Analisa Teknical untuk Keputusan Entry? Hahahaha....Pantesan Anda boncos Terus, Portfolio semakin tergerus habis. Anda terlalu pintar trading tetapi tidak Cuan karena tidak cerdas seperti saya!
Banyak yang Keranjingan Belajar Analisa Teknis, Chart, hasilnya tetap Boncos! Ikut Kelas kesana-kemari belajar Chart, Candle, analisa resiko RSI, MA, Methode macam-macam, dst, dst... hasilnya Portfolio tetap tergerus. Mengapa? Nih saya jawab ya.
Saya mengerti membaca Chart model apapun, tetapi saya tidak mempercayai untuk mengambil keputusan Entry atau keluar. Itulah rahasia Saya setiap hari tetap bisa Cuan walau kondisi Market sedang Merah. Chart, Candle, apapun tidak efektif di Pasar Saham Indonesia. Sebabnya adalah kepemilikan publik saham di Indonesia sangat rendah (di bawah 15%), sehingga harga bisa dimainkan oleh Bandar atau Big Player yang setiap detik kapan saja suka-suka mereka ingin akumulasi atau distribusi.
Berbeda dengan di Amerika, Chart bisa dipercaya karena kepemilikan publik disana diatas 60%, sehingga pergerakan Chart benar-benar refleks dari keadaan Market yang sulit dimainkan oleh Big Player sekalipun. Maka MSCI menuntut agar Float Rate dinaikkan dan transparasi kepemilikan untuk melindungi para Investor Asing tidak menjadi korban permainan harga oleh Big Player, Bandar atau Emiten. Akan saya jelaskan alasan ini di Group mengapa Chart tidak penting untuk mengambil keputusan Entry atau keputusan Cabut Keluar!
R Noto Widjojo. https://www.facebook.com/share/p/1CaupMbFwS/
