Search
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1086
Jokowi dan Nadiem Makarim Masuk 19 Tokoh Yang Layak Diamati di Asia dan Panggung Global pada 2019.
Rabu, 26 Desember 2019
sitindaonNEWS - zul abrum sitindaon
19 orang yang layak diamati di Asia dan panggung global pada 2019, menurut Strait Times 24/12/18. Dari Indonesia: Presiden @jokowi dan Nadiem Makarim ~
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1184

Zulfi Suhendra - detikFinance
Foto: Dok. Forbes
Jakarta - Majalah Forbes kembali merilis jajaran orang terkaya di Indonesia tahun 2018. Siapa saja?
Berdasarkan keterangan resmi dari Forbes yang diterima, Kamis (13/12/2018), beberapa nama lama masih menduduki 10 besar jajaran orang berharta paling banyak di Indonesia.
2 bersaudara, Budi dan Michael Hartono masih berada di posisi 1 orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 35 miliar.
Berikut daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia
1. Budi dan Michael Hartono: US$ 35 miliar setara Rp 507,5 triliun
2. Susilo Wonowidjojo: US$ 9,2 miliar setara Rp 133,4 triliun
3. Eka Tjipta Widjaja: US$ 8,6 miliar Rp 124,7 triliun
4. Sri Prakash Lohia: US$ 7,5 miliar Rp 108,75 triliun
5. Anthoni Salim: US$ 5,3 miliar setara 98,05 triliun
6. Tahir: US$ 4,5 miliar setara Rp 65,2 triliun
7. Chairul Tanjung: US$ 3,5 miliar setara Rp 50,75 triliun
8. Boenjamin Setiawan: US$ 3,2 miliar setara Rp 46,4 triliun
9. Jogi Hendra Atmadja: US$ 3,1 miliar setara Rp 44,9 triliun
10. Prajogo Pangestu: US$ 3 miliar setara Rp 43,5 triliun
*Kurs dihitung: Rp 14.500/dolar AS
(zlf/eds)
#Berikutnya akan menyusul salah satu dari Keluarga Besar Sitindaon#
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1228
VIVA – Raksasa e-commerce China, Alibaba, merombak tatanan organisasi Lazada. E-commerce pesaing Tokopedia dan Bukapalak di Indonesia ini ditinggal oleh Lucy Peng, yang merupakan Co-founder Alibaba, yang mengundurkan diri. Posisi tersebut kemudian diisi Presiden Eksekutif Lazada, Pierre Poignant.
Mengutip situs TechCrunch, Kamis, 13 Desember 2018, saat ini Alibaba pemegang saham mayoritas Lazada, di mana sejak April 2016 resmi membeli 51 persen Lazada senilai US$1 miliar atau Rp14,26 triliun dari Rocket Internet.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1350
Jakarta, CNBC Indonesia - Tokopedia mengumumkan pendanaan seri baru sebesar US$1,1 miliar atau setara Rp 15,95 triliun (asumsi kurs US$1 = Rp14.500).
Mengutip publikasi yang disampaikan Tokopedia, Selasa (12/11/2018), pendanaan ini dipimpin oleh SoftBank Vision Fund dan Alibaba Group dengan partisipasi Softbank Ventures Korea, serta investor-investor Tokopedia sebelumnya.
Tokopedia tidak mengkonfirmasi berapa valuasi perusahaan setelah suntikan dana tersebut. Tetapi website TechCruch menyebutkan valuasi Tokopedia menjadi US$7 miliar setelah suntikan dana baru ini, mengutip seorang sumber.
Suntikan dana dari Alibaba ini menguatkan posisi raksasa e-commerce asal Tiongkok ini di Tokopedia. Pada Agustus 2017 lalu Alibaba juga berinvestasi sebesar US$1,1 miliar di Tokopedia.
Suntikan Alibaba juga memperkuat cengkraman Alibaba di pasar toko online tanah air. Pasalnya, Alibaba sudah mengakuisisi Lazada pada 2016 silam. Alibaba masuk ke Lazada dengan menyuntikkan dana sekitar US$1 miliar.
Transaksi tersebut terdiri dari sekitar US$500 juta untuk pembelian saham baru yang dikeluarkan Lazada dan akusisi saham dari pemagang saham lainnya. Sisanya, untuk investasi.
Setahun kemudian, Alibaba sudah kembali menyuntikkan dana sebesar US$1 miliar ke Lazada lagi. Dana ini untuk mendukung promo dan ekspansi layanan yang diberikan Lazada.
Mengutip situs pembanding e-commerce, iPrice, Tokopedia merupakan e-commerce paling populer di Indonesia. Hingga kuartal III-2018 pengunjung situs Tokopedia mencapai 153,64 juta per bulan.
Lazada berada di urutan keempat setelah Bukalapak dan Shopee. Total pengunjung Lazada mencapai 36,41 juta pengunjung saban bulan.
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 1238
- Details
- Category: Ekonomi & Bisnis
- By ZA Sitindaon
- Hits: 4112
I Wayan Nuastra saat menunjukan dua indukan kodok jantan dan betina di tempat budidaya kodok di rumahnya di Banjar Pande, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa (11/12/2018). - Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Menggeluti hobi menjadi usaha yang menghasilkan uang tentu jadi keinginan banyak orang, seperti yang dilakukan juragan kodok ini.
Siapa sangka kodok yang bagi sebagian orang dianggap menjijikkan malah menjadi sumber penghidupan.


