Katanya program pro rakyat, tapi biaya hidup terus meningkat, biaya listrik, biaya air PAM, biaya pendidikan anak sekolah mulai PAUD hingga Perguruan Tinggi terus meningkat setiap tahun, inikah yg disebut program pro rakyat?

Jangan katakan kami tidak mau kerja atau malas kerja, kami sudah kerja, kerjaa, kerjaaa sekuat tenaga, kami tidak bohong, ini bukan hoaks, sebagai pedagang pasar tradisional di Medan, pasar selalu sepi pembeli, sementara keluarga harus makan, anak2 harus sekolah.

Ini fakta, rakyat menjerit, hidup semakin susah.

Yang kaya,semakin kaya, yang miskin semakin miskin.

 Penulis: Zul Abrum Sitindaon.