Ginjal manusia yang sehat seperti yang digambarkan di sini menyaring produk limbah dari darah. Ketika ginjal mulai gagal berfungsi, secara historis pilihan yang tersedia sangat terbatas—hingga baru-baru ini. Samunella/Science Photo Library via National Geographic
Ginjal manusia yang sehat seperti yang digambarkan di sini menyaring produk limbah dari darah. Ketika ginjal mulai gagal berfungsi, secara historis pilihan yang tersedia sangat terbatas—hingga baru-baru ini.
Nationalgeographic.co.id—Kematian akibat kanker ginjal di Inggris telah melonjak sebesar 73% sejak tahun 1970-an, dengan rata-rata 13 orang kehilangan nyawa setiap harinya. Berdasarkan data dari Cancer Research UK, terdapat sekitar 13.834 kasus baru kanker ginjal setiap tahunnya, dan penyakit ini merenggut kurang lebih 4.709 nyawa per tahun.
Meskipun dunia medis terus berkembang, tren jumlah kasus terus meningkat dan diproyeksikan akan terus bertambah di masa depan. Angka kelangsungan hidup 10 tahun untuk penyakit ini berada di level 56%, yang setara dengan statistik pada kanker usus besar serta limfoma non-Hodgkin.
Banyak pasien tidak menyadari kondisi mereka hingga memasuki stadium lanjut karena penyakit ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas.
Laporan terbaru dari Kidney Cancer UK mengungkapkan realita yang cukup mengkhawatirkan: empat dari lima kasus kanker ginjal justru ditemukan secara tidak sengaja. Sebanyak 55% didiagnosis saat pasien menjalani pemindaian untuk kondisi lain yang tidak terkait, sementara 37% pasien benar-benar tidak merasakan gejala apa pun.
Muncul pertanyaan krusial di tengah masyarakat medis, mengapa penyakit ini begitu sulit dideteksi secara dini? Benarkah gangguan umum seperti infeksi saluran kemih yang terjadi berulang kali dapat menjadi indikator tersembunyi dari keganasan pada ginjal?
Kaitan Infeksi Berulang dan Risiko Kanker Ginjal
Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang terjadi berulang kali sering kali dianggap sebagai gangguan kandung kemih biasa, namun para ahli kini memperingatkan bahwa kondisi tersebut bisa menjadi sinyal peringatan dini bagi kanker ginjal, khususnya Renal Cell Carcinoma (RCC).
Sebuah studi signifikan berjudul "History of urinary tract infection and risk of renal cell carcinoma" yang dipublikasikan dalam American Journal of Epidemiology menemukan bahwa individu dengan riwayat ISK yang didiagnosis secara medis memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena RCC.
Hazel Jackson, lead nurse di Kidney Cancer UK, menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar ISK tidak berbahaya, infeksi yang terus-menerus dapat menutupi masalah ginjal yang serius. "Gejalanya sering kali samar, mulai dari nyeri punggung dan kelelahan kronis hingga infeksi urin yang berulang," ujar Jackson kepada Sun Health.
Selain infeksi yang membandel, darah dalam urin atau hematuria merupakan "bendera merah" paling signifikan yang tidak boleh diabaikan, meskipun hanya terjadi sekali tanpa rasa sakit. Darah tersebut bisa terlihat dalam berbagai bentuk, mulai dari urin berwarna merah tua, kecokelatan, merah muda pucat, hingga tetesan kecil yang hanya terlihat di kertas toilet.
Gejala lain yang patut diwaspadai meliputi nyeri tumpul di pinggang atau di bawah tulang rusuk, kelelahan yang tidak membaik dengan istirahat, penurunan berat badan yang drastis tanpa sebab, serta adanya benjolan atau pembengkakan di area perut.
Faktor risiko juga memegang peranan penting dalam profilaksis penyakit ini. Laki-laki dan lansia, terutama mereka yang berusia di atas 75 tahun, memiliki risiko lebih tinggi.
Gaya hidup turut menyumbang persentase besar, di mana kelebihan berat badan atau obesitas menyebabkan sekitar 25% kasus, sementara merokok bertanggung jawab atas 15% kasus.
Faktor lain yang dicatat oleh Cancer Research UK mencakup tekanan darah tinggi, diabetes tipe 1, penggunaan obat pereda nyeri seperti ibuprofen, hingga faktor genetika seperti penyakit Von Hippel-Lindau (VHL).
Mengingat diagnosis dini sangat menentukan efektivitas pengobatan, Jackson menyarankan agar setiap orang lebih peka terhadap perubahan tubuhnya. "Jika ragu, segera periksakan. Anda paling mengenal tubuh Anda sendiri, dan lebih baik waspada daripada menyesal di kemudian hari," tegasnya
Sumber: National Geographic Indonesia benarkah-infeksi-saluran-kemih-berulang-bisa-jadi-tanda-kanker-ginjal?
