Search
- Details
- Category: Inspirasi dan Inspiratif
- By ZA Sitindaon
- Hits: 17
Manusia Salah Jurusan
Manusia Salah Jurusan
Bulan lalu saya bertemu pengusaha muda. Ia berbisnis bimbingan belajar. Ya, bimbel. Saya lihat sekilas, nampaknya bisnisnya cukup baik. Kantornya di tempat mentereng. Dan bisnisnya berjalan. Detilnya saya tidak tahu.
Dia cerita. "Saya kuliah di jurusan sejarah." Lha, kok bisa jadi penguasaha? Bisa. Pengusaha memang tidak harus sekolah bisnis. Bahkan tidak harus sekolah.
Kalau pengusaha tidak harus sekolah, kenapa perlu ada perguruan tinggi? Untuk jadi pengusaha dan bekerja sebagai karyawan seseorang memerlukan skill. Pada dasarnya skill bisa dipelajari di mana saja. Tidak harus kuliah. Saya pernah punya atasan orang Jepang yang "hanya " lulusan sekolah vokasi, seperti SMK. Tapi dia menguasai berbagai skill, teknis maupun bisnis. Belajar dari mana? Dia belajar selama bekerja.
Lalu apa gunanya perguruan tinggi? Perguruan tinggi memberi bekal sistematis untuk mempermudah dan mempercepat proses belajar. Pada dasarnya orang dilatih untuk belajar cara belajar. Nah, seorang lulusan perguruan tinggi bisa disebut gagal kalau ia gagal meraih kompetensi paling dasar, yaitu mampu belajar mandiri.
Orang-orang yang mampu belajar mandiri bisa bekerja di mana pun. Teman-teman saya lulusan fisika banyak yang bekerja di berbagai bidang. Minggu lalu saya meeting dengan adik kelas yang jadi direktur di perusahan perkebunan. Karirnya malah diawali di perbankan. Ada juga alumni fisika yang ahli logistik, manufaktur, bahkan pengusaha makanan.
Kuliah sebenarnya tidak memberi kita bekal yang benar-benar membuat kita siap bekerja. Kita diberi bekal metode belajar dan pengetahuan/skill dasar, lalu kita belajar sendiri.
Di Jepang perekrutan tidak terlalu memperhatikan jurusan. Biasanya kandidat hanya dibagi menjadi 2 kelompok: yaitu kelompok ilmu sosial dan ilmu teknik/sains. Nanti mereka dilatih lagi secara intensif. Waktu saya bekerja di perusahaan raksasa Jepang dulu banyak manajer/direktur keuangan yang tidak berlatar belakang akuntansi/finance. Ya, lagi-lagi saya pernah bertemu dengan direktur keuangan lulusan jurusan sejarah.
Banyak orang yang gagal masuk kerja atau tidak berkembang, bukan karena salah jurusan. Tapi karena tidak punya skill.
Saya sendiri lulusan jurusan fisika, dari SMA sampai doktor. Kini bekerja dalam bidang manajemen bisnis. Tentu saja saya juga pernah bekerja "sesuai jurusan". Saya pernah jadi field engineer dan peneliti/akademisi di bidang fisika.
Sumber: FB Hasanudin Abdurakhman https://www.facebook.com/share/p/1Cjwm9xq6z/