Perbandingan Risiko Penularan HIV

Mana yang lebih banyak menularkan HIV Lelaki Seks Lelaki atau Lelaki Selingkuh dengan Perempuan Yang bukan Isterinya?

1. Lelaki Seks Lelaki (LSL)  

  - Secara global, kelompok ini memiliki prevalensi HIV yang jauh lebih tinggi dibanding populasi umum.  

  - Penularan terutama terjadi melalui hubungan seks anal tanpa kondom, yang secara biologis memiliki risiko transmisi lebih besar dibanding seks vaginal.  

  - Di Indonesia, survei Kemenkes dan UNAIDS menunjukkan prevalensi HIV pada LSL bisa mencapai 10–25% di beberapa kota besar, jauh di atas prevalensi nasional (sekitar 0,7%).  

2. Lelaki Selingkuh dengan Perempuan  

  - Risiko penularan tergantung apakah pasangan selingkuhannya termasuk kelompok berisiko tinggi (misalnya pekerja seks atau pengguna narkoba suntik).  

  - Seks vaginal memiliki risiko transmisi lebih rendah dibanding seks anal, tetapi tetap signifikan bila tidak menggunakan kondom.  

  - Prevalensi HIV pada perempuan di populasi umum Indonesia relatif rendah (sekitar 0,3–0,5%), kecuali pada kelompok pekerja seks di mana prevalensi bisa mencapai 5–10%.

- Secara epidemiologis, LSL lebih banyak menularkan HIV dibanding lelaki yang berselingkuh dengan perempuan di populasi umum. 

- Namun, lelaki yang berselingkuh dengan perempuan pekerja seks atau pasangan dari kelompok berisiko tinggi juga memiliki risiko yang signifikan.  

- Faktor penentu utama bukan hanya orientasi seksual, tetapi praktik seks aman (kondom, tes rutin, pengobatan ARV) dan apakah pasangan termasuk kelompok berisiko tinggi.

Semoga mencerahkan kita semua.

Sumber: FB DR. Berlian Siagian https://www.facebook.com/share/1DVb7622bw/