fbpx

0
0
0
s2sdefault

IMG 20181201 131519

 

TRIBUN-MEDAN.com - Alergi terhadap cairan pewarna rambut, seorang remaja wanita tiba-tiba memiliki ukuran kepala dua kali lipat lebih besar yang membuatnya kesulitan untuk bernafas. 

Estelle merupakan seorang mahasiswa berusia 19 tahun.

Dirinya membagikan foto yang menunjukkan reaksi mengejutkan yang disebabkan oleh bahan kimia  PPD kimia yang terkandung dalam pewarna rambut. 

Foto-foto itu sontak membuat warganet tercengang.

Perempuan ini mengatakan dia membeli pewarna rambut biasa dari supermarket di Val-de-Marne, di pinggiran kota Paris.

Awalnya ia hanya mengalami reaksi alergi yang menyebabkan kulit kepalanya gatal.

Namun perlahan, bagian kepala wanita itu mulai membengkak.

 

Estelle berusaha untuk mengobati dirinya sendiri menggunakan antihistamin dan krim dari seorang apoteker.

Tetapi saat terbangun di keesokan hari, dia melihat sekilas pantulan wajahnya dari cermin.

 Kepada media lokal Prancis, Le Parisien, Estelle berkata bahwa dirinya benar-benar terkejut hingga sulit bernafas.

"Saya masih bisa melihat. Di sini saya berjuang untuk bernafas,” ucapnya.

 

"Dahiku bertambah dua kali lipat. Kepalaku seperti bola lampu."

Dia mengatakan bahwa lidahnya mulai membengkak. Karena kondisi yang tidak biasa ini, dirinya pun dilarikan ke rumah sakit.

Lingkar kepalanya diukur, dan tercatat 63cm. Sementara orang pada umumnya hanya memiliki lingkar kepala rata-rata 56 cm.

Remaja itu mengatakan, sebelumnya dirinya pernah mengalami reaksi alergi ringan pada pewarna rambut. 

Namun, produk itu dilengkapi dengan alat tes alergi.

 Tapi dirinya tidak cukup sabar untuk menunggu selama  48 jam. Estelle menggunakan pewarna setelah 30 menit.

Meskipun mengabaikan instruksi, ibunya mengatakan harus ada kesadaran yang lebih besar untuk menghindari risiko PPD.

"Benar bahwa dia tidak mengikuti instruksi kata demi kata tetapi peringatan harus lebih jelas," kata ibunya.

PPD sendiri merupakan singkatan untuk bahan kimia paraphenylenediamine. Selain digunakan pada pewarna rambut, bahan ini juga banyak digunakan dalam konsentrasi tinggi pada tato henna hitam yang cukup populer.

Setelah insiden yang menimpanya ini, Estelle menghimbau untuk mengikuti prosedur. Agar tidak terjadi hal serupa pada orang lain.

"Saya hampir mati, saya tidak ingin hal serupa terjadi pada orang lain” katanya.

(cr12/tribun-medan.com)


0
0
0
s2sdefault

Add comment


Security code
Refresh