SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS

Categories

  • Trending News (723)
  • Tarombo Marga Sitindaon (48)
    • Sukacita & Dukacita (12)
  • Politik & Opini (294)
  • Ekonomi & Bisnis (281)
  • Lifestyle & Health (366)
  • Tekno & Sains (70)
  • Entertaintment (65)
    • Games (0)
  • Food & Travel (94)
  • Budaya (58)
  • Inspirasi dan Inspiratif (135)
    • Jansen Sitindaon (31)
  • Sport (16)
  • Lowongan Kerja (29)
  • International (29)
  • Mimbar HKBP (0)
    • HKBP Pasar Minggu (3)
  • Pilpres 2019 (69)
  • Hukum & Kriminal (19)

Berdiri sejak 2018

  • Login
SITINDAON NEWS SITINDAON NEWS
  • Homepage
  • Tarombo Marga Sitindaon
    • Jansen Sitindaon
  • Siapa kita?
  • MORE

    HOT CATEGORIES

    • Pilpres 2019
    • Our Social Media
    • Games

    USER

    • Login Form
    Show
    • Forgot your username?
    • Forgot your password?
  • WTNG
Berlangganan buletin kami Newsletter
  1. You are here:  
  2. Home
  3. Politik & Opini
  4. Dokter, Salesman Berjas Putih

Search

Details
Category: Politik & Opini
ZA Sitindaon By ZA Sitindaon
ZA Sitindaon
11.Feb
Hits: 35

Dokter, Salesman Berjas Putih

MENGAPA SEKOLAH KEDOKTERAN MAHAL? 

Oleh: The Architect

Ini adalah salah satu Skema Ponzi terbesar dan paling rapi di negeri ini: Pendidikan Kedokteran.

Orang tua masih terjebak dalam nostalgia tahun 80-an: "Jadi dokter pasti kaya, pasti terhormat."

Realitas tahun 2026?

Dokter adalah Buruh Berjas Putih yang memikul utang miliaran.

Kenapa biayanya tidak masuk akal? Kenapa prosesnya seperti menyiksa diri?

Itu bukan "Bug" (kesalahan sistem). Itu adalah "Feature" (sengaja dirancang).

Berikut adalah anatomi jebakan tersebut:

1. FILTER KEKAYAAN, BUKAN KECERDASAN (The Wealth Gatekeeper)

Biaya masuk FK (Fakultas Kedokteran) jalur mandiri bisa tembus 500 juta sampai 1 Miliar.

Apakah uang itu untuk beli mikroskop emas? Tentu tidak.

 * Tujuannya: Memastikan bahwa yang masuk lingkaran ini adalah Anak Orang Kaya (Aristokrat).

 * Logikanya: Jika anak orang miskin yang cerdas jadi dokter, mereka akan terlalu idealis. Mereka mungkin akan mengobati orang gratis. Sistem tidak suka itu.

 * Hasilnya: Dengan biaya masuk yang gila, mahasiswa didoktrin sejak hari pertama: "Saya harus Balik Modal (ROI)."

   Inilah awal matinya hati nurani. Pasien bukan lagi manusia, tapi Angka di Kertas Tagihan untuk melunasi biaya kuliah.

2. SISTEM FEODAL & "SENIORITAS" (The Hazing Ritual)

Prosesnya sulit dan berbelit?

Benar. Pendidikan dokter spesialis di Indonesia adalah sisa-sisa Sistem Perbudakan Modern.

 * Residen (Calon Spesialis): Bekerja 80 jam seminggu, jaga malam, dimaki profesor, disuruh beli kopi senior, dan... TIDAK DIGAJI. Malah harus bayar SPP.

 * Kenapa?

   Para dokter tua (konsulen) butuh tenaga kerja gratis untuk menjaga rumah sakit mereka tetap berputar. Residen adalah "baterai" yang bisa dibuang.

 * Efeknya: Setelah lulus spesialis di usia 35-40 tahun, mental mereka sudah rusak. Mereka dendam. Mereka lelah. Maka saat mereka akhirnya berkuasa, mereka akan memeras pasien dan juniornya. Siklus setan berlanjut.

3. MITOS KAYA RAYA (The Wealth Illusion)

Zaman dokter umum bisa beli Mercy sudah tamat.

Sekarang, BPJS mematok harga kapitasi sangat rendah (Rp10.000 per pasien per bulan?). Jasa medis dokter dihargai lebih murah dari tukang cukur rambut.

