Search
- Details
- Category: Trading Saham untuk Pemula oleh R Noto Wodjojo
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4
Rupiah Hancur kah?
Rupiah Hancur kah?
Tahun lalu sudah sering saya menulis bahwa Th 2026 rupiah akan terpuruk. Supaya pada koleksi dollar atau emas. Nah sekarang terjadi.
Tetapi hancurnya rupiah terhadap dollar tidak harus membuat kita terpuruk. Jangan samakan dengan crash th 1998, mendadak dari Rp 2000/ USD ke Rp. 9000/USD. Sekarang kan turunnya dikit demi dikit bertahap, anda bisa antisipasi pelan-pelan supaya tidak bangkrut.
Export kita kan dibayar dengan dollar, sementara pengeluaran untuk gaji ASN dan bayar para vendor dalam rupiah. Untung banyak dong pemerintah. Masalahnya kan tinggal Gas saja terus exportnya dan kurangi import yang gak perlu, seperti impor mobil dari India, impor beras, garam, textile, dll, sudah lah stop itu semua yang begituan, jangan malah dijadikan ladang korupsi. Itu semua kan kita sendiri bisa buat didalam negeri.
Genjot export, bantu beri kemudahan pengusaha lokal yang orientasinya export, keringanan pajak, permudah birokrasinya, tambahan modal, asal dollar hasil export disimpan di bank-bank dalam negeri.
Dengan bertumbuhnya export seperti China itu, maka hancurnya rupiah tidak berdampak pada ekonomi dalam negeri. Tirulah China. Semua pengusaha yang orientasinya export di berdayakan. mudahan tulisanku dibaca.
Untuk Anda koleksilah Saham-saham yang orientasinya export pemasukannya US dollar pasti akan melambung. Saya akan koleksi LSIP, OILS, INCO, yang anti badai. Sedangkan untuk Scalping pilih saham-saham yang bikin mabok saja, seperti PTRO, TINS, BUVA, BELL, BIPI, BULL, dan sejenisnya yang penting transaksi volume besar, frekwensinya tinggi, bermain roller coaster setiap hari. Dari volatilitasnya saja kita sudah bisa cuan setiap hari lebih dari cukup untuk biaya bermain golf dan makan Sushi. Caranya bagaimana? Ya belajarlah. Jangan tunda lagi belajar Trading Saham.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1HyhMLVghT/