Search
- Details
- Category: Politik & Opini
- By ZA Sitindaon
- Hits: 5
Emas Rakyat Disikat, Emas Raksasa di Kawal
Emas Rakyat Disikat, Emas Raksasa Dibiarkan?
Penggerebekan Toko Emas Semar di Nganjuk oleh Bareskrim menjadi tontonan yang menyita perhatian publik. Seluruh perhiasan emas di etalase diangkut, buku pembukuan diperiksa, bahkan setiap gram emas ditelusuri asal-usulnya. Operasi berlangsung lebih dari 16 jam. Negara hadir dengan wajah tegas: tidak ada ruang bagi emas ilegal.
Kasus ini dikaitkan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang dari aktivitas pertambangan emas tanpa izin, dengan nilai transaksi yang disebut-sebut mencapai puluhan triliun rupiah sejak 2019 hingga 2025.
Narasinya jelas:
demi lingkungan, demi mencegah kebocoran keuangan negara, demi kedaulatan sumber daya alam.
Namun di saat yang sama, rakyat bertanya dengan logika sederhana:
Kalau emas dari tambang kecil bisa disisir sampai ke etalase toko di pasar kabupaten…
mengapa emas dari tambang raksasa yang dikelola korporasi besar justru tetap mengalir ke luar negeri dengan tenang?
---
Dua Wajah Penegakan
Di Nganjuk, etalase kosong jadi simbol ketegasan hukum.
Di Papua, gunung emas dikeruk puluhan tahun dan hasilnya lebih banyak dinikmati di luar negeri.
Yang satu disebut ilegal dan diburu sampai ke pembukuan.
Yang satu disebut investasi dan dijaga dengan aparat.
Yang satu disita sampai habis.
Yang satu dikawal sampai pelabuhan.
---
Pertanyaan Keadilan
Tidak ada yang membela tambang ilegal.
Kerusakan lingkungan harus dihentikan.
Kebocoran negara harus ditutup.
Tapi keadilan tidak boleh berhenti di pasar tradisional.
Kalau logikanya adalah:
> “Emas yang merugikan negara harus diamankan”
maka standar itu seharusnya berlaku untuk semua —
bukan hanya untuk pemain kecil, bukan hanya untuk yang tidak punya kekuatan.
---
Rakyat Melihat, Rakyat Membandingkan
Kasus Nganjuk menunjukkan negara bisa sangat teliti, sangat kuat, sangat cepat.
Pertanyaannya tinggal satu:
ketegasan itu mau dipakai untuk siapa?
Untuk toko emas di kabupaten?
atau juga untuk sistem besar yang selama puluhan tahun membuat kekayaan alam keluar lebih banyak daripada masuk?
Karena bagi rakyat, ini bukan sekadar soal emas.
Ini soal rasa keadilan.
Sumber: FB Yoyok Rahayu Basuki https://www.facebook.com/share/p/1DeyxTv2zD/