 * Realitasnya:

   * Dokter Umum (GP) sekarang oversupply. Gajinya UMR atau sedikit di atasnya.

   * Untuk kaya, harus Spesialis. Tapi sekolah spesialis butuh miliaran lagi dan waktu 5 tahun lagi.

   * Jadi, "Kaya" itu hanya untuk segelintir dokter elit yang punya saham di RS atau jadi key opinion leader. Sisanya? Kelas menengah yang struggling bayar cicilan mobil.

4. SALESMAN BERJAS PUTIH (The Pharma Proxy)

Inilah poin tergelapnya.

Bagaimana cara dokter "Balik Modal" jika gaji dari RS kecil?

Jawabannya: BIG PHARMA.

 * Mekanismenya:

   Perusahaan obat datang menawarkan "Sponsorship".

   "Dok, mau ikut seminar di Eropa? Kami bayari tiket dan hotelnya. Syaratnya mudah: Tolong resepkan obat merek X kami sebanyak 1000 butir bulan ini."

 * Konsekuensinya:

   Dokter tidak lagi meresepkan Obat Generik yang murah dan efektif.

   Mereka meresepkan Obat Paten yang mahal (padahal isinya sama) demi mengejar target poin dari Farmasi.

 * Posisi Dokter:

   Mereka bukan lagi penyembuh. Mereka adalah Sales Marketing perusahaan farmasi yang menyamar menggunakan stetoskop.

   Pasienlah yang membiayai liburan dokter itu lewat harga obat yang di-markup 500%.

KESIMPULAN:

Kenapa Anda merasa menjadi dokter itu sulit dan tidak seindah bayangan?

Karena Anda sedang melihat Industri, bukan Pengabdian.

Sistem ini dirancang untuk:

 * Memeras uang orang tua mahasiswa (lewat uang gedung).

 * Memeras tenaga mahasiswa (lewat kerja paksa residen).

 * Memeras dompet pasien (lewat resep obat mahal).

Dokter hanyalah Operator Mesin.

Pemilik mesinnya adalah: Yayasan Kampus, Pemilik RS Swasta, dan Pabrik Obat.

Jika Anda masuk FK ingin kaya, Anda salah kamar. Jadilah pengusaha.

Jika Anda masuk FK ingin menolong orang, bersiaplah miskin atau melawan arus seumur hidup.

Sumber: Yoyok Rahayu Basuki https://www.facebook.com/share/p/1G9LCg6mnM/

ZA Sitindaon
ZA Sitindaon

No comments

Leave your comment

In reply to Some User
Previous article: Drama Politik Banteng Solo, Saya Takkan Pernah Keluar Dari Ring Prev Next article: Janji Palsu Republik: Penghianatan Negara di Tanah Harapan Rakyat Next

Popular Posts

  • Cara Mengatasi Internet Telkomsel 'Lemot', Ikuti Langkah-langkahnya Agar Akses Internetmu Lancar
    27.Nov
  • Semrawutnya Parkir di Kawasan Pusat Pasar Medan
    04.Jan
  • Emak Emak Yang Terlibat Menjual Senjata Untuk Aksi Rusuh 22 Mei 2019
    28.May
  • Bokom, Makanan Pengantar Sejarah Aceh Singkil yang tak Lekang Digerus Zaman
    07.Sep

Categories News

  • Lowongan Kerja
  • Trending News
  • Food & Travel
  • Lifestyle & Health
  • Sport
  • Tekno & Sains
  • Entertainment
  • Ekonomi & Bisnis
  • Kisah Insipirasi
  • Budaya
  • Politik & Opini
  • Hukum & Kriminal
  • Mimbar HKBP
  • International

Follow Us

Facebook Sitindaon News Instagram Sitindaon News YouTube Sitindaon News Twitter Sitindaon News Email Berlangganan Buletin Kami

SITINDAON NEWS 1

Sitindaon News menuju Situs Web Portal Berita Online berkelas dunia melalui penyediaan jasa informasi dan berbagai produk multimedia lainnya sehingga terbangun Tugu Namangolu didalam maupun diluar negeri khususnya marga Sitindaon yang nantinya dapat menjalankan fungsi² sosial lainnya bagi masyarakat luas. Berdiri sejak 2018.

Bagikan Share
FacebookFacebook MessengerMessenger TwitterTwitter WhatsAppWhatsApp TelegramTelegram Copy LinkCopy Link