Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 78
Resiko Bisnis dan Imbalannya
Resiko terbesar dalam hidup ini termasuk resiko bisnis apapun adalah apabila kita tidak berani mengambil resiko. Resiko kecil imbalannya kecil, resiko besar imbalannya besar (hukum alam).
Dalam trading resiko harus di manage, resiko yang tidak dimanage, artinya ngaco, nekat atau mencoba bunuh diri. Contohnya, modalmu hanya Rp. 500 Juta, tetapi anda berdagang Rp. 1 Milyar, menggunakan Leverage, yaitu yang Rp. 500 Juta uang milik Sekuritas semacam Pinjol dengan bunga tinggi. Hal ini banyak dilakukan oleh para Trader karena terlalu yakin, sahamnya akan naik, dan tentu ingin cepat kaya mendadak. sekuritas memberikan pinjaman 100% senilai modalmu dengan agunan saham milikmu yang Rp. 500 juta itu tadi.
Tiba-tiba entah kenapa ada crash seperti peristiwa MSCI tgl 28 Januari 2026 kemaren, pagi-pagi saham terjun bebas hingga 50%, malah ada yang jatuh sampai 60%. artinya Porto anda yang Rp. 1 Milyar tadi hanya sisa Rp. 500 juta saja. Maka anda akan diminta oleh pihak Sekuritas yang dikenal dengan istilah Margin Call, untuk segera menyetor Rp. 500 Juta. Jika Anda tidak punya uang, maka anda kena suspend tidak bisa lagi transaksi, applikasi anda langsung terblokir, Saham yang nilainya hanya sisa Rp.500 juta tadi dijual paksa Cut loss oleh pihak Sekuritas. Porto anda menjadi NOL. Totally Bangkrut! Inilah yang sering Anda dengar Trading Saham hasilnya bangkrut! Bangkrut akibat Gaco nekat saja. Cacing ingin menjadi naga, ya imposible lah.
Saya menyarankan jika Trading sebaiknya menggunakan Uang dingin, hindari leverage, agar trading bisa happy, tidak tegang. Trading harus tetap manage Resiko agar nikmat dan nyaman. Ambil lah resiko yang Anda bisa menanggungnya, yaitu, tetap bisa tersenyum ketika sedang Cut loss, misalnya kerugian 2-4% saja. Kerugian sekecil itu, mudah dikembalikan oleh Modalmu yang 97% berhasil anda lindungi.
Salam Cuan,
R. Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/14ZdGK3n5xT/
Foto edit Sitindaon News
