Search
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 53
Anda Ingin Kaya atau Ingin Miskin?
Jika Anda ingin Kaya Harus Berperilaku Sama Persis Foto copy Orang-orang Kaya, sebelum Mereka Kaya. Sebaliknya Jika ingin Miskin berperilakulah seperti Orang Miskin.
Orang Kaya, sebelum mereka Kaya, waktu masih bekerja menjadi Pegawai kelas bawah atau Pedagang Kecil, mereka belajar cara mengelola uang. Mereka memutuskan menabung separo dari penghasilannya, bahkan ada yang extreme sampai 70% dari penghasilannya walau harus makan Bubur dan Kecap Asin saja demi menuju cita-citanya.
Para calon orang kaya ini terus menerus meningkatkan Nilai Dirinya dengan cara mengembangkan Skill Diri mereka agar bisa mendapat bayaran, income lebih besar sehingga target tabungannya dapat tercapai lebih cepat. Uangnya Tabungannya diinvestasikan untuk saham, untuk memulai membesarkan Bisnisnya yang masih kecil.
Sedangkan Perilaku para Calon Miskin adalah menjikmati hidup Hari Ini mumoung masoh bisa. Lihat Bagaimana Nanti saja, Bukan Berpikir Nanti Bagaimana?. Perilakunya menghabiskan Uang bukan Menabung! Walau saat ini tidak miskin punya penghasilan yang cukup Uangnya tetapi Kecanduan Hutang untuk Gaya Hidup mewah. Uang penghasilannya tidak ditabung tetapi terus saja dihabiskan sampai ludhes. Mereka suka menghajar Kartu Kreditnya untuk Pay Later, Pinjaman On-Line sampai mentok Limitnya. Saldo tabungannya dibiarkan minim, bahkan kosong tidak peduli. Perbedaan gaya hidup yang sangat jelas cara mengelola penghasilan antara mereka yang Ingin Miskin dan mereka yang Ingin Kaya.
Hidup adalah Pilihan. Berakit-rakit ke Hulu mendekat ke Sumber Air, dan Berenang-renang kemudian.
Kesabaran diperlukan, Tertawa Lebar ketika nantib sudah Beneran menjadi Orang Kaya, Bukan pada saat masih Seperti Orang Kaya.
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1AhNSN6bq2/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 60
INGIN HIDUP DAMAI & TENANG?
1. Jangan Pedulikan apa pikiran orang lain dan apa kata orang lain terhadap dirimu. Acuhkan saja.
2. Hindari Perdebatan yang tidak bermanfaat untuk diri Anda. Tinggalkan saja.
3. Hentikan usahamu agar dapat diterima oleh semua orang. Jadilah diri anda sendiri. Anda tidak akan pernah bisa menyenangkan semua orang.
4. Jangan pernah merasa dirimu tahu segalanya. Diatas Langit masih ada Langit.
5. Nikmati hidup saat ini (Enjoy the Moment). Masa lalu tidak bisa diulang, Besok masih mistery tidak ada yang tahu.
6. Tinggalkan hubungan yang hanya sepihak. Anda terus memberi, namun Dia tidak pernah memberikan apa-apa.
7. Sekali Waktu Menyendiri ditempat sepi, bermeditasi, memahami siapakah Dirimu yang Sejati.
R M Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/1F36DGpy5g/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 78
Kehidupan Anda di Level yang Mana?
Tngkat Kehidupan seseorang bukan diukur oleh besar atau kecil penghasilannya tetapi diukur dengan kesejahteraan dan Rasa Aman Anda dalam menghadapi Masa Depan dan Hari Tuamu.
Berikut ini saya tuliskan level dimana Anda sedang berada dan Panduan Anda menuju hidup makmur. Mulai dari kehidupan tingkat terendah, usahakan step by step naik tangga kehidupan untuk mencapainya ke tingkat hidup makmur dengan rasa aman akan masa depan.
1) Level Bawah (Low): Hidup serba kekukarangan, pengeluaran lebih besar dari pada pemasukan. Minus(defisit) ditutup dengan hutang, Kartu Kredit, Pinjol, gali lobang tutup lobang. Tidak peduli berapa besar penghasilan Anda tetapi defisit anggaran rumah tangga setiap bulan itu termasuk miskin. Anda mutlak wajib mencari solusi. Jika Anda masih usia muda, wajar saja, tetapi harus diusahakan menuju tingkat diatasnya dengan sangat gigih dan disiplin.
2) Level Bawah Atas(Low-High), Cash Flow Positip: semua pengeluaran bisa ditutup oleh penghasilan dan mulai sedikit menabung secara rutin setiap bulan.
3) Level Menengah Bawah - (Middle-Low), level bertumbuh, mulai punya Ilmu Bisnis dan Keuangan, dan bisa mengerti cara mengelola uang penghasilannya. Sudah mampu mengendalikan pengeluaran dan sedikit demi sedikit menginvestasikan tabungannya kedalam instrument keuangan yang bisa menghasilkan uang tambahan. Warung kuliner, rumah petak untuk sewa, penyewaan motor, mobil, berternak kambing, kebun sawit, Reksadana, investasi saham, franchise, dll, yang mana dipilih lebih menguntungkan.
4) Level Menengah (Middle Class), Hidup Berkecukupan, sudah punya Multisource Income, Investasinya mulai menghasilkan, uang mengalir walau kecil, hasil dari Investasinya sudah mulai bisa menaikkan Portonya hari demi hari.
5) Level Menengah Atas ( Upper Middle), Pemasukan Passive dari hasil investasi atau bisnisnya sudah bisa mengcover pengeluarannya tanpa bekerja. Mulai berpikir apakah akan berhenti bekerja atau tetap bekerja tidak masalah. Bekerja menjadi opsi saja. Sudah mengarah ke Financial Independence.
6) Level Kaya (Kelas Atas), popuker disebut Kemerdekaan Finansial dimana hasil dari Investasi terus bertumbuh, menggulung hari demi hari. Tidak perlu bekerja lagi, tinggal menikmati waktu yang dimiliki untuk apa saja yang disukai untuk memaknai hidup ini.
7) Tingkat tertinggi, membangun generasi berikutnya, mewariskan Ilmu dan Pengalamannya dapat diteruskan oleh generasi berikutnya.
Hidup di Kelas Atas tidak harus menjadi Konglo. Anda pasti Bisa!
Salam
R Noto Widjojo https://www.facebook.com/share/p/1DH4zb4rZf/
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 132
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 116
- Details
- Category: Lifestyle & Health
- By ZA Sitindaon
- Hits: 77