fbpx

0
0
0
s2sdefault

8811edb2 86b1 438e a407 acb8d0e3d1a1 169

Ilustrasi operasi. Foto: Thinkstock

 

Jakarta - Seorang dokter bedah asal   China  berkolaborasi dengan Huawei dan China Mobile untuk mengoperasi otak dari pasien dengan penyakit Parkinson's sejauh 3.000 kilometer. Operasi ini untuk pertama kalinya dilakukan di China menggunakan koneksi jaringan 5G. 


Dilansir China Daily, operasi ini dilakukan pada Sabtu (16/3) lalu oleh Ling Zhipei, dokter kepala dari First Medical Center di PLAGH Hainan. Operasi ini bertujuan untuk memasang alat deep brain stimulation (DBS) di dalam otak pasien untuk membantunya mengontrol penyakit Parkinson's.

Pasien berada di PLAGH Beijing Hospital yang berada 3.000 kilometer jauhnya. Operasi ii berjalan sukses selama tiga jam, dan ia merespon operasi tersebut dengan positif dan berkata bahwa ia merasa lebih baik. 

 

Dr Ling sendiri tidak menduga akan membuat sejarah saat ia diberi tanggung jawab untuk melakukan operasi. Ia mengaku bolak-balik Beijing dan Hainan, dan saat ia berada di Hainan, dikabarkan seorang pasien pengidap Parkinson's di Beijing butuh operasi secepatnya dan tak bisa terbang ke Hainan. 

"Jaringan 5G telah menyelesaikan masalah seperti video yang macet-macet dan pengalaman keterlambatan kendali jarak jauh saat menggunakan jaringan 4G, memastikan operasi yang nyaris real-time. Dan kamu bahkan tak berasa kalau si pasien berada 3.000 kilometer jauhnya," tandas sang dokter.


(frp/up)

Sumber: detikHealth

Frieda Isyana Putri - detikHealth


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh