlu AS, Blinken. Apalagi agenda kunjungan itu bersifat kenalan saja. Ternyata bukan sekedar kenalan. Blinken datang untuk mempertegas posisi AS di Indo Pacific. Bahwa AS akan memainkan perannya lebih besar dibidang ekonomi di kawasan Indopacific. Akan memberikan bantuan dana dan tekhnologi ke Indonesia dan negara ASEAN. Artinya dengan percaya diri, Blinken berkata, lebih baik kerjasama dengan AS daripada dengan China. Nah kacau kan.

Kementrian luar negeri China protes. AS dianggap melanggar kesepakatan tingkat tinggi antara peresiden. Dalam kesepakatan itu, China dan AS sepakat untuk menjadikan kawasan damai di Laut China Selatan. ( LCS). Artinya baik China maupun AS , tidak akan menciptakan blok di kawasan LCS. Semua masalah diselesaikan dalam kuridor kerjasama regional dan lebih utamakan kerjasama ekonomi.

Sebenarnya escalasi ketegangan hubungan china-Indonesia berkaitan dengan LCS karena ulah blunder Prabowo yang tidak paham soal geostrategis danq geopolitik. Kurang matang perhitungan intelijen. Tidak hemat bicara. Bayangkan. Bulan Maret 2021, waktu kunjungan ke Tokyo, Prabowo komit bersama Jepang menentang segala upaya China untuk mengubah status quo atas wilayah nine dash line yang di claim China. Padahal Indonesia tidak sedang dalam sengketa dengan China. Karena solusi sudah ada. Yaitu kemitraan ekonomi di kawasan LCS. China masih sabar saja atas sikap Prabowo itu

Belum cukup membuat China terperangah. Waktu kunjungan ke Bahrain pada Dialog Manama IISS ke-17 bulan November tahun lalu. Prabowo mengatakan bahwa Indonesia harus “realistis”. Yang menyiratkan sulit bagi Indonesia akan terus nonblok. Artinya demi kepentingan nasional, Indonesia bisa saja berpihak kepada salah satu kekuatan besar.. Itu sebabnya Desember awal China mulai panas. Mereka layangkan protes kepada Indonesia soal Blok Tuna. Ini udah bisa diselesaikan lewat misi rahasia Jokowi. Eh Menlu AS berkunjug ke Indonesia. . Jadi kacau lagi. Panas lagi.

Tetapi saya tahu. China lebih percaya kepada kepemimpinan Jokowi. Pada saat kunjungan Blinken ke Indonesia. Sorenya atau pada hari yang sama Jokowi menerima kunjungan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia Nikolai Patrushev. Menlu AS jelas merasa diremehkan Jokowi. Seolah dianggap kecil. Apalagi AS tahu hubungan china dan Rusia. Dalam dunia diplomasi. Tidak perlu ungkapan, tetapi tindakan sudah menunjukan sikap jelas Indonesia.

“ Gua engga ikut kemana mana. Mau deal sama gua. Bawa duit. Gua ada lokasi. Lue ada uang? Engga ada uang. Minggir aja. “ Kira kira begitu kata Jokowi.

Saya tahu Prabowo berusaha mengarahkan politiknya ke AS. Berharap memudahkan dia menuju RI-1 2024. Dan siapa lagi pengarahnya kalau bukan Anies. Seharusnya kita belajar dari Ukraina dan negara lain. Ketika negara itu masuk salah satu blok besar. Maka negara itu akan dijepit oleh perseteruan dua blok besar itu. Yang korban ya rakya kecil. Pak Prabowo, datanglah ke DPR. Dengar suara wakil rakyat itu dalam bersikap. Jangan bolos terus raker. Jangan hanya andalkan staf ahli. [ WAWAN SUWANDI ]

https://www.facebook.com/100014725653904/posts/1336107383556771/


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh