Di dalam pasar modal, tidak ada daftar resmi individu bermerek "bandar" karena istilah tersebut merujuk pada institusi, fund manager besar, atau individu bermodal raksasa (market maker / smart money) yang menggerakkan harga saham melalui akun sekuritas tertentu. Namun, pergerakan mereka dapat dilacak berdasarkan kode broker (perusahaan sekuritas) dengan nilai transaksi terbesar yang sering digunakan oleh para "bandar" atau institusi tersebut.

Berikut adalah pengelompokan jenis dan nama-nama "bandar" (broker) di pasar saham Indonesia berdasarkan karakteristik transaksinya:

Broker Asing / Institusi Besar (Bandar Asing)

Broker-broker ini sering digunakan oleh manajer investasi global, dana pensiun asing, dan institusi kakap untuk menggerakkan saham-saham blue chip:

AK - UBS Sekuritas Indonesia

BK - J.P. Morgan Sekuritas Indonesia

KZ - CLSA Sekuritas Indonesia

RX - Macquarie Sekuritas Indonesia

YU - CGS International Sekuritas Indonesia.

Broker BUMN / Semi-Institusi (Bandar Lokal)

Broker milik pemerintah atau institusi besar dalam negeri yang mengelola dana kelolaan raksasa seperti BPJS, Taspen, dan reksa dana domestik:

CC - Mandiri Sekuritas

OD - BRI Danareksa SekuritasNI - BNI Sekuritas

LG - Trimegah Sekuritas Indonesia

ZP - Maybank Sekuritas Indonesia

Broker yang Sering Digunakan "Bandar Saham Gorengan"

Beberapa broker swasta sering kali terlihat dominan melakukan akumulasi atau distribusi pada saham-saham dengan kapitalisasi kecil hingga medium (second/third liner):

MG - Semesta Indovest Sekuritas (terkenal aktif dalam scalping dan pergerakan agresif)

AZ - Sucor Sekuritas

GR - Panin Sekuritas

PD - Indo Premier Sekuritas

Broker Ritel (Bukan Bandar)

Sebaliknya, jika broker-broker berikut ini mendominasi deretan pembeli teratas (top buyers), biasanya saham tersebut sedang dibeli oleh investor kecil/ritel (terjadi distribusi oleh bandar):

YP - Mirae Asset Sekuritas Indonesia

XC - Ajaib Sekuritas Asia

XL - Stockbit Sekuritas Digital

Sumber: AI